Connect with us

Berita

Gelar Dialog Publik Bareng Koalisi Masyarakat Sipil, Kapolri: Serap Aspirasi untuk Jaga Ruang Demokrasi

Published

on

gambar whatsapp 2025 09 29 pukul 22.58.41 5e7a2e16

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa kegiatan dialog publik yang menghadirkan koalisi masyarakat sipil serta lembaga lainnya, bertujuan untuk menyerap langsung aspirasi, kritik dan saran untuk kebaikan institusi Polri ke depannya.

Sigit menegaskan, segala masukan ataupun kritik akan diserap oleh Polri terutama hal yang bisa memperkuat dan menjaga ruang demokrasi Indonesia. Diskusi itu sendiri mengusung tema Penyampaian pendapat di muka umum hak dan kewajiban, tindakan anarkistis menjadi tanggung jawab hukum.

“Tentunya kami ingin mendengar langsung baik dari masyarakat Sipil terhadap apa yang harus Polri lakukan ke depan dalam menjaga ruang demokrasi agar tetap berjalan dengan lancar, aman, dan juga pesan tersampaikan,” kata Sigit di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (29/9/2025).

Sigit menyebut, kegiatan dialog ataupun diskusi bakal dilakukan terus ke depannya. Hal ini, kata Sigit penting dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat, dengan harapan bisa menjadikan Polri sebagai institusi yang diharapkan dan dicintai masyarakat.

“Karena ada peristiwa kerusuhan tentunya ini juga menjadi diskusi nanti selanjutnya dengan beliau-beliau bagaimana mengantisipasi solusi ke depannya dan bagaimana kita harus melakukan pemilahan mana yang bisa diproses, mana yang kemudian kita berikan restoratif, dan mana yang kemudian ke depan harus kita lebih edukasi baik dari sisi polri maupun juga teman-teman yang lain. Mungkin itu sebagai hal beberapa kesimpulan yang kita dapat,” papar Sigit.

Dengan adanya kegiatan ini, Sigit juga memastikan bahwa Polri akan terus berupaya melakukan transformasi reformasi serta beradaptasi dengan segala bentuk tantangan zaman yang ada.

“Ke depan tentu diskusi ini tidak hanya berhenti sampai di sini tapi terus bisa berlanjut mungkin dalam pertemuan-pertemuan lain yang bersifat informal dan tentunya kami Polri terus akan berupaya untuk melakukan perbaikan melakukan transformasi reformasi, hal-hal yang memang harus kita lakukan sesuai dengan perkembangan zaman,” tutup Sigit.

Dalam diskusi tersebut turut mengundang 10 narasumber yaitu:
1. Prof. Dr. Franz Magnis Suseno (Guru Besar Filsafat STF Driyarkara)
2. Usman Hamid, S.H., M.Phil. (Direktur Amnesty Internasional Indonesia)
3. Rocky Gerung (Pengamat Politik)
4. M. Choirul Anam (Komisioner Kompolnas)
5. Ardi Manto Adi Putra (Direktur Imparsial)
6. Dimas Bagus Arya (Koordinator KontraS)
7. Muhammad Isnur (Ketua Umum YLBHI)
8. Julius Ibrani (Ketua Badan Pengurus Nasional PBHI)
9. Al Araf (Ketua Badan Pengurus Centra Initiative)
10. Iftitah Sari, S.H. (Sekjen / Manajer Program Institute For Criminal Justice Reform).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polres Probolinggo Bangun Jembatan Merah Putih Presisi, Akses Warga Tiris – Andungsari Kembali Terhubung

Published

on

PROBOLINGGO – Kapolres Probolinggo, AKBP M.Wahyudin Latif meresmikan Revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi Polres Probolinggo Polda Jawa Timur di Desa Andungsari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Selasa (28/4/26).

Peresmian ini menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat setelah jembatan yang sebelumnya rusak akibat banjir kini kembali dapat difungsikan kembali.

Dalam sambutannya, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembangunan kembali jembatan tersebut.

Lebih lanjut, Kapolres Probolinggo menekankan bahwa jembatan tersebut memiliki fungsi vital sebagai akses penghubung antara Desa Tiris dan Desa Andungsari.

“Jembatan ini memiliki peran vital sebagai penghubung antar desa, khususnya Desa Tiris dan Desa Andungsari, yang sebelumnya terhambat akibat kerusakan infrastruktur karena bencana alam,” ujar AKBP Latif.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif juga memberikan penekanan kepada seluruh masyarakat agar turut menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun bersama.

“Keberlangsungan manfaat jembatan sangat bergantung pada kesadaran bersama dalam memelihara infrastruktur tersebut, pungkasnya.

Kegiatan peresmian ini juga dihadiri oleh para pejabat utama Polres Probolinggo, Muspika dan kepala desa setempat serta elemen masyarakat.

Dengan berfungsinya kembali jembatan Merah Putih Presisi ini pula, mencerminkan sinergi yang baik antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi kepentingan bersama. (*)

Continue Reading

Berita

Polri Pimpin Timnas, Pencak Silat Indonesia Borong Emas di Belgia

Published

on

Jakarta, 28 April 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Tim Nasional Pencak Silat Indonesia dalam ajang Belgium Open Pencak Silat Championship 2026 yang berlangsung pada 24–27 April 2026 di Schoten, Belgia. Kontingen Pelatnas Pencak Silat Indonesia yang diperkuat 9 atlet dan 2 pelatih berhasil meraih total 4 medali emas dan 1 medali perak, sekaligus menegaskan Indonesia sebagai kekuatan utama pencak silat dunia.

