Connect with us

Berita

Anggota Polsek Rejoso Siaga di Jalur Pantura pada Hari Pertama Lebaran untuk Antisipasi Kerawanan Arus Mudik

Published

on

whatsapp image 2025 03 31 at 17.22.01 bc35e079

Polresta Pasuruan – Demi menjaga kelancaran arus lalu lintas serta mengantisipasi berbagai potensi kerawanan selama musim mudik, jajaran anggota Polsek Rejoso melakukan patroli dan siaga di sepanjang Jalur Pantura pada siang hari, tepat di hari pertama Lebaran Idul Fitri 1446 H. Senin(31/3/2025)

Kapolsek Rejoso Iptu Agung Prasetyo SH., MH., menyatakan bahwa pihak kepolisian telah menerapkan sistem pengamanan ketat guna memastikan keamanan para pemudik yang melintas di wilayah hukum mereka. Jalur Pantura, yang dikenal sebagai jalur utama penghubung berbagai kota besar di Pulau Jawa, menjadi salah satu titik rawan kepadatan dan kecelakaan, terutama pada puncak arus mudik dan balik.

“Dalam pengamanan kali ini, anggota Polsek Rejoso melakukan penjagaan serta pemantauan di beberapa titik strategis di Jalur Pantura. Petugas tampak bersiaga di simpang-simpang rawan kemacetan, seperti perempatan pasar dan akses keluar-masuk kendaraan dari jalur alternatif.” Ujar Kapolsek.

Personel kami sudah kami siagakan di beberapa titik krusial untuk mencegah terjadinya kemacetan parah serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Kami juga melakukan patroli rutin untuk mencegah aksi kriminalitas seperti pencurian dengan kekerasan, jambret, dan aksi premanisme yang bisa merugikan pemudik.

“Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada pengendara agar selalu berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Sebab, tidak jarang kecelakaan terjadi akibat kelelahan pengemudi yang menempuh perjalanan panjang tanpa istirahat yang cukup. Untuk itu, petugas juga mengarahkan para pengendara agar memanfaatkan posko-posko istirahat yang telah disediakan di sepanjang jalur tersebut.” Ucap Iptu Agung.

whatsapp image 2025 03 31 at 17.22.02 3feaf766

Selain melakukan pengamanan, anggota kepolisian juga melakukan pengaturan lalu lintas guna mengurai kepadatan kendaraan yang meningkat sejak pagi hari. Jika terjadi kepadatan di titik-titik tertentu, polisi siap melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup atau pengalihan arus ke jalur alternatif agar kendaraan tetap bergerak lancar.

“Kami akan terus memantau kondisi lalu lintas. Jika terjadi kepadatan yang signifikan, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menerapkan rekayasa lalu lintas guna menghindari kemacetan Panjang.” Tambah Kapolsek.

Polsek Rejoso juga mengingatkan para pemudik agar tetap waspada terhadap potensi kejahatan di jalan raya, seperti penipuan, hipnotis, hingga modus pencurian barang berharga di rest area. Selain itu, pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua dihimbau untuk tidak memaksakan perjalanan jika kondisi fisik sudah kelelahan.

“Kami selalu mengimbau pemudik agar berhati-hati selama perjalanan. Jangan mudah percaya dengan orang asing, serta pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat. Keselamatan adalah hal Utama.” Pungkas Iptu Agung.

Dengan kesiapsiagaan penuh anggota Polsek Rejoso ini, diharapkan arus mudik Lebaran dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. Kepolisian juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan setiap pemudik bisa sampai ke kampung halaman dengan selamat dan dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Patroli Paskot SAE Hingga Dini Hari, Polres Pasuruan Kota Cegah Balap Liar

Published

on

Polresta Pasuruan – Polres Pasuruan Kota Polda Jatim bersama Polsek jajaran terus mengintensifkan Patroli Paskot SAE hingga dini hari sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi aksi balap liar dan berbagai gangguan kamtibmas di wilayah Kota Pasuruan. Minggu dini hari (30/8/2026).

Patroli menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya gangguan keamanan maupun lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak muda. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat mencegah terjadinya aksi balap liar serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Selain melakukan pemantauan, personel juga berdialog dengan masyarakat dan para remaja yang ditemui. Anggota menyampaikan imbauan agar tidak melakukan balap liar maupun aktivitas lain yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Kabag Ops Polres Pasuruan Kota Kompol Miftaful MBK, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan Patroli Paskot SAE akan terus ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan.

“Patroli Paskot SAE merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi balap liar dan gangguan kamtibmas lainnya. Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dan beristirahat dengan aman dan nyaman,” ujar Kompol Miftaful.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk ikut mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat membahayakan diri maupun mengganggu ketertiban umum.

Masyarakat yang mengetahui adanya aksi balap liar atau gangguan kamtibmas lainnya diimbau segera melapor melalui Call Center 110 atau kantor kepolisian terdekat, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.

Continue Reading

Berita

Polres Lumajang Tangani Karhutla di Ranu Kembang dan Ledok Bedor,172 Pendaki Dievakuasi

Published

on

LUMAJANG – Polres Lumajang Polda Jawa Timur bersama tim gabungan begerak cepat melakukan upaya pemadaman kawasan Ranu Kembang Lumajang.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Lumajang tersebut terpantau belum sepenuhnya padam hingga Minggu (30/8/2026).

