Connect with us

Berita

Kapolri Terima Anugerah Adat Ingatan Budi dari LAM Riau: Simbol Kehormatan, Amanah Moral, dan Komitmen Kebangsaan

Published

on

img 20250712 wa0021

img 20250712 wa0021

Pekanbaru-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima Anugerah Adat Ingatan Budi dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau), dalam sebuah prosesi adat yang khidmat di Balai Adat LAM Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Sabtu (12/7/2025).

Dalam prosesi adat tersebut, Kapolri dikenakan tanjak sebagai tanda kehormatan, selempang yang menyimbolkan keagungan dan perlindungan, keris sebagai simbol kekuatan, serta kalung pingat sebagai pengikat persaudaraan.

Puncak prosesi ditandai dengan tepuk tepung tawar, yakni ritual adat berupa percikan air dan dedaunan sebagai lambang harapan, doa keselamatan, dan kebijaksanaan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil menjelaskan, anugerah ini adalah bentuk penghormatan mendalam terhadap nilai budi yang menjadi inti dari budaya Melayu.

“Ingatan budi bukan sekadar memori, tetapi kesadaran moral yang melahirkan empati, penghargaan, dan perilaku terpuji. Ini adalah nilai dasar peradaban yang menjadi jati diri masyarakat Melayu,” ujar Datuk Taufik.

Dalam amanahnya, Datuk Taufik menegaskan selain sebagai penghormatan, anugerah ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi besar Kapolri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia, termasuk di bumi Melayu Riau.

Menurutnya, Kapolri telah banyak menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk negeri ini, khususnya di Riau, melalui penanganan kebakaran hutan dan lahan, pendekatan penegakan hukum yang humanis, serta kebijakan strategis yang dieksekusi secara presisi oleh jajaran Polda Riau.

Datuk Taufik juga secara khusus memuji Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, yang dinilainya telah menerjemahkan kebijakan Kapolri secara tepat dan efektif.

“Kapolda Riau adalah figur pemimpin yang tidak hanya menjalankan tugas dengan tegas, tetapi juga dengan sentuhan kemanusiaan. Ia menjadi wajah Polri yang bersahabat dan solutif di tengah masyarakat Melayu Riau,” katanya.

Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas anugerah tersebut. Ia memaknainya sebagai bentuk amanah moral, sekaligus pengingat agar pengabdian Polri tetap berpijak pada nilai-nilai luhur dan keikhlasan.

“Anugerah ini adalah pengingat bahwa setiap langkah pengabdian harus berakar pada budi dan nilai-nilai luhur. Ini akan menumbuhkan kebaikan yang dikenang dan dirasakan oleh masyarakat,” kata Jenderal Sigit.

Ia juga menekankan pentingnya peran budaya dalam menjaga identitas bangsa, khususnya dalam menghadapi tantangan global seperti konflik geopolitik, krisis iklim, dan disrupsi teknologi.

“Nilai budaya Melayu adalah jangkar peradaban dan arah moral bangsa. LAM Riau telah menjadi penjaga nilai itu, dan saya berharap terus menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi, kerukunan, dan gotong royong,” tegasnya.

Kapolri menyerukan sinergi seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan agenda pembangunan nasional dan menjaga persatuan menuju Indonesia Emas 2045.

“Bangsa kita adalah bangsa yang beragam. Tapi dalam keberagaman itu kita satu kehendak, yaitu hidup rukun sebagai keluarga besar untuk mencapai cita-cita bersama. Persatuan adalah kekuatan kita,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Riau Abdul Wahid dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolri dan menegaskan bahwasanya penganugerahan ini mencerminkan hubungan erat antara institusi negara dan kearifan lokal.

“Penghormatan adat kepada Kapolri adalah cermin bahwa adat dan negara dapat berjalan seiring dalam menjaga kehormatan, keamanan, dan kedamaian bumi Melayu,” ujar Gubernur Wahid.

Kapolri menutup sambutannya dengan pantun adat yang menggambarkan rasa terima kasih dan penghargaan atas penghormatan yang diberikan.

“Riau akan jadi ingatan. Takkan lapuk ditelan masa,” ucap Kapolri.

Dalam prosesi itu, sejumlah tamu undangan nampak hadir, seperi Forkopimda Provinsi Riau, Ketua Umum Bhayangkari, sejumlah pejabat utama Mabes Polri, dan jajaran PJU Polda Riau.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kapolres Pasuruan Kota Pimpin Penutupan Latja Taruna Akpol Tingkat III Angkatan 58

Published

on

Polresta Pasuruan – Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., memimpin langsung kegiatan penutupan Latihan Kerja (Latja) Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III Angkatan 58 Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita yang telah dilaksanakan di Polres Pasuruan Kota. Jumat (19/6/2026).

Kegiatan penutupan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri para pejabat utama, perwira pendamping (Paping), serta Taruna Akpol peserta latihan kerja.

Dalam sambutannya, Kapolres Pasuruan Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh Taruna Akpol Tingkat III Angkatan 58 Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita yang telah menyelesaikan rangkaian latihan kerja di Polres Pasuruan Kota selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 6 Juni hingga 19 Juni 2026.

“Pertama-tama saya ucapkan selamat kepada para Taruna Akpol Tingkat III Angkatan 58 Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita yang telah melaksanakan latihan kerja di Kesatuan Polres Pasuruan Kota. Kegiatan ini merupakan sarana bagi para taruna untuk mengaplikasikan teori dan ilmu kepolisian yang telah diperoleh di lembaga pendidikan ke dalam situasi nyata di lapangan,” ujar AKBP Titus Yudho Uly.

Kapolres menjelaskan bahwa dinamika tugas kepolisian di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota yang cukup tinggi menjadi pengalaman berharga bagi para taruna dalam memahami perkembangan situasi kamtibmas serta tantangan tugas kepolisian yang sesungguhnya.

