Connect with us

Berita

Ramadhan Berkah, Kapolres Kediri Kota Beri Bantuan Warga di TPA Sampah Pojok

Published

on

img 20250323 wa0111

KEDIRI KOTA – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan aksi kepedulian sosial, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji beserta jajaran menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakapolres Kediri Kota, Kompol Yanuar Rizal Ardianto, S.H., S.I.K., Kapolsek Mojoroto, Kompol Rudi Purwanto, S.H., Kasat Binmas, serta sejumlah anggota Polres Kediri Kota dan Polsek Mojoroto.

Sebanyak 30 pemulung yang sehari-hari mencari nafkah di TPA Pojok menerima bantuan berupa paket sembako dan uang saku sebagai bentuk kepedulian Polres Kediri Kota terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Di bulan suci Ramadhan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang bekerja keras mengais rezeki di TPA ini,” ungkap AKBP Bramastyo Priaji, Minggu (23/3).

Selain memberikan bantuan, Kapolres Kediri Kota juga menitipkan pesan Kamtibmas kepada para pemulung agar selalu berhati-hati dalam bekerja serta turut menjaga keamanan di sekitar lingkungan mereka.

“Jika ada kejadian mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan, jangan ragu untuk segera melapor kepada Bhabinkamtibmas, Polsek, maupun langsung ke Polres Kediri Kota. Kami siap membantu dan memastikan keamanan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pemulung yang menerima bantuan, Ibu Siti (47), mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh jajaran Kepolisian.

“Saya sangat bersyukur atas bantuan ini, apalagi di bulan Ramadhan. Terima kasih kepada Bapak Kapolres dan semua petugas yang sudah peduli kepada kami,” ungkapnya dengan haru.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Polri Peduli, Ramadhan Berkah” yang dijalankan oleh Polres Kediri Kota Polda Jatim untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan memastikan keberkahan bulan suci ini dirasakan oleh semua kalangan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.

  • Kapolres Kediri Kota berharap aksi sosial ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk turut berbagi kebaikan selama bulan Ramadhan.(**)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Respons Cepat Laporan Call Center 110, Polres Mojokerto Bubarkan Konvoi Sekelompok Pemuda di Gondang

Published

on

MOJOKERTO – Polres Mojokerto Polda Jawa Timur melalui Polsek Gondang membubarkan aksi konvoi sekelompok pemuda di Jalan Raya Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, pada Minggu dinihari (9/8/2026).

Aksi konvoi tersebut terjadi setelah sejumlah anggota Perguruan Silat Pagar Nusa menghadiri kegiatan Pengukuhan Anggota Tetap Pagar Nusa Ranting Jatirejo yang bertempat di Pondok Pesantren Ismul Haq, Dusun Kowang, Desa Gebangsari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Sebelumnya, panitia kegiatan bersama Wakil Ketua Pagar Nusa Cabang Mojokerto telah memberikan jaminan kepada pihak kepolisian bahwa kegiatan akan selesai pada pukul 23.00 WIB.

Namun, setelah kegiatan berakhir, masih terdapat sejumlah pemuda yang diduga peserta masih melakukan perjalanan secara berkelompok menggunakan sepeda motor menuju arah Kecamatan Gondang.

Saat melintas di Jalan Raya Desa Pugeran, rombongan tersebut diduga melakukan konvoi dengan menggunakan badan jalan hingga menutup lajur dan mengganggu pengguna jalan lainnya. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan oleh masyarakat kepada pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket siaga Polsek Gondang di bawah pimpinan Kapolsek Gondang AKP Ryando Ervandes Lubis segera mendatangi lokasi.

“Sekira pukul 01.50 WIB, 17 pemuda dan 20 unit motor kami amankan kemudian dibawa ke Mako Polres Mojokerto dan penanganannya diambil alih oleh piket Satuan Reserse Kriminal Polres Mojokerto,” kata AKP Ryando, Senin (10/8/2026).

Dalam proses penanganan, petugas melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap seluruh peserta untuk mengetahui identitas serta kronologi kegiatan.

Polisi juga memberikan pembinaan dan edukasi mengenai pentingnya menjaga ketertiban umum, keselamatan berlalu lintas serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.

