Connect with us

Berita

Polres Pasuruan Kota Gelar Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026, Perkuat Pelayanan Mudik Idul Fitri

Published

on

Polresta Pasuruan – Dalam rangka mempersiapkan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M, Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Semeru 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Wicaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota, Selasa (10/3/2026).

Rapat koordinasi ini dihadiri langsung oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., Wakil Wali Kota Pasuruan H. M. Nawawi, S.Kom., M.M., Bupati Pasuruan yang diwakili Kepala Kesbangpol Pasuruan Suprastiyo, Komandan Kodim 0819 Pasuruan yang diwakili Danramil Purworejo Kapten CHK Dwi Suryo, S.H., M.H., para pejabat utama Polres Pasuruan Kota, serta instansi terkait lainnya.

Kegiatan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kapolres Pasuruan Kota. Dalam sambutannya, AKBP Titus Yudho Uly menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 kali ini menitikberatkan pada pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang akan merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.

“Penekanan dari pimpinan Mabes Polri bahwa Operasi Ketupat tahun ini menjadi operasi pelayanan. Artinya, pelayanan tersebut harus benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya saat pelaksanaan mudik berlangsung,” ujar AKBP Titus.

Kapolres menjelaskan, dengan adanya pos-pos pelayanan dan pengamanan yang disiapkan selama operasi berlangsung, diharapkan masyarakat dapat merasakan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan lancar. Selain itu, pihaknya juga mengingatkan potensi gangguan keamanan seperti tindak kriminalitas saat masyarakat meninggalkan rumah untuk mudik.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan melaksanakan mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan. Kami juga akan meningkatkan kegiatan patroli selama Operasi Ketupat berlangsung guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pasuruan H. M. Nawawi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Operasi Ketupat pada prinsipnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat merasakan mudik yang aman dan lancar.

“Operasi Ketupat ini pada intinya adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar pelaksanaan mudik dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar. Mengingat saat ini kondisi cuaca masih cukup ekstrem, maka koordinasi dengan instansi terkait seperti dinas kesehatan dan BPBD sangat penting, khususnya dalam menyiapkan fasilitas kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) secara nasional masih dalam kondisi aman, namun pihaknya tetap akan terus melakukan koordinasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mempengaruhi kelancaran arus mudik.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Kabag Ops Polres Pasuruan Kota Kompol Miftaful MBK, S.H., M.H. terkait rencana pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, serta paparan dari para pejabat utama Polres Pasuruan Kota mengenai kesiapan masing-masing satuan fungsi dalam mendukung pelaksanaan operasi.

Melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral ini, diharapkan seluruh instansi terkait dapat bersinergi dalam mempersiapkan Operasi Ketupat Semeru 2026 sehingga pelaksanaan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama Idul Fitri 1447 H dapat berjalan optimal, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan mudik.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polri Beri Penghargaan Ikpa Terbaik Pada Rakernis Empat Fungsi Pusat Polri 2026

Published

on

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia memberikan penghargaan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) terbaik kepada jajaran Polda dalam rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Empat Fungsi Pusat Polri Tahun 2026 di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengelolaan anggaran yang akuntabel, efektif, dan profesional sepanjang tahun 2025.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo didampingi Kapuslitbang dan Kapuskeu Polri.

Untuk kategori pagu besar, penghargaan IKPA terbaik diraih Polda Sulawesi Selatan. Sementara kategori pagu sedang diberikan kepada Polda Riau, dan kategori pagu kecil diraih Polda Kalimantan Utara.

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa tata kelola keuangan yang baik merupakan fondasi penting dalam mendukung keberhasilan organisasi, termasuk pelaksanaan tugas-tugas kepolisian di lapangan.

“Tidak ada satu organisasi sehebat apa pun kalau tidak didukung oleh anggaran, dan tidak dilakukan tata kelola penggunaan anggaran yang benar,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Menurutnya, capaian para penerima penghargaan menunjukkan komitmen jajaran kewilayahan dalam mengelola anggaran negara secara transparan dan bertanggung jawab.

Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi satuan kerja lainnya di lingkungan Polri.

Wakapolri juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pengelolaan keuangan di seluruh jajaran agar mampu menjawab tantangan organisasi ke depan.

Ia menyebut profesionalisme personel pengemban fungsi keuangan harus terus diperkuat seiring tuntutan akuntabilitas publik yang semakin tinggi.

“Nilai IKPA Polri harus terus meningkat. Kita harus betul-betul memastikan tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan profesional,” katanya.

Selain penghargaan IKPA, Polri juga menyerahkan penghargaan lain berdasarkan hasil survei Puslitbang Polri Tahun 2025.

Polda Bengkulu menerima penghargaan tingkat kepuasan masyarakat terbaik, sedangkan Polda Bali meraih penghargaan internalisasi budaya integritas, kejujuran, dan kehormatan Polri.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri mendorong budaya kompetisi sehat, peningkatan kinerja, serta penguatan reformasi birokrasi di seluruh satuan kerja.

