Connect with us

Berita

Momen Haru: Penyidik Dittipid PPA & PPO Satukan AMK dengan Ayah Kandung dan Kembarannya

Published

on

gambar whatsapp 2025 09 26 pukul 15.13.30 0252458f

Jakarta — Kasus AMK, anak perempuan berusia 9 tahun korban kekerasan dan penelantaran, menjadi bukti nyata keseriusan Polri dalam melindungi anak dan menegakkan hukum secara berkeadilan. Melalui Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA & PPO) Bareskrim Polri, penyidik berhasil mengungkap kasus penuh kebiadaban yang dilakukan oleh EF alias YA bersama SNK, sekaligus menemukan identitas keluarga korban dan mempertemukannya kembali dengan ayah kandung serta saudara kembarnya.

Pertemuan penuh haru tersebut berlangsung di sebuah panti sosial pada Jumat, 26 September 2025, dan difasilitasi langsung oleh penyidik Dittipid PPA & PPO bersama pendamping dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) serta Dinas Sosial.

“Ini bukan hanya perkara hukum, tapi juga soal kemanusiaan. Kami berkomitmen memberikan keadilan dan memastikan korban kembali ke lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang,” ujar Brigjen Pol Dr. Nurul Azizah, Dirtipid PPA & PPO Bareskrim Polri.

Penyidikan kasus AMK diawali dari kondisi anak yang menjadi korban kekerasan berat oleh pasangan pelaku EF alias YA dan SNK. Dari hasil penyelidikan, diketahui korban kerap disiksa dan bahkan dibakar di area kebun tebu Sidoarjo.

Dalam proses rekonstruksi, penyidik memperlihatkan bagaimana tindak kekerasan dilakukan secara berulang. Rekonstruksi ini dipimpin langsung oleh Kasubdit II Anak Dittipid PPA & PPO, Kombes Pol Ganis Setyaningrum, dengan pengawasan Dirtipid PPA & PPO sebagai bentuk transparansi penegakan hukum.

“Setiap langkah penyidikan kami pastikan akuntabel dan berpihak pada korban. Kami ingin menunjukkan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan terhadap anak,” tegas Kombes Pol Ganis Setyaningrum.

Penemuan identitas keluarga AMK bukan hal mudah. Berangkat hanya dari potongan ingatan sang anak tentang sekolah dan gurunya, penyidik melakukan penelusuran intensif lintas kota mulai dari Jakarta, Surabaya, hingga Sidoarjo.

Dari hasil penyelidikan mendalam, akhirnya diketahui bahwa AMK adalah anak kandung dari SG, dan memiliki saudara kembar bernama ASK yang masih tinggal bersama keluarga besar. Kedua pelaku kekerasan, EF alias YA dan SNK, kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Bareskrim Polri.

“Kerja keras penyidik ini adalah bukti nyata hadirnya negara dalam melindungi anak. Tidak hanya penegakan hukum, tetapi juga memastikan anak kembali ke keluarga yang benar,” tutur Brigjen Pol Dr. Nurul Azizah.

Selain proses hukum, AMK juga mendapat pendampingan psikologis, medis, dan sosial secara intensif. Pemerintah melalui KemenPPPA, Kemensos, dan Dinas Sosial menyiapkan berbagai bentuk dukungan seperti bantuan pendidikan, kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan), serta pendampingan psikososial jangka panjang.

Langkah ini menjadi bagian dari pemulihan menyeluruh agar AMK dapat melanjutkan hidup dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh kasih sayang.

Melalui kasus ini, Polri mengingatkan masyarakat untuk tidak abai terhadap tanda-tanda kekerasan di sekitar. Keterlibatan aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah kekerasan serupa terjadi.

“Satu laporan Anda bisa menyelamatkan nyawa seorang anak. Jangan pernah diam. Anak adalah amanah bangsa, berhak tumbuh dalam kasih sayang, bukan dalam kekerasan,” pesan Brigjen Pol Dr. Nurul Azizah dengan tegas.

Kasus AMK menjadi potret nyata komitmen Dittipid PPA & PPO Bareskrim Polri dalam melaksanakan penegakan hukum yang berpihak pada korban serta menjunjung nilai kemanusiaan. Penegakan hukum tidak hanya berhenti pada penindakan pelaku, tetapi juga memastikan hak-hak korban terpenuhi, termasuk perlindungan, pemulihan, dan dukungan sosial.

Dengan kolaborasi lintas lembaga, Polri akan terus memperkuat sistem perlindungan anak di Indonesia agar setiap anak mendapatkan kesempatan tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bermartabat.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polsek Grati Hadir di Tengah Masyarakat, Bangun Komunikasi Kamtibmas Aman Kondusif

Published

on

Polresta Pasuruan – Polsek Grati Polres Pasuruan Kota terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan hadir langsung di tengah warga. Kehadiran personel di lapangan menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat guna menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif.

 

Kegiatan sambang dan dialogis dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, di Desa Sumberagung, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Grati berinteraksi langsung dengan masyarakat, menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas sekaligus menyerap informasi mengenai situasi keamanan di lingkungan.