Bagi peserta yang masih di bawah umur, Polisi melakukan koordinasi dan pemanggilan terhadap orang tua atau wali untuk memberikan pendampingan.

Sebagai bentuk komitmen setelah dilakukan pembinaan, para peserta juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa serta turut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata menegaskan bahwa kegiatan perguruan silat harus menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, persaudaraan dan prestasi, serta dilaksanakan dengan tetap memperhatikan ketertiban dan kepentingan masyarakat.

Menurut AKBP Andi Yudha, setiap kegiatan masyarakat harus tetap menghormati hak masyarakat lainnya.

AKBP Andi Yudha menyebut, koordinasi sejak sebelum kegiatan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dinilai penting untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan maupun aktivitas yang dapat meresahkan masyarakat.

“Kami mengedepankan langkah persuasif dan pembinaan, namun apabila terdapat tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum, kepolisian akan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas AKBP Andi Yudha.

Kapolres Mojokerto juga mengimbau kepada seluruh perguruan silat, panitia kegiatan, anggota dan simpatisan agar setiap kegiatan dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.

Selain itu, pengurus maupun panitia diharapkan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai ketentuan dan mencegah adanya konvoi yang dapat mengganggu pengguna jalan.

Polres Mojokerto Polda Jatim berharap adanya komitmen bersama dari panitia, pengurus perguruan silat, peserta, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif. (*)

Continue Reading

Berita

Polresta Malang Kota dan Aremania Bagikan 39 Mawar, Tebar Pesan Damai Jelang HUT Arema FC

Published

on

MALANG KOTA – Polresta Malang Kota Polda Jatim bersama Presidium Aremania Utas membagikan bunga mawar kepada pengendara yang melintas di kawasan Tugu Tani Timur, belakang Stadion Gajayana, Jalan Semeru, Senin (10/8/2026).

Aksi simpatik ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Arema FC yang akan dipusatkan di Stadion Gajayana pada Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan sinergi antara kepolisian dan komunitas suporter, dengan membagikan total 39 bunga mawar sebagai simbol usia Arema FC.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo melalui Kasihumas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya preemtif dan preventif untuk menciptakan suasana aman menjelang puncak peringatan HUT Arema.

Ipda Lukman menyebut bagi-bagi bunga ini juga membawa pesan persaudaraan dan ajakan menjaga kondusivitas Kota Malang.

“Kami bersama Presidium Aremania Utas dan rekan-rekan Aremania membagikan 39 bunga sebagai simbol HUT ke-39 Arema sebagi bentuk kolaborasi untuk menyampaikan pesan damai dan mengajak masyarakat menjaga kamtibmas,” ujar Ipda Lukman.

Ia menambahkan, Polresta Malang Kota Polda Jatim juga telah menyiagakan 250 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dishub, dan relawan guna mengamankan rangkaian kegiatan bertema “TH39REATNESS” atau “The Greatness”.

“Pengamanan dilakukan secara terpadu agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” kata Ipda Lukman.

Sementara itu, Presidium Aremania Utas, Ali Rifky, menyampaikan bahwa pembagian bunga mawar sebagai simbol pesan moral kepada masyarakat.

“39 bunga mawar ini kami bagikan sesuai usia Arema ke-39. Kami ingin menunjukkan bahwa Malang adalah kota yang ramah, terbuka, dan menjunjung tinggi persaudaraan,” kata Ali.

Ia menegaskan, momentum perayaan ini diharapkan mampu meredam potensi gesekan dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah rivalitas sepak bola.

“Perbedaan dukungan klub tidak boleh menghilangkan rasa saling menghormati. Aremania ingin menunjukkan bahwa kecintaan pada Arema bisa berjalan seiring dengan menjaga kedamaian,” tambahnya.

Aksi bagi-bagi bunga ini pun mendapat respons positif dari masyarakat pengguna jalan yang melintas.

Selain mempererat hubungan antara Kepolisian dan warga, bunga yang sudah dibagikan menjadi simbol bahwa perayaan HUT Arema FC tidak hanya diwarnai euforia, tetapi juga diisi dengan pesan damai, soliditas, dan kepedulian sosial.

