Connect with us

Berita

Pusdokkes Polri Menggelar Rakernis T.A 2022 di Kota Surabaya Dibuka Secara Langsung Oleh Wakapolda Jatim

Published

on

SURABAYA, Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pusdokkes Polri). Rabu, (23/3/2022) siang menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun Anggaran 2022, yang dilaksanakan di Hotel Bumi, Surabaya.

Kegiatan ini sendiri dibuka secara langsung oleh Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, dalam sambutannya dijelaskan, bahwa kegiatan Rakernis Dokkes Polri tahun anggaran 2022. Bisa dimaksimalkan, sehingga nanti apa yang diagendakan dalam rakernis yang ada di surabaya minimal bisa dijadikan pijakan kedepannya minimal dalam sejarah surabaya ditempati rakernis dalam mengambil kebijakan dalam kesehatan.

“Kami sampaikan selamat datang di jawa timur kepada seluruh peserta dan undangan, sungguh suatu kehormatan dan tentunya akan menjadi catatan sejarah karena menjadi tuan rumah pelaksanan rakernis dokkes polri TA 2022,” kata Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, dalam sambutannya.

Kegiatan rakernis dokkes polri kali ini mengambil tema “Dokkes Polri siap mendukung polri yang presisi dalam pemulihan ekonomi dan reformasi struktural serta mengamankan agenda pemerintah guna mensukseskan pembangunan nasional menuju Indonesia maju”.

Kalau kita bilang pemulihan ekonomi pasti ini dampak dari pandemi Covid-19, hampir semua kegiatan kepolisian didalam pemulihan nasional menjadi penekanan pimpinan kita bapak kapolri. Tentunya bijak ketika rakernis yang dilaksanakan kesehatan hari ini berbicara soal pemulihan ekonomi, karena sudah 2 tahun ini masyarakat hidup dalam pandemi Covid-19, tentunya ini berdampak di desa maupun di kota.

“Bidang kedokteran dan kesehatan saat ini telah menjadi salah satu ujung tombak polri didalam menjamin kesehatan personil polri, ASN dan keluarga polri. Salah satunya peran nyata didalam penanganan Covid-19, sehingga saat ini dimulai dari 3-T (testing, tracing dan tratment) penanganan isolasi menjamin ketersediaan BOR, obat obatan, vaksinasi, sosialisasi disiplin prokes,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Raden Said Sukanto Pusdokkes Polri, Brigjen. Pol. dr. Asep Hendradiana, menjelaskan, Pusdokkes Polri hari ini melaksanakan kegiatan rakernis yang telah dibuka oleh Bapak Kapolri pada tanggal 22 Maret 2022 di Mabes Polri.

“Jadi tindak lanjut kegiatan tersebut dilaksanakan di Surabaya Biddokkes Polda Jatim, kegiatan rakernis ini sebagai implementasi dari tindak lanjut perintah bapak kapolri. Diantaranya untuk dokkes polri bisa lebih memberikan pelayanan terbaik terutama di era pandemi Covid-19,” kata Brigjen. Pol. dr. Asep Hendradiana.

Dari kegiatan ini dihadiri oleh 34 Biddokkes seluruh Indonesia dan 54 RS Bhayangkara. Dan ini pun akan dilaksanakan melalui kegiatan ofline maupun online dan juga diikuti 500 FKTP Polri. Semoga pelaksanaan hari ini sampai dengan tanggal 25 maret 2022 berjalan dengan baik.

“Dokkes polri akan makin solid membangun sinergitas dengan lebih baik, sehingga kita mampu melaksanakan dan mengimplementasikan apa yang diperintahkan oleh bapak kapolri mewujudkan dokkes polri yang lebih baik dan presisi,” ucapnya.

Di Covid-19 dokkes polri sebagai garda terdepan, dari polri jelas akan melaksanakan terutama unggulan unggulan terkait kegiatan vaksinasi. Yang selama ini memang merupakan target yang diperintah bapak kapolri.

“Jadi penanggulangan Covid-19 dan pemanfaatan teknologi 4.0 teknologi digital, dimana nanti RS bhayangkara di seluruh Indonesia di pandemi Covid-19 bisa memberikan pelayanan terbaik diharapkan bisa menyentuh langsung bagi keluarga polri dan masyarakat,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polri Beri Penghargaan Ikpa Terbaik Pada Rakernis Empat Fungsi Pusat Polri 2026

Published

on

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia memberikan penghargaan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) terbaik kepada jajaran Polda dalam rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Empat Fungsi Pusat Polri Tahun 2026 di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengelolaan anggaran yang akuntabel, efektif, dan profesional sepanjang tahun 2025.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo didampingi Kapuslitbang dan Kapuskeu Polri.

Untuk kategori pagu besar, penghargaan IKPA terbaik diraih Polda Sulawesi Selatan. Sementara kategori pagu sedang diberikan kepada Polda Riau, dan kategori pagu kecil diraih Polda Kalimantan Utara.

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa tata kelola keuangan yang baik merupakan fondasi penting dalam mendukung keberhasilan organisasi, termasuk pelaksanaan tugas-tugas kepolisian di lapangan.

“Tidak ada satu organisasi sehebat apa pun kalau tidak didukung oleh anggaran, dan tidak dilakukan tata kelola penggunaan anggaran yang benar,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Menurutnya, capaian para penerima penghargaan menunjukkan komitmen jajaran kewilayahan dalam mengelola anggaran negara secara transparan dan bertanggung jawab.

Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi satuan kerja lainnya di lingkungan Polri.

