NGAWI – Melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, demi menjaga harkamtibmas yang kondusif, merupakan tugas pokok Polri.
Namun, ada hal berbeda yang dilakukan oleh Polwan Polres Ngawi Polda Jatim dalam menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.
Polwan satu ini adalah Bripka Sri Wahyuningsih, S.Pd., yang merupakan Bhabinkamtibmas Desa Tambakromo Polsek Geneng Polres Ngawi Polda Jatim
Kegiatan yang dilakukan adalah menjadi guru mengaji bagi anak-anak di desa binaannya, yakni di Dsn. Tambakromo 3 Desa Tambakromo Kec. Geneng Kab. Ngawi.
Awal mulanya, saat Bripka Wahyuni menjalankan tugasnya sebagai Bhabinkamtibmas, dengan sambang di desa binaannya. Salah satunya berkunjung ke masjid yang ada.
“Saat sambang sore hari, Saya melihat aktifitas anak-anak belajar mengaji di masjid,” kata polwan yang memiliki dua putri ini, Sabtu (25/1).
Saat itu, ia mendapatkan tawaran dari Ustadz Mahfud yang merupakan penanggung jawab TPA (Taman Pendidikan Alqur’an) Baitul Muttaqin, untuk bisa mendampingi dan mengajar mengaji anak-anak, bila memiliki waktu longgar dan tidak mengganggu dinasnya
Akhirnya, tawaran itu diterima Bripka Sri Wahyuni dan mulai mengajar sejak Oktober 2024 saat senggang, setelah selesai berdinas.
“Saya terima dan mulai mengajar anak-anak mengaji, asalkan tidak berbenturan dengan tugas dinas,” ucapnya.
Di sisi lain, ada kendala ketika pelajaran, karena anak-anak kadang capek dan mengantuk.
Maka cara jitu yang dilakukan adalah memberi pertanyaan dan memberi hadiah bagi yang bisa menjawab.
Hal ini dilakuksn agar anak-anak lebih semangat dalam belajarnya.
Bripka Wahyuni memilih, ketika mengajar memakai seragam dinas kepolisian, hal ini sebagai cara untuk pendekatan kepada mereka agar tidak takut kepada Polisi, yang tugasnya adalah melindungi, melayani, dan mengayomi warganya.
“Alhamdulillah, respon anak-anak sangat senang sekali ketika saya mengajar pakai seragam dinas,” tambahnya.
Dalam mengajar ngaji tidak dilakukan setiap hari, melainkan sebulan dua kali pertemuan, dipilih hari Jumat.
“Bagi saya, bisa menjadi guru ngaji sangat bangga sekali karena bisa memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat sekali,” lanjut Polwan asli Ponorogo ini.
Dia harus membagi waktu dinas pekerjaannya, mengajar anak-anak ngaji, hingga bertemu keluarga.
Selain itu, Polwan yang bersuamikan Polri ini juga sering berkomunikasi dengan pengurus masjid maupun guru ngaji di sana apabila tidak mengajar.
Ia menyampaikan bahwa tidak pernah menerima gaji ataupun bayaran dalam mengajar ngaji ataupun memberikan ilmu tentang agama Islam kepada anak-anak.
Pasalnya, Bripka Wahyu memilih hanya menjadi seorang relawan yang dapat membantu seperti halnya mengajar ngaji di desa binaannya.
Bahkan, ia juga menginginkan apa yang disampaikannya ketika mengajar bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi anak-anak untuk ke depannya.
“Harapannya, agar anak-anak tetap semangat untuk belajar dalam mencari ilmu dan menjadi generasi penerus bangsa yang dapat membanggakan orang tua, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Dihubungi terpisah oleh media, Kapolres Ngawi AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H., memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh Bripka Sri Wahyuni, dalam membangun moral generasi bangsa sejak dini dan berharap agar kegiatan seperti ini dipertahankan dan ditingkatkan lagi.
“Terima kasih atas inisiatif dan inovasinya, terus pertahankan dan tingkatan untuk berbuat hal-hal baik seperti ini. Mudah mudahan apa yang dilakukan Bripka Wahyuni ini dapat di tiru Anggota yang lain,” ujarnya. (*)
Jakarta — Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polri menggelar ziarah nasional dan tabur bunga secara serentak di lima lokasi pada Rabu (24/6/2026). Kelima titik tersebut yakni Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, TPU Tanah Kusir, TMP Cikeas, Makam Jenderal Hoegeng, serta perairan Teluk Jakarta.
Dari lima lokasi tersebut, pelaksanaan ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus wujud penghormatan Polri kepada para pahlawan dan tokoh bangsa yang telah berjasa bagi negara.
Prosesi ziarah di TMPN Kalibata berlangsung khidmat. Upacara diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, serta peletakan karangan bunga di monumen utama TMPN Kalibata oleh Wakapolri. Usai upacara, Wakapolri bersama jajaran melanjutkan prosesi tabur bunga di makam para pahlawan sebagai bentuk penghormatan dan doa atas jasa-jasa mereka bagi bangsa Indonesia.
