Connect with us

Berita

Polisi RW di Malang Beri Solusi Gagas Pembentukan Pasar Online Untuk UMKM

Published

on

MALANG – Polisi RW Polres Malang terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Malang Jawa Timur.

Seperti yang dilakukan Polisi RW Polres Malang, Kompol Achmad Sueb, dengan menggagas Pasar Online saat pertemuan Dasa Wisma di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (28/5/2023).

Polisi RW yang juga menjabat di Bag SDM Polres Malang ini menjelaskan, gagasan pasar berbasis online berawal dari curhatan warga binaannya di Dusun Klandungan, Desa Landungsari, Kecamatan Dau.

“Saat itu, beberapa warga yang mempunyai usaha toko kelontong mengeluhkan toko miliknya kurang berkembang di tengah banyaknya waralaba minimarket yang lebih modern,”kata Kompol Sueb, Senin (29/5)

Kekhawatiran para pemilik UMKM bertambah saat beberapa warga pendatang, juga membuka usaha serupa dengan waktu buka non stop selama 24 jam.

“Dengan modal usaha yang minim juga mempengaruhi jangkauan konsumennya terbatas di lingkungan pemukiman setempat,”ujar Kompol Sueb,

Keluhan pemilik UMKM yang rata – rata kaum emak – emak itu disampaikan kepada Kompol Sueb saat ia menjalankan tugas Polisi RW di pertemuan Dasa Wisma.

Kompol Sueb menjelaskan, merespon salah satu keluhan warga, pihaknya kemudian memberikan gagasan pasar lokal yang berbasis online.

Hal ini merupakan salah satu opsi yang diberikan setelah mengetahui warga belum memanfaatkan jual beli secara daring meskipun sebagai sarana komunikasi sehari-hari mereka sudah familiar dengan sosial media termasuk aplikasi Whatsapp.

Gagasan ini terinspirasi dari keberhasilan beberapa komunitas di daerah lain. Bahwa transaksi jual beli melalui Whatsapp grup, menjadikan setiap pihak dapat dengan leluasa, mudah, aman, dan efisien untuk melakukan praktek jual beli kebutuhan pangan sehari-hari, tanpa terkendala jarak lokasi penjual dan pembeli.

Selain khusus transaksi jual beli, nantinya pasar daring juga dimanfaatkan sebagai wadah tersendiri untuk promosi dan pemasaran produk-produk kerajinan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) andalan di wilayahnya.

“Kami coba sampaikan gagasan pasar daring untuk membantu kemudahan para pelaku UMKM dalam menjaring konsumen maupun pemasaran produknya,” tegasnya.

Kompol Sueb menggambarkan, pasar daring yang digagasnya tidak ubahnya seperti toko-toko daring yang sudah ada pada umumnya.

Bedanya toko daring yang dibuat adalah untuk transaksi jual beli yang anggota grupnya adalah warga RT atau RW setempat.

Agar tertib dalam bertransaksi, grup WA akan dikelola oleh admin Ketua RT / RW atau Ketua PKK.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana mengungkapkan sistem yang digagas oleh Polsi RW itu bisa menjadi media untuk perluasan usaha dan pemasaran.

Menurutnya pemasaran UMKM yang ada selama ini, masih mengandalkan cara-cara konvensional, padahal kita sudah memasuki era digital yang membutuhkan adaptasi cara pemasaran secara daring,

“Walaupun masih membutuhkan waktu yang tidak singkat dalam pengembangannya,namun diharapkan kepada pemilik UMKM tetap optimis karena nantinya Polisi RW akan selalu mendampingi dan mendukung bersama unsur terkait lainnya,”pungkas Kapolres Malang. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Online Emas Murah, Lima Tersangka Diantaranya Warga Binaan Lapas Diamankan

Published

on

SURABAYA,- Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penipuan online dengan modus promosi penjualan logam mulia emas di bawah harga pasaran.

Dalam pengungkapan tersebut, Polisi menetapkan Lima orang sebagai tersangka yang terdiri dari Empat warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) dan seorang wanita yang berperan sebagai penampung aliran dana hasil kejahatan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pengungkapan ini merupakan komitmen Polda Jatim dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan siber yang merugikan masyarakat.

“Kasus ini menjadi perhatian kita bersama karena memanfaatkan teknologi untuk menipu masyarakat,” kata Kombes Abast saat konferensi pers di Gedung Ditressiber Mapolda Jawa Timur, Senin (3/8/2026).

Sementara itu, Dirressiber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto menjelaskan, para pelaku menjalankan aksinya dari dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) dengan memanfaatkan berbagai aplikasi digital untuk mencari dan memperdaya calon korban.

