Connect with us

Berita

Polri Dorong Kolaborasi Nasional Lindungi Karya Anak Bangsa di Era Digital

Published

on

JAKARTA – Fenomena pembajakan digital masih menjadi ancaman serius bagi industri perfilman nasional di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan distribusi konten digital. Berdasarkan data Coalition Against Piracy (CAP) tahun 2025, kawasan Asia-Pasifik mengalami lebih dari 215 miliar kunjungan ke situs ilegal streaming dan unduhan film, dengan Indonesia masuk dalam lima besar negara dengan tingkat akses tertinggi.

Kondisi tersebut mendorong pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat perlindungan terhadap karya anak bangsa sekaligus meningkatkan keamanan ruang digital. Melalui kegiatan Divhumas Polri melaksanakan Pertemuan Production House (PH) bertema “Melindungi Karya Anak Bangsa di Era Digital: Sinergi Nasional Melawan Pembajakan dan Kejahatan Siber serta Penguatan Edukasi Etika Kepolisian dalam Industri Perfilman”, para pemangku kepentingan berupaya membangun kesamaan persepsi dan langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan industri perfilman Indonesia.

Sambutan Kadivhumas Polri yang disampaikan oleh Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo menegaskan bahwa Polri memiliki peran strategis dalam melindungi hak kekayaan intelektual serta menjaga keamanan ruang digital sebagai ekosistem baru industri perfilman. Menurutnya, Polri dituntut untuk adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan dunia digital yang terus berkembang.

“Penanganan permasalahan industri perfilman tidak dapat dilakukan secara parsial dan membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Polri membuka ruang kolaborasi dengan insan perfilman untuk menghadirkan gambaran Polri yang profesional, humanis, dan edukatif. Melalui pertemuan bersama Production House, diharapkan terbangun kesamaan visi, komitmen bersama, serta langkah nyata yang berkelanjutan dalam melindungi karya anak bangsa.

“Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan, solusi, dan kerja sama strategis untuk kemajuan industri perfilman Indonesia,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Sonny Hendra Sudaryana menyampaikan bahwa kepercayaan atau trust menjadi faktor utama dalam pertumbuhan dan penguatan ekonomi digital nasional. Untuk memperkuat ekosistem digital, pemerintah memperkenalkan kerangka strategi 6C yang mencakup Connectivity, Competency, Capital, Catalysis, Commerce, dan Compliance sebagai fondasi pengembangan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, penguatan infrastruktur digital nasional harus diiringi dengan peningkatan talenta dan literasi digital masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Selain itu, dukungan investasi, pembiayaan, serta percepatan akselerasi ekosistem digital juga dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif dan teknologi digital nasional.

Sonny menilai pembajakan konten digital tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi bagi pelaku industri, tetapi juga melemahkan semangat berkarya dan menghambat pertumbuhan ekosistem kreatif nasional secara berkelanjutan. Karena itu, platform digital diharapkan memiliki mekanisme pemblokiran yang efektif guna mencegah penyebaran konten ilegal sekaligus membangun kepercayaan publik sebagai platform distribusi konten yang sehat dan berkualitas.

Sementara itu, perwakilan Dittipidsiber Bareskrim Polri Kompol Jeffrey Bram menekankan pentingnya penguatan keamanan siber pada production house maupun platform distribusi film untuk mencegah kebocoran konten dan penyebaran film secara ilegal sebelum maupun sesudah distribusi resmi.

Ia menjelaskan bahwa pengamanan sistem digital pada industri perfilman perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan sistem penyimpanan data, kontrol akses distribusi, hingga perlindungan terhadap server dan platform digital. Menurutnya, penanganan digital piracy tidak dapat hanya mengandalkan pemblokiran situs ilegal semata, tetapi juga membutuhkan pendekatan preventif melalui edukasi dan peningkatan literasi digital masyarakat.

“Edukasi kepada masyarakat penting untuk meningkatkan kesadaran hukum terkait penggunaan konten digital secara legal serta dampak negatif pembajakan terhadap industri kreatif nasional,” jelasnya.

Jeffrey juga menyampaikan bahwa regulasi terkait moderasi konten digital mengacu pada Pasal 40 UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan UU ITE, PP Nomor 43 Tahun 2023, serta Kepmen Nomor 522 Tahun 2024 yang mengatur kewajiban penanganan konten ilegal oleh platform digital.

