Connect with us

Berita

Transformasi Pendidikan Polri, Materi Perlindungan Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan Menjadi Kurikulum S1 Bintara Polwan

Published

on

Jakarta – Perlindungan terhadap perempuan dan anak terus menjadi perhatian serius di tingkat nasional maupun internasional. Isu ini tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan hak asasi manusia, tetapi juga mencerminkan komitmen negara dalam membangun masyarakat yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Di Indonesia, perlindungan perempuan dan anak menjadi salah satu prioritas kebijakan pemerintah, seiring masih tingginya kasus kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, serta berbagai bentuk pelanggaran hukum lainnya yang menimpa kelompok rentan. Dalam konteks tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memegang peran strategis sebagai penegak hukum yang bertugas melindungi, mengayomi, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Sejalan dengan dinamika sosial dan tuntutan reformasi kelembagaan, Polri terus melakukan transformasi dalam penanganan kasus perempuan dan anak. Salah satu tonggak pentingnya adalah pembentukan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) yang mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan berorientasi pada perlindungan korban.

Komitmen ini juga diperkuat dengan berbagai landasan hukum nasional dan internasional, seperti Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan, Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, serta Undang-Undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak. Regulasi tersebut menjadi dasar bagi Polri dalam menjalankan tugas penegakan hukum yang berkeadilan dan berperspektif HAM.

Di sisi lain, Polri menyadari masih adanya tantangan di lapangan, mulai dari rendahnya kesadaran masyarakat untuk melapor, stigma terhadap korban, hingga perlunya peningkatan kapasitas personel dalam memahami isu gender dan kelompok rentan. Oleh karena itu, Polri secara berkelanjutan melakukan penguatan kapasitas melalui pelatihan, penyusunan SOP, kerja sama lintas lembaga, serta peningkatan kualitas pendidikan internal.

Sebagai bagian dari upaya penguatan tersebut, Polri berencana memasukkan Mata Kuliah Perempuan dan Kelompok Rentan ke dalam kurikulum S1 Bintara Polwan yang diselenggarakan di STIK–PTIK. Langkah ini diharapkan dapat membekali para Polwan sejak dini dengan perspektif gender, perlindungan kelompok rentan, serta kemampuan penanganan kasus secara lebih sensitif dan profesional.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa penguatan kurikulum pendidikan merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang Polri dalam perlindungan perempuan dan anak.

“Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum di hilir, tetapi juga pada penguatan di hulu melalui pendidikan,” ujarnya, Jum’at (2/1/2026).

Rencana dimasukkannya mata kuliah perempuan dan kelompok rentan dalam kurikulum S1 Bintara Polwan di STIK–PTIK merupakan bentuk komitmen Polri untuk mencetak personel yang profesional, humanis, dan memiliki kepekaan terhadap isu-isu perlindungan kelompok rentan,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

Ia menambahkan, melalui penguatan kurikulum, peningkatan kapasitas personel, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, Polri berharap dapat membangun sistem perlindungan perempuan dan anak yang lebih komprehensif, inklusif, serta berorientasi pada keadilan dan pemulihan korban.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman, demi mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan dan berperspektif kemanusiaan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polsek Grati Hadir di Tengah Masyarakat, Bangun Komunikasi Kamtibmas Aman Kondusif

Published

on

Polresta Pasuruan – Polsek Grati Polres Pasuruan Kota terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan hadir langsung di tengah warga. Kehadiran personel di lapangan menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat guna menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif.

 

Kegiatan sambang dan dialogis dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, di Desa Sumberagung, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Grati berinteraksi langsung dengan masyarakat, menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas sekaligus menyerap informasi mengenai situasi keamanan di lingkungan.

 

Kapolsek Grati AKP H. Prasetya Budiarto mengatakan, kehadiran anggota di tengah masyarakat merupakan langkah preventif sekaligus bentuk pelayanan Polri kepada warga. “Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran Polri secara langsung. Komunikasi yang baik dengan masyarakat sangat penting untuk mengetahui perkembangan situasi Kamtibmas dan mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini,” ujarnya.

 

Personel juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta tidak ragu menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan Kamtibmas. Sinergi antara Polri dan masyarakat dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

 

Polsek Grati berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan sambang, patroli dialogis, dan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Melalui kehadiran Polri yang aktif di tengah warga, diharapkan situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Grati senantiasa aman, nyaman, dan kondusif.

