POLRES PAMEKASAN – Polres Pamekasan menangkap dua tersangka pembakar mobil Truk bermuatan tembakau Luar Madura yang dibakar di tengah Lapangan Desa Bulay, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Madura, pada, Kamis (15/9/2022) dini hari.
Dua tersangka yang ditangkap itu berinisial SY (49) seorang petani warga Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, dan KH (34) warga Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan.
Truk bernopol S 8413 D yang dibakar oleh dua tersangka itu dikemudikan oleh Ahmad Busro (45), warga Dusun Prayungan, RT 002, RW 003, Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.
Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto menjelaskan, tersangka SY ditangkap di Desa Bicorong, Kecamatan Pakong, Pamekasan.
Sedangkan tersangka KH ditangkap di Terminal Ronggosukowati Pamekasan, Selasa (21/9/2022).
KH ditangkap oleh anggota Satreskrim Polres Pamekasan saat hendak melarikan diri ke Jember.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Polisi, kedua tersangka ini memiliki peran berbeda saat hendak membakar Truk tersebut.
Di antaranya, tersangka SY berperan mengerahkan sejumlah massa untuk berkumpul di depan Gudang Garam, Desa Peltong, Kecamatan Larangan, Pamekasan untuk melakukan penghadangan terhadap mobil Truk yang mengangkut tembakau dari luar Madura.
Setelah berhasil dihadang, SY menyuruh tersangka KH untuk membawa Truk bermuatan tembakau Luar Madura itu ke tengah Lapangan Desa Bulay.
Lalu, SY memerintahkan terhadap massa agar membakar sejumlah tembakau kering yang diangkut Truk tersebut di depan Gudang Garam Pamekasan.
Sedangkan tersangka KH berperan merebut Truk yang disopiri Ahmad Busro untuk dibawa ke tengah Lapangan Desa Bulay atas perintah SY.
Sesampainya di tengah Lapangan Desa Bulay tersebut, KH menyirami badan mobil itu dengan bensin yang sebelumnya sudah disiapkan dalam kemasan berukuran 5 liter.
Selepas itu, KH langsung membakar Truk tersebut beserta muatan tembakau Luar Madura yang kering menggunakan korek api bersama enam orang yang belum diketahui identitasnya.
“Kami masih akan melakukan penyidikan lebih lanjut atas peristiwa ini. Sementara ada 12 saksi yang sudah diperiksa,” kata AKBP Rogib Triyanto sewaktu konferensi pers di aula Joglo Polres Pamekasan, Rabu (21/9/2022).
AKBP Rogib Triyanto juga menjelaskan kronologi lengkap pembakaran Truk bermuatan tembakau Luar Madura tersebut.
Mulanya, pada Kamis, 15 september 2022 sekira pukul 03.00 WIB di simpang tiga Jalan Raya Sumenep – Pamekasan terjadi penghadangan 2 mobil Truk bermuatan tembakau Luar Madura oleh sekitar 30 orang.
Oleh puluhan massa itu, 2 Truk yang dihadang tersebut dikawal hingga Jalan Raya Desa Peltong.
Sesampainya di depan Kantor Gudang Garam Pamekasan, telah terdapat massa sekitar 200 orang yang menunggu Truk bermuatan tembakau Luar Madura itu.
Kemudian 1 mobil Truk pengangkut tembakau Luar Madura diturunkan di pinggir jalan itu lalu dibakar oleh ratusan massa tersebut.
Sementara satu 1 Truk sisanya, diamankan ke Polres Pamekasan oleh anggota opsnal Satreskrim Polres Pamekasan yang berada di lokasi.
Sedangkan 1 Truk lainnya terlebih dahulu direbut oleh tersangka KH untuk dibawa ke tengah Lapangan Desa Bulay yang pada akhirnya dibakar.
Menurut AKBP Rogib, tersangka yang mengerahkan massa untuk menghadang Truk di depan Gudang Garam Pamekasan itu adalah SY.
Dini hari itu, SY menyampaikan terhadap sejumlah massa yang ia bawa bahwa akan ada tembakau Luar Madura yang hendak memasuki daerah Pamekasan.
Perintah SY terhadap sejumlah massa itu, apabila ketahuan ada tembakau Jawa yang masuk ke Madura agar dihentikan secara bersama.