“Kami telah mengamankan lima tersangka, terdiri dari empat warga binaan lapas dan satu orang wanita,” kata Kombes Pol Bimo Ariyanto.

Keempat warga binaan tersebut masing-masing berinisial IJS yang merupakan warga binaan Lapas Nusakambangan pindahan dari Lapas Sumatera Utara, serta IR, MAH, dan SYR yang merupakan warga binaan Lapas Sumatera Utara. Sementara satu tersangka lainnya adalah seorang wanita berinisial RML alias Beby.

Kombes Pol Bimo menjelaskan, kasus bermula ketika korban menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai anak korban dengan alasan menggunakan nomor baru.

Setelah korban percaya, pelaku menawarkan pembelian emas dengan harga promo sebesar Rp2,35 juta per gram, jauh di bawah harga pasar saat itu yang mencapai sekitar Rp2,8 juta per gram.

“Karena tertarik dengan harga murah tersebut, korban membeli emas masing-masing dua batang ukuran 100 gram dan satu batang ukuran 50 gram dengan total transaksi Rp587,5 juta,” jelas Kombes Bimo.

Korban kemudian mentransfer uang sebesar Rp587,5 juta ke rekening Bank BRI atas nama tersangka RML.

Namun saat hendak kembali melakukan transaksi, suami korban merasa curiga dan menghubungi anak mereka. Dari situlah diketahui bahwa korban telah menjadi sasaran penipuan online.

“Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memiliki peran yang berbeda-beda,” terang Kombes Bimo.

Menurut Kombes Bimo, tersangka IJS bersama MAH berperan menyiapkan perangkat lunak untuk melakukan scam.

Setelah target berhasil diperdaya, IJS meminta bantuan SYR dan IR untuk menyediakan rekening penampung. Rekening tersebut merupakan milik tersangka RML.

“Peran saudari RML adalah sebagai pemilik rekening penampung hasil penipuan sekaligus mengelola dan mendistribusikan uang kepada para pelaku lainnya,” terang Kombes Bimo.

Dari hasil pengungkapan tersebut, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa beberapa unit telepon seluler, rekening bank, mutasi rekening, kartu ATM, akun dompet digital, hingga perhiasan yang diduga berasal dari hasil kejahatan.

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap korban-korban lain. Diperkirakan terdapat sedikitnya lima korban dengan modus yang sama, baik di Jawa Timur maupun di luar Jawa Timur, dengan total kerugian sementara mencapai sekitar Rp3,7 miliar,” ujar Kombes Bimo.

Ia mengimbau masyarakat yang merasa pernah menjadi korban penipuan dengan modus serupa agar segera melapor ke Ditressiber Polda Jatim.

“Kami juga sedang melakukan penelusuran aliran dana hasil kejahatan hingga tuntas,” tambah Kombes Bimo.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024, serta ketentuan pidana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Ancaman hukuman yang dikenakan berupa pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar,”pungkas Kombes Bimo. (*)

Continue Reading

Berita

Kapolda Jatim Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kapal Laut di Perairan Sumenep, Pencarian Korban Hilang Terus Dilakukan

Published

on

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa KMP Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep pada Minggu (2/8/2026).

Irjen Pol Nanang memastikan, proses pencarian terhadap korban yang hingga kini belum ditemukan masih terus dilakukan oleh tim gabungan termasuk SAR Ditpolairud Polda Jatim.

Pernyataan tersebut disampaikan Irjen Nanang Avianto didampingi Wakapolda Jawa Timur Brigjen. Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H, para Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau para korban kecelakaan kapal laut di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8/2026).

Dalam peninjauan itu, Nanang didampingi Wakapolda Jawa Timur Brigjen. Pol. Dr. Pasma Royce, para Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir untuk memberikan dukungan kepada para korban dan keluarga.

“Kami atas nama Polda Jawa Timur turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan kapal laut ini. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap Irjen Nanang.

Kapolda Jatim mengatakan, seluruh informasi dan keterangan yang diperoleh akan didalami sebagai bagian dari proses investigasi.

“Saat ini penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Kami akan bekerja sama dengan seluruh instansi terkait untuk mengungkap penyebab insiden ini secara menyeluruh,” kata Irjen Nanang.

Selain memastikan penanganan terhadap para korban berjalan optimal, Kapolda Jatim juga menegaskan bahwa tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

“Korban yang belum ditemukan masih terus kami cari bersama tim gabungan. Kami berharap dan berdoa agar proses pencarian berjalan lancar sehingga seluruh korban yang masih dicari dapat segera ditemukan,” pungkas Irjen Nanang.