Continue Reading

Berita

Jaga Kamtibmas, Polsek Kraton Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan Call Center 110

Published

on

Polresta Pasuruan – Polsek Kraton Polres Pasuruan Kota terus meningkatkan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui patroli dialogis. Kegiatan ini menjadi sarana bagi personel untuk hadir di tengah masyarakat, menyampaikan pesan keamanan sekaligus menyerap informasi terkait situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Kraton.

 

Patroli dialogis dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Dalam kegiatan tersebut, personel menyambangi dan berdialog dengan masyarakat serta mengajak warga meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan Kamtibmas.

 

Kapolsek Kraton AKP Moch Soleh mengatakan, kegiatan patroli dialogis merupakan langkah preventif untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif sekaligus mempererat komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jangan ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan Kamtibmas,” ujarnya.

 

Selain menyampaikan pesan Kamtibmas, personel juga menyosialisasikan Call Center 110 Polri yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan bantuan kepolisian atau melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan. Layanan tersebut diharapkan menjadi sarana komunikasi cepat antara masyarakat dan kepolisian.

 

Melalui patroli dialogis secara rutin, Polsek Kraton berkomitmen untuk terus hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sinergi dan kepedulian bersama diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta kondusif di wilayah Kecamatan Kraton.

Continue Reading

Berita

Sisi Humanis Kapolsek Bugul Kidul Bantu Bopong Keranda Jenazah Warganya

Published

on

Polresta Pasuruan – Di tengah kesibukan tugas sebagai Kapolsek, Kompol Hudi Supriyanto menunjukkan sisi humanisnya dengan terlibat langsung dalam prosesi pemakaman salah satu warganya.

 

Momen ini terjadi pada Senin, 31 Agustus 2025, ketika Kompol Hudi terlihat membopong keranda jenazah seorang warga yang meninggal dunia di di kediaman rumah duka Kel Bakalan Kec Bugul Kidul Kota Pasuruan

 

Jenazah yang diantar menuju peristirahatan terakhir tersebut adalah istri dari Bapak Ilham seorang tokoh masyarakat Sekaligus Salah satu Pegawai Kesbangpol Kota Pasuruan Kota

 

Almarhumah diketahui meninggal dunia menderita sakit, dan rencananya akan dimakamkan di Pemakakaman Umum Kel Bakalan Kec Bugul Kidul Kota Pasuruan

 

Dalam suasana duka tersebut, sejumlah personel Polsek Bugul Kidul ikut hadir untuk takziah dan memberikan penghormatan terakhir.

Namun yang membuat suasana semakin mengharukan adalah ketika Kapolsek Kompol Hudi Supriyanto tak hanya hadir sebagai atasan dan tokoh aparat, tetapi juga menunjukkan kepeduliannya dengan membantu mengangkat keranda jenazah.

 

Tanpa ragu dan dengan penuh keikhlasan, Kompol Hudi turut serta memanggul keranda bersama warga lainnya, yang akan membawa ke tempat peristirahatan terakhir

 

“Saya merasa ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sebagai sesama manusia. Kita harus hadir tidak hanya dalam tugas formal, tetapi juga di momen-momen seperti ini, ketika warga kita sedang berduka. Ini juga cara kami mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat sebagai ungkapan rasa kepedulian ,” ujar Kompol Hudi Supriyanto.

 

Kehadiran Kompol Hudi dan anggotanya di acara takziah ini tidak hanya menunjukkan sisi profesionalisme dalam tugas kepolisian, tetapi juga sisi empati yang mendalam terhadap warga di lingkungan tempatnya bertugas.

 

Baginya, menjalankan tugas sebagai Kapolsek bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga tentang peduli terhadap kondisi sosial dan kehidupan sehari-hari warganya.

 

Aksi membopong keranda ini menjadi bukti nyata bahwa sosok polisi bisa hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan hanya dalam situasi formalitas tugas, tetapi juga dalam kondisi kemanusiaan

 

Bagi keluarga almarhumah, khususnya Bapak Ilham, kehadiran Kapolsek dan anggotanya membawa rasa kedekatan yang lebih mendalam

 

Mereka merasa didukung tidak hanya oleh keluarga dan kerabat, tetapi juga oleh pihak kepolisian yang selalu siap membantu, bahkan dalam kondisi yang penuh duka.

 

Momen ini juga menjadi pengingat bahwa di balik tugas berat seorang polisi, ada rasa empati yang besar terhadap masyarakat.

Continue Reading

Trending