Connect with us

Berita

Polda Jatim Bongkar Penyalagunaan BBM dan Elpiji Bersubsidi

Published

on

SURABAYA,- Unit II Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, mengungkap kasus penyalagunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG Bersubsidi.

Dari hasil pengungkapan tersebut mengamankan 13 tersangka, tersangka tabung LPG Bersubsidi sebanyak 7 (tujuh) orang, kemudian tersangka penyalagunaan BBM Subsidi 6 (enam).

Untuk enam tersangka yang diamankan atas kasus penyalagunaan BBM subsidi diantaranya, NF, MR, E, GA, NPF dan R.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman, menjelaskan, anggota kami dari subdit tipidter telah melakukan pengintaian dan berhasil menangkap terhadap beberapa tersangka. Terhadap BBM subsidi ada 6 tersangka yang diamankan dengan modus operandi, mereka berhasil ditangkap di TKP pada saat akan melakukan membeli BBM di SPBU resmi kemudian menjual dengan harga Non Subsidi atau harga Industri.

“Jadi saat diamankan anggota, mereka di SPBU dan mobil dimodifikasi pelaku. Kalau di lihat dibelakang, itu mobil modifikasi isinya dari tempat pengisian benar tapi masuk didalam tabung yang ada didalamnya kurang lebih ukuran 2 ton atau 2 ribu liter,” jelas Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman, saat menggelar konfrensi pers bersama Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, Selasa (19/4/2022) siang.

Lanjut Farman, kemudian dipindahkan kedalam tangki yang disiapkan di tempat tempat tertentu. Kita masih mendalami keterlibatan oknum dari SPBU atau instansi terkait. Yang pasi keterlibatan operator itu pasti ada karena memang mereka mengetahui tidak mungkin mobil biasa diisi sampai dengan 2 ribu liter. Brarti kan mereka mengetahui karena modusnya diisi di tempat biasa.

“Untuk pelaku solar para tersangka sudah melakukan selama 6 bulan, ini mungkin menyebabkan kelangkaan solar di SPBU,” lanjutnya.

Sementara untuk penyalagunaan elpiji subsidi diamankan 7 (tujuh) tersangka diantaranya, P, AJH, RH, OHSH, Y, H dan RT. Mereka sudah melakukan kegiatan ini sudah 3,5 bulan, sedangkan modus yang dilakukan para tersangka dengan cara menyuntikkan tabung elpiji 3 kilo ke 12 kilo.

“Kalau disuntikkan ke tabung gas 12 KG sehingga harganya non subsidi untuk industri. Yang diamankan seperti truk memang tertuliskan instansi terkait namun yang melakukan oknum dari instansi tersebut,” sebutnya.

Bahan bakar gas (LPG) yang disubsidi pemerintah dengan melakukan kegiatan pemindahan isi dari tabung LPG ukuran 3 Kg (subsidi pemerintah) ke tabung LPG ukuran 12 Kg (non subsidi) dan hasil pemindahan ke tabung LPG 12 Kg (non subsidi) diedarkan ke penjual LPG di area Kabupaten Jombang.

“Pada hari Kamis tanggal 7 April 2022 sekitar pukul 14.00 WIB. Tim penyelidik Unit II Subdit IV Tipidter tiba di lokasi gudang yang digunakan untuk kegiatan pemindahan isi gas tabung LPG 3 Kg (subsidi) yang di pindah ke tabung gas LPG 12 Kg (non subsidi). Dalam melakukan kegiatan tabung Gas LPG 3 kg didapat dari pangkalan Gas LPG di sekitar Kecamatan Batu, Kota Batu,” ungkapnya.

Untuk tabung kosong Gas 12 Kg di dapat dari toko penjual Gas LPG 12 Kg milik Harto alamat Dusun Blimbing, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang dan selanjutnya dibawa ke
gudang pengoplosan Gas LPG 3 Kg (subsidi).

Hasil pemindahan ke LPG 12 kg diedarkan ke penjual LPG di area Kecamatan Ploso, Kecamatan Megalo dan Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

“Dalam sehari para tersangka rata- rata bisa melakukan pemindahan isi gas tabung LPG 3 Kg (subsidi) sejumlah 200 LPG 3 KG,” tutupnya.

