Polresta Pasuruan – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Pasuruan mulai menurun dan sudah banyak hewan ternak yang terpapar PMK menunjukkan perkembangan yang positif kesembuhannya.
Namun demikian Pemkot Pasuruan dan Polres Pasuruan Kota terus berupaya mencegah penyebarannya virus PMK ini dengan berbagai upaya termasuk pengawasan mobilitas hewan ternak yang keluar masuk Kota Pasuruan.
Kapolres Pasuruan Kota AKBP R.Muhammad Jauhari melalui Kasi Humas Polres Pasuruan Kota IPTU Vita mengatakan, sesuai informasi dan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan sudah sepekan terakhir tidak ditemukan kasus baru dari seluruh populasi hewan ternak milik warga.
“Sesuai informasi dari Kadin Pertanian dan Ketahanan Pangan sepekan terkhir ini nihil kasus baru namun sebaliknya kesembuhan terus meningkat,” ujar Iptu Vita di Polres Pasuruan Kota, kemarin Sabtu (2/7/22).
Meski demikian kata Iptu Vita pihak Polres Pasuruan Kota terus aktif melakukan langkah dan upaya dalam membantu pemerintah khususnya Pemkot Pasuruan untuk penanganan kasus PMK ini.
“Kegiatan yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus PMK ini terus kami laksanakan mulai pemeriksaan pada kendaraan yang membawa hewan ternak masuk dan keluar Pasuruan hingga mengawal vaksinasi hewan ternak,”kata Iptu Vita.
Seperti pantauan media ini, Polres Pasuruan Kota sedang melaksanakan antisipasi Penyebaran PMK pada hewan ternak dengan melaksanakan pengecekan kendaraan pengangkut hewan ternak di Check Point Terpadu Exit Tol Sutojayan dan Check Point Terpadu Ngopak.
Kasih Humas menegaskan bahwa kegiatan ini dalam rangka pemantauan dan pengawasan terhadap mobilitas distribusi hewan ternak di wilayah Kota Pasuruan.
“Kami juga memberikan sosialisasi, himbauan serta edukasi kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap wabah PMK,”jelas Iptu Vita.
Kasi Humas Polres Pasuruan Kota ini juga meminta pada para peternak untuk tetap melaksanakan 5M sesuai anjuran dari Pemkot Pasuruan untuk mencegah penyebaran virus PMK.
“Untuk segera mengakhiri penyebaran virus PMK ini juga perlu peran aktif dari masyarakat dalam melaksanakan 5M sesuai anjuran dari Pemkot Pasuruan,”tambah Iptu Vita.
5M yang dimaksud adalah Memberikan vaksin pada hewan ternak sehat, Menjaga sanitasi dan biosekuriti kandang hewan ternak, Membatasi lalu lintas hewan ternak dan produk hewan ternak, Mengisolasi hewan ternak yang sakit juga hewan ternak yang baru dan Melaksanakan stamping out (pemusnahan) hewan ternak yang sakit PMK di area bebas PMK.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan Yudie Andi Prasetya membenarkan bahwa ada 35 persen hewan ternak yang terserang PMK sudah sembuh.
”Alhamdulillah sejauh ini tidak ada lagi penambahan kasus baru,” terang Yudie Andi Prasetya kepada awak media.
Ia mengaku akan terus mengupayakan pencegahan yang lebih maksimal. Terlebih setelah Satgas Penanganan PMK Kota Pasuruan terbentuk. Berdasarkan data yang ada, akumulasi kasus PMK sejak ditemukannya kasus pertama pada pertengahan Juni lalu masih stagnan.
Yudie menyebut hingga sekarang ada 51 kasus PMK. Seluruhnya menyerang sapi milik peternak.
”Yang sembuh sudah 35 persen. Dari keseluruhan kasus yang ditemukan, 18 ekor sudah sembuh,” jelasnya.
Belasan ekor sapi tersebut sembuh setelah memasuki pekan keempat penanganan. ”Sedangkan tingkat kematian nihil,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya kini masih melakukan penanganan terhadap 33 ekor yang masih bergejala PMK. Puluhan sapi tersebut diberikan pengobatan dan asupan vitamin secara rutin. Agar imunitas tubuhnya mampu berperang melawan virus yang menjangkiti.
”Isolasi juga diberlakukan terhadap ternak yang sedang tidak sehat dengan gejala PMK. Artinya tidak boleh dipindahkan maupun ditempatkan dalam satu kandang dengan ternak yang sehat,”pungkas Yudie. (**19/hms)
Polresta Pasuruan – Sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam menjaga keamanan dan mempererat kemitraan bersama warga, jajaran Polsek Bugul Kidul terus mengedepankan pendekatan humanis melalui kegiatan Kopi Keliling Kamtibmas.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu malam, 20 Mei 2026 di Jalan Jendral S. Parman, Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan tersebut menjadi sarana membangun komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat guna menciptakan situasi harkamtibmas yang aman, damai, dan kondusif.
Melalui kegiatan tersebut, Kapolsek Bugul Kidul bersama anggota hadir langsung menyapa warga sekaligus mendengarkan berbagai aspirasi, masukan, maupun keluhan masyarakat terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan sekitar.
Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Bugul Kidul juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, damai, dan kondusif. Menurutnya, terciptanya keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan Kopi Keliling Kamtibmas tersebut menjadi sarana efektif dalam membangun komunikasi dua arah antara Polri dan masyarakat. Warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka, mulai dari gangguan kamtibmas hingga permasalahan sosial yang membutuhkan perhatian bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Bugul Kidul Kompol Hudi Supriyanto, S.H. juga mensosialisasikan pentingnya penggunaan layanan Call Center 110 sebagai sarana pelayanan cepat kepolisian bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa layanan tersebut dapat digunakan untuk melaporkan berbagai kejadian, gangguan kamtibmas, tindak kriminalitas, maupun keadaan darurat yang membutuhkan kehadiran aparat kepolisian secara cepat dan responsif.
Kapolsek Bugul Kidul Kompol Hudi Supriyanto, S.H. menyampaikan bahwa pendekatan humanis dan dialogis akan terus dikedepankan oleh jajaran Polsek Bugul Kidul dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan hadir langsung di tengah warga, diharapkan segala bentuk potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan dicegah sedini mungkin.
“Kegiatan Kopi Keliling Kamtibmas ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami ingin membangun komunikasi yang baik bersama warga, mendengarkan secara langsung aspirasi maupun keluhan masyarakat, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan agar tetap aman, damai, dan kondusif. Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, sehingga sinergitas dan kebersamaan harus terus kita jaga demi terciptanya harkamtibmas yang aman dan nyaman bagi seluruh warga,” ujar Kompol Hudi Supriyanto, S.H.
Melalui kegiatan Kopi Keliling Kamtibmas tersebut, Polsek Bugul Kidul berharap sinergitas antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Dengan mengedepankan pelayanan humanis, komunikasi yang terbuka, serta respons cepat terhadap setiap aduan masyarakat melalui layanan Call Center 110, Polri berkomitmen untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kota Pasuruan.
Polresta Pasuruan – Sebagai bentuk upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, jajaran Polsek Pohjentrek terus meningkatkan kegiatan patroli dan sambang dialogis kepada masyarakat di wilayah hukumnya. Patroli tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Mei 2026 di Jalan Raya Warungdowo, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan imbauan kamtibmas tersebut dilaksanakan secara humanis dengan menyasar kawasan pertokoan, jalan raya, permukiman warga, serta titik-titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, personel Polsek Pohjentrek berdialog langsung bersama warga guna menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan sekitar.
Petugas mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak kriminalitas seperti pencurian, penipuan, maupun gangguan keamanan lainnya. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan kejadian mencurigakan ataupun membutuhkan bantuan kepolisian melalui layanan Call Center Polri 110 yang dapat diakses selama 24 jam secara gratis.
Kapolsek Pohjentrek AKP Sukrisno, S.H., menyampaikan bahwa kehadiran layanan Call Center Polri 110 merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan cepat, mudah, dan responsif kepada masyarakat. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.
“Melalui kegiatan patroli dan sambang dialogis ini, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian maupun menemukan adanya kejadian mencurigakan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman secara cepat, humanis, dan responsif demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif,” ujar AKP Sukrisno, S.H.
Masyarakat pun menyambut positif kegiatan yang dilakukan jajaran Polsek Pohjentrek tersebut. Warga menilai kehadiran polisi di tengah masyarakat memberikan rasa aman dan nyaman sekaligus meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan adanya edukasi terkait layanan Call Center Polri 110, diharapkan masyarakat semakin mudah dalam memperoleh pelayanan kepolisian secara cepat dan tepat.
Kegiatan patroli dan imbauan kamtibmas berlangsung aman, tertib, dan lancar. Polsek Pohjentrek berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan preventif dan humanis guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman serta kondusif di wilayah Kecamatan Pohjentrek dan sekitarnya
Polresta Pasuruan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, jajaran Polsek Nguling melaksanakan patroli humanis malam hari pada Kamis dini hari, 21 Mei 2026 di Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan patroli tersebut dilakukan sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus upaya preventif dalam mengantisipasi gangguan kamtibmas pada malam hari.
Patroli dialogis dilaksanakan secara humanis dengan menyasar kawasan permukiman warga, jalan desa, pertokoan, serta sejumlah titik yang dianggap rawan terjadinya tindak kriminalitas dan gangguan keamanan lainnya. Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Nguling berdialog langsung bersama masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengajak warga lebih peduli terhadap keamanan lingkungan sekitar.
Melalui patroli dialogis tersebut, petugas mengimbau masyarakat agar kembali mengaktifkan kegiatan siskamling sebagai bentuk partisipasi bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. Selain itu, warga juga diajak meningkatkan kesadaran kamtibmas dengan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolsek Nguling AKP Kukuh Eko P menyampaikan bahwa keterlibatan aktif masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. “Melalui patroli humanis malam hari ini, kami mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan siskamling dan meningkatkan kesadaran kamtibmas di lingkungan masing-masing. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman serta mempererat sinergitas antara kepolisian dan warga dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar AKP Kukuh Eko P.
Sementara itu, Solehudin, warga Desa Nguling Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan, mengapresiasi kegiatan patroli yang dilakukan jajaran Polsek Nguling. “Kami merasa lebih aman dan nyaman dengan adanya patroli malam dari pihak kepolisian. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sehingga masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga keamanan lingkungan bersama-sama,” ungkapnya.