SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr Toni Harmanto,M.H menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang diselenggarakan oleh Biro Perencaan Umum dan Angaran (Rorena) Polda Jatim tahun 2023 di Surabaya, Rabu (26/7/2023).
Musrenbang Rorena Polda Jatim kali ini bertema “Polda Jatim Presisi Siap Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan Serta Suksesnya Pengamanan Pemilu 2024″ yang diikuti oleh Polres jajaran Polda Jatim.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr Toni Harmanto, dalam sambutan menyampaikan, musrenbang Polda Jatim tahun 2023 sebagai realisasi tindaklanjut dari musrenbang di Bali.
Menurut Kapolda Jatim pengemban fungsi perencanaan Polda Jatim selama ini sudah bekerja keras, berdedikasi dan loyalitas yang tinggi.
Hal itu lanjut Kapolda Jatim terbukti dari capaian target kinerja pelaksanaan renstra Polda Jatim dalam kurun waktu 2020 sampai 2023.
Diantaranya dari hasil nilai AKIP (Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) tahun 2023, dari Itwasum Polri, Polda Jatim memperoleh nilai 78,29 dengan kategori sangat baik.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras, dedikasi, loyalitas yang diberikan pengemban fungsi fungsi perencanaan Polda Jatim, yang terus melaksanakan tugas dengan baik,”ujar Kapolda Jatim.
Selain itu juga telah diwujudkan dengan tingkat kinerja yang sangat membanggakan, baik di tingkat Polda maupun satwil Polres di jajaran Polda Jatim.
“Pada tahun 2023 terdapat 5 satker Polda Jatim dan 11 satwil jajaran Polda Jatim yang mengusulkan predikat WBK dan satu satker polda jatim dan empat satwil jajaran polda jatim yang juga mengusulkan predikat WBBM,” tambah Irjen Toni.
Untuk diketahui, pada musrembang tahun 2023, Polda Jatim mendapatkan penghargaan dari Kapolri dengan predikat Reformasi Birokrasi Polri (RBP), inovasi pelaporan publik terbaik dalam rangkah hari Bhayangkara ke 77 outstanding achievement of public service innovation, yakni Polresta Sidoarjo.
Selain itu Polres Sampang, predikat polres terbaik disetiap Polda dalam pelaksanaan quick wins presisi tahun 2022-2023.
Sedangkan dari Ditlantas Polda Jatim dengan meraih predikat kedua predikat zona A dalam penilaian PNBP.
Rumah Sakit Bhayangkara dua Samsuri Mertojoso, Surabaya,juga meraih tingkat ke tiga dengan predikat pengelolaan BLU pada Rumah Sakit Bhayangkara tingkat dua.
Sedangkan Rumah Sakit Bhayangkara tingkat tiga, Tulungagung, meraih tingkat ke satu dalam pengelolaan BLU pada rumah sakit Bhayangkara tingkat tiga.
Begitu pula Rumah Sakit Bhayangkara tingkat tiga Astrabrata Batu, meraih peringkat ke dua predikat pengelolaan BLU pada rumah sakit bhayangkara tingkat tiga, dan rumah sakit Bhayangkara tingkat tiga Lumajang, peraih peringkat ketiga predikat pengelolaan BLU pada rumah sakit bhayangkara tingkat tiga.
Selain itu penghargaan dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) RI dengan predikat layanan prima terbaik, kepada Polresta Sidoarjo, Polres Gresik, Polresta Banyuwangi, Polrestabes Surabaya, Polres Mojokerto, Polres Malang, Polresta Malang, Polres Nganjuk, Polres Lamongan, Polres Tuban.
Diakhir sambutannya Kapolda Jatim memberikan motivasi kepada Polres yang belum meraih penghargaan.
“Masih banyak waktu untuk dapat terus berbenah dan meningkatkan organisasi Polri untuk menjadi responsif, lebih humanis dan terus memajukan organisasi dan mendukung jalannya reformasi birokrasi di lingkungan Polda Jatim” pungkas Irjen Toni. (*)
KOTA MOJOKERTO – Komitmen memberantas peredaran narkoba demi menyelamatkan generasi bangsa dinyatakan oleh Polres Mojokerto Kota Polda Jatim.
Pada periode Januari hingga April 2026, Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota Polda Jatim berhasil mengungkap total 47 kasus narkoba dengan mengamankan tersangka sebanyak 57 orang.
Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto saat menggelar konferensi pers di Mapolres Mojokerto Kota, Kamis (30/4/2026)
AKBP Herdiawan mengatakan, selain mengamankan tersangka pada ungkap kasus tersebut, Polisi juga mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya 69,74 gram sabu, 60 butir pil ekstasi, serta ribuan butir pil koplo sebanyak 111.490 butir.
Selain itu, turut diamankan 19 timbangan digital, 63 unit handphone, 18 unit kendaraan roda dua, serta uang tunai sebesar Rp2.036.000.
“Total nilai ekonomis dari barang bukti yang berhasil kami sita diperkirakan mencapai Rp1.163.132.000, “kata AKBP Herdiawan.
Kapolres Mojokerto Kota mengungkapkan, dari sejumlah Narkoba yang digagalkan peredarannya tersebut, Polres Mojokerto Kota Polda Jatim telah menyelamatkan lebih kurang 117.707 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Herdiawan juga menyampaikan ada Dua kasus menonjol dengan barang bukti besar.
