Polresta Pasuruan – Perkembangan dunia teknologi informasi dewasa ini telah membawa manusia kepada era globalisasi yang memberikan kebebasan kepada setiap orang di dunia untuk saling bersosialisasi dengan siapapun dan dimanapun mereka berada. Teknologi informasi dan komunikasi juga telah mengubah perilaku dan pola hidup masyarakat secara global, dan menyebabkan dunia menjadi tanpa batas (borderless), serta menimbulkan perubahan di berbagai bidang kehidupan.
Semakin berkembangnya pembangunan dunia beriringan dengan meningkatnya perkembangan teknologi yang terus-menerus dan telah menjadi bagian tak terlepaskan dari kehidupan manusia, semua aktivitas kehidupan manusia seakan dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi termasuk tindakan-tindakan kejahatan. Teknologi yang semakin canggih tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif akan tetapi banyak yang menggunakan kehebatan teknologi untuk tindakan- tindakan negatif yang menimbulkan ancaman bagi pengguna teknologi;
Media internet tersebut banyak digunakan pengguna untuk mengakses konten-konten porno yang tersedia luas di ruang cyber tersebut. kelompok yang paling berisiko ancaman konten pornografi tersebut ialah anak-anak. Kebebasan anak-anak dalam mengakses internet dan tidak adanya pengawasan dari keluarga serta kurangnya pemahaman mengenai ancaman-ancaman yang bisa didapatkan dari ruang cyber membuat anak-anak rentan menjadi korban kejahatan seksual melalui media internet. yang dilakukan oleh jaringan phedofilia yang melibatkan anak);
Selain itu Perkembangan teknologi informasi dengan adanya internet, menimbulkan bentuk kejahatan baru dalam perjudian dan prostitusi yakni dengan cara online. Dengan menggunakan sarana internet dan media online yang ada , Jenis tindak pidana ini, tidak mudah dihilangkan dalam masyarakat, apalagi dengan sifatnya yang lebih privasi dan tertutup, memudahkan pelaku untuk melakukan kejahatan ini, fenomena tindak pidana teknologi informasi merupakan bentuk kejahatan yang elative baru apabila dibandingkan dengan bentuk- bentuk kejahatan lain yang sifatnya konvensional;
Tingginya angka kriminalitas seperti kasus pelecehan seksual/perkosaan, premanisme, pemalakan, dan kasus kejahatan lainnya di Jawa Timur salah satu penyebabnya adalah peredaran minuman keras ilegal/oplosan dan juga narkoba, sehingga perlu adanya langkah gakkum guna menekan peredaran narkoba dan miras tersebut.
Selain itu, maraknya kasus penyakit masyarakat lainnya khususnya kasus judi baik konvensional maupun online serta meningkatnya kasus prostitusi walaupun sudah ditutupnya beberapa tempat lokalisasi dibeberapa kota di Jawa Timur bahkan bergesernya proses prostitusi secara konvensional ke prostitusi online yang angkanya semakin meningkat bahkan melibatkan pelaku dibawah umur.
Penanggulangan premanisme, peredaran Narkoba, prostitusi dan penyakit masyarakat lainnya yang dilakukan Polri dalam rangka mendukung program prioritas Nasional melalui pendekatan yang berorientasi pada tindakan pembersihan dan pemberantasan premanisme dan penyakit masyarakat lainnya sebagaimana yang telah dirumuskan dalam program prioritas Kapolri melalui program Presisi dan Kebijakan Commander Wish Kapolda Jatim, dimana dalam penanganannya berorientasi kepada tindakan pencegahan dan tindakan/represif untuk menciptakan kondisi kamtibmas jawa timur yang kondusif dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi nasional.
Masih maraknya penggunaan bahan handak seperti petasan/mercon, bondet , kembang api dan lain sebagainya secara ilegal terutama di wilayah tapal kuda mulai Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, Jember, Banyuwangi dan wilayah Madura, selain itu pula banyaknya penggunaan handak ilegal jenis bondet untuk melakukan penangkapan ikan di laut serta tidak menutup kemungkinan juga bahwa handak ilegal tersebut juga digunakan untuk melakukan aksi kejahatan baik curwan maupun curas guna melumpuhkan para korban.
