Connect with us

Berita

Bareskrim Polri Ungkap Kasus Penelantaran dan Kekerasan Berat Anak di Jakarta Selatan

Published

on

img 20250911 wa0126

img 20250911 wa0126

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA & PPO) Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus penelantaran dan kekerasan berat terhadap seorang anak perempuan berusia 9 tahun berinisial AMK. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Rabu dini hari (11/6/2025) di depan sebuah kios di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Saat ditemukan, korban terbaring lemah di atas kardus, dengan tubuh penuh luka dan tanda-tanda malnutrisi. Wajahnya mengalami luka bakar, tangan patah, tubuh penuh memar, dan kondisinya sangat memprihatinkan. Petugas yang menerima laporan segera mengevakuasi korban ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Kasubdit II Dittipid PPA & PPO Bareskrim Polri bergerak cepat memimpin proses penyelidikan. Prinsip penanganan yang dipegang adalah memastikan korban tidak hanya mendapatkan keadilan hukum, tetapi juga perlindungan dan pemulihan menyeluruh, termasuk perawatan medis, pendampingan psikologis, dan pengasuhan sementara di bawah pengawasan Dinas Sosial serta UPTD PPA.

Dalam proses pemeriksaan yang didampingi pekerja sosial, korban mengungkapkan secara polos bahwa dirinya kerap disiksa oleh EF alias YA (40), yang dipanggilnya “Ayah Juna”. Pelaku disebut sering memukul, menendang, membanting, menyiram bensin dan membakar wajah korban di sawah, memukul dengan kayu hingga tulang patah, membacok dengan golok, hingga menyiram tubuh korban dengan air panas.

Korban juga menyebut SNK (42), ibu kandungnya, mengetahui penyiksaan tersebut dan bahkan setuju meninggalkan korban di Jakarta. Dalam kesaksiannya, korban dengan lirih berkata, “Aku tidak mau bertemu Ayah Juna, aku mau dia dikubur dan dikasih kembang.”

Kesaksian AMK diperkuat oleh saudara kembarnya, SF, yang menjadi saksi kunci. Selain itu, tersangka EF alias YA telah mengakui perbuatannya, sementara SNK juga mengakui perannya dalam penelantaran korban.

Direktur Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, menyampaikan bahwa kedua pelaku telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kami sangat prihatin atas penderitaan yang dialami korban. Ini adalah bentuk kekerasan yang sangat keji dan tidak berperikemanusiaan. Polri akan memproses kasus ini secara tegas tanpa kompromi terhadap para pelaku,” tegas Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah di Jakarta, Selasa (10/9/2025).

Ia menambahkan bahwa penetapan tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti lengkap, termasuk keterangan saksi, hasil visum et repertum, keterangan ahli, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 76B jo 77B dan Pasal 76C jo 80 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 354 KUHP tentang penganiayaan berat. Ancaman hukuman maksimal adalah 8 tahun penjara dan denda hingga Rp100 juta.

Brigjen Nurul menegaskan, kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap anak sering kali terjadi bukan di jalanan, melainkan di rumah sendiri.

“Ruang keluarga seharusnya menjadi tempat paling aman bagi seorang anak. Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli, lebih peka, dan berani melapor bila melihat atau mendengar dugaan kekerasan terhadap anak. Perlindungan anak bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

Polri juga membagikan sejumlah tips pencegahan dan penanganan kekerasan anak, antara lain:

– Jadilah tetangga yang peka terhadap tanda-tanda kekerasan pada anak.

– Dengarkan suara anak dan ciptakan ruang aman bagi mereka.

– Segera laporkan dugaan kekerasan ke Unit PPA Polri, UPTD PPA setempat, atau hubungi 110, hotline SAPA KemenPPPA 129, dan Tepsa Kemensos 1500771.

– Bentuk komunitas peduli anak di tingkat sekolah, RT/RW, dan masyarakat.

– Dukung pemulihan korban dengan memberi rasa aman dan tidak menyalahkan anak.

Polri memastikan akan terus meningkatkan perlindungan terhadap anak-anak dan memperkuat sinergi dengan masyarakat, lembaga sosial, dan pemerintah daerah.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polsek Grati Hadir di Tengah Masyarakat, Bangun Komunikasi Kamtibmas Aman Kondusif

Published

on

Polresta Pasuruan – Polsek Grati Polres Pasuruan Kota terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan hadir langsung di tengah warga. Kehadiran personel di lapangan menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat guna menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif.

 

Kegiatan sambang dan dialogis dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, di Desa Sumberagung, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Grati berinteraksi langsung dengan masyarakat, menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas sekaligus menyerap informasi mengenai situasi keamanan di lingkungan.

 

Kapolsek Grati AKP H. Prasetya Budiarto mengatakan, kehadiran anggota di tengah masyarakat merupakan langkah preventif sekaligus bentuk pelayanan Polri kepada warga. “Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran Polri secara langsung. Komunikasi yang baik dengan masyarakat sangat penting untuk mengetahui perkembangan situasi Kamtibmas dan mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini,” ujarnya.

