Polresta Pasuruan – Dalam upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kapolres Pasuruan Kota kembali melaksanakan kegiatan rutin “Salam Mas” (Sarapan Bareng Stakeholder, Tokoh Agama, Pemuda, dan Masyarakat). Pada kesempatan kali ini, kegiatan digelar dengan melibatkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan sebagai tamu kehormatan untuk membahas isu-isu penting yang tengah berkembang di tengah masyarakat. Selasa(21/1/2025)
Acara yang berlangsung di lobby Polres Pasuruan Kota tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Pasuruan Kota, Pejabat Utama (PJU) Polres Pasuruan Kota, serta jajaran pengurus PCNU Kabupaten Pasuruan. Dalam pertemuan ini, sejumlah topik utama terkait situasi kamtibmas dibahas, seperti maraknya aksi begal, peredaran narkoba, dan minuman keras (miras) di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara S.I.K., M.I.Kom., dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan “Salam Mas” ini bertujuan untuk mempererat sinergi antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti NU, dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Menurutnya, kolaborasi dengan PCNU sangat penting mengingat peran strategis organisasi tersebut sebagai salah satu elemen masyarakat yang memiliki pengaruh besar di wilayah Pasuruan.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh agama seperti PCNU. Kami percaya bahwa untuk mengatasi masalah-masalah seperti begal, narkoba, dan miras, diperlukan kerja sama yang erat antara kepolisian dan masyarakat, termasuk dari pihak NU sebagai salah satu ormas terbesar yang memiliki jaringan luas di masyarakat.” Ucap Kapolres.
Dalam diskusi yang berlangsung penuh kehangatan tersebut, KH. Muhib Anam Aly salah satu pengurus PCNU Kabupaten Pasuruan memberikan pandangan dan masukan terkait penyelesaian berbagai permasalahan kamtibmas. Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, yang turut hadir dalam acara ini, menyampaikan bahwa aksi kriminal seperti begal dan peredaran narkoba sering kali terjadi karena lemahnya pengawasan lingkungan serta kurangnya kesadaran masyarakat tentang bahaya perilaku menyimpang.
“Oleh karena itu, PCNU siap mendukung upaya Polres Pasuruan Kota melalui pendekatan berbasis keagamaan dan pendidikan masyarakat. PCNU sangat mengapresiasi langkah Kapolres Pasuruan Kota yang mengajak kami berdialog dan mencari solusi bersama. Kami siap berkontribusi, terutama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pengajian, ceramah, dan kegiatan keagamaan lainnya, agar masyarakat lebih sadar hukum dan memahami pentingnya menjaga keamanan lingkungan.” Ucap Kh Muhib Anam.
Dalam pembahasan tersebut, Kapolres Pasuruan Kota juga mengungkapkan bahwa aksi begal yang marak terjadi belakangan ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Polres Pasuruan Kota telah meningkatkan intensitas patroli di wilayah-wilayah rawan begal, terutama pada malam hari, dan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Selain itu, masalah narkoba dan peredaran miras juga menjadi fokus utama. Kami menyebutkan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi berbagai tindak kriminal lainnya. Polres Pasuruan Kota berkomitmen untuk terus menggencarkan operasi pemberantasan narkoba dan miras ilegal melalui razia-razia rutin.” Ujar AKBP Davis.
“Namun, bahwa upaya penegakan hukum saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah ini. Dibutuhkan pendekatan holistik, termasuk melalui peran tokoh agama dan organisasi masyarakat seperti PCNU, yang dapat membantu memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjauhi narkoba dan miras.” Tambah Kapolres.
Menggagas Program Kolaborasi Hasil dari diskusi tersebut adalah kesepakatan untuk menggagas program kolaborasi antara Polres Pasuruan Kota dan PCNU Kabupaten Pasuruan dalam menangani masalah kamtibmas.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah pelaksanaan kegiatan bersama, seperti pengajian keliling dan sosialisasi ke pondok pondok dengan tema keamanan dan ketertiban, yang akan dihadiri oleh perwakilan kepolisian dan PCNU. Program ini bertujuan untuk mendekatkan aparat kepolisian dengan masyarakat sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan yang aman dan kondusif.