Razia premanisme, peredaran narkotika/miras digalakkan Polres Pasuruan Kota untuk menekan jumlah kriminalitas/penyakit masyarakat untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota. maka Polres Pasuruan Kota beserta jajaran melaksanakan kegiatan operasi Kepolisian kewilayahan dalam bentuk penegakan hukum dalam Operasi Pekat Semeru 2022.
Polresta Pasuruan – Dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), anggota Polsek Lekok Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur melaksanakan kegiatan patroli sekaligus dialogis bersama para pemuda di wilayah Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Kamis (14/5/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mencegah keterlibatan remaja dalam berbagai aksi negatif, seperti kriminalitas, bullying, tawuran, maupun kenakalan remaja lainnya yang dapat mengganggu kondusifitas wilayah.
Saat patroli berlangsung, personel kepolisian menyambangi sejumlah lokasi tempat berkumpulnya anak muda dan memberikan imbauan kamtibmas secara humanis. Para pemuda diajak untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif, menjaga pergaulan, serta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kapolsek Lekok, AKP Mawan, S.H., menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keamanan lingkungan sehingga perlu diberikan pembinaan dan edukasi secara berkelanjutan.
“Kami mengajak para pemuda untuk tidak terlibat dalam aksi kriminalitas, bullying, maupun tawuran yang dapat merusak masa depan dan mengganggu kamtibmas. Mari bersama-sama menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa patroli dialogis akan terus dilakukan guna membangun kedekatan antara Polri dan generasi muda sekaligus menciptakan suasana yang aman dan nyaman di tengah masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pemuda dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan serta menjadi pelopor terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kecamatan Lekok.
Polresta Pasuruan – Ciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan nyaman, Polsek Grati Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur terus menggencarkan kegiatan patroli rutin di lingkungan masyarakat. Kamis (14/5/2026).
Patroli dilakukan dengan menyasar kawasan permukiman warga, pertokoan, jalan sepi, hingga titik-titik yang dianggap rawan terjadinya gangguan kamtibmas. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi tindak kriminalitas.
Selain melakukan pemantauan situasi, personel Polsek Grati juga berdialog dengan masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengajak warga agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.
Kapolsek Grati, AKP Prasetyo, S.H., menyampaikan bahwa patroli rutin merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami terus meningkatkan patroli di wilayah hukum Polsek Grati guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Kehadiran anggota di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa nyaman sekaligus mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap lingkungan sekitar dan segera melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan.
Dengan adanya patroli rutin tersebut, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Grati tetap terjaga aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan nyaman.
Polresta Pasuruan – Suasana penuh khidmat menyelimuti pelaksanaan ibadah Hari Kenaikan Yesus Kristus Tahun 2026 di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota, Kamis (14/5/2026). Untuk memastikan umat Kristiani dapat beribadah dengan nyaman dan tenang, Polres Pasuruan Kota bersama polsek jajaran turut hadir melakukan pengamanan di sejumlah gereja.
Sebanyak 15 gereja melaksanakan ibadah dengan jumlah jemaat sekitar 100 hingga 200 orang di masing-masing lokasi. Kehadiran personel kepolisian di sekitar gereja tidak hanya melakukan pengamanan, namun juga membantu pengaturan lalu lintas serta memantau situasi agar tetap aman dan kondusif.
Kapolres Pasuruan Kota, Titus Yudho Uly menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat agar seluruh umat dapat menjalankan ibadah dengan penuh rasa damai.
“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan. Kehadiran anggota di lapangan juga sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan saling menghormati antarumat beragama demi terciptanya suasana yang harmonis di Kota Pasuruan.
Selama pelaksanaan ibadah berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan penuh suasana kebersamaan.