 

Kapolsek Grati AKP H. Prasetya Budiarto mengatakan, kehadiran anggota di tengah masyarakat merupakan langkah preventif sekaligus bentuk pelayanan Polri kepada warga. “Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran Polri secara langsung. Komunikasi yang baik dengan masyarakat sangat penting untuk mengetahui perkembangan situasi Kamtibmas dan mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini,” ujarnya.

 

Personel juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta tidak ragu menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan Kamtibmas. Sinergi antara Polri dan masyarakat dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

 

Polsek Grati berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan sambang, patroli dialogis, dan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Melalui kehadiran Polri yang aktif di tengah warga, diharapkan situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Grati senantiasa aman, nyaman, dan kondusif.

Continue Reading

Berita

Jaga Kamtibmas, Polsek Kraton Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan Call Center 110

Published

on

Polresta Pasuruan – Polsek Kraton Polres Pasuruan Kota terus meningkatkan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui patroli dialogis. Kegiatan ini menjadi sarana bagi personel untuk hadir di tengah masyarakat, menyampaikan pesan keamanan sekaligus menyerap informasi terkait situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Kraton.

 

Patroli dialogis dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Dalam kegiatan tersebut, personel menyambangi dan berdialog dengan masyarakat serta mengajak warga meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan Kamtibmas.

 

Kapolsek Kraton AKP Moch Soleh mengatakan, kegiatan patroli dialogis merupakan langkah preventif untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif sekaligus mempererat komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jangan ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan Kamtibmas,” ujarnya.

 

Selain menyampaikan pesan Kamtibmas, personel juga menyosialisasikan Call Center 110 Polri yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan bantuan kepolisian atau melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan. Layanan tersebut diharapkan menjadi sarana komunikasi cepat antara masyarakat dan kepolisian.

 

Melalui patroli dialogis secara rutin, Polsek Kraton berkomitmen untuk terus hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sinergi dan kepedulian bersama diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta kondusif di wilayah Kecamatan Kraton.

Continue Reading

Berita

Sisi Humanis Kapolsek Bugul Kidul Bantu Bopong Keranda Jenazah Warganya

Published

on

Polresta Pasuruan – Di tengah kesibukan tugas sebagai Kapolsek, Kompol Hudi Supriyanto menunjukkan sisi humanisnya dengan terlibat langsung dalam prosesi pemakaman salah satu warganya.

 

Momen ini terjadi pada Senin, 31 Agustus 2025, ketika Kompol Hudi terlihat membopong keranda jenazah seorang warga yang meninggal dunia di di kediaman rumah duka Kel Bakalan Kec Bugul Kidul Kota Pasuruan

 

Jenazah yang diantar menuju peristirahatan terakhir tersebut adalah istri dari Bapak Ilham seorang tokoh masyarakat Sekaligus Salah satu Pegawai Kesbangpol Kota Pasuruan Kota

 

Almarhumah diketahui meninggal dunia menderita sakit, dan rencananya akan dimakamkan di Pemakakaman Umum Kel Bakalan Kec Bugul Kidul Kota Pasuruan

 

Dalam suasana duka tersebut, sejumlah personel Polsek Bugul Kidul ikut hadir untuk takziah dan memberikan penghormatan terakhir.

Namun yang membuat suasana semakin mengharukan adalah ketika Kapolsek Kompol Hudi Supriyanto tak hanya hadir sebagai atasan dan tokoh aparat, tetapi juga menunjukkan kepeduliannya dengan membantu mengangkat keranda jenazah.

 

Tanpa ragu dan dengan penuh keikhlasan, Kompol Hudi turut serta memanggul keranda bersama warga lainnya, yang akan membawa ke tempat peristirahatan terakhir

 

“Saya merasa ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sebagai sesama manusia. Kita harus hadir tidak hanya dalam tugas formal, tetapi juga di momen-momen seperti ini, ketika warga kita sedang berduka. Ini juga cara kami mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat sebagai ungkapan rasa kepedulian ,” ujar Kompol Hudi Supriyanto.

 

Kehadiran Kompol Hudi dan anggotanya di acara takziah ini tidak hanya menunjukkan sisi profesionalisme dalam tugas kepolisian, tetapi juga sisi empati yang mendalam terhadap warga di lingkungan tempatnya bertugas.

 

Baginya, menjalankan tugas sebagai Kapolsek bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga tentang peduli terhadap kondisi sosial dan kehidupan sehari-hari warganya.

 

Aksi membopong keranda ini menjadi bukti nyata bahwa sosok polisi bisa hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan hanya dalam situasi formalitas tugas, tetapi juga dalam kondisi kemanusiaan

 

Bagi keluarga almarhumah, khususnya Bapak Ilham, kehadiran Kapolsek dan anggotanya membawa rasa kedekatan yang lebih mendalam

 

Mereka merasa didukung tidak hanya oleh keluarga dan kerabat, tetapi juga oleh pihak kepolisian yang selalu siap membantu, bahkan dalam kondisi yang penuh duka.

 

Momen ini juga menjadi pengingat bahwa di balik tugas berat seorang polisi, ada rasa empati yang besar terhadap masyarakat.

Continue Reading

Trending