gambar whatsapp 2024 12 06 pukul 15.47.51 8722b577
SURABAYA – Bidang Humas Polda Jatim, menggelar Analisa dan Evaluasi (Anev) mingguan meliputi beberapa kasus yang menjadi gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polda Jawa Timur, Jumat (6/12).
Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto melalui AKBP Soegijoto, Pamen Bidhumas Polda Jatim mengatakan, ada lima yang menjadi kasus atensi diantaranya pembunuhan, membahayakan keamanan umum, Curat, narkoba dan judi.
Disebutkan AKBP Soegijoto Anev mingguan ini terhitung mulai tanggal 25 November – 1 Desember 2024.
“Dari data yang masuk selama sepekan angka gangguan Kamtibmas di Jatim alami penurunan, sebelumnya 1.083 kasus turun menjadi 919 kasus,” kata AKBP Soegijoto di Gedung Bidhumas Polda Jatim.
Sementara untuk kasus Curat, dari data yang masuk di Aplikasi Dors Polri yang dimiliki Biro Ops, ada di Lima Polres terbesar yakni, Polresta Malang Kota sebanyak 13 kasus, Polrestabes Surabaya 7 kasus, Polres Lamongan 4 kasus, Polres Probolinggo 4 kasus dan Polres Malang 3 kasus.
“Untuk kasus Curas di Lima Polres tersebut total ada 3 kasus dan Curanmor 15 kasus,” ujar AKBP Soegijoto.
Dijelaskan oleh AKBP Soegijoto untuk 15 kasus curanmor tersebut terjadi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjungperak sebanyak 5 kasus.
Sedangkan di Polresta Malang Kota ada 4 kasus, Polrestabes Surabaya dan Lamongan masing – masing ada 2 kasus dan Polres Probolinggo 1 kasus
Sedangkan kasus narkoba sebanyak 45 kasus dengan rincian, Polrestabes Surabaya ada 11 kasus, Polres Kediri 3 kasus, Polres Jember 3 kasus, Polres Pasuruan 6 kasus dan Polres Tanjungperak 6 kasus.
Untuk kasus penganiayaan total ada 38 kasus dan ada Tiga wilayah yang terbanyak yaitu Polresta Sidoarjo, Polres Jember dan Polres Situbondo masing – masing ada 4 kasus.
Sedangkan di Polresta Banyuwangi, Polres Ngawi, Polres Gresik, Polres Pelabuhan Tanjungperak masing – masing 3 kasus.
Sementara untuk laka lantas yang terjadi di wilayah Polres jajaran Polda Jatim, total ada 533 kejadian dengan jumlah korban meninggal dunia 15, luka berat 29 dan luka ringan 633.
Laka lantas yang paling banyak terjadi di 5 Polres diantaranya, Polres Sidoarjo 41 kejadian, Bojonegoro 30 kejadian, Polrestabes Surabaya 27 kejadian, Polres Pasuruan 26 kejadian dan Polres Mojokerto 26 kejadian.
Sementara untuk jenis kendaraan yang terlibat laka lantas di urutan pertama sepeda motor, kemudian mobil barang, bis dan mobil penumpang.
“Sedangkan laka lantas didominasi berbagai profesi yang paling banyak yakni karyawan, pedagang, pelajar dan mahasiswa, buruh, dan juga PNS,” tambah AKBP Soegijoto.
Masih kata AKBP Soegijoto, untuk usia yang sering terlibat laka lantas, didominasi usia 17-21 tahun, kemudian 40-49 tahun dan 22-29 tahun.
Sedangkan kasus judi paling banyak terjadi di Polrestabes Surabaya dengan 16 kasus, untuk Polres KP3 ada 4 kasus, Polres Jombang 2 kasus dan Bojonegoro 1 kasus.
“Dari rincian data tersebut, angka gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polda Jatim secara umum menurun 15 persen dari minggu sebelumnya,” kata AKBP Soegijoto.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat Jawa Timur untuk senantiasa waspada terhadap potensi terjadinya tindak kejahatan. (*)
SURABAYA – Dalam upaya memperkuat ikatan spiritual sekaligus menjalin sinergitas dengan para tokoh agama, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak yang baru menjabat, AKBP Irwan Kurniawan, melaksanakan kegiatan ziarah dan silaturahmi di kawasan Wisata Religi Sunan Ampel serta Makam Boto Putih, pada Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 14.00 WIB tersebut turut didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kedatangan Kapolres AKBP Irwan beserta rombongan PJU dan kapolsek tersebut disambut hangat oleh para tokoh agama dan pengurus yayasan.
Dalam suasana khidmat dan keheningan yang sarat makna, ziarah ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk mengenang jasa, perjuangan, serta keteladanan para ulama dan Wali Allah dalam menyebarkan ajaran kebaikan dan perdamaian di tengah masyarakat.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Irwan Kurniawan, menyampaikan bahwa momentum ziarah bukan sekadar perjalanan fisik menuju tempat peristirahatan terakhir, melainkan ruang untuk merenung, memanjatkan doa, dan meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama.
“Di tengah dinamika tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, momentum ziarah ini menjadi pengingat penting,”ungkap AKBP Irwan.
Menurut AKBP Irwan, setiap langkah pengabdian hendaknya selalu dilandasi keikhlasan, ketulusan, kesabaran, serta kebijaksanaan demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan silaturahmi bersama pengurus Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel, dilanjutkan dengan pelaksanaan Salat Jumat berjamaah di Masjid Agung Sunan Ampel.
Usai ibadah, AKBP Irwan beserta rombongan melakukan ziarah khusyuk ke Makam Sunan Ampel, Makam Mbah Bolong, dan Makam Mbah Sholeh.
Setelah ramah tamah bersama pengurus yayasan di Ruang Imaman, rombongan bertolak menuju Kompleks Makam Boto Putih.
Di lokasi tersebut, AKBP Irwan Kurniawan beserta PJU melanjutkan ziarah ke Makam Sunan Boto Putih, Makam Al Habib Syekh bin Abdullah Bafaqih, dan Makam Adipati Panji Djoyodirono dengan didampingi pengurus.
Melalui kegiatan ziarah dan silaturahmi ini, diharapkan tumbuh semangat untuk terus menjaga nilai-nilai persaudaraan, mempererat tali silaturahmi antara Kepolisian dan para tokoh agama, serta menghadirkan pelayanan Polri yang semakin humanis, dekat, dan berorientasi pada kepedulian masyarakat. (*)
TRENGGALEK – Personel Polres Trenggalek Polda Jatim bersama tim gabungan berhasil mengevakuasi Empat pelajar dari SMP Negeri 4 Trenggalek yang sempat terjebak di area hutan Gunung Orak-arik, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, saat terjadi kebakaran hutan dan lahan pada Sabtu ( 8/8/2026).
Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H. melalui Kasihumas AKP Katik, S.H., mengatakan Keempat pelajar tersebut tidak bisa turun dari lokasi karena tali yang digunakan sebagai akses naik dan turun telah putus.
Pada saat yang bersamaan, asap tebal dan kobaran api masih terlihat di sejumlah titik yang sedang proses pemadaman oleh tim gabungan.
“Setelah menerima informasi dari warga, kita langsung koordinasikan dengan semua stakeholder dan lanjut bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi adik – adik kita yang terjebak saat pendakian,” kata AKP Katik, Senin (10/8/2026).
Menurut AKP Katik,proses evakuasi dilakukan secara hati-hati lantaran medan menuju lokasi cukup curam dan kondisi tersebut semakin berisiko karena titik api masih menyala merembet di kawasan hutan.
“Evakuasi menggunakan tali dan langsung kita bawa ke tempat yang lebih aman untuk dilakukan pertolongan dan pengecekan kesehatan,” terang AKP Katik.
Petugas kemudian menghubungi pihak keluarga dan mengantarkan keempat pelajar tersebut ke rumah masing-masing.
