Connect with us

Berita

Dalam Kegiatan Salam Mas Bersama Pengurus PCNU Kabulaten Pasuruan, Kapolres Pasuruan Kota Ajak Menciptakan Situasi Kamtibmas Yang Lebih Baik

Published

on

whatsapp image 2025 01 21 at 18.01.38 99ecc410

Polresta Pasuruan – Dalam upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kapolres Pasuruan Kota kembali melaksanakan kegiatan rutin “Salam Mas” (Sarapan Bareng Stakeholder, Tokoh Agama, Pemuda, dan Masyarakat). Pada kesempatan kali ini, kegiatan digelar dengan melibatkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan sebagai tamu kehormatan untuk membahas isu-isu penting yang tengah berkembang di tengah masyarakat. Selasa(21/1/2025)

Acara yang berlangsung di lobby Polres Pasuruan Kota tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Pasuruan Kota, Pejabat Utama (PJU) Polres Pasuruan Kota, serta jajaran pengurus PCNU Kabupaten Pasuruan. Dalam pertemuan ini, sejumlah topik utama terkait situasi kamtibmas dibahas, seperti maraknya aksi begal, peredaran narkoba, dan minuman keras (miras) di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara S.I.K., M.I.Kom., dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan “Salam Mas” ini bertujuan untuk mempererat sinergi antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti NU, dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Menurutnya, kolaborasi dengan PCNU sangat penting mengingat peran strategis organisasi tersebut sebagai salah satu elemen masyarakat yang memiliki pengaruh besar di wilayah Pasuruan.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh agama seperti PCNU. Kami percaya bahwa untuk mengatasi masalah-masalah seperti begal, narkoba, dan miras, diperlukan kerja sama yang erat antara kepolisian dan masyarakat, termasuk dari pihak NU sebagai salah satu ormas terbesar yang memiliki jaringan luas di masyarakat.” Ucap Kapolres.

Dalam diskusi yang berlangsung penuh kehangatan tersebut, KH. Muhib Anam Aly salah satu pengurus PCNU Kabupaten Pasuruan memberikan pandangan dan masukan terkait penyelesaian berbagai permasalahan kamtibmas. Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, yang turut hadir dalam acara ini, menyampaikan bahwa aksi kriminal seperti begal dan peredaran narkoba sering kali terjadi karena lemahnya pengawasan lingkungan serta kurangnya kesadaran masyarakat tentang bahaya perilaku menyimpang.

“Oleh karena itu, PCNU siap mendukung upaya Polres Pasuruan Kota melalui pendekatan berbasis keagamaan dan pendidikan masyarakat. PCNU sangat mengapresiasi langkah Kapolres Pasuruan Kota yang mengajak kami berdialog dan mencari solusi bersama. Kami siap berkontribusi, terutama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pengajian, ceramah, dan kegiatan keagamaan lainnya, agar masyarakat lebih sadar hukum dan memahami pentingnya menjaga keamanan lingkungan.” Ucap Kh Muhib Anam.

Dalam pembahasan tersebut, Kapolres Pasuruan Kota juga mengungkapkan bahwa aksi begal yang marak terjadi belakangan ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Polres Pasuruan Kota telah meningkatkan intensitas patroli di wilayah-wilayah rawan begal, terutama pada malam hari, dan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.

“Selain itu, masalah narkoba dan peredaran miras juga menjadi fokus utama. Kami menyebutkan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi berbagai tindak kriminal lainnya. Polres Pasuruan Kota berkomitmen untuk terus menggencarkan operasi pemberantasan narkoba dan miras ilegal melalui razia-razia rutin.” Ujar AKBP Davis.

“Namun, bahwa upaya penegakan hukum saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah ini. Dibutuhkan pendekatan holistik, termasuk melalui peran tokoh agama dan organisasi masyarakat seperti PCNU, yang dapat membantu memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjauhi narkoba dan miras.” Tambah Kapolres.

