Connect with us

Berita

Berprestasi dan Insipiratif, Polisi RW Polresta Malang Kota Peroleh Apresiasi dari Kabaharkam Polri

Published

on

KOTA MALANG – Polisi RW merupakan program unggulan Polri dimana sebagai anggota kepolisian yang dituntut senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat bahkan pada tingkat paling bawah di lingkungan Rukun Warga atau RW.

Polisi RW ini dibentuk atas gagasan Kabaharkam Polri Komjen. Pol. Dr. H. Mohammad Fadil Imran, M.Si yang juga merupakan implementasi dari Polri Presisi dengan salah satu tugasnya yaitu untuk memberikan edukasi kamtibmas maupun melakukan problem solving di tingkat RW.

Program Polisi RW tersebut telah dilaksanakan pada seluruh jajaran kepolisian di Indonesia termasuk Polresta Malang Kota yang merupakan jajaran Polda Jatim.

Setelah diluncurkannya program Polisi RW, Polresta Malang Kota yang memiliki sekitar 558 memiliki segudang inovasi salah satunya dengan adanya program Simponi (SIM Polisi RW Melayani).

Tak hanya itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., juga terus memberikan arahan dan bimbingan kepada seluruh Polisi RW agar selalu memberikan waktu dan pelayanan terbaik dengan masyarakat di wilayah binaannya.

Dari ratusan Polisi RW yang bertugas di wilayah Kota Malang, salah satunya Iptu Totok Hariyanto, S.H., M.H., selaku Polisi RW Polresta Malang Kota yang bertugas di RW 01 Kel. Purwodadi, Kec. Blimbing, Kota Malang.

Selain mengemban tugas sebagai Polisi RW, Iptu Totok juga memiliki jabatan penting yaitu sebagai Kasi Keuangan Polresta Malang Kota.

Selama bertugas sebagai Polisi RW, Iptu Totok mampu membangun kedekatan dengan masyarakat di wilayah binaannya.

Berbagai kegiatan turut dihadiri olehnya bahkan kehadirannya pun sering dinantikan oleh warga setempat.

Kehadiran Iptu Totok bukan hanya untuk menggugurkan tugas, namun sosoknya pun telah dianggap mampu melahirkan segudang prestasi dengan bekal ilmu keagamaan yang dimiliki untuk menghadirkan ragam inovasi di wilayah binaannya.

Sosok berprestasi dan inspiratif tersebut dalam menjalankan tugas maupun tanggung jawabnya terhadap wilayah binaannya ternyata terdengar hingga Mabes Polri.

Berbuah manis, Iptu Totok Hariyanto, S.H., M.H., mendapat kesempatan emas untuk mengikuti kegiatan audiensi secara langsung bersama Kabaharkan Polri Komjen Pol. Muhammad Fadil Imran, M.Si., di Mabes Polri dalam rangka pemberian reward kepada Polisi RW dan Bhabinkamtibmas terbaik di Jajaran Polda Jatim, pada 16-18 Oktober 2023.

Ia pun tidak menyangka bahwa akan mendapat kesempatan yang berharga untuk bisa berdialog secara langsung dengan Kabaharkan Polri Komjen Pol. Muhammad Fadil Imran, M.Si., dan Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen. Pol. Hary Sudwijanto, S.IK., M.Si. di Mabes Polri.

“Alhamdulillah, Masya Allah banyak sekali ilmu yang saya jadikan bekal untuk kemudian saya akan terapkan di Kota Malang khususnya di wilayah binaan saya” ucap syukur Iptu Totok, sosok yang sering disebut sebagai Ustaz ini.

Iptu Totok mendapat kesempatan yang berharga atas kemampuan serta prestasi yang dimiliki seperti penyelesaian suatu masalah dalam wilayahnya, sering memberikan tausiyah atau sebagai pendakwah di wilayahnya.

Ia juga sering memberikan hypnoterapi bagi masyarakat maupun anggota yang sedang mengalami suatu masalah.

Atas kemampuan dan segudang prestasi yang memberikan dampak besar bagi wilayahnya menjadikan kehadirannya sering dinantikan oleh warga binaannya.

“Kami mendapatkan segudang tips yang Insya Allah juga nantinya akan saya coba aplikasikan bahwa kami mendapatkan arahan agar sering melakukan sambang kepada masyarakat minimal seminggu sekali,”jelasnya.

Selain itu sambang kepada tokoh agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat ( Tomas) serta apabila memungkinkan juga dapat melakukan kunjungan silaturahmi kepada para pejabat di wilayah tugasnya untuk menyampaikan pesan kamtibmas maupun mendengarkan aspirasi warga.

“Kami untuk akan terus menyuarakan pesan-pesan Kamtibmas maupun bertukar hal-hal positif untuk membangun wilayah binaan kami” ujar Iptu Totok.

Mengetahui anggotanya telah ditunjuk sebagai Polisi RW berprestasi dan mendapatkan kesempatan emas untuk berdialog secara langsung dengan Kabaharkam Polri, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., memberikan apresiasi dengan kabar tersebut.

“Beliau ini memang merupakan anggota yang dapat dijadikan teladan yang baik bagi anggota lainnya dan kami sangat bangga atas segala prestasi yang telah diraihnya, semoga ilmu yang didapatkan dari pertemuan tersebut dapat diaplikasikan dan ditularkan kepada anggota lainnya,”tandas Kombes Budi Hermanto. (*)

Berita

Tim DVI Polda Jatim Kembali Serahkan Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Asal Sumatera dan Sulawesi kepada Keluarga

Published

on

SURABAYA – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur kembali menyerahkan Dua jenazah korban KM Mutiara Sentosa II asal Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan kepada pihak keluarga.

Penyerahan jenazah dilakukan oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Kombes dr Bayu Dharma Shanti kepada keluarga kedua korban di Posko DVI RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya, Selasa sore (4/8/2026).

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast di Mapolda Jatim, Rabu (5/8/2026).

“Benar, kemarin sore Tim DVI Polda Jatim telah menyerahkan 2 jenazah korban asal Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan yang meninggal akibat peristiwa KMP Mutiara Sentosa II,” kata Kombes Abast.

Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, jenazah yang diketahui bernama Rino Eka Putra, laki-laki, (48) warga Kampung Dalam No. 84, Jorong Tangah Koto, Sungai Pua, Agam, Sumatera Barat dan jenazah Siti Fatimah, perempuan,(57) warga Jalan Sultan Abudallah II, Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut Kombes Pol Abast kedua jenazah tersebut diantar ambulance RS Bhayangkara Surabaya menuju Bandara Juanda untuk selanjutnya diterbangkan ke daerah asal korban.

“Sudah kita antarkan ke Bandara Juanda selanjutnya diterbangkan pukul 18.00 WIB untuk korban asal Kota Padang dan pukul 21.00 WIB untuk korban asal Kota Makasar,” terang Kombes Abast.

Mewakili keluarga besar Polda Jawa Timur, Kombes Abast menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga atas musibah yang menimpa almarhum Rino Eka Putra dan almarhumah Siti Fatimah.

“Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Polda Jatim, saya turut berduka cita dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman dan ketabahan,” ungkap Kombes Abast.

Dengan demikian lanjut Kombes Abast, Tim DVI Polda Jatim telah menyerahkan 4 jenazah korban yang telah terindentifikasi kepada pihak keluarga masing – masing.

“Sudah 4 jenazah korban dari 5 yang teridentifikasi kita serahkan kepada pihak keluarga, sementara 1 korban asal Kalimantan Tengah masih menunggu keluarganya,” pungkas Kombes Abast. (*)

Continue Reading

Berita

Polri Kerahkan 372 Taruna Akpol Dampingi Siswa di 73 Sekolah Rakyat Bersama Taruna Akademi TNI

Published

on

Jakarta, 4 Agustus 2026 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan 372 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang bergabung bersama Taruna Akademi TNI untuk mendampingi siswa di 73 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia melalui Program Taruna Bhakti Tahun 2026. Kehadiran para taruna merupakan wujud dukungan Polri terhadap Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah sebagai upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan sejak dini.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., mengatakan keterlibatan Taruna Akpol merupakan implementasi nyata arahan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf yang saat melepas Program Taruna Bhakti pada 1 Agustus 2026 di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, menegaskan bahwa para taruna harus menjadi role model bagi siswa Sekolah Rakyat.

“Polri mendukung penuh Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang unggul. Sebagaimana arahan Bapak Menteri Sosial, Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI hadir bukan sekadar mendampingi kegiatan siswa, tetapi menjadi kakak asuh yang memberikan keteladanan dalam disiplin, kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, serta semangat pengabdian. Kami ingin anak-anak di Sekolah Rakyat memiliki lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh inspirasi untuk meraih cita-citanya,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo, Selasa (4/8).

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf sebelumnya menegaskan bahwa para taruna memahami kehidupan berasrama karena mereka sendiri telah menjalaninya. Pengalaman tersebut diharapkan dapat ditularkan kepada para siswa Sekolah Rakyat agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun kemandirian, serta membiasakan hidup disiplin. Menteri Sosial juga menekankan pentingnya menjadikan para taruna sebagai kakak pendamping yang penuh empati, sekaligus memastikan tidak ada praktik perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, maupun intoleransi selama proses pendampingan berlangsung.

Sebagai tindak lanjut dari arahan tersebut, Polri mengerahkan 372 Taruna Akpol yang ditempatkan di 73 Sekolah Rakyat pada 29 Subsatuan Taruna (Subsattar). Pelaksanaan kegiatan didukung oleh 110 personel pendamping (Paping) yang terdiri atas 23 Perwira Menengah (Pamen), 77 Perwira Pertama (Pama), dan 10 Bintara, sehingga total personel Polri yang terlibat mencapai 482 personel.

Program Taruna Bhakti dilaksanakan bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yaitu masa orientasi bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, tata tertib, budaya belajar, serta kehidupan berasrama. Selama lima hari pendampingan, Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI berperan sebagai mentor dan kakak asuh melalui berbagai kegiatan pembentukan karakter.

Kegiatan tersebut meliputi pengenalan tata tertib sekolah dan kehidupan asrama, pembiasaan bangun pagi dan manajemen waktu, penataan kamar, kerapian tempat tidur dan lemari, pembiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, pelatihan baris-berbaris, pembinaan kepemimpinan, kerja sama dan gotong royong, penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara, kegiatan kepramukaan, pembinaan karakter dan kepribadian, penguatan nilai-nilai keagamaan, hingga pemberian motivasi agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Brigjen Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif, humanis, inklusif, dan ramah anak, sesuai dengan semangat Program Sekolah Rakyat.

“Yang dibangun dalam Program Taruna Bhakti bukan hanya kedisiplinan, tetapi juga karakter. Para Taruna Akpol hadir untuk menginspirasi, membimbing, dan mendampingi adik-adik di Sekolah Rakyat melalui keteladanan. Mereka berbagi pengalaman hidup berasrama, mengajarkan pentingnya tanggung jawab, kerja sama, kepedulian, serta menumbuhkan rasa percaya diri agar setiap anak memiliki keyakinan bahwa mereka mampu meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan Taruna Akpol dalam Program Taruna Bhakti juga menjadi bagian dari proses pembentukan calon perwira Polri yang semakin dekat dengan masyarakat sejak masa pendidikan.

“Melalui pengabdian ini, Taruna Akpol belajar memahami kehidupan masyarakat sekaligus mengasah kepemimpinan, empati, komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan persoalan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mereka sebagai calon pemimpin Polri yang Presisi, humanis, dan selalu hadir untuk masyarakat,” tutup Brigjen Pol. Trunoyudo.

Program Taruna Bhakti merupakan kolaborasi Kementerian Sosial RI, Akademi TNI, Akademi Kepolisian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan Program Sekolah Rakyat. Polri berharap kehadiran Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa sekaligus memperkuat pembentukan karakter generasi muda sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Continue Reading

Berita

Polri Perkuat Kapasitas Personel Hadapi Modus Love Scamming yang Kian Kompleks

Published

on

Jakarta – Polri memperkuat kapasitas internal dalam menghadapi perkembangan kejahatan digital yang semakin kompleks melalui Dialog Penguatan Internal Polri ke-2 bertema “Transformasi Penanganan Tindak Pidana Love Scamming dalam Penguatan Kapasitas Polri Menghadapi Modus Kejahatan Digital” yang digelar secara hybrid di Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan ini diinisiasi Divisi Humas Polri sebagai wadah peningkatan kapasitas penyidik dan personel Polri dalam memahami perkembangan modus kejahatan digital, khususnya love scamming, yang terus berevolusi seiring kemajuan teknologi.

Kabag Mitra Biro Penmas Divhumas Polri Kombes Pol. Hadi Wahyudi mengatakan perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai modus operandi baru yang membutuhkan kesiapan seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya Polri.

“Perkembangan digital tentu sudah semakin berkembang dengan modus operandinya. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita semua, tidak hanya Polri tetapi juga para pemangku kepentingan lainnya, untuk bersama-sama bersinergi dalam mencegah maupun menangani kasus-kasus yang terkait dengan love scamming,” ujar Hadi.

Ia menjelaskan dialog publik tersebut dirancang sebagai forum penguatan pengetahuan, wawasan, dan kompetensi penyidik Polri agar mampu menghadapi berbagai bentuk kejahatan di ruang digital secara lebih adaptif dan profesional.

“Dialog publik yang kita bangun ini adalah untuk meningkatkan kapasitas penyidik-penyidik Polri, baik pengetahuan maupun wawasan dalam membangun kemampuan menghadapi kejahatan-kejahatan di ruang digital,” katanya.

Untuk memperkaya perspektif penanganan perkara, Divisi Humas Polri menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, yakni Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri, Komnas Perempuan, serta psikolog forensik. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif mulai dari aspek penegakan hukum, perlindungan korban, hingga pendekatan psikologis dalam menangani perkara love scamming.

Melalui forum ini, Polri berharap seluruh personel semakin siap menghadapi tantangan kejahatan digital yang terus berkembang, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi masyarakat.

Continue Reading

Trending