Dengan kolaborasi dan sinergi antara Polresta Malang Kota Polda Jatim dan Aremania, peringatan HUT ke-39 Arema FC diharapkan berlangsung aman, tertib, serta mencerminkan semangat “The Greatness” yang mengedepankan prestasi, karakter, dan persaudaraan. (*)

Continue Reading

Berita

Polda Jatim Perkuat Kesiapan Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla

Published

on

SURABAYA – Polda Jawa Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Kesiapan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan dan peralatan penanganan karhutla 2026 di lapangan apel Polda Jatim, Selasa (11/8/2026).

Direktur Samapta Polda Jatim Kombes Pol Noerwiyanto mengatakan Jawa Timur memiliki potensi kerawanan karhutla yang cukup tinggi.

Kondisi geografis di Jawa Timur yang memiliki kawasan hutan, pegunungan, perkebunan hingga wilayah dengan kepadatan penduduk menjadi tantangan tersendiri dalam pencegahan dan penanganan karhutla.

“Jawa Timur merupakan wilayah yang mempunyai potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan yang tinggi. Kawasan hutan jati dan hutan pinus yang tersebar di berbagai wilayah berpotensi terjadi kebakaran, terutama saat musim kemarau,” kata Kombes Noerwiyanto.

Potensi tersebut semakin perlu diantisipasi mengingat sejumlah kawasan di Jawa Timur tengah menghadapi kondisi kering.

Salah satunya kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang saat ini masih dalam penanganan.

Kombes Noerwiyanto menyebut karhutla tidak hanya dipengaruhi faktor alam dan cuaca, tetapi juga aktivitas manusia. Salah satunya pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar.

“Terjadinya karhutla selain faktor alam atau cuaca pada musim kering yang ekstrem, juga dapat disebabkan faktor manusia. Misalnya membakar lahan untuk membersihkan daun-daun kering yang ada di lahan yang akan dijadikan perkebunan,” ujar Kombes Noerwiyanto.

Berdasarkan prediksi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami musim kemarau yang lebih kering dari normal, sementara sebagian wilayah juga diprediksi mengalami musim kemarau lebih panjang.

“Potensi munculnya titik panas atau hotspot perlu diantisipasi di sejumlah wilayah, antara lain Probolinggo, Situbondo, Lumajang, Malang, Trenggalek, Ponorogo, Kediri, Bojonegoro, Gresik dan wilayah lainnya,” jelas Kombes Noerwiyanto

Untuk mengantisipasi potensi tersebut, Polda Jatim memastikan kesiapan personel, peralatan serta sarana dan prasarana pendukung. Seluruh unsur yang terlibat diminta mampu bergerak cepat dan terpadu ketika terjadi kebakaran.

“Apel gelar pasukan dan peralatan ini merupakan langkah dan bukti nyata bahwa baik aspek personel, peralatan maupun sarana prasarana pendukung siap melaksanakan tugas penanganan karhutla,” tegas Kombes Noerwiyanto.

Ia juga menegaskan penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh Polri sendiri, namun dbutuhkan sinergi antara Polri, BPBD, Basarnas, Damkar, relawan, dinas terkait serta masyarakat.

Kombes Noerwiyanto juga meminta jajarannya meningkatkan deteksi dini dan patroli di kawasan rawan, memanfaatkan teknologi untuk pemantauan hotspot, serta menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Selain itu, kesiapan personel dan peralatan harus dipastikan setiap saat, disertai koordinasi lintas sektoral yang kuat.

“Keberhasilan penanganan karhutla sangat bergantung pada sinergitas dan kolaborasi lintas sektoral. Karena itu, kita harus menghilangkan ego sektoral agar penanganan di lapangan bisa berjalan dengan baik,” kata Kombes Noerwiyanto.

Dalam penanganan karhutla, Kombes Noerwiyanto juga menekankan pentingnya keselamatan personel. Petugas diminta mematuhi standar operasional prosedur keselamatan kerja, terutama ketika melakukan pemadaman di medan yang sulit.

“Utamakan keselamatan personel. Patuhi standar operasional prosedur keselamatan kerja atau safety first saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di medan yang sulit. Ingat, jiwa personel sangat berharga,” pungkas Kombes Noerwiyanto. (*)

Continue Reading

Trending