Kehadiran Kapolda Jawa Timur bersama Gubernur Jawa Timur, Wakapolda, dan jajaran Polda Jatim di lokasi penanganan korban menjadi bentuk kepedulian pemerintah dan aparat keamanan dalam memberikan dukungan moril kepada para korban serta memastikan seluruh proses penanganan, pencarian, dan investigasi berjalan secara maksimal. (*)

Continue Reading

Berita

Polda Jatim Dirikan Posko DVI dan Posko Darurat Tangani Tragedi KMP Mutiara Sentosa II

Published

on

SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bergerak cepat menangani dampak tragedi kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Madura.

Selain mendirikan posko evakuasi terpadu di lapangan, Polda Jatim menyiagakan Posko Antemortem (AM) dan Postmortem (PM) guna memfasilitasi proses identifikasi korban secara medis dan forensik serta memberikan kepastian informasi bagi pihak keluarga.

Posko Antemortem (AM) difungsikan khusus untuk mengumpulkan data-data fisik korban sebelum meninggal dunia, seperti pencocokan manifes kapal, pengumpulan riwayat medis, ciri-ciri khusus, pakaian terakhir, hingga pengambilan sampel DNA dari keluarga inti.

Posko Postmortem (PM) ditempatkan di fasilitas medis rujukan untuk memeriksa kondisi fisik jenazah korban yang dievakuasi, melakukan identifikasi forensik, dan mencocokkannya dengan data dari posko Antemortem

Melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), Polda Jatim resmi mendirikan Posko Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara HS. Samsoeri Mertojoso, Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengungkapkan, langkah ini diambil untuk mempercepat proses identifikasi para korban meninggal dunia yang dievakuasi dari lokasi musibah.

“Penyediaan fasilitas penanggulangan bencana ini dibagi menjadi beberapa titik strategis guna memastikan seluruh penyintas dan korban mendapatkan penanganan yang terstruktur,” ujar Kombes Abast, di RS Bhayangkara Surabaya, Senin (3/8/2026).

Sejak posko dibuka, tim dokter forensik dan ahli DVI langsung bersiaga penuh menerima jenazah korban yang tiba dari jalur laut.

Proses identifikasi dilakukan secara ilmiah dan teliti melalui pencocokan dua data utama, yaitu data postmortem yang diambil dari kondisi fisik jenazah, serta data antemortem yang dikumpulkan dari pihak keluarga.

Kabid Humas Polda Jatim mengimbau kepada seluruh keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam pelayaran KMP Mutiara Sentosa II untuk segera melapor ke Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya.

Untuk mempercepat identifikasi, keluarga diharapkan membawa dokumen pendukung seperti KTP, KK asli untuk mencocokkan garis keturunan, data rekam medis gigi atau foto korban terakhir yang memperlihatkan susunan gigi (jika ada) dan catatan ciri khusus, seperti tato, bekas luka, tanda lahir, atau pakaian terakhir yang dikenakan korban.

Kombes Abast menambahkan, penanganan peristiwa KMP Mutiara Sentosa II tidak hanya berpusat pada proses identifikasi jenazah, namun juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk mendirikan Posko Informasi Terpadu di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Posko di Tanjung Perak ini difokuskan untuk melayani para penumpang yang selamat, memberikan pemeriksaan kesehatan fisik, pendampingan trauma (psikologis), serta memfasilitasi proses pemulangan mereka ke daerah asal.

“Posko terpadu ini untuk memfasilitasi pendataan ulang manifest, pemeriksaan kesehatan penumpang selamat, pemulangan, serta layanan darurat bagi keluarga korban,” terang Kombes Abast.

Selain di Pelabuhan Tanjungperak, Polda Jatim juga mendirikan Posko Utama Terpadu di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, sebagai pusat kendali operasi lapangan, sterilisasi area pelabuhan, dan penyambutan awal korban yang berhasil dibawa ke darat.

Kabid Humas Polda Jatim menegaskan, komitmen Polda Jatim bersama tim gabungan hingga saat ini adalah memastikan seluruh korban baik yang selamat maupun yang meninggal untuk mendapatkan penanganan kemanusiaan yang terbaik, cepat, dan transparan bagi pihak keluarga.

“Kami saat ini fokus evakuasi korbanbaik yang selamat maupun yang meninggal untuk mendapatkan penanganan kemanusiaan yang terbaik dan cepat, ” pungkas Kombes Abast. (*)

Continue Reading

Trending