“Sebanyak 1 Truk terbakar hangus seluruh bodynya. Setelah Truk terbakar massa meninggalkan Lapangan Desa Bulay,” ujarnya.
Dari peristiwa pembakaran Truk ini, Polres Pamekasan mengamankan barang bukti sebuah jeriken berukuran 5 liter berwarna putih kecoklatan yang sebagiannya terbakar.
Jerigen itu yang menjadi tempat wadah bensin yang dipakai tersangka untuk membakar Truk tersebut.
Selain itu, sebuah sarung berwarna kuning yang dipakai tersangka saat membakar Truk tersebut juga dimankan.
Kini dua tersangka pembakar Truk tersebut dikenai pasal 170 ayat (1) atau 406 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara.
“Kami juga mengamankan dua Truk yang mengangkut tembakau Luar Madura. Satu Truk dalam keadaan hangus yang dibakar massa, dan satu Truk masih utuh,” tutupnya.
Jakarta, 24 Juni 2026 – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polri melaksanakan ziarah dan tabur bunga secara serentak di berbagai wilayah Indonesia sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa, negarawan, serta para pendahulu Polri yang telah mewariskan nilai perjuangan, integritas, dan pengabdian kepada negeri.
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. memimpin langsung Upacara Ziarah Rombongan dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri para Pejabat Utama Mabes Polri dan diawali dengan penghormatan kepada arwah pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, pembacaan doa, serta tabur bunga di pusara para pahlawan bangsa.
Secara bersamaan, jajaran Polri juga melaksanakan ziarah di berbagai lokasi bersejarah dan tempat peristirahatan terakhir tokoh-tokoh bangsa serta para pendahulu Polri. Di TPU Tanah Kusir, dilaksanakan ziarah di makam Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Kapolri pertama yang meletakkan fondasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta makam Presiden ke-3 Republik Indonesia Prof. Dr. Ir. H. B.J. Habibie, negarawan dan ilmuwan yang menginspirasi bangsa melalui dedikasi, inovasi, dan kecintaannya kepada Indonesia.
Sementara itu, di TPBU Giritama, Tonjong, Bogor, Irwasum Polri Komjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil. memimpin ziarah dan tabur bunga di makam Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Hoegeng Iman Santoso, sosok yang dikenal sebagai simbol integritas, kejujuran, dan keteladanan moral dalam sejarah Polri.
Penghormatan juga diberikan kepada para pendahulu Polri yang telah berjasa membangun dan membesarkan institusi Kepolisian Republik Indonesia, di antaranya Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Kunarto, Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Dibyo Widodo, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, Jenderal Polisi (Purn.) R. Soetjipto Danoekoesoemo, Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Widodo Budidarmo, Jenderal Polisi (Purn.) Drs. H. M. Hasan, Jenderal Polisi (Purn.) Anton Soedjarwo, serta Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Mochammad Yasin, yang merupakan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia pertama pascaproklamasi dan tokoh penting dalam mempertahankan eksistensi Kepolisian RI pada masa awal kemerdekaan.
Selain ziarah di daratan, Polri juga melaksanakan ziarah laut dan pelarungan karangan bunga di perairan Teluk Jakarta yang dipimpin oleh Kabaharkam Polri. Kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan pejuang bahari yang gugur dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia. Pelarungan bunga menjadi simbol doa dan penghormatan kepada mereka yang jasanya tetap hidup dalam sejarah meskipun sebagian tidak diketahui tempat peristirahatan terakhirnya.
Wakapolri mengatakan bahwa rangkaian ziarah dan tabur bunga yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia merupakan momentum untuk memperkuat jati diri, karakter, dan nilai-nilai pengabdian yang menjadi fondasi Polri.
“Ketika kita berdiri di tempat peristirahatan terakhir para pahlawan bangsa, negarawan, dan para pendahulu Polri, sesungguhnya kita sedang belajar tentang arti pengorbanan, integritas, dan pengabdian yang tulus kepada negara. Dari Jenderal Polisi Raden Said Soekanto kita belajar tentang kepeloporan dan pengabdian dalam membangun Kepolisian Republik Indonesia, dari B.J. Habibie kita belajar tentang visi dan karya untuk Indonesia, dari Jenderal Hoegeng kita belajar keteladanan moral, dan dari para pendahulu Polri lainnya kita mewarisi semangat pengabdian yang menjadi fondasi institusi ini hingga hari ini,” ujar Wakapolri.
