Connect with us

Berita

Penutupan Kejurnas Karate INKANAS Kapolri Cup 2024, Wakakor Brimob Polri Apresiasi Sportivitas Atlet

Published

on

img 20241216 wa0008
img 20241216 wa0008

KOTA MALANG – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate INKANAS Kapolri Cup 2024 di GOR Ken Arok Kota Malang dinyatakan ditutup oleh Wakakor Brimob Polri Irjen. Pol. Ramdani Hidayat mewakili Kakorbrimob Komjen Pol. Drs. Imam Widodo, M.Han, Minggu (15/12/2024).

Sebelumnya Kejurnas INKANAS Kapolri Cup 2024 dibuka oleh Wakapolri Komjen Pol Ahmad Dofiri dihadiri seluruh Kapolda seluruh Indonesia termasuk Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Marsekal TNI Purn Hadi Tjahjanto S.I.P didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto.

Kejurnas yang mengambil tema “Inkanas Emas Menuju Prestasi Dunia” tersebut diikuti 32 provinsi tersebut diikuti sekitar 1.974 atlet dengan 2.100 pertandingan.

Para atlet bertanding sesuai dengan kategori, mulai Usia Dini-Pemula, Kadet Junior, Usia Under 21-Senior, TNI-POLRI, dilaksanakan selama 3 hari (13-15 Desember 2024).

Dan tepat pada hari Minggu (15/12), adalah puncak pertandingan Inkanas Kapolri Cup 2024 yang dimenangkan oleh para Atlet dari Provinsi Jawa Barat sebagai juara umum dari semua Kategori.

Piala Bergilir Kapolri Cup 2024 dan uang pembinaan sebesar Rp 30.000.000,- diserahkan langsung oleh Wakakor Brimob Polri Irjen Pol Ramdani Hidayat kepada Pemenang Juara Umum Perwakilan dari Jawa Barat (Jabar)

Untuk Juara II Umum diraih Provinsi Jawa Timur mendapat Piala Inkanas Kapolri Cup 2024 dan uang pembinaan seberas Rp 20.000.000,- diserahkan langsung oleh Karorenmin Ops Korbrimob Polri Brigjen Pol Drs. Rudy Harianto, M.Si.

Juara Umum ke III mendapat Piala Kapolri Cup 2024 dan uang pembinaan Rp 15.000.000 diserahkan oleh Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce.

Sebelum penyerahan Piala Kapolri Cup 2024, Wakakor Brimob Polri Irjen Pol Ramdani dalam sambutannya mengatakan sesuai tema pertandingan, Inkanas Emas Menuju Prestasi Dunia, maka para atlit yang mengikuti kejuaraan harus bertanding secara profesional.

“Sebagai atlit karate agar terus meningkatkan kedisiplinan, punya jiwa sportifitas, lebih profesional dan tidak mudah menyerah untuk menuju Prestasi Dunia,” ujar Irjen Pol Ramdani.

Irjen Ramdani juga mengapresiasi para pelatih dan Tim agar terus meningkatkan latihan, memberikan support atlitnya.

Kejuaraan Karate Inkanas Kapolri Cup 2024 yang digelar di GOR Ken Arok Jl. Kalianyar Buring, Kota Malang ini, selain memperebutkan Piala bergilir Kapolri, juga menjaring bibit atlet Karate.

Bibit Atlet Karate bisa diketahui dari kategori Usia Dini-Pemula (Putra Putri) yang dimenangkan atlet dari Provinsi Jawa Barat dengan perolehan 10 medali emas, 4 perak, 5 perunggu.

Untuk Kadet Junior (Putra-Putri) dijuarai Atlet Karate dari Sulawesi Selatan dengan perolehan medali 4 Emas, 1 Perak dan 5 Perunggu.

Dan kejuaraan pada kategori Usia Under 21-Senior diraih atlet dari Provinsi Jawa Barat memperoleh 9 Emas, 3 Perak dan 6 perunggu.

