Connect with us

Berita

Raimas Perintis Presisi Polres Pasuruan Kota Intensifkan Patroli di Stasiun Kereta Api, Dialog Humanis Bersama Petugas KAI Demi Antisipasi Kriminalitas

Published

on

whatsapp image 2025 04 20 at 16.07.58 186a3b7f

Polresta Pasuruan – Guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, Tim Raimas (Pengurai Massa) Perintis Presisi dari Satuan Samapta Polres Pasuruan Kota semakin mengintensifkan kegiatan patroli dialogis, khususnya di kawasan rawan keramaian publik seperti Stasiun Kereta Api Kota Pasuruan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya preventif untuk mencegah tindak kriminalitas serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pengguna jasa transportasi kereta api. Minggu(20/4/2025)

Patroli yang dipimpin langsung oleh Danru Raimas Perintis Aipda Wahyu Bachroni, didampingi beberapa anggota. Mereka menyusuri area luar dan dalam stasiun, termasuk tempat tunggu penumpang, peron, hingga area parkir kendaraan yang sering menjadi titik rawan pencurian.

“Lebih dari sekadar kehadiran fisik aparat kepolisian, patroli ini juga dilakukan secara dialogis. Anggota Raimas tampak aktif menjalin komunikasi dengan para petugas keamanan internal PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang berjaga di lokasi.” Ucap Aipda Wahyu.

Dalam dialog tersebut, personel kepolisian menggali informasi terkait potensi gangguan keamanan, mengevaluasi sistem pengawasan yang digunakan, serta memberikan imbauan kamtibmas agar petugas KAI turut aktif dalam menjaga lingkungan sekitar dari kemungkinan tindakan kriminal.

“Kami mengintensifkan patroli malam di titik-titik rawan seperti stasiun karena merupakan salah satu pusat mobilitas masyarakat. Kerawanan bisa terjadi kapan saja, terutama saat jam-jam sepi. Kehadiran kami di sini bertujuan untuk mengurangi potensi kriminalitas dan meningkatkan respons cepat jika terjadi sesuatu.” Ujar Aipda Wahyu.

Selain berinteraksi dengan petugas KAI, Raimas Perintis Presisi juga berdialog langsung dengan para penumpang yang tengah menunggu keberangkatan kereta. Mereka menyampaikan pesan-pesan preventif agar masyarakat tetap waspada terhadap barang bawaannya, tidak mudah percaya pada orang asing, serta segera melapor jika melihat hal mencurigakan.

whatsapp image 2025 04 20 at 16.07.59 787abb65

Kasat Samapta Polres Pasuruan Kota AKP Kokoh Rahmadi SH., MH., menegaskan bahwa patroli dialogis merupakan bagian dari strategi kepolisian modern berbasis pendekatan humanis dan kolaboratif. Menurutnya, kehadiran polisi bukan semata-mata untuk penindakan, melainkan juga menjadi mitra masyarakat dan instansi terkait dalam menjaga ketertiban umum.

“Raimas Perintis Presisi kami tempatkan sebagai satuan garda terdepan yang tak hanya tanggap dalam penanganan massa, tetapi juga aktif melakukan deteksi dini dan komunikasi dua arah di lapangan. Ini bagian dari transformasi Polri menuju institusi yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.” Tegas AKP Kokoh.

Langkah proaktif yang diambil Polres Pasuruan Kota ini sejalan dengan arahan Kapolri dalam program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan), yang menekankan pentingnya tindakan preventif serta peningkatan kehadiran polisi di ruang-ruang publik. Dengan meningkatnya intensitas patroli di titik-titik vital seperti stasiun kereta api, diharapkan angka kriminalitas dapat ditekan dan rasa aman masyarakat semakin meningkat.

“Kegiatan patroli dialogis ini dijadwalkan terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya di stasiun, namun juga di pusat-pusat keramaian lain seperti terminal, pasar, dan area publik lainnya, terutama pada jam rawan dan hari-hari tertentu yang berpotensi terjadi peningkatan mobilitas masyarakat.” Pungkas Kasat Samapta.

Dengan kolaborasi antara Polri, petugas KAI, dan partisipasi aktif masyarakat, Polres Pasuruan Kota optimistis bisa menciptakan lingkungan kota yang lebih aman, nyaman, dan tertib.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polres Mojokerto Kota Amankan Barang Bukti Ungkap Narkoba Senilai 1,1 Miliar

Published

on

KOTA MOJOKERTO – Komitmen memberantas peredaran narkoba demi menyelamatkan generasi bangsa dinyatakan oleh Polres Mojokerto Kota Polda Jatim.

Pada periode Januari hingga April 2026, Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota Polda Jatim berhasil mengungkap total 47 kasus narkoba dengan mengamankan tersangka sebanyak 57 orang.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto saat menggelar konferensi pers di Mapolres Mojokerto Kota, Kamis (30/4/2026)

AKBP Herdiawan mengatakan, selain mengamankan tersangka pada ungkap kasus tersebut, Polisi juga mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya 69,74 gram sabu, 60 butir pil ekstasi, serta ribuan butir pil koplo sebanyak 111.490 butir.

Selain itu, turut diamankan 19 timbangan digital, 63 unit handphone, 18 unit kendaraan roda dua, serta uang tunai sebesar Rp2.036.000.

“Total nilai ekonomis dari barang bukti yang berhasil kami sita diperkirakan mencapai Rp1.163.132.000, “kata AKBP Herdiawan.

Kapolres Mojokerto Kota mengungkapkan, dari sejumlah Narkoba yang digagalkan peredarannya tersebut, Polres Mojokerto Kota Polda Jatim telah menyelamatkan lebih kurang 117.707 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Herdiawan juga menyampaikan ada Dua kasus menonjol dengan barang bukti besar.