Wakapolri juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pengelolaan keuangan di seluruh jajaran agar mampu menjawab tantangan organisasi ke depan.

Ia menyebut profesionalisme personel pengemban fungsi keuangan harus terus diperkuat seiring tuntutan akuntabilitas publik yang semakin tinggi.

“Nilai IKPA Polri harus terus meningkat. Kita harus betul-betul memastikan tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan profesional,” katanya.

Selain penghargaan IKPA, Polri juga menyerahkan penghargaan lain berdasarkan hasil survei Puslitbang Polri Tahun 2025.

Polda Bengkulu menerima penghargaan tingkat kepuasan masyarakat terbaik, sedangkan Polda Bali meraih penghargaan internalisasi budaya integritas, kejujuran, dan kehormatan Polri.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri mendorong budaya kompetisi sehat, peningkatan kinerja, serta penguatan reformasi birokrasi di seluruh satuan kerja.

Melalui momentum Rakernis ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola organisasi yang modern serta terpercaya.

Continue Reading

Berita

Coronavirus disease 2019

Published

on

COVID-19 is a contagious disease caused by the coronavirus SARS-CoV-2. In January 2020, the disease spread worldwide, resulting in the COVID-19 pandemic.

The symptoms of COVID‑19 can vary but often include fever,[7] fatigue, cough, breathing difficulties, loss of smell, and loss of taste.[8][9][10] Symptoms may begin one to fourteen days after exposure to the virus. At least a third of people who are infected do not develop noticeable symptoms.[11][12] Of those who develop symptoms noticeable enough to be classified as patients, most (81%) develop mild to moderate symptoms (up to mild pneumonia), while 14% develop severe symptoms (dyspnea, hypoxia, or more than 50% lung involvement on imaging), and 5% develop critical symptoms (respiratory failure, shock, or multiorgan dysfunction).[13] Older people have a higher risk of developing severe symptoms. Some complications result in death. Some people continue to experience a range of effects (long COVID) for months or years after infection, and damage to organs has been observed.[14] Multi-year studies on the long-term effects are ongoing.[15]

COVID‑19 transmission occurs when infectious particles are breathed in or come into contact with the eyes, nose, or mouth. The risk is highest when people are in close proximity, but small airborne particles containing the virus can remain suspended in the air and travel over longer distances, particularly indoors. Transmission can also occur when people touch their eyes, nose, or mouth after touching surfaces or objects that have been contaminated by the virus. People remain contagious for up to 20 days and can spread the virus even if they do not develop symptoms.[16]

Testing methods for COVID-19 to detect the virus’s nucleic acid include real-time reverse transcription polymerase chain reaction (RT‑PCR),[17][18] transcription-mediated amplification,[17][18][19] and reverse transcription loop-mediated isothermal amplification (RT‑LAMP)[17][18] from a nasopharyngeal swab.[20]

Several COVID-19 vaccines have been approved and distributed in various countries, many of which have initiated mass vaccination campaigns. Other preventive measures include physical or social distancing, quarantining, ventilation of indoor spaces, use of face masks or coverings in public, covering coughs and sneezes, hand washing, and keeping unwashed hands away from the face. While drugs have been developed to inhibit the virus, the primary treatment is still symptomatic, managing the disease through supportive care, isolation, and experimental measures.

Continue Reading

Berita

Coronavirus disease 2019

Published

on

COVID-19 is a contagious disease caused by the coronavirus SARS-CoV-2. In January 2020, the disease spread worldwide, resulting in the COVID-19 pandemic.

The symptoms of COVID‑19 can vary but often include fever,[7] fatigue, cough, breathing difficulties, loss of smell, and loss of taste.[8][9][10] Symptoms may begin one to fourteen days after exposure to the virus. At least a third of people who are infected do not develop noticeable symptoms.[11][12] Of those who develop symptoms noticeable enough to be classified as patients, most (81%) develop mild to moderate symptoms (up to mild pneumonia), while 14% develop severe symptoms (dyspnea, hypoxia, or more than 50% lung involvement on imaging), and 5% develop critical symptoms (respiratory failure, shock, or multiorgan dysfunction).[13] Older people have a higher risk of developing severe symptoms. Some complications result in death. Some people continue to experience a range of effects (long COVID) for months or years after infection, and damage to organs has been observed.[14] Multi-year studies on the long-term effects are ongoing.[15]

COVID‑19 transmission occurs when infectious particles are breathed in or come into contact with the eyes, nose, or mouth. The risk is highest when people are in close proximity, but small airborne particles containing the virus can remain suspended in the air and travel over longer distances, particularly indoors. Transmission can also occur when people touch their eyes, nose, or mouth after touching surfaces or objects that have been contaminated by the virus. People remain contagious for up to 20 days and can spread the virus even if they do not develop symptoms.[16]

Testing methods for COVID-19 to detect the virus’s nucleic acid include real-time reverse transcription polymerase chain reaction (RT‑PCR),[17][18] transcription-mediated amplification,[17][18][19] and reverse transcription loop-mediated isothermal amplification (RT‑LAMP)[17][18] from a nasopharyngeal swab.[20]

Several COVID-19 vaccines have been approved and distributed in various countries, many of which have initiated mass vaccination campaigns. Other preventive measures include physical or social distancing, quarantining, ventilation of indoor spaces, use of face masks or coverings in public, covering coughs and sneezes, hand washing, and keeping unwashed hands away from the face. While drugs have been developed to inhibit the virus, the primary treatment is still symptomatic, managing the disease through supportive care, isolation, and experimental measures.

Continue Reading

Trending