Berita
Kapolres Pasuruan Kota Bantu Keluarga Korban Penganiayaan di Depan Stadion Untung Suropati

Polresta Pasuruan – Korban penganiayaan di depan Stadion Untung Suropati pada tanggal 27 Mei lalu telah berpulang ke Rahmatullah. Hal tersebut membuat Kapolres Pasuruan Kota AKBP Makung Ismoyo Jati, S.I.K., M.I.K. merasa iba dan memberikan sedikit bantuan untuk keluarga korban.
Korban atas nama Afrizal Ramadani 24 tahun merupakan warga Kel. Gentong Kec. Gadingrejo Kota Pasuruan merupakan sosok yang baik dimata keluarga dan masyarakat terlihat dari begitu banyaknya pentakziah yang datang pada waktu itu.
Kapolres Pasuruan Kota menjelaskan bahwa akan mengusut tuntas pelaku kejahatan yang menimpa korban, hal tersebut diungkapkan beliau dengan mengirimkan anggotanya untuk ikut berbela sungkawa hingga memberikan bantuan kepada keluarga korban.
“Saya turut berbela sungkawa atas meninggalnya saudara Afrizal, pihak kami akan bekerja keras untuk mengungkap pelaku penganiayaan dan semoga bantuan dari kita dapat sedikit meringankan beban keluarga.” Ucap AKBP Makung.
Perlu diketahui bahwa korban tersebut adalah dampak dari kesalahpahaman dari anggota komunitas yang baru saja menggalang dana di depan gedung Harmonie.
Menurut keterangan dari 7 orang saksi dan tersangka berinisial AA yang sudah diamankan Unit Reskrim Polres Pasuruan Kota adalah korban seolah-olah mau menendang (namun tidak mengenai teman tersangka) yang pada waktu melakukan aksi berjoget-joget di tengah jalan raya sepulang penggalangan dana.
Spontanitas tersangka bersama teman-temannya mengejar hingga di depan stadion kemudian tersangka AA menarik kaos korban lalu memukul pada bagian tengkuk hingga tak sadarkan diri.
Tentu saja ayah kandung korban merasa terpukul dengan kejadian tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Pasuruan Kota dalam penangan kasusnya.
“Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi tersangka dan tidak ada korban yang lain lagi, dan saya ucapkan terimakasih kapada Kapolres Pasuruan Kota yang telah membantu kepulangan jenazah hingga pemakamannya” Ungkap ayah korban.
“Kasus penganiayaan tersebut adalah murni salah paham, dan tidak ada keterkaitan dengan kelompok manapun, melainkan individu yang tidak terima atas perbuatan korban yang seolah-olah menendang dengan menggunakan kaki korban,” Jelas Kapolres.
“Saya berpesan kepada warga Kota Pasuruan agar tidak terprovokasi dengan isu-isu negatif yang dapat memecah belah dan membuat Kota Pasuruan menjadi tidak nyaman.” Pungkas Kapolres.