Menggagas Program Kolaborasi
Hasil dari diskusi tersebut adalah kesepakatan untuk menggagas program kolaborasi antara Polres Pasuruan Kota dan PCNU Kabupaten Pasuruan dalam menangani masalah kamtibmas.

whatsapp image 2025 01 21 at 18.01.38 61f5964e

Salah satu usulan yang disampaikan adalah pelaksanaan kegiatan bersama, seperti pengajian keliling dan sosialisasi ke pondok pondok dengan tema keamanan dan ketertiban, yang akan dihadiri oleh perwakilan kepolisian dan PCNU. Program ini bertujuan untuk mendekatkan aparat kepolisian dengan masyarakat sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan yang aman dan kondusif.

Di akhir acara, Kapolres Pasuruan Kota mengucapkan terima kasih kepada PCNU Kabupaten Pasuruan atas dukungan dan partisipasi dalam kegiatan “Salam Mas”. Ia berharap kolaborasi ini dapat membawa hasil yang positif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang lebih baik di wilayah Pasuruan.

“Kami sangat berterima kasih atas masukan dan dukungan dari PCNU. Kami yakin bahwa dengan kerja sama ini, kita dapat mengatasi berbagai permasalahan kamtibmas secara lebih efektif. Semoga apa yang kita bahas hari ini dapat segera direalisasikan demi keamanan dan kenyamanan seluruh masyarakat.” Pungkas AKBP Davis.

Kegiatan “Salam Mas” ini ditutup dengan sarapan bersama sebagai bentuk kebersamaan antara Polres Pasuruan Kota dan PCNU Kabupaten Pasuruan. Kehangatan dan suasana kekeluargaan yang tercipta mencerminkan semangat sinergi yang diharapkan dapat terus terjalin di masa mendatang.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polres Ngawi Ingatkan Konsekuensi Hukum Bagi Pembakar Lahan

Published

on

NGAWI, — Memasuki musim kemarau, Kepolisian Resor (Polres) Ngawi Polda Jatim mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, hutan, sisa tanaman, maupun sampah.

Langkah antisipasi ini diambil karena kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Ngawi.

Kapolres Ngawi,AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si menekankan bahwa pencegahan karhutla memerlukan kepedulian bersama dari seluruh elemen masyarakat.

AKBP Prayoga menyebut, selain mengancam kelestarian lingkungan, kabut asap yang ditimbulkan dari pembakaran juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, mencemari udara, serta merusak kesuburan tanah.

“Tindakan pembakaran lahan secara sengaja atau akibat kelalaian juga dipastikan memiliki konsekuensi hukum yang berat,” tegas AKBP Prayoga, Selasa (1/9/2026)

Aturan tersebut lanjut AKBP Prayoga secara tegas diatur dalam Pasal 108 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Jangan sampai karena kelalaian atau kesengajaan membakar lahan justru menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan. Mari kita cegah karhutla bersama-sama,” ujar AKBP Prayoga.

Guna mengoptimalkan pengawasan di lapangan, Polres Ngawi Polda Jatim mengajak warga untuk segera melaporkan jika menemukan adanya aktivitas pembakaran lahan atau potensi titik api.

Laporan masyarakat dapat disampaikan secara cepat melalui Call Center 110 bebas pulsa, layanan WhatsApp di nomor 082230110110, atau melalui kontak SPKT Polres Ngawi di nomor 0351-749510 dan 085236087800. (*)

Continue Reading

Berita

Polres Bojonegoro Perkuat Sinergi Harkamtibmas, Gelar Doa Bersama Komunitas Ojol

Published

on

 

BOJONEGORO – Polres Bojonegoro Polda Jatim terus mengedepankan pendekatan humanis dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Cangkrukan dan Doa Bersama bersama Komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu di halaman Gedung Serbaguna, Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro Kota, Jumat (28/8/2026) pekan lalu.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Bojonegoro Kompol Ferry Dharmawan, para Pejabat Utama (PJU) Polres Bojonegoro, Ketua Komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu Suwito, serta puluhan anggota ojek online.