Sementara itu upaya pemadaman dan pelokalisiran di Gunung Orak arik tersebut terus dilakukan hingga sekitar pukul 17.30 WIB, Api kemudian berhasil dikendalikan.
AKP Katik juga menghimbau warga agar tidak sembarangan membakar sampah pada musim kemarau, dan jika mengetahui kebakaran segera melaporkan melalui call center 110 bebas pulsa. (*)
Jakarta – E-Sports Kapolri Cup 2026 menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ajang ini juga menjadi bagian dari semangat Polri Youth Movement: Polri Indonesia Emas 2045 yang mendorong kolaborasi pemerintah, Polri, komunitas, dan sektor swasta dalam menyiapkan talenta muda.
Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Adex Yudiswan mengatakan, penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan ruang sekaligus edukasi kepada generasi Z dan generasi Alpha mengenai peluang di industri esports.
“Esports ini bukan hanya tentang menjadi atlet. Ada ekosistem yang luas, mulai dari caster, pembawa acara, atlet, pembuat gim, event organizer, hingga UMKM yang menyediakan merchandise,” kata Adex di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Menurut Adex, pemerintah perlu memberikan gambaran yang utuh kepada generasi muda mengenai peluang di dunia digital, khususnya di tengah perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) yang berpotensi mengubah kebutuhan dan peluang pekerjaan.
“Di tengah gempuran teknologi AI yang berpotensi menggerus peluang kerja adik-adik Gen Z dan Gen Alpha, tugas kami sebagai pemerintah adalah memberikan gambaran bahwa ada banyak peluang di dunia digital yang bisa dibangun,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengembangan minat terhadap esports tetap harus berjalan seimbang dengan pendidikan. Literasi yang diberikan Polri melalui jajaran di tingkat Polres hingga Polda menekankan agar sekolah tetap menjadi prioritas utama, sedangkan gim menjadi prioritas pendukung.
“Sekolah tetap primer, gim sekunder. Harapannya mereka bisa sukses secara akademik sekaligus mampu meraih peluang karier di bidang esports maupun bidang lainnya,” tutur Adex.
Sementara itu, Ketua Umum IESPA Ibnu Sulistyo Riza Pradipto mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 yang dinilai memberikan kesempatan bagi para gamers amatir untuk tampil di panggung nasional.
“Teman-teman gamers, khususnya kategori amatir, sebelumnya tidak pernah bermimpi bisa bertanding di acara sebesar ini. Ini menjadi bukti nyata tagline ‘Dream to Become’ benar-benar terwujud,” kata Ibnu.
Ia menilai kolaborasi antara Polri, IESPA, jajaran Polda, komunitas, dan berbagai pihak menjadi langkah positif untuk membangun ekosistem esports nasional. Ia juga menyambut baik komitmen Kapolri agar kegiatan tersebut dapat terus berkelanjutan.
Apresiasi juga disampaikan kreator konten sekaligus perwakilan Gen Z, Willy Salim. Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap esports memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan prestasi melalui bidang yang dekat dengan kehidupan mereka.
“Dulu, waktu saya masih sekolah, jika ada acara seperti ini pasti akan sangat saya nantikan. Kapan lagi anak sekolah bisa membuktikan prestasinya di bidang gim dan didukung langsung oleh pemerintah?” ujar Willy.
E-Sports Kapolri Cup 2026 sebelumnya telah menjadi bagian dari rangkaian Polri Youth Movement yang melibatkan peserta dari berbagai daerah. Selain kompetisi, rangkaian kegiatan juga menghadirkan sejumlah side event untuk memperkenalkan berbagai peluang dalam industri esports sekaligus memperkuat literasi digital bagi generasi muda.
Melalui penyelenggaraan tersebut, Polri mendorong esports tidak hanya dipandang sebagai aktivitas hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi dan industri kreatif digital yang dapat menjadi ruang tumbuh bagi talenta muda menuju Indonesia Emas 2045.