Sedangkan Juara umum Karate Kategori TNI-Polri (Putra Putri) diraih atlet dari Jawa Barat dengan memperoleh 5 medali emas, 2 Perak dan 4 Perunggu.

Kejuaraan Karate Inkanas Kapolri Cup 2024, atlet Jawa Barat membawa pulang medali terbanyak dengan total 52 Emas, 25 Perak dan 37 medali Perunggu.

Sementara itu Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce mewakili Kapolda Jatim sebagai tuan rumah menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada para atlet Karate, anggota TNI, Polri, Brimob dan masyarakat Kota Malang yang sudah membantu dalam pengamanan Inkanas Kapolri Cup 2024.

“Kami mengucapkan terima kasih untuk semua yang terlibat dan mengamankan mulai proses hingga penutupan kejuaran Inkanas Kapolri Cup berjalan kondusif dan lancar,” ungkap Brigjen Pol Pasma.

Perlu diketahui bahwa, Inkanas Kapolri Cup 2024, selain menjaring bibit atlet Karate, sekaligus para pemenang yang usianya sudah memenuhi syarat akan direkrut sebagai anggota Polri dari jalur Prestasi.

Saat penutupan dihadiri Wakapolda Jawa Timur Brigjen. Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., Pejabat Utama Polda Jatim, Kapolresta Malang Kota, Kapolres Malang dan Kapolres Batu serta jajaran Forkopimda Kota Malang, dan PB Federasi Karate-Do (Forki) Indonesia.
(*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polres Pasuruan Kota Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Dampingi Petani Jagung di Kebonagung

Published

on

Polresta Pasuruan – Komitmen Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur dalam mendukung program ketahanan pangan terus diwujudkan melalui kegiatan di lapangan. Senin (31/8/2026), Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, melaksanakan pengecekan dan pendampingan di lahan jagung yang berada di wilayah Kelurahan Kebonagung.

 

Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan. Bhabinkamtibmas memantau perkembangan tanaman jagung serta berkomunikasi dengan petani terkait kondisi lahan dan perawatan tanaman.

 

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah petani juga menjadi bentuk motivasi agar masyarakat terus mengoptimalkan lahan pertanian yang ada. Pendampingan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Kota Pasuruan.

 

Kapolsek Purworejo Kompol Suwiji, S.H., mengatakan, pihaknya akan terus mendorong Bhabinkamtibmas untuk aktif mendampingi masyarakat, khususnya para petani. “Kami berkomitmen mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan dan pengecekan lahan pertanian. Kami berharap para petani semakin semangat dalam mengelola lahannya sehingga hasil pertanian dapat optimal,” ujar Kompol Suwiji, S.H.

 

Melalui kegiatan tersebut, Polres Pasuruan Kota berharap sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung ketahanan pangan. Pendampingan di lahan jagung diharapkan memberikan manfaat nyata bagi petani serta turut menyukseskan program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Continue Reading

Berita

Terapi Ling Tien Kung: Cara Unik Bhabinkamtibmas Polres Blitar Bikin Warga Makin Sehat dan Kompak

Published

on

BLITAR – Komitmen jajaran Polres Blitar Polda Jatim untuk hadir di tengah masyarakat terus dilakukan. Bukan hanya dalam hal penegakan hukum atau jaga keamanan masyarakat, namun juga peduli kesehatan warga di wilayah hukumnya.

Jika biasanya kepolisian identik dengan patroli keamanan, kali ini Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedungbunder Kecamatan Lodoyo Timur Polres Blitar justru turun ke lapangan untuk memimpin latihan gerak terapi Ling Tien Kung.

Kegiatan yang dilaksanakan halaman Polsek Lodoyo Timur ini selain membangun kedekatan dengan masyarakat juga sebagai sarana menjaga kebugaran dan kesehatan warga.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedungbunder memberikan pelatihan gerakan terapi Ling Tien Kung kepada warga masyarakat khususnya pada lansia.

Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution melalui Kapolsek Lodoyo Timur AKP Nur Wasis menyampaikan, kegiatan Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat merupakan bagian dari upaya Polres Blitar Polda Jatim untuk hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan manfaat positif bagi warga.

“Melalui kegiatan yang bersifat positif dan bermanfaat, diharapkan kedekatan serta kepercayaan masyarakat kepada Polri semakin meningkat,” AKP Nur Wasis, Minggu (30/8/2026).

Menurut AKP Nur Wasis, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah warga diharapkan dapat semakin memperkuat komunikasi serta menciptakan hubungan yang harmonis dan kondusif.

Kegiatan olahraga dan terapi bersama tersebut juga mendapat antusias dari masyarakat, khususnya warga lanjut usia.

Dengan dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan masing-masing, kegiatan ini diharapkan dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan semangat beraktivitas, serta mendukung pola hidup sehat.

“Polres Blitar berkomitmen untuk terus mendorong jajaran Bhabinkamtibmas agar aktif hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi, serta menciptakan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi warga,” pungkas AKP Nur Wasis. (*)

Continue Reading

Berita

Sejak 27 Agustus, 200 Perwira dan Bhabin Bergerak Cegah Karhutla, dari Edukasi hingga Shalat Istisqa

Published

on

JAKARTA, 31 Agustus 2026 — Polri terus bergerak mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari hulu. Sejak 27 Agustus 2026, 200 peserta didik Polri bersama Bhabinkamtibmas telah diterjunkan ke empat Polda prioritas untuk menjangkau masyarakat secara langsung.

Mereka bergerak dari pintu ke pintu memberikan edukasi, membagikan masker, memberikan bantuan kemanusiaan, memetakan wilayah rawan, berkoordinasi dengan berbagai pihak, hingga membantu penanganan titik api. Di tengah kemarau, pendekatan spiritual juga dilakukan bersama masyarakat melalui Shalat Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan.

Kegiatan ini tidak berhenti pada satu lokasi. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus bergerak menjangkau warga di wilayah rawan karhutla sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.

Kalbar Jadi Salah Satu Contoh Paling Masif

Kalimantan Barat menjadi salah satu gambaran kuat pelaksanaan Satgas Edukasi Polri. Sebanyak 104 peserta didik diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres jajaran.

Terdiri dari 68 mahasiswa S2 PTIK, 7 Serdik Sespimma dan 29 siswa Setukpa, mereka telah melaksanakan 91 kegiatan.

Sebanyak 55 kegiatan di antaranya berupa edukasi, penyuluhan dan sosialisasi dialogis. Kegiatan lainnya meliputi 16 koordinasi lintas sektoral dan pemetaan, 10 kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, 7 bantuan fisik lapangan dan pemadaman, serta 3 kegiatan spiritual dan kultural.

Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas mendatangi warga secara door-to-door, memberikan edukasi bahaya pembakaran lahan, membagikan masker, mendistribusikan air bersih, melakukan pemeriksaan kesehatan, hingga membantu penanganan titik api.

Di Kabupaten Melawi, kegiatan tersebut turut mendorong deklarasi komitmen warga dan komponen masyarakat untuk menghentikan pembakaran hutan secara sengaja selama musim kemarau 2026.

Kalteng: Edukasi Berjalan Bersama Pemadaman

Di Kalimantan Tengah, 48 peserta didik diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres jajaran.

Sebanyak 27 kegiatan telah dilakukan, terdiri dari 16 edukasi, penyuluhan dan imbauan, 7 pemetaan hotspot dan koordinasi lintas instansi, serta 4 kegiatan bantuan pemadaman.

Di lapangan, peserta didik bersama jajaran kewilayahan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla, dampak kesehatan dan konsekuensi hukum, sekaligus membantu ketika ditemukan titik api.

Sumsel: Menjangkau Kelompok Tani hingga Rumah Ibadah

Di Sumatera Selatan, 38 peserta didik bergerak di 9 wilayah Polres jajaran dan telah melaksanakan 41 kegiatan.

