TANJUNGPERAK – Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Herlina menjadi pembicara dalam seminar internasional Indo-Pasific Endeavour (IPE) 2023 bertajuk Perempuan, Perdamaian dan Keamanan pada Selasa (1/8).
Bertempat di dalam kapal perang Australia HMAS ANZAC/FH 150 yang tengah bersandar di Dermaga Jamrud Utara, AKBP Herlina menyampaikan mengenai peran kepemimpinan perempuan dalam institusi Polri.
Menurut lulusan Seba PK Polwan 1997 ini, ada 6 aspek kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin. Yakni, pengetahuan, pemahaman, kemampuan, value, attitude, dan interest. Dengan kemampuan tersebut, maka tujuan institusi ke depan dapat dicapai dengan cepat dan tepat.
“Seorang pemimpin memiliki peranan penting dalam mencapai tujuan institusi. Perjalanan mencapai tujuan yang diinginkan tersebut di antaranya membutuhkan pengetahuan, pengalaman, intuisi, dan koneksi yang dimiliki oleh seorang pemimpin,” terang AKBP Herlina.
Selain itu, tambah dia, seorang pemimpin juga memiliki peran untuk meminimalkan gap yang ada dengan cara melakukan proses problem solving terhadap permasalahan yang terjadi guna mencapai tujuan yang diinginkan.
“Pemimpin terkadang dihadapkan pada situasi di mana pemimpin diharuskan untuk mengambil keputusan yang cepat, sehingga keempat aspek pendukung seperti pengetahuan, pengalaman, intuisi, dan koneksi dapat membantu seorang pemimpin untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat,” paparnya.
Meski demikian, Herlina tak memungkiri bahwa wanita yang menduduki jabatan penting di pemerintahan selalu disorot. Menurutnya, hal ini tak terlepas dari persepsi peranan gender yang telah tertanam lama di masyarakat.
Yakni, anggapan perempuan adalah lebih lemah secara fisik dibandingkan dengan laki-laki, sehingga kurang produktif. Bahkan memunculkan persepsi profesi feminim atau pekerjaan perempuan. Alhasil ada stereotype terhadap pekerjaan tertentu yang bersifat maskulin atau feminism.
“Meskipun saat ini sudah banyak wanita yang mengambil posisi sebagai pemimpin, namun perlu juga disadari bahwa kesempatan bagi perempuan untuk mengisi posisi kepemimpinan masih terbatas,” kata Herlina.
Pandangan tersebut pun diperkuat dengan fakta seperti misalnya, dari 39 kapolres di Jawa Timur saat ini, hanya ada satu perempuan yang mendapatkan jabatan tersebut.
Walau begitu, Herlina memberikan contoh agar pemimpin perempuan di suatu institusi tetap menyajikan peranan yang optimal dan mampu untuk terus bertarung.
Salah satunya dengan menjadikan fungsi preemtif, preventif, dan represif di dalam institusi Polri sebagai sebuah tanggung jawab.
“Seorang pemimpin sebaiknya tidak menganggap ketiga fungsi tersebut menjadi opsi bagi perempuan dalam institusi kepolisian. Namun sebagai pemimpin, ketiga fungsi itu harus dianggap sebagai tanggung jawab, bukan pilihan,” tegasnya.
Terakhir, dalam presentasinya Herlina mengutip pesan motivasi dari politisi sekaligus aktivitis Amerika Serikat, Eleanor Rosevelt, yang mengatakan the choice we make are ultimately our responsibility (pilihan yang kita buat pada akhirnya adalah tanggung jawab kita).
“Pilihan yang kita ambil dalam hidup merupakan tanggung jawab kita. Sama halnya dalam menjadi pemimpin, itu merupakan sebuah pilihan. Maka dari itu, penting untuk melakukan yang terbaik dari setiap pilihan hidup yang kita ambil,” pungkas mantan Kasatbinmas Polrestabes Surabaya ini.
Dalam kegiatan seminar internasional tersebut turut dihadiri oleh Konsul Jenderal Australia Fiona Hoggart, Captain Patrol Boat Melanie Verho, Kolonel Dewi, anggota polwan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, anggota kowal Lantamal V Surabaya, perwakilan perempuan Basarnas, dan perwakilan dari Lapas Surabaya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan resepsi HMAS ANZAC Indo-Pasific Endeavour 2023 yang dihadiri oleh perwakilan Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, Polres Tanjung Perak, Koarmada II Surabaya, Kodiklatal Surabaya, Polairud Polda Jatim, Syahbandar Surabaya, Bea Cukai Surabaya, Imigrasi Surabaya, dan perwakilan dari Pemerintah Kota Surabaya. (*)
Polresta Pasuruan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, Polres Pasuruan Kota mengerahkan ratusan personel untuk melaksanakan pengamanan rangkaian kegiatan Suro Agung 2026 yang berlangsung di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota, Kamis (18/6/2026).
Pengamanan tersebut merupakan langkah preventif yang dilakukan Polres Pasuruan Kota guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Selain melibatkan personel Polri, pengamanan juga didukung oleh unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya.
Sebelum pelaksanaan tugas, seluruh personel mengikuti apel kesiapan yang bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pola tindak di lapangan. Dalam apel tersebut, petugas diberikan arahan terkait pengamanan jalur, lokasi kegiatan, pengaturan lalu lintas, serta langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya kegiatan.
Pengamanan difokuskan pada titik-titik strategis, mulai dari lokasi kegiatan, jalur kedatangan dan kepulangan peserta, hingga pusat-pusat keramaian yang berpotensi menimbulkan kepadatan. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain pengamanan terbuka, personel juga melaksanakan patroli dan pemantauan secara intensif di sejumlah wilayah guna memastikan situasi tetap terkendali. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Polres Pasuruan Kota dalam menjaga stabilitas kamtibmas selama berlangsungnya kegiatan Suro Agung 2026.