Menurutnya, ziarah dan tabur bunga bukan sekadar tradisi seremonial menjelang Hari Bhayangkara, melainkan sarana untuk merawat memori kolektif bangsa bahwa kemerdekaan, keamanan, dan keutuhan negara dibangun melalui perjuangan, pengorbanan, serta dedikasi para pendahulu.
“Tabur bunga adalah simbol penghormatan, tetapi makna yang lebih dalam adalah melanjutkan nilai perjuangan mereka. Kita datang membawa doa, namun pulang membawa tanggung jawab untuk meneruskan pengabdian. Semangat para pahlawan dan pendahulu Polri harus hidup dalam integritas, profesionalisme, keberanian, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Terkait pelarungan bunga di Teluk Jakarta, Wakapolri menegaskan bahwa laut yang luas menjadi simbol pengabdian tanpa batas dari para pejuang bangsa. Penghormatan yang diberikan di perairan merupakan pengingat bahwa jasa para pahlawan bahari akan terus dikenang dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Baik di daratan maupun di lautan, seluruh rangkaian ziarah hari ini mengajarkan satu hal yang sama, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya. Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Polri meneguhkan komitmen untuk meneruskan nilai perjuangan, menjaga kepercayaan masyarakat, dan mengabdikan diri sepenuhnya kepada bangsa dan negara,” pungkas Wakapolri.
Melalui rangkaian ziarah nasional menjelang Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polri meneguhkan komitmennya untuk terus menjaga amanah para pendahulu, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan pengabdian yang semakin profesional, modern, dan humanis bagi Indonesia
Polresta Pasuruan – Sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Pohjentrek Polres Pasuruan Kota Polda Jatim terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Rabu (24/6/2026).
Salah satunya dengan melaksanakan pengawasan dan pendampingan kepada kelompok tani yang mengelola lahan binaan Polri di wilayah Kecamatan Pohjentrek.
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas turun langsung ke lahan pertanian untuk memantau perkembangan tanaman, berdialog dengan para petani, serta memastikan pemanfaatan lahan binaan Polri dapat berjalan secara optimal.
Kehadiran Bhabinkamtibmas juga menjadi bentuk dukungan dan motivasi bagi para petani agar terus semangat dalam mengelola lahan pertanian guna meningkatkan hasil produksi.
Selain melakukan pemantauan, Bhabinkamtibmas juga mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi petani selama proses bercocok tanam. Dengan komunikasi yang terjalin baik, diharapkan setiap permasalahan dapat dicarikan solusi bersama sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat.
Kapolsek Pohjentrek AKP Sukresna, S.H., mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan Bhabinkamtibmas tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Pasuruan Kota dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
“Bhabinkamtibmas tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir mendukung program-program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya di bidang ketahanan pangan. Melalui pendampingan dan pengawasan yang dilakukan, kami berharap para petani semakin termotivasi untuk mengelola lahannya secara maksimal sehingga dapat meningkatkan hasil panen,” ujar AKP Sukresna, S.H.
Melalui kegiatan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, Bhabinkamtibmas Polsek Pohjentrek berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, membantu para petani, serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.
Polresta Pasuruan – Menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, personel Polsek Pohjentrek Polres Pasuruan Kota Polda Jatim melaksanakan kegiatan patroli sekaligus sambang ke masyarakat di wilayah Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Senin (24/6/2026)
Kegiatan patroli dan sambang tersebut dilakukan dengan menyambangi warga yang sedang beraktivitas di lingkungan permukiman, pertokoan, maupun tempat-tempat yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Selain memantau situasi keamanan, personel Polsek Pohjentrek juga berdialog secara langsung dengan warga untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, menjaga kerukunan antarwarga, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kejadian atau aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
Kapolsek Pohjentrek AKP Sukreana, S.H., mengatakan bahwa kegiatan patroli yang disertai sambang dan dialogis merupakan salah satu upaya Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menyerap informasi yang berkembang di wilayah.
“Melalui patroli dan sambang ini, kami ingin menjalin komunikasi serta silaturahmi yang baik dengan masyarakat. Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus mengajak warga untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif,” ujar AKP Sukreana, S.H.
Dengan kegiatan patroli dan sambang yang dilakukan secara rutin, Polsek Pohjentrek berharap tercipta situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang.