BONDOWOSO – Menyambut hari Kemerdekaan RI ke – 79 Polres Bondowoso bersama Pemkab Bondowoso mengibarkan bendera merah putih dikawasan wisata Kawah Wurung Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso.
Pengibaran bendera Merah Putih itu dilakukan bersamaan dengan memperingati hari jadi Pramuka pada tanggal 14 Agustus.
Kegiatan ini diikuti oleh Pj. Bupati Bondowoso, Sekda Bondowoso, Kabaglog Polres Bondowoso, Kasdim 0822 Bondowoso, Komandan Kompi Brimob, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Bondowoso.
Kegiatan itu juga diikuti jajaran OPD, jajaran Muspika Kecamatan Ijen, Muspika Kecamatan Bondowoso, Muspika Kecamatan Sumberwringin, Muspika Kecamatan Sukosari, Camat se Kabupaten Bondowoso dan1000 orang pengibar bendera.
Kegiatan ini terlihat sangat meriah saat yang hadir dalam kegiatan tersebut mengibarkan bendera merah putih diatas puncak wisata Kawah Wurung.
Dengan semangat yang tinggi disertai dengan keyakinan dan ucapan syukur kepada Tuhan, 1000 bendera Merah Putihpun berkibar di Puncak Kawah Wurung menyambut Hari Kemerdekaan RI ke – 79.
Kapolres Bondowoso AKBP Lintar Mahardhono, melalui Kabaglog Polres Bondowoso Kompol Agustinus Roby Hartanto, SH., menerangkan dalam rangka menyambut HUT RI ke 79 serta peringatan hari jadi Pramuka pada tanggal 14 Agustus, Polres Bondowoso bersama Pemerintah Kabupaten menggelar pengibaran 1000 bendera.
Hal itu sebagai upaya untuk menumbuhkan jiwa kebangsaan kepada semua pihak khususnya para pelajar.
“Dalam pengibaran Bendera Merah Putih ini kami mengajak semua pihak termasuk adik – adik Pramuka ini sebagai perekat NKRI untuk bisa berkarya dengan cara mengisi hal-hal positif dalam kehidupan,” ungkap Kompol Agustinus.
Ia juga mengungkapkan, pengibaran Bendera Merah Putih dan peringatan hari Pramuka sebagai media untuk mendidik generasi muda ke hal – hal positif melalui metode kegiatan Pramuka yang sesuai dengan norma – norma yang berlaku di masyarakat.
Ia juga menegaskan Pramuka harus sehat dan hindari narkoba serta jauhi kenakalan remaja.
“Dengan begitu kami harapkan dengan adanya pengibaran Bendera Merah Putih ini serta peringatan hari jadi Pramuka ini, Kabupaten Bondowoso akan memiliki moral, mental dan budi pekerti yang bijaksana,” pungkaa Kompol Agustinus.
Hal senada juga disampaikan oleh Pj. Bupati Bondowoso Wawan Guntoro bahwa kegiatan pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di hari jadi Pramuka dan menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 79 ini untuk upaya menjadikan manusia yang memiliki jiwa Pancasila, setia dan patuh kepada NKRI.
Ia juga meminta kepada seluruh penerus bangsa untuk terus berkreasi dan berkarya, Isilah waktu muda kalian dengan kegiatan positif dan produktif.
“Kami yakin generasi mudah di Kabupaten Bondowoso ini akan menjadi generasi yang unggul, hebat dan kreatif, generasi muda yang kreatif, “pungkasnya. (*)
COVID-19 is a contagious disease caused by the coronavirus SARS-CoV-2. In January 2020, the disease spread worldwide, resulting in the COVID-19 pandemic.
The symptoms of COVID‑19 can vary but often include fever,[7] fatigue, cough, breathing difficulties, loss of smell, and loss of taste.[8][9][10] Symptoms may begin one to fourteen days after exposure to the virus. At least a third of people who are infected do not develop noticeable symptoms.[11][12] Of those who develop symptoms noticeable enough to be classified as patients, most (81%) develop mild to moderate symptoms (up to mild pneumonia), while 14% develop severe symptoms (dyspnea, hypoxia, or more than 50% lung involvement on imaging), and 5% develop critical symptoms (respiratory failure, shock, or multiorgan dysfunction).[13] Older people have a higher risk of developing severe symptoms. Some complications result in death. Some people continue to experience a range of effects (long COVID) for months or years after infection, and damage to organs has been observed.[14] Multi-year studies on the long-term effects are ongoing.[15]
COVID‑19 transmission occurs when infectious particles are breathed in or come into contact with the eyes, nose, or mouth. The risk is highest when people are in close proximity, but small airborne particles containing the virus can remain suspended in the air and travel over longer distances, particularly indoors. Transmission can also occur when people touch their eyes, nose, or mouth after touching surfaces or objects that have been contaminated by the virus. People remain contagious for up to 20 days and can spread the virus even if they do not develop symptoms.[16]
Testing methods for COVID-19 to detect the virus’s nucleic acid include real-time reverse transcription polymerase chain reaction (RT‑PCR),[17][18] transcription-mediated amplification,[17][18][19] and reverse transcription loop-mediated isothermal amplification (RT‑LAMP)[17][18] from a nasopharyngeal swab.[20]
Several COVID-19 vaccines have been approved and distributed in various countries, many of which have initiated mass vaccination campaigns. Other preventive measures include physical or social distancing, quarantining, ventilation of indoor spaces, use of face masks or coverings in public, covering coughs and sneezes, hand washing, and keeping unwashed hands away from the face. While drugs have been developed to inhibit the virus, the primary treatment is still symptomatic, managing the disease through supportive care, isolation, and experimental measures.