Kasus pertama melibatkan tersangka berinisial YAP yang diamankan di wilayah Meri, Kecamatan Kranggan. Dari tangan tersangka, Polisi menyita sabu seberat 226,40 gram.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka YAP mengaku telah mengedarkan sabu sebanyak 3 ons dalam kurun waktu 1–2 bulan, dengan keuntungan sebesar Rp.20 juta hingga Rp.30 juta.

Kasus kedua melibatkan tersangka berinisial FVR yang diamankan di wilayah Trowulan, Kabupaten Mojokerto pada Rabu, 15 April 2026.

Dalam penangkapan tersebut, Polisi menyita 255,32 gram sabu. Tersangka diketahui telah memperoleh keuntungan sekitar Rp.25 juta.

“Tersangka FVR ini mengaku sebelumnya telah mengedarkan sabu sebanyak 2,45 ons dengan keuntungan mencapai Rp 24,5 juta,” kata AKBP Herdiawan.

Kapolres Mojokerto Kota mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi terkait penyalahgunaan narkotika.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai peredaran narkoba,” pungkasnya.

Sementata itu Kasat Narkoba AKP Arif Setiawan menambahkan bahwa kedua tersangka merupakan bagian dari jaringan yang lebih besar.

Pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap aktor lain di atasnya.

“Dari hasil penyelidikan, jaringan ini tidak berdiri sendiri. Masih ada kemungkinan pelaku lain yang lebih besar. Saat ini kami terus melakukan pendalaman,” ujar AKP Arif.

Lebih lanjut, disebutkan bahwa mayoritas tersangka mengaku baru menjalankan aksinya selama kurang lebih enam bulan.

Namun demikian, motif utama tetap sama, yakni keuntungan ekonomi tanpa memandang sasaran usia pengguna.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun sampai 20 tahun. (*)

Continue Reading

Berita

Polrestabes Surabaya Siagakan 3.670 Personel Pelayanan Pengamanan May Day 2026

Published

on

SURABAYA – Momentum peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Surabaya mendapat perhatian serius dari jajaran kepolisian.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, memimpin langsung apel gelar pasukan pengamanan di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jumat (1/5/2026).

Apel tersebut digelar sebagai bentuk kesiapan pelayanan pengamanan dalam mengawal jalannya penyampaian aspirasi dari berbagai elemen buruh yang dijadwalkan berlangsung di sejumlah titik strategis di Kota Surabaya.

Personel pelayanan pengamanan dipertebal mulai dari Kantor Gubernur Jawa Timur, Gedung DPRD Jawa Timur, hingga lokasi lain yang berpotensi menjadi pusat konsentrasi massa.

Dalam arahannya, Kombes Pol Luthfi menegaskan bahwa pengamanan May Day bukan semata tugas pengendalian massa, melainkan bentuk pelayanan negara kepada masyarakat yang sedang menggunakan hak demokratisnya.

Sebanyak 3,670 personel gabungan telah dibagi sesuai titik pengamanan yang telah ditentukan.

“Penempatan personel dilakukan untuk memastikan arus kegiatan berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Kombes Luthfi.

Menurutnya, Hari Buruh adalah momentum penting bagi para pekerja untuk menyuarakan harapan dan tuntutannya.

Karena itu, Kepolisian diminta hadir bukan sebagai pihak yang berhadap-hadapan dengan massa, melainkan sebagai pengayom yang menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kombes Pol Luthfi.

Ia berharap peringatan Hari Buruh 2026 di Surabaya dapat berlangsung dalam suasana damai, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Pendekatan humanis yang ditekankan dalam pelayanan pengamanan May Day tahun ini menjadi gambaran komitmen Polrestabes Surabaya Polda Jatim dalam menjaga keseimbangan antara keamanan publik dan penghormatan terhadap hak demokrasi warga negara.

Dengan pengamanan yang terukur dan profesional, May Day di Surabaya diharapkan menjadi ruang aspirasi yang aman sekaligus momentum positif bagi buruh untuk menyampaikan suara mereka secara damai. (*)

Continue Reading

Berita

Polri Jamin Hak Konstitusional Buruh Saat May Day, Pengamanan Humanis Dikede­pankan

Published

on

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjamin hak konstitusional para buruh untuk menyampaikan pendapat pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat (1/5), di Jakarta.

Polri memastikan seluruh rangkaian penyampaian aspirasi buruh mendapat pengawalan agar berjalan aman, tertib, dan bermartabat. Dalam pengamanan momentum May Day, jajaran kepolisian juga menekankan pendekatan humanis serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dijamin konstitusi dan wajib dihormati.

“Polri menjamin hak konstitusional buruh untuk menyampaikan pendapat secara aman, tertib, dan bermartabat. Kami memahami bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari hak asasi manusia yang harus dilindungi,” kata Johnny di Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Ia menegaskan, kehadiran personel kepolisian di lapangan bukan untuk membatasi ruang demokrasi, melainkan memastikan kegiatan berlangsung kondusif serta para peserta aksi merasa aman dan terayomi.

“Kami ingin saudara-saudara buruh yang menyampaikan aspirasi merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Karena itu, seluruh personel kami arahkan mengedepankan sikap persuasif, profesional, dan humanis,” ujarnya.

Menurut dia, Polri juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait guna mengatur arus lalu lintas, pengamanan titik kumpul massa, serta menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan selama aksi May Day berlangsung.

Polri turut mengimbau seluruh peserta aksi memperingati Hari Buruh Internasional dengan damai, tertib, serta menjaga fasilitas umum agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung lancar dan bermartabat.

Continue Reading

Trending