Di akhir acara, Kapolres Pasuruan Kota mengucapkan terima kasih kepada PCNU Kabupaten Pasuruan atas dukungan dan partisipasi dalam kegiatan “Salam Mas”. Ia berharap kolaborasi ini dapat membawa hasil yang positif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang lebih baik di wilayah Pasuruan.
“Kami sangat berterima kasih atas masukan dan dukungan dari PCNU. Kami yakin bahwa dengan kerja sama ini, kita dapat mengatasi berbagai permasalahan kamtibmas secara lebih efektif. Semoga apa yang kita bahas hari ini dapat segera direalisasikan demi keamanan dan kenyamanan seluruh masyarakat.” Pungkas AKBP Davis.
Kegiatan “Salam Mas” ini ditutup dengan sarapan bersama sebagai bentuk kebersamaan antara Polres Pasuruan Kota dan PCNU Kabupaten Pasuruan. Kehangatan dan suasana kekeluargaan yang tercipta mencerminkan semangat sinergi yang diharapkan dapat terus terjalin di masa mendatang.
KOTA MOJOKERTO – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto bersama Ketua Bhayangkari Cabang Mojokerto Kota meresmikan hasil program bedah rumah tak layak huni (RTLH).
Bangunan rumah yang diresmikan pada akhir bulan Juni 2026 yang lalu tersebut milik M. Fatoni (Pak Toni) dan istrinya, Siti Masitah yang berada di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.
Sebagai pedagang kelapa muda, penghasilannya yang pas-pasan membuat impian untuk memperbaiki rumah harus terus ditunda.
Atap rumah yang mulai rapuh kerap bocor saat hujan turun, sementara lantai dan beberapa bagian bangunan sudah mengalami kerusakan.
Meski hidup dalam keterbatasan, pasangan suami istri tersebut tetap bertahan dan menjalani hari-hari dengan penuh kesabaran serta harapan akan tempat tinggal yang lebih nyaman.
Harapan itu akhirnya terwujud melalui program bedah rumah yang diinisiasi Polres Mojokerto Kota Polda Jatim bersama Pemerintah Kota Mojokerto dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Selama 14 hari proses renovasi, rumah Pak Toni diperbaiki secara menyeluruh, mulai dari lantai, atap, plafon, kamar tidur, kamar mandi, hingga bagian-bagian lain yang sebelumnya mengalami kerusakan.
Kini, rumah yang dulu dipenuhi kekhawatiran setiap kali hujan turun telah berubah menjadi hunian yang kokoh, bersih, dan layak ditempati, membawa kebahagiaan baru bagi pasangan suami istri tersebut.
“Kami sangat berterimakasih kepada Pak Kapolres Mojokerto Kota dan pemerintah Kota Mojokerto yang telah merenovasi rumah kami menjadi sebagus ini,” ungkap Pak Toni tampak terharu saat diwawancarai, Rabu (1/7/2026).
Sementara itu, Kapolres Mojokerto Kota,AKBP Herdiawan Arifianto menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat.
“Sinergi antara Polres Mojokerto Kota, Bhayangkari, dan Pemerintah Kota Mojokerto menjadi kekuatan dalam menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar AKBP Herdiawan.
Ia berharap rumah yang telah direnovasi dapat menjadi tempat tinggal yang nyaman, penuh kebahagiaan, dan membawa manfaat bagi keluarga Pak Toni.
AKBP Herdiawan menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti bedah rumah akan terus dilaksanakan, tidak hanya pada momentum Hari Bhayangkara, tetapi juga pada kesempatan lainnya dengan dukungan Bhayangkari, Pemerintah Kota Mojokerto, dan seluruh elemen masyarakat.