Sebanyak 19 kegiatan berupa edukasi, penyuluhan dan imbauan langsung. Edukasi dilakukan melalui door-to-door, kelompok tani, rumah ibadah hingga talkshow radio.

Satgas juga membagikan masker, bantuan sembako, memasang poster dan membagikan pamflet, melakukan pengecekan hotspot, mengecek kesiapan peralatan pemadaman serta berkoordinasi dengan BNPB dan TNI.

Kaltim: Edukasi hingga Shalat Istisqa

Di Kalimantan Timur, 10 peserta didik diterjunkan ke empat wilayah, yakni Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser dan Berau.

Sebanyak 16 kegiatan telah dilakukan, termasuk 7 edukasi dan penyuluhan, 3 kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, 3 kegiatan spiritual dan doa bersama, serta 3 kegiatan sinergitas instansi dan peningkatan kapasitas personel.

Untuk pendekatan spiritual, Satgas bersama unsur pemerintah, TNI dan masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa dan doa bersama di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur, lingkungan Polres Kutai Kartanegara, dan wilayah Berau.

Selain itu, peserta didik memberikan penguatan kepada Bhabinkamtibmas dan fungsi Samapta mengenai pemetaan wilayah rawan dan langkah mitigasi karhutla.

175 Kegiatan, 97 di Antaranya Edukasi dan Penyuluhan

Secara keseluruhan, rekapitulasi empat Polda mencatat 175 kegiatan lapangan yang telah dilaksanakan.

Dari jumlah tersebut, 97 kegiatan merupakan edukasi, penyuluhan dan sosialisasi langsung kepada masyarakat.

Rinciannya:

* Kalbar: 104 personel — 91 kegiatan — 55 edukasi/penyuluhan;
* Kalteng: 48 personel — 27 kegiatan — 16 edukasi/penyuluhan;
* Sumsel: 38 personel — 41 kegiatan — 19 edukasi/penyuluhan;
* Kaltim: 10 personel — 16 kegiatan — 7 edukasi/penyuluhan.

Karo Penmas: Terus Bergerak Menjangkau Warga

Karo Penmas Polri menegaskan bahwa pengerahan peserta didik merupakan bagian dari upaya Polri merespons ancaman karhutla secara cepat dan menyeluruh.

“Karhutla tidak bisa menunggu. Sejak 27 Agustus, para perwira peserta didik sudah bergerak bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Mereka tidak menunggu api membesar, tetapi hadir dari hulu untuk mencegahnya.”

Menurutnya, bentuk kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah.

“Ada yang bergerak dari pintu ke pintu memberikan edukasi, membagikan masker, membantu masyarakat, melakukan pemetaan, membantu penanganan titik api, sampai bersama masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa di Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Berau. Semua dilakukan karena Polri ingin hadir secara nyata di tengah masyarakat.”

Karo Penmas menambahkan, kegiatan tersebut belum berhenti.

“Ini bukan kegiatan yang berhenti setelah satu atau dua kali penyuluhan. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus bergerak menjangkau warga, khususnya di wilayah yang memiliki potensi karhutla. Semakin dekat kita dengan masyarakat, semakin cepat kita membangun kesadaran dan mendeteksi potensi kebakaran.”

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat.

“Masyarakat adalah bagian dari garda terdepan pencegahan. Satu warga yang memilih tidak membakar lahan, satu informasi yang cepat disampaikan dan satu titik api yang segera dilaporkan dapat mencegah kebakaran menjadi lebih besar.”

Polri memastikan edukasi dan pembinaan masyarakat berjalan beriringan dengan deteksi dini, pemetaan, koordinasi lintas sektoral, pemadaman dan penegakan hukum.

Polri mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah atau daun kering sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Dari pintu ke pintu hingga rumah ibadah, dari membagikan masker hingga membantu memadamkan api, Polri terus bergerak bersama masyarakat.

Bukan sekadar datang. Tetapi terus menjangkau, mencegah dan menjaga agar karhutla tidak meluas

Continue Reading

Trending