Pasal yang dikenakan kepada para tersangka pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja Jo Pasal 55 Ayat (1) ke (1)
KUHP. Dengan ancaman pidana 6 Tahun.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pasukan Brimob Sudah Bergerak ke Lokasi Bencana, Perkuat Operasi Penyelamatan dan Kemanusiaan di NTT

Published

on

Jakarta – Operasi kemanusiaan Polri di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bergerak. Pasukan Korps Brimob yang diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (15/8/2026) malam kini telah berada di wilayah terdampak dan bergerak menuju lokasi bencana untuk memperkuat operasi penyelamatan dan kemanusiaan.

Sebanyak 100 personel Korbrimob BKO Polda NTT dipimpin Kombes Pol. Hasripuddin, S.I.K., selaku Pamendal Korbrimob Polri BKO Polda NTT. Pasukan diperkuat personel kesehatan dan TIK serta membawa berbagai peralatan SAR dan dukungan operasional.

Misi mereka jelas: mencari dan menyelamatkan korban, membantu evakuasi, memperkuat penanganan pascabencana, sekaligus memastikan bantuan kemanusiaan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Langsung Bergerak ke Titik Terdampak

Setelah tiba di NTT, personel langsung melaksanakan apel, pengecekan kekuatan, pembagian tugas dan persiapan peralatan.

Pasukan kemudian digeser menuju tiga titik, yakni Posko Leda Urata dan Sambi Rampas di wilayah hukum Polres Manggarai Timur serta wilayah hukum Polres Manggarai.

Di lokasi, personel melaksanakan penguatan SAR dan penanganan pascabencana sesuai kebutuhan serta berkoordinasi dengan jajaran Polda NTT dan stakeholder terkait.

Bawa Peralatan untuk Operasi Penyelamatan

Untuk mendukung operasi, pasukan membawa berbagai perlengkapan, antara lain helm SAR, carabiner, figure eight, lift jacket, webbing, harness, tandu, kantong jenazah, Weber Lucas, chainsaw, tas medis, 14 unit tenda, Starlink, Wontech dan perlengkapan komunikasi.

Polri juga membawa 250 paket Makanan Tambahan Polri (MTP) untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Bukan Hanya SAR, Bantuan Juga Dikawal

Personel Brimob juga ditugaskan mengawal distribusi sembako, obat-obatan dan bantuan sosial agar bantuan dapat bergerak dari posko hingga sampai kepada warga terdampak.

Kombes Pol. Hasripuddin bersama Dansat Brimob Polda NTT Kombes Pol. Afrizal Asri, S.I.K., turut mendampingi Forkopimda Provinsi NTT dalam pemberian bantuan sosial kepada warga Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Perkuatan Lain Terus Bergerak

Respons Polri tidak berhenti pada pasukan Brimob. 10 K9 bersama 21 personel Polisi Satwa, termasuk handler, dokter hewan dan paramedis K9, juga telah disiapkan untuk memperkuat pencarian korban.

Polri juga menyiapkan DVI, Dokkes, trauma healing, obat-obatan, tenda, makanan, Watergen, Wontech, perangkat komunikasi serta dukungan transportasi udara sesuai kebutuhan lapangan.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., mengatakan seluruh perkuatan tersebut merupakan bagian dari operasi kemanusiaan yang dilakukan secara cepat dan bertahap.

“Dari Jakarta diberangkatkan malam hari, begitu tiba di NTT personel langsung bergerak ke lapangan. Polri tidak hanya melakukan SAR, tetapi juga memastikan sembako, obat-obatan dan bantuan lainnya sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.”

Menurut Trunoyudo, setiap perkembangan situasi menjadi dasar untuk menentukan perkuatan berikutnya.

“Operasi kemanusiaan ini terus berjalan. Setiap perkembangan di lapangan menjadi dasar bagi Polri untuk menentukan perkuatan berikutnya, baik personel, SAR, kesehatan maupun logistik.”