Peresmian tersebut juga dihadiri oleh Wakapolres Mojokerto Kota, para Pejabat Utama (PJU), Ketua Bhayangkari Cabang Mojokerto Kota beserta pengurus, Lurah Blooto, serta tokoh masyarakat setempat. (*)
SURABAYA – Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polrestabes Surabaya Polda Jatim menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan ratusan paket sembako.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polrestabes Surabaya turun langsung menyapa dan membagikan paket sembako kepada para Ojol dan warga yang dinilai perlu diberikan bantuan.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh November Surabaya tersebut disambut senyum sumringah para pengemudi Ojol dan warga masyarakat yang mendapat bagian bingkisan sembako.
“Maturnuwun pak Polisi Polrestabebes Surabaya, yang sudah peduli masyarakat. Ini sangat membantu kami,” ungkap Mbah Gito yang mengaku sebagai abang becak saat diwawancarai, Rabu (1/7/2026).
Sementara itu Kasat Binmas Polrestabes Surabaya, Kompol Ris Andrian Yudo Nugroho, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, momentum Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi perayaan bagi institusi Polri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi dan hadir di tengah masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat sekaligus mempererat hubungan baik antara Polri dengan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Kompol Ris Andrian Yudo Nugroho.
Selain memberikan bantuan kebutuhan pokok, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat.
Kehadiran komunitas ojek online, warga, serta unsur keamanan lingkungan menunjukkan sinergi yang terus dibangun Polrestabes Surabaya Polda Jatim dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Semangat berbagi yang diusung dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” pungkas Kompol Ris Andrian. (*)
MALANG – Respons cepat ditunjukkan jajaran Polres Malang Polda Jatim dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aksi balap liar di wilayah Kecamatan Pakis.
Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono mengatakan, personel menerima laporan melalui Call Center 110 adanya aktivitas balap liar di sekitar Exit Tol Pakis yang dinilai meresahkan masyarakat dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Petugas menerima pengaduan yang masuk melalui Call Center 110, dan segera kami tindaklanjuti dengan menerjunkan petugas untuk bergerak ke lokasi yang dimaksud,” kata AKP Budiono, Rabu (1/7/2026).
Diokasi tetsebut akhirnya petuga mengamankan belasan sepeda motor yang diduga digunakan untuk balap liar.
“Kami melakukan penindakan dan aktivitas balap liar berhasil dibubarkan dengan mengamankan belasan kendaraan yang diduga terlibat balap liar,” terang AKP Budiono.
Sementara itu Kapolsek Pakis, AKP Bambang Subinanjar mengatakan, belasan motor yang diamankan tersebut dibawa ke Mapolsek Pakis untuk didata dan dilakukan penindakan sesuai ketentuan.
“Pemilik kendaraan nantinya diminta mengambil kendaraannya bersama orang tua, melengkapi dokumen kendaraan, serta memastikan kendaraan dikembalikan dalam kondisi standar,”terang AKP Bambang Subinanjar.
Kapolsek Pakis menegaskan, syarat untuk mengambil kendaraan tersebut adalah pemilik harus mengembalikan ke kondisi standar pabrikan apabila ditemukan menggunakan knalpot atau komponen yang tidak sesuai spesifikasi.
“Harus dikembalikan komponennya sesuai standar, tidak boleh dimodif – modif dengan kanalpot bising,” tegas AKP Bambang.
Kapolsek Pakis yang juga mantan Kasi Humas Polres Malang tersebut mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
“Laporkan melalui layanan call center kami 110 bebas pulsa, 24 jam kami siaga dan akan segera menindaklanjuti laporan yang masuk,” tegas AKP Bambang.
Ia mengatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas, terutama pada jam-jam rawan yang kerap dimanfaatkan untuk aksi balap liar.
“Kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga pembinaan agar para remaja memahami risiko balap liar terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya. (*)