Menurutnya, teori yang diperoleh selama pendidikan akan semakin sempurna apabila dibarengi dengan pengalaman praktik di lapangan. Melalui latihan kerja ini, para taruna dapat melihat secara langsung berbagai dinamika sosial dan tantangan yang dihadapi anggota Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan terima kasih kepada para perwira pendamping dan pendamping lapangan yang telah memberikan bimbingan, arahan, serta ilmu fungsi teknis kepolisian kepada para taruna dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para Paping dan Papingis yang telah membimbing serta mendukung seluruh rangkaian kegiatan latihan kerja dengan penuh semangat dan antusiasme sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Kapolres berpesan kepada seluruh taruna agar terus meningkatkan semangat belajar dan memperdalam ilmu kepolisian, baik yang diperoleh selama pendidikan di Akpol maupun pengalaman yang didapatkan selama latihan kerja di Polres Pasuruan Kota.

“Kepada para taruna, saya berpesan agar terus tekun mempelajari ilmu kepolisian. Jadikan pengalaman selama latihan kerja ini sebagai bekal berharga untuk menjadi perwira Polri yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan tugas di masa mendatang,” pungkas Kapolres.

Dengan berakhirnya kegiatan latihan kerja tersebut, diharapkan para Taruna Akpol Tingkat III Angkatan 58 Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita semakin siap menghadapi tahapan pendidikan berikutnya serta mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh dalam pelaksanaan tugas kepolisian di masa depan.

Continue Reading

Berita

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pasuruan Kota Gelar Turnamen Mobile Legends 2026

Published

on

Polresta Pasuruan – Polres Pasuruan Kota menggelar Turnamen Esport Mobile Legends Kapolres Pasuruan Kota Tahun 2026 di Gedung Wicaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut dibuka oleh KBO Satreskrim Polres Pasuruan Kota, Ipda Purwo Laksono, S.H., mewakili Kapolres Pasuruan Kota. Sabtu (20/6/2026).

Turnamen ini diikuti oleh 29 tim dengan total 145 pemain yang berasal dari berbagai komunitas dan kalangan pecinta Mobile Legends. Suasana berlangsung meriah dengan antusiasme para peserta yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam kompetisi tersebut.

Selain menjadi ajang pertandingan, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi bagi para pemain esport sekaligus wadah untuk mencari bibit-bibit atlet berbakat. Nantinya, para peserta terbaik akan berkesempatan mengikuti ajang yang lebih tinggi melalui Road to Kapolda Jawa Timur Esport 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Esports Indonesia (ESI) Kota Pasuruan, M. Safran, S.H., beserta panitia dan seluruh peserta turnamen.

Dalam sambutannya, Ipda Purwo Laksono, S.H., menyampaikan bahwa perkembangan esport saat ini sangat pesat dan telah menjadi salah satu kegiatan positif yang banyak diminati generasi muda. Menurutnya, melalui esport para pemain dapat belajar tentang strategi, komunikasi, disiplin, dan kerja sama tim.

“Turnamen ini bukan hanya soal mencari pemenang, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, menambah pengalaman, dan mengembangkan kemampuan para pemain. Kami berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan semangat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin karena turnamen yang digelar Polres Pasuruan Kota merupakan bagian dari rangkaian pembinaan atlet esport yang nantinya dapat melangkah ke tingkat yang lebih tinggi melalui Road to Kapolda Jawa Timur Esport 2026.

Di akhir sambutannya, Ipda Purwo Laksono mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Turnamen Esport Mobile Legends Kapolres Pasuruan Kota Tahun 2026 secara resmi dibuka.

Melalui kegiatan ini, Polres Pasuruan Kota berharap dapat memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan hobi secara positif sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80.

Continue Reading

Berita

Polres Pelabuhan Tanjungperak Salurkan Bantuan Alat Pertanian Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Published

on

TANJUNG PERAK – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim melalui berbagai langkah nyata di tengah masyarakat.

Salah satunya dengan mendampingi sekaligus menyalurkan bantuan sarana pertanian kepada Kelompok Tani (Poktan) Nandur Makmur di Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya.

Kegiatan tersebut melibatkan personel penggerak ketahanan pangan Polsek Kenjeran bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Pertanian Kota Surabaya, sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah pesisir Surabaya.

Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus melalui Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menjelaskan peralatan yang disalurkan meliputi satu unit alat penyemprot hama manual, satu unit mesin penyedot air (alkon), satu selang spiral, serta satu selang air berukuran tiga inci dengan panjang 100 meter.

Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu para petani dalam merawat tanaman jagung secara lebih efektif, terutama dalam memenuhi kebutuhan irigasi dan pengendalian hama saat musim kemarau yang berpotensi memengaruhi hasil panen.

“Melalui dukungan sarana pertanian ini, kami berharap para petani dapat bekerja lebih optimal sehingga produktivitas tanaman jagung meningkat,” ujar Iptu Suroto, Jumat (19/6/2026).

Ia mengatakan, kehadiran Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.

Iptu Suroto menambahkan, pendampingan kepada kelompok tani tidak berhenti pada penyaluran bantuan semata.

Personel penggerak ketahanan pangan bersama PPL akan terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan guna memastikan pemanfaatan bantuan berjalan maksimal.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan petani dalam mengelola lahan pertanian sekaligus meningkatkan hasil produksi sebagai kontribusi terhadap ketersediaan pangan di Kota Surabaya.

Sinergi antara Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polsek Kenjeran, Dinas Pertanian Kota Surabaya, Penyuluh Pertanian Lapangan, serta Kelompok Tani Nandur Makmur menjadi bukti bahwa keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan kerja sama seluruh elemen. (*)

Continue Reading

Trending