Kasus pertama melibatkan tersangka berinisial YAP yang diamankan di wilayah Meri, Kecamatan Kranggan. Dari tangan tersangka, Polisi menyita sabu seberat 226,40 gram.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka YAP mengaku telah mengedarkan sabu sebanyak 3 ons dalam kurun waktu 1–2 bulan, dengan keuntungan sebesar Rp.20 juta hingga Rp.30 juta.
Kasus kedua melibatkan tersangka berinisial FVR yang diamankan di wilayah Trowulan, Kabupaten Mojokerto pada Rabu, 15 April 2026.
Dalam penangkapan tersebut, Polisi menyita 255,32 gram sabu. Tersangka diketahui telah memperoleh keuntungan sekitar Rp.25 juta.
“Tersangka FVR ini mengaku sebelumnya telah mengedarkan sabu sebanyak 2,45 ons dengan keuntungan mencapai Rp 24,5 juta,” kata AKBP Herdiawan.
Kapolres Mojokerto Kota mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi terkait penyalahgunaan narkotika.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai peredaran narkoba,” pungkasnya.
Sementata itu Kasat Narkoba AKP Arif Setiawan menambahkan bahwa kedua tersangka merupakan bagian dari jaringan yang lebih besar.
Pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap aktor lain di atasnya.
“Dari hasil penyelidikan, jaringan ini tidak berdiri sendiri. Masih ada kemungkinan pelaku lain yang lebih besar. Saat ini kami terus melakukan pendalaman,” ujar AKP Arif.
Lebih lanjut, disebutkan bahwa mayoritas tersangka mengaku baru menjalankan aksinya selama kurang lebih enam bulan.
Namun demikian, motif utama tetap sama, yakni keuntungan ekonomi tanpa memandang sasaran usia pengguna.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun sampai 20 tahun. (*)
SURABAYA – Momentum peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Surabaya mendapat perhatian serius dari jajaran kepolisian.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, memimpin langsung apel gelar pasukan pengamanan di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jumat (1/5/2026).
Apel tersebut digelar sebagai bentuk kesiapan pelayanan pengamanan dalam mengawal jalannya penyampaian aspirasi dari berbagai elemen buruh yang dijadwalkan berlangsung di sejumlah titik strategis di Kota Surabaya.
Personel pelayanan pengamanan dipertebal mulai dari Kantor Gubernur Jawa Timur, Gedung DPRD Jawa Timur, hingga lokasi lain yang berpotensi menjadi pusat konsentrasi massa.
Dalam arahannya, Kombes Pol Luthfi menegaskan bahwa pengamanan May Day bukan semata tugas pengendalian massa, melainkan bentuk pelayanan negara kepada masyarakat yang sedang menggunakan hak demokratisnya.
Sebanyak 3,670 personel gabungan telah dibagi sesuai titik pengamanan yang telah ditentukan.
“Penempatan personel dilakukan untuk memastikan arus kegiatan berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Kombes Luthfi.
Menurutnya, Hari Buruh adalah momentum penting bagi para pekerja untuk menyuarakan harapan dan tuntutannya.
Karena itu, Kepolisian diminta hadir bukan sebagai pihak yang berhadap-hadapan dengan massa, melainkan sebagai pengayom yang menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kombes Pol Luthfi.
Ia berharap peringatan Hari Buruh 2026 di Surabaya dapat berlangsung dalam suasana damai, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Pendekatan humanis yang ditekankan dalam pelayanan pengamanan May Day tahun ini menjadi gambaran komitmen Polrestabes Surabaya Polda Jatim dalam menjaga keseimbangan antara keamanan publik dan penghormatan terhadap hak demokrasi warga negara.
Dengan pengamanan yang terukur dan profesional, May Day di Surabaya diharapkan menjadi ruang aspirasi yang aman sekaligus momentum positif bagi buruh untuk menyampaikan suara mereka secara damai. (*)
Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjamin hak konstitusional para buruh untuk menyampaikan pendapat pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat (1/5), di Jakarta.
Polri memastikan seluruh rangkaian penyampaian aspirasi buruh mendapat pengawalan agar berjalan aman, tertib, dan bermartabat. Dalam pengamanan momentum May Day, jajaran kepolisian juga menekankan pendekatan humanis serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dijamin konstitusi dan wajib dihormati.
“Polri menjamin hak konstitusional buruh untuk menyampaikan pendapat secara aman, tertib, dan bermartabat. Kami memahami bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari hak asasi manusia yang harus dilindungi,” kata Johnny di Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Ia menegaskan, kehadiran personel kepolisian di lapangan bukan untuk membatasi ruang demokrasi, melainkan memastikan kegiatan berlangsung kondusif serta para peserta aksi merasa aman dan terayomi.
“Kami ingin saudara-saudara buruh yang menyampaikan aspirasi merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Karena itu, seluruh personel kami arahkan mengedepankan sikap persuasif, profesional, dan humanis,” ujarnya.
Menurut dia, Polri juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait guna mengatur arus lalu lintas, pengamanan titik kumpul massa, serta menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan selama aksi May Day berlangsung.
Polri turut mengimbau seluruh peserta aksi memperingati Hari Buruh Internasional dengan damai, tertib, serta menjaga fasilitas umum agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung lancar dan bermartabat.