Melalui pertemuan tersebut, seluruh pihak berharap tercipta kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku industri perfilman, platform digital, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem perfilman nasional yang aman, sehat, dan berdaya saing di era digital.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polri Gelar Pasar Rakyat dan Bazar UMKM Serentak di Lima Wilayah, Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80

Published

on

Jakarta, 28 Juni 2026 – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Pasar Rakyat dan Bazar UMKM secara serentak di lima wilayah, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Kabupaten Bekasi, dan Kota Tangerang Selatan, pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.

Koordinator Pasar Rakyat Wilayah Jakarta Selatan, Kombes Pol. Raden Tri Wahyu Budiyanto, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan yang bermanfaat sekaligus mempererat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan antara Polri dengan masyarakat. Kami ingin berbagi kebahagiaan dan menghadirkan manfaat secara langsung melalui pasar rakyat, bazar UMKM, dan berbagai hiburan yang dapat dinikmati seluruh keluarga,” ujar Kombes Pol. Raden Tri Wahyu Budiyanto.

Dalam kegiatan tersebut, Polri menghadirkan pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Di setiap lokasi disiapkan sebanyak 5.000 paket beras premium ukuran 5 kilogram, 5.000 paket gula kemasan 1 kilogram, dan 5.000 paket minyak goreng kemasan 1 liter. Dengan lima lokasi penyelenggaraan, secara keseluruhan tersedia 75.000 paket sembako bagi masyarakat.

Harga kebutuhan pokok yang ditawarkan pun jauh di bawah harga pasaran. Beras premium kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp50.000 per paket, gula kemasan 1 kilogram seharga Rp10.000 per paket, dan minyak goreng kemasan 1 liter juga seharga Rp10.000 per paket. Melalui program pasar murah tersebut, Polri berharap dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah kebutuhan sehari-hari.

Selain pasar murah, masyarakat juga dapat menikmati Bazar UMKM yang menghadirkan beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah dari berbagai pelaku usaha. Kegiatan semakin semarak dengan adanya pembagian makanan dan minuman gratis, aneka suvenir dari Polri, area permainan anak-anak, hingga kegiatan nonton bareng Piala Dunia yang menjadi hiburan bagi seluruh keluarga.

Menurut Kombes Tri Wahyu Budiyanto, penyelenggaraan Pasar Rakyat dan Bazar UMKM tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi ruang untuk mendorong pertumbuhan UMKM serta memperkuat kebersamaan antara Polri dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Polri berharap peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi perayaan institusi semata, melainkan juga menjadi momentum untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta mempererat hubungan yang telah terjalin selama ini.

Dengan semangat “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta hadir sebagai institusi yang semakin dicintai dan dipercaya oleh masyarakat.

Continue Reading

Berita

Wakapolri Buka Pekan Olahraga Polri Hari Bhayangkara ke-80, Tegaskan Semangat “Polri untuk Masyarakat”

Published

on

Jakarta – Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo secara resmi membuka Bhayangkara Sports Day Kapolri Cup 2026 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus wujud komitmen Polri dalam membangun budaya hidup sehat, memperkuat soliditas, dan mencetak atlet-atlet berprestasi.

Sebelum pembukaan, Kapolri bersama tamu undangan kementerian/lembaga, serta masyarakat mengikuti olahraga bersama dalam suasana Car Free Day dari kawasan Monas menuju Polda Metro Jaya.

Dalam sambutan Kapolri yang dibacakan oleh Wakapolri menyampaikan bahwa delapan dekade perjalanan Polri merupakan pengabdian panjang kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, momentum Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Pada momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini, kita perlu meneguhkan kembali komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang dekat, dipercaya, dan dicintai masyarakat,” ujar Wakapolri.

Wakapolri juga menegaskan, olahraga menjadi salah satu media untuk membangun karakter, memperkuat disiplin, sportivitas, solidaritas, serta semangat kompetisi yang sehat.