Pasukan Brimob sudah bergerak. Operasi penyelamatan dan kemanusiaan terus berjalan. Polri hadir untuk mencari, menolong, mengawal bantuan dan memastikan masyarakat terdampak gempa NTT tidak menghadapi bencana ini sendirian.

Continue Reading

Berita

Maknai HUT ke-81 RI, Polda Jatim Tekankan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

Published

on

SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Mapolda Jatim, Senin (17/8/2026).

Upacara dipimpin langsung Wakapolda Jatim, Brigjen. Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H dan diikuti para Pejabat Utama (PJU), personel Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polda Jatim.

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan sekaligus refleksi atas perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, dilanjutkan pembacaan teks Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 serta pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Wakapolda Jatim menegaskan bahwa momentum peringatan kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” kata Brigjen Pol Pasma.

Menurutnya, nilai-nilai perjuangan para pahlawan harus diwujudkan melalui kerja nyata, khususnya dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutur Brigjen Pol Pasma.

Wakapolda Jatim juga mengajak seluruh personel Polda Jatim untuk menjaga soliditas, profesionalisme, dan integritas dalam menjalankan setiap tugas.

“Mari kita terus tingkatkan profesionalisme, soliditas dan integritas dalam melaksanakan tugas. Jadikan setiap pengabdian sebagai bagian dari upaya kita bersama dalam menjaga persatuan dan kemajuan Indonesia,” tegasnya.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah personel dan masyarakat yang dinilai berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi institusi serta masyarakat Jawa Timur.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, kerja keras dan prestasi yang telah ditunjukkan. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Continue Reading

Berita

Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Polres Pasuruan Kota Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna

Published

on

Polresta Pasuruan – Dalam suasana khidmat dan penuh makna, Polres Pasuruan Kota menggelar Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Senin pagi (17/8/2026), bertempat di Lapangan Wicaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota, Jalan Gajah Mada, Kota Pasuruan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

 

Upacara dipimpin langsung oleh Waka Polres Pasuruan Kota Kompol Yokhbeth Wally, S.I.K., dan diikuti oleh jajaran personel Polres Pasuruan Kota dengan penuh disiplin dan tertib. Seluruh rangkaian upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.

 

Salah satu rangkaian penting dalam upacara tersebut adalah pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dibacakan langsung oleh Kompol Yokhbeth Wally, S.I.K. Momen tersebut menjadi pengingat akan sejarah perjuangan bangsa sekaligus nilai-nilai luhur kemerdekaan yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

 

Peringatan detik-detik Proklamasi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat persatuan, kebersamaan dan kecintaan terhadap Tanah Air. Bagi jajaran Polres Pasuruan Kota, nilai kemerdekaan diwujudkan melalui pelaksanaan tugas dan pengabdian yang tulus kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, Waka Polres Pasuruan Kota menekankan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan semangat pengabdian dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas kepolisian.

 

“Peringatan Hari Kemerdekaan menjadi momentum bagi kita untuk kembali menguatkan semangat pengabdian. Sebagai anggota Polri, mari kita isi kemerdekaan dengan bekerja secara profesional, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kompol Yokhbeth Wally.

 

Menurutnya, nilai-nilai perjuangan para pahlawan dapat diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang disiplin, bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Setiap personel diharapkan mampu menjadikan semangat perjuangan tersebut sebagai motivasi dalam memberikan pelayanan terbaik.

 

Kompol Yokhbeth Wally juga mengajak seluruh personel untuk terus menjaga soliditas dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

 

“Semangat kemerdekaan harus tercermin dalam sikap dan tindakan kita sehari-hari. Mari terus menjaga kekompakan, meningkatkan pelayanan, dan hadir di tengah masyarakat dengan sikap yang humanis serta penuh tanggung jawab,” tambahnya.

 

Melalui Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Polres Pasuruan Kota meneguhkan komitmennya untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara. Semangat kemerdekaan diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh personel untuk menjalankan tugas secara profesional, humanis, berintegritas dan penuh ketulusan.

Continue Reading

Trending