MAGETAN – Upaya menjaga keamanan lingkungan sangatlah penting dilakukan secara bersama – sama, meskipun pemerintah telah menjamin keamanan dengan mengerahkan aparat keamanan seperti Polri dan TNI.
Kendati demikian untuk mendukung keamanan di lingkungan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindak kejahatan, maka peran serta warga masyarakat sangatlah diperlukan.
Hal tersebut seperti disampaikan oleh Direktur Pembinaan Masyarakat ( Dirbinmas ) Polda Jatim, Kombes Pol Kombes Pol Asep’,i Rosadi, M.P.A saat melaksanakan Pembinaan Teknis Satkamling dan peletakan batu pertama Omah Rembug di Dsn. Karang Kapong Kel. Panekan Kec. Panekan Kab. Magetan,Sabtu (25/3) yang lalu.
Untuk itu Dirbinmas pada Direktorat Pembinaan Masyarakat ( Ditbinmas ) Polda Jatim ini juga menegaskan Satuan Keamanan Lingkungan ( Satkamling) merupakan bentuk pengamanan swakarsa yang membantu Polri dalam penyelenggaraan keamanan dan ketertiban manusia terbatas pada lingkungan atau lingkup tugasnya.
“Dengan demikian perlu adanya pelatihan Satkamling dalam penanganan permasalahan yang ada dilingkungan sekitar,”ujar Kombes Asep.
Ia menambahkan Kepolisian sudah memberikan dukungan kepada satkamling berupa memberikan edukasi kepada petugas satkamling untuk menjaga lingkungannya termasuk tata cara menggunakan sarana seperti borgol, tongkat, dan lainya.
Dirbinmas Polda Jatim juga mengatakan untuk optimalisasi Satkamling, Kepolisian juga ada pelatihan pembinaan kemampuan, bagaimana menanggapi permasalahan yang ada seperti kasus pencurian warga yang tertangkap dan masalah lainya.
“Semua permasalahan tidak harus ditangani Polisi, masalah di lingkungan bisa diselesaikan dengan musyawarah. Pidana adalah jurus terakhir, dari dini bisa dicegah, untuk itulah kita dirikan Omah Rembug di sini,” ujar Kombes Asep.
Sementara dalam menghadapi tahun politik pada pemilu 2024, Dirbinmas Polda Jatim meminta kepada seluruh warga masyarakat untuk mingkatkan kewaspadaan demi mewujudkan Harkamtibmas di wilayah masing- masing.
Begitu pula dengan adanya kondisi alam yang mana kondisi cuaca yang tak menentu dan berpotensi adanya bencana, maka perlu juga dilakukan antisipasi bersama.
Ia berharap Satkamling bisa menjaga lingkungan dan wilayah masing-masing serta menjadi polisi bagi diri sendiri dalam memberi pengayoman, perlindungan, keamanan diwilayahnya.
“Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, melaksanakan kegiatan dan setiap permasalahan bisa diselesaikan dengan musyawarah untuk mencegah permasalahan dari dini,” pungkas Kombes Asep.
Untuk diketahui, dalam kegiatan Pembinaan Teknis Satkamling dan peletakan batu pertama Omah Rembug tersebut, Dirbinmas Polda Jatim juga didampingi oleh Kasubditbinsatpam polsus Ditbinmas Polda Jatim, AKBP Sutiono,S.Pd, Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Jatim, Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Jatim, dan Kasubdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Jatim.
Selain itu hadir pula Wapolres Magetan Kompol Ari Taufan, S.I.K, Kasat Binmas Polres Magetan Akp Pujianto, S.H, Kasatreskrim Polres Magetan AKP Rudi Wijayanto, .SH., M.H., Kasat Intel Polres Magetan IPTU Samiaji, S.H., Danramil Panekan KAPTEN Asnan; Kapolsek Panekan Polres Magetan AKP Iin Pelangi, S.Sos.; Kanit Binmas Polres Magetan IPDA Momon, HR, S.Sos.;Babinsa Kec. Panekan Sertu Agus dan Bhabinkamtibmas Kec Panekan Bripka Purwanto. (*)
Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia memberikan penghargaan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) terbaik kepada jajaran Polda dalam rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Empat Fungsi Pusat Polri Tahun 2026 di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengelolaan anggaran yang akuntabel, efektif, dan profesional sepanjang tahun 2025.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo didampingi Kapuslitbang dan Kapuskeu Polri.
Untuk kategori pagu besar, penghargaan IKPA terbaik diraih Polda Sulawesi Selatan. Sementara kategori pagu sedang diberikan kepada Polda Riau, dan kategori pagu kecil diraih Polda Kalimantan Utara.
Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa tata kelola keuangan yang baik merupakan fondasi penting dalam mendukung keberhasilan organisasi, termasuk pelaksanaan tugas-tugas kepolisian di lapangan.
“Tidak ada satu organisasi sehebat apa pun kalau tidak didukung oleh anggaran, dan tidak dilakukan tata kelola penggunaan anggaran yang benar,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Menurutnya, capaian para penerima penghargaan menunjukkan komitmen jajaran kewilayahan dalam mengelola anggaran negara secara transparan dan bertanggung jawab.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi satuan kerja lainnya di lingkungan Polri.
Wakapolri juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pengelolaan keuangan di seluruh jajaran agar mampu menjawab tantangan organisasi ke depan.