Dengan alat manual, puluhan personel Polres Lumajang Polda Jatim bersama petugas gabungan melakukan upaya penyekatan dan pemadaman api secara manual mengingat medan yang terjal serta tebing curam.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, dua titik api di kawasan Ranu Kembang Gunung Semeru yang menyebabkan Karhutla tersebut diketahui terjadi sejak Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Terdapat dua lokasi titik api di kawasan Ranu Kembang tepatnya di Blok Ayek-Ayek, serta kawasan Ledok Bedor yang berada di perbatasan Desa Argosari dan Desa Ranupani,” terang AKBP Riki, Minggu (30/8/2026).

Menurut AKBP Riki dua lokasi karhutla tersebut kini menjadi fokus penanganan petugas. Di kawasan Ledok Bedor, api terpantau berada di tiga titik berada di arah Jantur menuju kawasan B29.

“Untuk api di dua lokasi sampai saat ini masih menyala dan belum padam. Upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas gabungan,” jelasnya.

AKBP Riki mengatakan, di Ledok Bedor petugas menghadapi medan terjal, angin, serta lokasi kebakaran yang terbagi menjadi tiga titik.

“Petugas harus menunggu satu titik api padam sebelum dapat melanjutkan penanganan ke titik berikutnya,” ujar AKBP Riki.

Upaya yang dilakukan petugas saat ini selain pemadaman juga membuat sekat untuk menghambat pergerakan api.

“Proses pemadaman dilakukan secara manual menggunakan batang atau ranting pohon untuk memukul api yang membakar vegetasi,” tambah AKBP Riki.

Kapolres Lumajang mengungkapkan, medan yang berat menjadi salah satu kendala utama di kawasan Ranu Kembang yang sulit dijangkau.

“Kondisi di Ranu Kembang cukup sulit dijangkau. Api juga terus membesar, sehingga petugas terkendala untuk menuju lokasi,” ujar AKBP Riki.

Di tengah penanganan karhutla, sebanyak 172 pendaki yang sebelumnya berada di kawasan Ranu Kumbolo telah berhasil dievakuasi. Seluruh pendaki dilaporkan dalam kondisi selamat.

“Sebanyak 172 pendaki dari Ranu Kumbolo sudah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Untuk jalur pendakian saat ini dinyatakan ditutup total,” tegas AKBP Riki. (*)

Continue Reading

Berita

Garda Satya NKRI Siap “Satya Haprabu”, Teguhkan Pengabdian untuk Bangsa dan Negara

Published

on

Solo – Keluarga besar *Garda Satya NKRI* menyatakan kesiapan untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara dengan semangat *“Satya Haprabu”*.

Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan *Syukuran Kemerdekaan RI Ke-81 dan Silaturahmi Kapolri dengan Garda Satya NKRI* bertema *“Bersama Umat Membangun Indonesia”* di Solo, Minggu (30/8/2026).

Garda Satya NKRI merupakan wadah bagi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) yang telah *meneguhkan komitmen kebangsaan, menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)*, serta berkomitmen mengambil peran positif sebagai bagian dari barisan terdepan dalam memelihara Kamtibmas dan menjaga keutuhan NKRI di bawah koordinasi Polri.

Semangat *“Satya Haprabu”* menjadi cerminan tekad Garda Satya NKRI untuk menjaga komitmen kebangsaan dan mengarahkan semangat pengabdian pada berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa *setiap anak bangsa memiliki ruang dan kesempatan untuk berperan serta membangun masa depan Indonesia*.

“Kita memiliki rumah bersama bernama NKRI, dengan pintu yang selalu terbuka bagi setiap anak bangsa untuk berperan dan berjuang menata kembali langkah, serta membangun masa depan bangsa,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, komitmen terhadap NKRI perlu diwujudkan melalui berbagai kontribusi positif, mulai dari *menjaga Kamtibmas, merawat persatuan, hingga mendukung kegiatan sosial, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat*.

Garda Satya NKRI juga didorong untuk terus mengembangkan perannya melalui berbagai kegiatan produktif, termasuk penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, kewirausahaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kapolri berharap semangat dan kekompakan keluarga besar Garda Satya NKRI dapat menjadi *kekuatan positif yang memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat*.

Komitmen tersebut sejalan dengan tema *“Bersama Umat Membangun Indonesia”*, yang menegaskan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan kebersamaan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Kapolri juga menegaskan bahwa *Polri akan terus menjaga kebersamaan dan mendampingi keluarga besar Garda Satya NKRI dalam setiap langkah positif ke depan*.

“Karena bagi saya, persaudaraan yang telah kita bangun bukanlah persaudaraan sesaat, melainkan *saduluran saklawase*, persaudaraan yang senantiasa kita jaga dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Kapolri.

Dengan semangat *“Satya Haprabu”*, Garda Satya NKRI diharapkan terus memperkuat komitmen kebangsaan serta menghadirkan pengabdian nyata bagi masyarakat, sekaligus ikut menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.

Continue Reading

Trending