Melalui momentum Rakernis ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola organisasi yang modern serta terpercaya.

Continue Reading

Berita

Coronavirus disease 2019

Published

on

COVID-19 is a contagious disease caused by the coronavirus SARS-CoV-2. In January 2020, the disease spread worldwide, resulting in the COVID-19 pandemic.

The symptoms of COVID‑19 can vary but often include fever,[7] fatigue, cough, breathing difficulties, loss of smell, and loss of taste.[8][9][10] Symptoms may begin one to fourteen days after exposure to the virus. At least a third of people who are infected do not develop noticeable symptoms.[11][12] Of those who develop symptoms noticeable enough to be classified as patients, most (81%) develop mild to moderate symptoms (up to mild pneumonia), while 14% develop severe symptoms (dyspnea, hypoxia, or more than 50% lung involvement on imaging), and 5% develop critical symptoms (respiratory failure, shock, or multiorgan dysfunction).[13] Older people have a higher risk of developing severe symptoms. Some complications result in death. Some people continue to experience a range of effects (long COVID) for months or years after infection, and damage to organs has been observed.[14] Multi-year studies on the long-term effects are ongoing.[15]

COVID‑19 transmission occurs when infectious particles are breathed in or come into contact with the eyes, nose, or mouth. The risk is highest when people are in close proximity, but small airborne particles containing the virus can remain suspended in the air and travel over longer distances, particularly indoors. Transmission can also occur when people touch their eyes, nose, or mouth after touching surfaces or objects that have been contaminated by the virus. People remain contagious for up to 20 days and can spread the virus even if they do not develop symptoms.[16]

Testing methods for COVID-19 to detect the virus’s nucleic acid include real-time reverse transcription polymerase chain reaction (RT‑PCR),[17][18] transcription-mediated amplification,[17][18][19] and reverse transcription loop-mediated isothermal amplification (RT‑LAMP)[17][18] from a nasopharyngeal swab.[20]

Several COVID-19 vaccines have been approved and distributed in various countries, many of which have initiated mass vaccination campaigns. Other preventive measures include physical or social distancing, quarantining, ventilation of indoor spaces, use of face masks or coverings in public, covering coughs and sneezes, hand washing, and keeping unwashed hands away from the face. While drugs have been developed to inhibit the virus, the primary treatment is still symptomatic, managing the disease through supportive care, isolation, and experimental measures.

Continue Reading

Berita

Coronavirus disease 2019

Published

on

COVID-19 is a contagious disease caused by the coronavirus SARS-CoV-2. In January 2020, the disease spread worldwide, resulting in the COVID-19 pandemic.

The symptoms of COVID‑19 can vary but often include fever,[7] fatigue, cough, breathing difficulties, loss of smell, and loss of taste.[8][9][10] Symptoms may begin one to fourteen days after exposure to the virus. At least a third of people who are infected do not develop noticeable symptoms.[11][12] Of those who develop symptoms noticeable enough to be classified as patients, most (81%) develop mild to moderate symptoms (up to mild pneumonia), while 14% develop severe symptoms (dyspnea, hypoxia, or more than 50% lung involvement on imaging), and 5% develop critical symptoms (respiratory failure, shock, or multiorgan dysfunction).[13] Older people have a higher risk of developing severe symptoms. Some complications result in death. Some people continue to experience a range of effects (long COVID) for months or years after infection, and damage to organs has been observed.[14] Multi-year studies on the long-term effects are ongoing.[15]

COVID‑19 transmission occurs when infectious particles are breathed in or come into contact with the eyes, nose, or mouth. The risk is highest when people are in close proximity, but small airborne particles containing the virus can remain suspended in the air and travel over longer distances, particularly indoors. Transmission can also occur when people touch their eyes, nose, or mouth after touching surfaces or objects that have been contaminated by the virus. People remain contagious for up to 20 days and can spread the virus even if they do not develop symptoms.[16]

Testing methods for COVID-19 to detect the virus’s nucleic acid include real-time reverse transcription polymerase chain reaction (RT‑PCR),[17][18] transcription-mediated amplification,[17][18][19] and reverse transcription loop-mediated isothermal amplification (RT‑LAMP)[17][18] from a nasopharyngeal swab.[20]

Several COVID-19 vaccines have been approved and distributed in various countries, many of which have initiated mass vaccination campaigns. Other preventive measures include physical or social distancing, quarantining, ventilation of indoor spaces, use of face masks or coverings in public, covering coughs and sneezes, hand washing, and keeping unwashed hands away from the face. While drugs have been developed to inhibit the virus, the primary treatment is still symptomatic, managing the disease through supportive care, isolation, and experimental measures.

Continue Reading

Trending