Ia menyebut profesionalisme personel pengemban fungsi keuangan harus terus diperkuat seiring tuntutan akuntabilitas publik yang semakin tinggi.
“Nilai IKPA Polri harus terus meningkat. Kita harus betul-betul memastikan tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan profesional,” katanya.
Selain penghargaan IKPA, Polri juga menyerahkan penghargaan lain berdasarkan hasil survei Puslitbang Polri Tahun 2025.
Polda Bengkulu menerima penghargaan tingkat kepuasan masyarakat terbaik, sedangkan Polda Bali meraih penghargaan internalisasi budaya integritas, kejujuran, dan kehormatan Polri.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri mendorong budaya kompetisi sehat, peningkatan kinerja, serta penguatan reformasi birokrasi di seluruh satuan kerja.
Melalui momentum Rakernis ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola organisasi yang modern serta terpercaya.
COVID-19 is a contagious disease caused by the coronavirus SARS-CoV-2. In January 2020, the disease spread worldwide, resulting in the COVID-19 pandemic.
The symptoms of COVID‑19 can vary but often include fever,[7] fatigue, cough, breathing difficulties, loss of smell, and loss of taste.[8][9][10] Symptoms may begin one to fourteen days after exposure to the virus. At least a third of people who are infected do not develop noticeable symptoms.[11][12] Of those who develop symptoms noticeable enough to be classified as patients, most (81%) develop mild to moderate symptoms (up to mild pneumonia), while 14% develop severe symptoms (dyspnea, hypoxia, or more than 50% lung involvement on imaging), and 5% develop critical symptoms (respiratory failure, shock, or multiorgan dysfunction).[13] Older people have a higher risk of developing severe symptoms. Some complications result in death. Some people continue to experience a range of effects (long COVID) for months or years after infection, and damage to organs has been observed.[14] Multi-year studies on the long-term effects are ongoing.[15]
COVID‑19 transmission occurs when infectious particles are breathed in or come into contact with the eyes, nose, or mouth. The risk is highest when people are in close proximity, but small airborne particles containing the virus can remain suspended in the air and travel over longer distances, particularly indoors. Transmission can also occur when people touch their eyes, nose, or mouth after touching surfaces or objects that have been contaminated by the virus. People remain contagious for up to 20 days and can spread the virus even if they do not develop symptoms.[16]
Testing methods for COVID-19 to detect the virus’s nucleic acid include real-time reverse transcription polymerase chain reaction (RT‑PCR),[17][18] transcription-mediated amplification,[17][18][19] and reverse transcription loop-mediated isothermal amplification (RT‑LAMP)[17][18] from a nasopharyngeal swab.[20]
Several COVID-19 vaccines have been approved and distributed in various countries, many of which have initiated mass vaccination campaigns. Other preventive measures include physical or social distancing, quarantining, ventilation of indoor spaces, use of face masks or coverings in public, covering coughs and sneezes, hand washing, and keeping unwashed hands away from the face. While drugs have been developed to inhibit the virus, the primary treatment is still symptomatic, managing the disease through supportive care, isolation, and experimental measures.
COVID-19 is a contagious disease caused by the coronavirus SARS-CoV-2. In January 2020, the disease spread worldwide, resulting in the COVID-19 pandemic.
The symptoms of COVID‑19 can vary but often include fever,[7] fatigue, cough, breathing difficulties, loss of smell, and loss of taste.[8][9][10] Symptoms may begin one to fourteen days after exposure to the virus. At least a third of people who are infected do not develop noticeable symptoms.[11][12] Of those who develop symptoms noticeable enough to be classified as patients, most (81%) develop mild to moderate symptoms (up to mild pneumonia), while 14% develop severe symptoms (dyspnea, hypoxia, or more than 50% lung involvement on imaging), and 5% develop critical symptoms (respiratory failure, shock, or multiorgan dysfunction).[13] Older people have a higher risk of developing severe symptoms. Some complications result in death. Some people continue to experience a range of effects (long COVID) for months or years after infection, and damage to organs has been observed.[14] Multi-year studies on the long-term effects are ongoing.[15]
COVID‑19 transmission occurs when infectious particles are breathed in or come into contact with the eyes, nose, or mouth. The risk is highest when people are in close proximity, but small airborne particles containing the virus can remain suspended in the air and travel over longer distances, particularly indoors. Transmission can also occur when people touch their eyes, nose, or mouth after touching surfaces or objects that have been contaminated by the virus. People remain contagious for up to 20 days and can spread the virus even if they do not develop symptoms.[16]
Testing methods for COVID-19 to detect the virus’s nucleic acid include real-time reverse transcription polymerase chain reaction (RT‑PCR),[17][18] transcription-mediated amplification,[17][18][19] and reverse transcription loop-mediated isothermal amplification (RT‑LAMP)[17][18] from a nasopharyngeal swab.[20]
Several COVID-19 vaccines have been approved and distributed in various countries, many of which have initiated mass vaccination campaigns. Other preventive measures include physical or social distancing, quarantining, ventilation of indoor spaces, use of face masks or coverings in public, covering coughs and sneezes, hand washing, and keeping unwashed hands away from the face. While drugs have been developed to inhibit the virus, the primary treatment is still symptomatic, managing the disease through supportive care, isolation, and experimental measures.