Bhayangkara Sports Day juga dirangkaikan dengan penyelenggaraan Kapolri Cup 2026 yang mempertandingkan delapan cabang olahraga, yakni basket, bulu tangkis, judo, menembak, indoor skydiving, tenis lapangan, taekwondo, dan karate. Sebanyak 6.698 atlet dari unsur Polri, TNI, dan masyarakat umum ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.

“Kapolri Cup Tahun 2026 ini tidak hanya menjadi ajang pembinaan dan kompetisi bagi atlet Polri, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi rekan-rekan TNI dan masyarakat umum. Kegiatan ini merupakan ajang pembinaan prestasi, pencarian bibit atlet profesional, serta sarana mempererat persaudaraan,” kata Wakapolri.

Tentunya Polri berharap kompetisi tersebut dapat menjadi tahapan pembinaan menuju level yang lebih tinggi, mulai dari Kejuaraan Nasional, Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, Asian Games, hingga kejuaraan dunia dan Olimpiade.

“Ke depan, level kompetisi Pekan Olahraga Polri akan terus kita tingkatkan sehingga menjadi salah satu tahapan penting bagi para atlet untuk naik ke level kompetisi yang lebih tinggi seperti Kejuaraan Nasional, PON, SEA Games, Asian Games, hingga kejuaraan dunia dan Olimpiade,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Polri juga memberikan apresiasi kepada para atlet Polri yang telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional. Di antaranya dengan meraih 50 medali pada World Police and Fire Games 2025 yang terdiri dari 23 emas, 11 perak, dan 16 perunggu, serta 30 medali pada SEA Games 2025 yang terdiri dari lima emas, 15 perak, dan 10 perunggu.

Selain itu, atlet Polri juga menorehkan prestasi pada berbagai cabang olahraga lainnya, termasuk bola voli, taekwondo, karate, judo, bulu tangkis, dan menembak.

“Polri akan terus berkomitmen memperkuat pembinaan pada lebih dari 30 cabang olahraga binaan Polri serta memperkuat sinergi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, KONI, KOI, dan induk cabang olahraga untuk mendorong lahirnya atlet-atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama institusi, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Wakapolri mengajak seluruh atlet menjunjung tinggi sportivitas, para pelatih dan ofisial memberikan pendampingan terbaik, serta wasit dan juri menjaga integritas pertandingan agar Bhayangkara Sports Day Kapolri Cup 2026 berlangsung aman, lancar, dan sukses serta menjadi momentum lahirnya atlet-atlet berprestasi bagi Indonesia.

Continue Reading

Berita

Patroli Dialogis Polsek Lekok Pererat Kemitraan dengan Warga dalam Menjaga Kamtibmas

Published

on

Polresta Pasuruan – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) agar tetap aman dan kondusif, personel Polsek Lekok melaksanakan patroli dialogis di wilayah hukumnya pada Minggu (28/6/2026).

 

Kegiatan patroli menyasar kawasan permukiman, pertokoan, objek vital, serta lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Selain melakukan pemantauan situasi, personel juga berdialog secara langsung dengan warga, tokoh masyarakat, petugas keamanan lingkungan, dan pengguna jalan untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

 

Dalam kesempatan tersebut, petugas mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, menjaga kerukunan antarwarga, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya gangguan keamanan maupun aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

 

Kapolsek Lekok AKP Mawan Budi P mengatakan bahwa patroli dialogis merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif sekaligus mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat.

 

“Patroli dialogis tidak hanya bertujuan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, tetapi juga sebagai sarana mempererat komunikasi dengan masyarakat. Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan tidak ragu melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu ketertiban kepada pihak kepolisian. Dengan sinergi yang baik, situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Lekok akan tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar AKP Mawan Budi P.

 

Patroli dialogis ini merupakan salah satu upaya preventif Polsek Lekok dalam mencegah terjadinya gangguan kamtibmas sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri, serta menciptakan lingkungan yang nyaman bagi seluruh warga.

 

Selama pelaksanaan patroli, situasi di wilayah hukum Polsek Lekok terpantau aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat menyambut baik kehadiran personel kepolisian yang secara aktif memberikan imbauan dan menciptakan rasa aman melalui patroli dialogis.

 

Polsek Lekok mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan terjalinnya komunikasi dan kerja sama yang baik antara Polri dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Lekok senantiasa aman, damai, dan kondusif.

Continue Reading

Trending