Menariknya, pada kejuaraan kali ini, 3 di antaranya merupakan taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang turut mendominasi raihan medali tim nasional, menunjukkan keberhasilan pembinaan generasi muda Polri dalam bidang olahraga prestasi.

Adapun rincian prestasi yang diraih adalah sebagai berikut:
Medali Emas:
1. M. Zaki Zikrilah Prasong (Taruna Akpol) — Kelas B Putra
2. Iqbal Chandra Pratama — Kelas F Putra
3. Safira Dwi Meilani — Kelas C Putri
4. Regu Putra — Asep Yuldan Sani, Rano Slamet Nugraha (Taruna Akpol), Andika Dhani Reksa (Taruna Akpol)
Medali Perak:
1. Tito Hendra Septa Kurnia — Kelas E Putra

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa dalam waktu singkat Polri mampu menunjukkan kontribusi prestasi internasional melalui olahraga bela diri. Sebelumnya, pada 27 April 2026, atlet Polri juga berhasil meraih Juara Umum pada ajang The 22nd WATA Open International Taekwondo Championship 2026 di Osaka, Jepang.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, menegaskan capaian ini sebagai hasil nyata dari pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
“Dalam waktu kurang dari satu minggu, Polri membuktikan personelnya mampu berprestasi melalui olahraga bela diri. Setelah juara umum taekwondo di Jepang, kini kembali mengharumkan nama bangsa di Belgia. Pembentukan Komite Olahraga Polri sejak 2024 menjadi wadah dan sistem untuk memastikan pembinaan serta penjaminan hak-hak atlet Polri yang berprestasi,” ujar Wakapolri.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, tetapi juga mengharumkan nama Polri yang selama ini konsisten memberikan dukungan penuh terhadap olahraga melalui Komite Olahraga Polri yang diresmikan oleh Listyo Sigit Prabowo pada Mei 2024.

Kontribusi nyata Polri dalam capaian ini juga terlihat melalui peran Wakabareskrim Polri, Nunung Syaifuddin, S.I.K., M.M., yang bertindak sebagai Manager Timnas Pencak Silat Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, pembinaan atlet berjalan semakin profesional dan berkelanjutan hingga mampu menghasilkan prestasi dunia.

“Polri sangat bangga dengan atlet-atlet Timnas Pencak Silat yang mampu menjuarai kejuaraan internasional seperti Belgium Open. Ini adalah bukti nyata kualitas, mental juara, dan daya saing atlet Indonesia di tingkat dunia,” ujar Irjen Pol. Nunung Syaifuddin.

Prestasi ini menjadi modal penting dalam menghadapi ajang SEA Games 2027 di Malaysia. Dengan persiapan matang dan semangat juang tinggi, Timnas Pencak Silat Indonesia optimistis dapat mempertahankan tradisi juara dan kembali mengharumkan nama bangsa.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Polri Presisi — Mendukung Prestasi, Mengharumkan Negeri

Continue Reading

Berita

Kakorlantas Polri Membuka Pelatihan ETLE 2026 sebagai Langkah Penguatan Sistem Dakgar Nasional

Published

on

Bogor — Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryo Nugroho, secara resmi membuka Pelatihan Operator Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Sistem Dakgar Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada 27 hingga 29 April 2026, bertempat di Hotel Ole Suites.

Pelatihan ini diikuti oleh ratusan personel Polri dari berbagai jajaran Polda di seluruh Indonesia yang telah ditunjuk sebagai operator ETLE. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan profesionalisme personel dalam mengoperasikan sistem ETLE, khususnya pada fungsi penegakan hukum (Dakgar), sehingga proses penindakan pelanggaran lalu lintas dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Dalam sambutannya, Kakorlantas menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari langkah strategis Polri dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi guna mendukung penegakan hukum lalu lintas yang modern dan berkeadilan. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia sebagai faktor utama dalam keberhasilan implementasi sistem ETLE di lapangan.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Faizal, menyampaikan bahwa operator ETLE merupakan ujung tombak dalam proses penegakan hukum berbasis elektronik. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan pemahaman teknis menjadi hal yang sangat krusial agar sistem dapat berjalan optimal serta memberikan dampak nyata terhadap ketertiban berlalu lintas.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pembekalan materi terkait alur kerja sistem ETLE, mulai dari proses capture pelanggaran, verifikasi data, validasi, hingga penerbitan dan pengiriman surat konfirmasi kepada pelanggar. Selain itu, peserta juga diberikan praktik langsung guna memastikan pemahaman yang komprehensif terhadap sistem yang digunakan.

Pada kegiatan ini juga diperkenalkan pengembangan perangkat ETLE berbasis teknologi terkini, yakni ETLE handheld dan ETLE drone. Kedua perangkat ini dihadirkan untuk mendukung fleksibilitas dan efektivitas penegakan hukum di lapangan, di mana ETLE handheld memungkinkan petugas melakukan penindakan secara mobile, sementara ETLE drone berfungsi untuk pemantauan sekaligus penindakan pelanggaran lalu lintas dari udara secara real-time.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan standar operasional antar operator ETLE di seluruh Indonesia, sehingga tercipta sistem yang terintegrasi, konsisten, dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para operator mampu mengimplementasikan sistem ETLE secara maksimal di wilayah masing-masing, serta berkontribusi dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas dan menekan angka pelanggaran serta kecelakaan di jalan raya.

Dengan semangat Presisi, Korlantas Polri terus berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang modern, humanis, dan berbasis teknologi demi keselamatan seluruh pengguna jalan.

Continue Reading

Trending