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly menegaskan bahwa pengamanan Suro Agung merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Kami berkomitmen memberikan pengamanan terbaik dalam pelaksanaan Suro Agung 2026. Seluruh personel telah kami siagakan dan kami instruksikan untuk melaksanakan tugas secara profesional, humanis, serta mengedepankan tindakan preventif guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tegas AKBP Titus Yudho Uly.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Pasuruan Kota Kompol Miftaful M.B.K., S.H., M.H. menjelaskan bahwa pola pengamanan telah disusun secara matang dengan melibatkan seluruh fungsi operasional serta didukung oleh stakeholder terkait.
“Pengamanan ini tidak hanya berfokus pada lokasi kegiatan, tetapi juga mencakup pengamanan jalur, pengaturan lalu lintas, patroli, serta monitoring situasi secara berkelanjutan. Kami berharap seluruh peserta dapat mematuhi aturan yang berlaku dan bersama-sama menjaga ketertiban demi kelancaran kegiatan,” ujar Kompol Miftaful.
Dengan kesiapan ratusan personel, dukungan lintas instansi, serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, Polres Pasuruan Kota optimistis pelaksanaan Suro Agung 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif, sehingga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota tetap terjaga dengan baik.
Pasuruan Kota – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional serta mewujudkan swasembada pangan sebagaimana program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Bhabinkamtibmas Desa Tidu, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, terus aktif melakukan pendampingan kepada para petani di wilayah binaannya. Kegiatan monitoring dan pengecekan tanaman jagung milik warga dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Tidu turun langsung ke lahan pertanian untuk memantau perkembangan tanaman jagung yang menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat setempat. Kehadiran anggota Polri di tengah aktivitas pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.
Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, Bhabinkamtibmas juga berdialog dengan para petani guna mengetahui perkembangan pertumbuhan tanaman serta berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya. Komunikasi yang terjalin dengan baik diharapkan dapat membantu petani dalam mencari solusi atas berbagai permasalahan yang muncul di lapangan.
Para petani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan kondisi pertanian saat ini, termasuk kebutuhan perawatan tanaman, pemupukan, hingga langkah-langkah pencegahan terhadap serangan hama yang berpotensi mengganggu hasil panen.
Bhabinkamtibmas juga memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat mengelola lahan pertanian secara optimal. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan produktif dengan baik guna meningkatkan hasil panen dan mendukung ketersediaan pangan di daerah.
Kegiatan pendampingan ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi penyemangat bagi para petani.
Kapolsek Pohjentrek AKP Sukrisno, SH mengatakan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pendampingan kepada para petani, kami berharap produktivitas pertanian dapat terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar AKP Sukrisno, SH.
Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong para Bhabinkamtibmas untuk aktif melakukan pendampingan dan menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, termasuk kelompok tani, guna mendukung berbagai program pembangunan yang bermanfaat bagi warga.
Dengan adanya pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan sektor pertanian di Desa Tidu semakin berkembang, hasil panen semakin meningkat, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional. Hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat pun diharapkan semakin erat demi terciptanya situasi yang aman, kondusif, dan sejahtera.
Polresta Pasuruan – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satuan Samapta Polres Pasuruan Kota terus mengintensifkan kegiatan Patroli Presisi di seluruh wilayah hukumnya. Kegiatan ini menjadi langkah strategis kepolisian dalam memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif, khususnya pada titik-titik yang memiliki potensi kerawanan gangguan kamtibmas.
Hari Kamis, 18 Juni 2026, patroli kembali digelar secara intensif dengan menyasar kawasan pemukiman, pusat keramaian, jalur protokol, hingga area publik yang menjadi aktivitas masyarakat. Kehadiran personel di lapangan dilakukan secara mobile maupun dialogis sebagai bentuk pelayanan kepolisian yang responsif terhadap dinamika situasi wilayah.
Dalam pelaksanaannya, personel Sat Samapta tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga memastikan setiap perkembangan di lapangan dapat terpantau dengan baik. Upaya ini merupakan langkah preventif guna meminimalisir potensi tindak kriminalitas serta gangguan ketertiban umum.
Kasat Samapta Polres Pasuruan Kota AKP Koko Rahmadi, S.E. menegaskan bahwa kegiatan Patroli Presisi merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam memberikan rasa aman.
“Patroli Presisi ini kami laksanakan secara rutin sebagai bentuk upaya preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta menjaga situasi tetap kondusif di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota,” ujarnya.
Selain melakukan pengawasan, petugas juga aktif memberikan imbauan kamtibmas secara humanis kepada masyarakat yang ditemui selama patroli berlangsung. Imbauan tersebut menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tindak kejahatan serta peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Petugas turut melaksanakan dialog interaktif dengan warga, petugas keamanan lingkungan, serta pelaku usaha guna menyerap informasi dan memastikan kondisi wilayah tetap dalam keadaan aman dan terkendali. Pendekatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat.
Fokus patroli juga diarahkan pada pencegahan tindak kejahatan jalanan seperti curat, curas, dan curanmor, serta potensi gangguan kamtibmas lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan warga. Langkah ini dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Masyarakat yang ditemui di lapangan menyambut positif kehadiran patroli tersebut dan memberikan apresiasi atas upaya kepolisian yang secara konsisten hadir di tengah masyarakat. Kehadiran aparat dinilai mampu meningkatkan rasa aman dan kepercayaan publik terhadap Polri.
Dengan intensifikasi Patroli Presisi ini, Polres Pasuruan Kota berharap situasi kamtibmas di wilayah hukum tetap terjaga aman, tertib, dan kondusif, sehingga seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar tanpa gangguan yang berarti.