 

Personel juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta tidak ragu menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan Kamtibmas. Sinergi antara Polri dan masyarakat dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

 

Polsek Grati berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan sambang, patroli dialogis, dan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Melalui kehadiran Polri yang aktif di tengah warga, diharapkan situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Grati senantiasa aman, nyaman, dan kondusif.

Continue Reading

Berita

Jaga Kamtibmas, Polsek Kraton Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan Call Center 110

Published

on

Polresta Pasuruan – Polsek Kraton Polres Pasuruan Kota terus meningkatkan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui patroli dialogis. Kegiatan ini menjadi sarana bagi personel untuk hadir di tengah masyarakat, menyampaikan pesan keamanan sekaligus menyerap informasi terkait situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Kraton.

 

Patroli dialogis dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Dalam kegiatan tersebut, personel menyambangi dan berdialog dengan masyarakat serta mengajak warga meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan Kamtibmas.

 

Kapolsek Kraton AKP Moch Soleh mengatakan, kegiatan patroli dialogis merupakan langkah preventif untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif sekaligus mempererat komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jangan ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan Kamtibmas,” ujarnya.

 

Selain menyampaikan pesan Kamtibmas, personel juga menyosialisasikan Call Center 110 Polri yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan bantuan kepolisian atau melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan. Layanan tersebut diharapkan menjadi sarana komunikasi cepat antara masyarakat dan kepolisian.

 

Melalui patroli dialogis secara rutin, Polsek Kraton berkomitmen untuk terus hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sinergi dan kepedulian bersama diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta kondusif di wilayah Kecamatan Kraton.

Continue Reading

Berita

Sisi Humanis Kapolsek Bugul Kidul Bantu Bopong Keranda Jenazah Warganya

Published

on

Polresta Pasuruan – Di tengah kesibukan tugas sebagai Kapolsek, Kompol Hudi Supriyanto menunjukkan sisi humanisnya dengan terlibat langsung dalam prosesi pemakaman salah satu warganya.

 

Momen ini terjadi pada Senin, 31 Agustus 2025, ketika Kompol Hudi terlihat membopong keranda jenazah seorang warga yang meninggal dunia di di kediaman rumah duka Kel Bakalan Kec Bugul Kidul Kota Pasuruan

 

Jenazah yang diantar menuju peristirahatan terakhir tersebut adalah istri dari Bapak Ilham seorang tokoh masyarakat Sekaligus Salah satu Pegawai Kesbangpol Kota Pasuruan Kota

 

Almarhumah diketahui meninggal dunia menderita sakit, dan rencananya akan dimakamkan di Pemakakaman Umum Kel Bakalan Kec Bugul Kidul Kota Pasuruan

 

Dalam suasana duka tersebut, sejumlah personel Polsek Bugul Kidul ikut hadir untuk takziah dan memberikan penghormatan terakhir.

Namun yang membuat suasana semakin mengharukan adalah ketika Kapolsek Kompol Hudi Supriyanto tak hanya hadir sebagai atasan dan tokoh aparat, tetapi juga menunjukkan kepeduliannya dengan membantu mengangkat keranda jenazah.

 

Tanpa ragu dan dengan penuh keikhlasan, Kompol Hudi turut serta memanggul keranda bersama warga lainnya, yang akan membawa ke tempat peristirahatan terakhir

 

“Saya merasa ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sebagai sesama manusia. Kita harus hadir tidak hanya dalam tugas formal, tetapi juga di momen-momen seperti ini, ketika warga kita sedang berduka. Ini juga cara kami mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat sebagai ungkapan rasa kepedulian ,” ujar Kompol Hudi Supriyanto.

 

Kehadiran Kompol Hudi dan anggotanya di acara takziah ini tidak hanya menunjukkan sisi profesionalisme dalam tugas kepolisian, tetapi juga sisi empati yang mendalam terhadap warga di lingkungan tempatnya bertugas.

 

Baginya, menjalankan tugas sebagai Kapolsek bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga tentang peduli terhadap kondisi sosial dan kehidupan sehari-hari warganya.

 

Aksi membopong keranda ini menjadi bukti nyata bahwa sosok polisi bisa hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan hanya dalam situasi formalitas tugas, tetapi juga dalam kondisi kemanusiaan

 

Bagi keluarga almarhumah, khususnya Bapak Ilham, kehadiran Kapolsek dan anggotanya membawa rasa kedekatan yang lebih mendalam

 

Mereka merasa didukung tidak hanya oleh keluarga dan kerabat, tetapi juga oleh pihak kepolisian yang selalu siap membantu, bahkan dalam kondisi yang penuh duka.

 

Momen ini juga menjadi pengingat bahwa di balik tugas berat seorang polisi, ada rasa empati yang besar terhadap masyarakat.

Continue Reading

Trending