Selain di TMPN Kalibata, rangkaian ziarah dan tabur bunga juga dilaksanakan secara serentak di TPU Tanah Kusir, TMP Cikeas, Makam Jenderal Hoegeng, serta di perairan Teluk Jakarta. Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Polri sebagai bagian dari tradisi penghormatan institusi kepada para pendahulu, sekaligus momentum untuk meneguhkan nilai-nilai perjuangan, patriotisme, dan pengabdian dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Secara keseluruhan, pelaksanaan ziarah nasional dan tabur bunga dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini melibatkan sebanyak 1.037 personel. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pejabat utama Mabes Polri, Korbrimob Polri, PP Polri, Bhayangkari, serta pegawai negeri pada Polri sesuai pembagian tugas di masing-masing lokasi.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, ziarah nasional dan tabur bunga merupakan bagian penting dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang sarat makna penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus refleksi atas pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Ziarah nasional dan tabur bunga ini bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk mengenang jasa para pahlawan, meneladani nilai-nilai perjuangan mereka, dan meneguhkan komitmen pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.
Menurut Trunoyudo, semangat patriotisme, nasionalisme, dan pengorbanan yang ditunjukkan para pahlawan harus terus menjadi landasan moral bagi setiap personel Polri dalam menjalankan tugas. Memasuki delapan dekade pengabdian, Polri berkomitmen untuk terus melanjutkan semangat perjuangan tersebut melalui pelaksanaan tugas yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, lanjut Trunoyudo, tidak hanya dimaknai sebagai perayaan institusional, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat dedikasi, integritas, dan tanggung jawab Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
Jakarta Selatan – Ketahanan pangan kini tidak lagi dipandang semata sebagai urusan sektor pertanian, melainkan telah menjadi isu strategis yang berkaitan langsung dengan stabilitas nasional, kesejahteraan masyarakat, dan daya tahan bangsa menghadapi berbagai tantangan global. Berangkat dari perspektif tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meluncurkan buku ke-42 berjudul “Mengawal Pangan Menuai Aman” di Lobby Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).
Buku yang telah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan Nomor Pencatatan 001297886 tersebut ditulis bersama Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si. dan Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si. Buku ini mengangkat pengalaman, refleksi kebijakan, dan pembelajaran lapangan mengenai pengawalan program ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas jagung.
Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, dinamika pasar internasional, pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, hingga gangguan rantai pasok menuntut negara untuk memperkuat kemandirian pangan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan sektor pangan tidak hanya menjadi agenda pembangunan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketahanan nasional.
Buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” juga menguraikan bagaimana peran Polri ditempatkan secara proporsional dalam mendukung program strategis nasional. Polri hadir melalui fungsi pengawalan, koordinasi, dan stabilisasi agar program ketahanan pangan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan efektif, sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dan para petani dalam menjalankan aktivitas produksi.
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi masa depan Indonesia. Menurutnya, keamanan dan pembangunan harus berjalan beriringan untuk memastikan masyarakat memperoleh akses pangan yang cukup, terjangkau, dan berkelanjutan.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang ketahanan bangsa. Ketika pangan terjaga, stabilitas sosial lebih kuat, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan negara memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Wakapolri.
Sebagai buku ke-42 karya Wakapolri, “Mengawal Pangan Menuai Aman” diharapkan menjadi referensi bagi akademisi, pembuat kebijakan, praktisi, serta masyarakat luas dalam memahami keterkaitan antara ketahanan pangan, tata kelola pemerintahan, dan keamanan nasional. Buku ini sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk terus berkontribusi tidak hanya melalui pengabdian di lapangan, tetapi juga melalui pengembangan pengetahuan dan gagasan strategis bagi kemajuan bangsa.
SIDOARJO – Komitmen memberantas segala bentuk perjudian terus dilakukan oleh Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur dan jajarannya.
Kali ini melalui Polsek Candi, Polresta Sidoarjo bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas perjudian sabung ayam di Desa Klurak, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.
Kanit Reskrim bersama Kanit Lantas, Kanit Provos, anggota Reskrim, serta personel patroli Polsek Candi langsung mendatangi lokasi yang dilaporkan sekitar pukul 17.30 WIB, Selasa (23/6/2026) sore.
Saat petugas tiba di lokasi, tidak ditemukan adanya aktivitas perjudian maupun kerumunan warga. Dari hasil pengecekan di lapangan, petugas juga tidak menemukan barang bukti yang mengarah pada praktik perjudian sabung ayam.
Berdasarkan keterangan pemilik lokasi, kegiatan yang berlangsung bukanlah perjudian sabung ayam, melainkan sekadar kontes atau “ngabar” ayam Bangkok yang dilakukan peternak untuk memperkenalkan kualitas ayam peliharaannya kepada calon pembeli.
Meski demikian, petugas tetap memberikan imbauan kepada pemilik maupun masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengarah pada perjudian, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Kapolsek Candi Kompol Septiawan Adi Prihartono, menegaskan bahwa setiap informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Setiap laporan akan kami cek dan tindak lanjuti,” ujar Kompol Septiawan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi melanggar hukum.
Langkah cepat yang dilakukan Polsek Candi ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memastikan setiap informasi yang berkembang dapat diverifikasi secara objektif berdasarkan fakta di lapangan. (*)