Suasana penuh keakraban mewarnai jalannya kegiatan yang menjadi wadah silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian dengan komunitas ojol dalam menjaga kondusivitas.

Dalam sambutannya, Kompol Ferry Dharmawan menyampaikan amanah dari Kapolres Bojonegoro, AKBP Yenni Diarty yang memberi apresiasi kepada seluruh anggota komunitas ojol yang telah meluangkan waktu untuk hadir.

Kompol Ferry mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi sarana membangun komunikasi dua arah yang efektif antara Polri dan masyarakat, sehingga setiap persoalan maupun potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan diantisipasi sejak dini.

Kompol Ferry juga menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Rekan – rekan Ojol yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menjangkau berbagai wilayah, memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” ungkap Kompol Ferry.

Pada kesempatan tersebut, Wakapolres Bojonegoro mengimbau para pengemudi ojek online agar tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang diduga melanggar hukum maupun berpotensi mengganggu keamanan melalui layanan Call Center Polri 110.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi akan mempercepat langkah kepolisian dalam melakukan pencegahan maupun penanganan sehingga potensi gangguan keamanan dapat diminimalkan sedini mungkin.

Sebagai bentuk ikhtiar bersama, kegiatan dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama untuk memohon keselamatan, kedamaian, serta keberkahan bagi Kabupaten Bojonegoro.

Momentum tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus harapan agar sinergi antara Polri dan masyarakat terus terjalin dalam menjaga persatuan dan stabilitas keamanan.

Sementara itu, Ketua Komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu, Suwito, yang akrab disapa Wio, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Bojonegoro Polda Jatim yang terus membangun komunikasi dengan komunitas ojol.

Menurut Wito, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa Polri hadir sebagai mitra masyarakat yang terbuka terhadap masukan dan siap berkolaborasi dalam menjaga keamanan.

“Kami siap mendukung dan menyukseskan setiap program Polres Bojonegoro. Komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu juga siap menjadi mitra kepolisian dengan memberikan informasi apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” ujar Wito.

Komunitas Ojol berharap sinergi ini terus terjaga sehingga Bojonegoro tetap aman, bahagia, makmur, dan menjadi daerah yang membanggakan bagi seluruh masyarakat. (*)

Continue Reading

Berita

Satgas Pangan Polresta Sidoarjo Sidak Pasar, Pastikan Pasokan Bahan Pokok Aman dan Stabil

Published

on

SIDOARJO – Satgas Pangan Satreskrim Polresta Sidoarjo menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di Pasar Larangan, Sidoarjo, pada Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang menggandeng Kepala Pasar Larangan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi gangguan distribusi maupun lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, petugas berdialog langsung dengan sejumlah pedagang demi memastikan pasokan komoditas penting tetap terjaga.

Kasatgas Pangan Satreskrim Polresta Sidoarjo, Iptu Sahat Radot Siburian, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen melakukan monitoring secara berkala guna mengawal kondisi pangan di wilayahnya.

“Sidak ini bertujuan untuk mengetahui riil kondisi stok dan harga di lapangan. Kami ingin mengantisipasi sejak awal jika ada kendala distribusi yang bisa mengganggu pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ujar Iptu Sahat.

Dari hasil pantauan langsung di lapangan, petugas memastikan bahwa stok berbagai komoditas pangan penting dalam kondisi aman.

Pergerakan harga di tingkat pedagang juga terpantau stabil tanpa adanya lonjakan yang signifikan.

Selain memantau harga, Satgas Pangan juga memperkuat koordinasi dengan pengelola pasar dan asosiasi pedagang.

Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan iklim perdagangan yang sehat, menjaga stabilitas harga, serta menjamin masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan aman dan terjangkau. (*)

Continue Reading

Trending