PONOROGO – Sebanyak 1.500 pelari dari berbagai daerah ambil bagian dalam Ponorogo Bhayangkara Run 2026 yang digelar Polres Ponorogo,Minggu (5/7/2026) pagi.
Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dan menjadi ajang olahraga sekaligus mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat.
Acara yang dipusatkan di Mapolres Ponorogo tersebut dihadiri Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo, Dandim 0802 Ponorogo Letkol Arh. Farauk Saputra, jajaran Forkopimda, pejabat utama Polres Ponorogo, serta komunitas lari dan masyarakat umum.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta yang mengikuti penyelenggaraan Bhayangkara Run tahun ini.
“Selamat datang kepada seluruh runner yang mengikuti event kedua dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Semoga kegiatan ini dapat semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat,” ujar AKBP Andin.
Menurut AKBP Andin, jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.500 orang menunjukkan olahraga lari semakin diminati masyarakat.
Ia pun mengingatkan seluruh peserta agar tetap mengutamakan keselamatan selama mengikuti perlombaan.
“Saya berharap seluruh peserta menjaga keselamatan, menyesuaikan kemampuan masing-masing, dan semoga kegiatan ini membawa dampak positif bagi semua,” kata AKBP Andin.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengapresiasi inisiatif Polres Ponorogo yang menghadirkan kegiatan olahraga bagi masyarakat dalam momentum Hari Bhayangkara.
Menurutnya, Bhayangkara Run tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.
“Dengan adanya event Bhayangkara Run yang diselenggarakan Polres Ponorogo ini, masyarakat Kabupaten Ponorogo dapat mengikuti kegiatan ini agar lebih sehat,”kata Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menyiapkan dua kategori lomba, yakni 10 kilometer dan 5 kilometer.
Kedua rute mengambil start dan finis di Mapolres Ponorogo dengan melintasi sejumlah ruas jalan utama di pusat kota, sehingga turut menghadirkan semarak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Ponorogo. (*)
Polresta Pasuruan – Wujud kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat terus ditunjukkan melalui peran aktif Bhabinkamtibmas dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Semedusari Polsek Lekok Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur yang turun langsung ke lahan jagung binaan Polri di Kelurahan Semedusari, Kecamatan Lekok, untuk melakukan pengawasan dan pendampingan kepada para petani.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Karo SDM Polda Jawa Timur, Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim, serta Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., yang menginstruksikan seluruh Bhabinkamtibmas agar terus hadir mendampingi kelompok tani sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan menuju swasembada pangan nasional.
Di tengah hamparan tanaman jagung yang mulai tumbuh subur, Bhabinkamtibmas menyapa para petani, memantau perkembangan tanaman, sekaligus berdialog santai untuk mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya.
Suasana penuh keakraban tampak terjalin, mencerminkan kedekatan antara Polri dan masyarakat dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju.
Tak hanya melakukan pengecekan, Bhabinkamtibmas juga memberikan motivasi dan edukasi kepada para petani agar terus merawat tanaman dengan baik, mulai dari pemupukan, pengendalian hama, hingga pengairan yang tepat.
Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman serta hasil panen yang lebih optimal.
Kapolsek Lekok AKP Mawan S.H., mengatakan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani merupakan bentuk nyata komitmen Polri yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga ikut berkontribusi dalam mendukung program-program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin Bhabinkamtibmas menjadi sahabat bagi para petani. Kehadiran mereka bukan hanya untuk melakukan monitoring, tetapi juga memberikan semangat, mendengarkan aspirasi, dan membangun komunikasi yang baik. Dengan sinergi antara Polri, pemerintah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani, kami optimistis produktivitas pertanian akan terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kompol Margo Sukwandi.
Para petani pun menyambut baik kehadiran Bhabinkamtibmas yang secara rutin mendampingi mereka. Menurut mereka, perhatian dan dukungan dari Polri menjadi motivasi tersendiri untuk terus mengelola lahan dengan penuh semangat demi memperoleh hasil panen yang maksimal.
Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, Polres Pasuruan Kota berharap sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat sehingga program ketahanan pangan nasional dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.