Connect with us

Berita

Intensifkan Giat Patroli, Polsek Grati Antisipasi Tindak Kriminalitas Jelang Pilkada 2024.

Published

on

oplus 0
oplus 0

Polresta Pasuruan – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Polsek Grati meningkatkan intensitas giat patroli guna mengantisipasi berbagai potensi tindak kriminalitas yang mungkin terjadi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama masa kampanye hingga pemungutan suara berlangsung, Minggu (01/09/2024).

Kapolsek Grati, AKP Yudi Prasetyo, S.H., dalam keterangannya menyatakan bahwa peningkatan patroli ini menjadi prioritas utama pihaknya untuk mencegah adanya gangguan keamanan yang dapat merusak jalannya proses demokrasi. “Kami tidak ingin adanya tindakan-tindakan yang dapat mencederai pesta demokrasi ini, sehingga pengamanan di wilayah hukum Polsek Grati diperketat,” ujarnya.

AKP Yudi Prasetyo, S.H., menjelaskan bahwa patroli ini tidak hanya difokuskan pada daerah-daerah yang dianggap rawan, tetapi juga mencakup seluruh wilayah Grati. Patroli dilakukan baik pada siang maupun malam hari dengan melibatkan berbagai unit, termasuk unit Sabhara dan Reskrim, serta bekerja sama dengan Babinsa dan tokoh masyarakat setempat.

“Selain itu, kami juga menggandeng berbagai elemen masyarakat, seperti kelompok pemuda, tokoh agama, dan perangkat desa untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan terkendali,” tambahnya. Melalui sinergi ini, diharapkan dapat tercipta kondisi yang lebih aman dan nyaman bagi warga dalam mengikuti seluruh rangkaian Pilkada.

oplus 0
oplus 0

Dalam beberapa pekan terakhir, Polsek Grati juga telah mengintensifkan kegiatan sambang desa dan sosialisasi kamtibmas ke berbagai lapisan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing, serta memberikan edukasi tentang pentingnya ikut serta dalam menjaga kondusifitas selama Pilkada berlangsung.

Salah satu bentuk konkret dari upaya ini adalah membuka layanan pengaduan cepat yang dapat diakses oleh masyarakat jika menemukan atau mencurigai adanya tindakan yang mengarah pada potensi gangguan keamanan.

Kapolsek juga menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum yang terjadi, termasuk upaya-upaya intimidasi, politik uang, dan segala bentuk tindak kriminal yang dapat mengganggu jalannya Pilkada. “Kami akan menindak tegas siapapun yang mencoba mengacaukan keamanan di wilayah hukum kami. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan Pilkada berjalan dengan aman, damai, dan demokratis,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya preventif, Polsek Grati juga telah meningkatkan pengawasan di beberapa titik rawan, seperti perbatasan antar kecamatan dan area publik yang sering digunakan sebagai tempat berkumpulnya massa. Langkah ini diambil untuk mencegah masuknya kelompok-kelompok yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dari luar wilayah Grati.

Sementara itu, masyarakat Grati menyambut baik langkah Polsek Grati dalam meningkatkan pengamanan jelang Pilkada. Mereka berharap dengan adanya intensifikasi patroli dan berbagai upaya preventif lainnya, situasi kamtibmas di wilayah mereka tetap terjaga sehingga Pilkada dapat berlangsung dengan lancar.

Sebagai penutup, AKP Yudi Prasetyo, S.H., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi yang kondusif dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan. “Pilkada adalah pesta demokrasi yang harus kita rayakan dengan damai dan penuh rasa tanggung jawab. Mari kita jaga keamanan dan ketertiban di wilayah kita bersama”.

Dengan upaya maksimal dari Polsek Grati dan dukungan penuh dari masyarakat, diharapkan Pilkada 2024 di wilayah Grati dapat berlangsung dalam suasana yang aman, damai, dan demokratis, sesuai dengan harapan semua pihak, “Tutupnya”.

By Humas Grati.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kapolres Blitar Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Bersama Jajaran Forkopimda

Published

on

BLITAR – Mengawali tugas sebagai Kapolres Blitar yang baru, AKBP Rivanda S.I.K melakukan kunjungan silaturahmi Ke jajaran Forkompimda Kabupaten Blitar, Rabu (21/1/2026)

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat sinergi antara Polres Blitar dan Pemerintah Kabupaten Blitar beserta Instansi lainya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Blitar yang baru, AKBP Rivanda S.I.K usai melaksanakan kunjunganya ke Bupati Blitar, Ketua DPRD Blitar dan Ketua Pengadilan Negeri Blitar.

AKBP Rivanda yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Sumenep itu mengatakan, pihaknya akan tetap menggandeng unsur Forkopimda, elemen masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya di wilayah hukum Polres Blitar jajaran Polda Jatim.

Ia menegaskan peran unsur Pemerintahan Kabupaten Blitar, elemen masyarakat dan stakeholder yang ada sangat penting dalam menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari Instansi samping dan elemen masyarakat termasuk tokoh agama, tokoh adat dan para ulama,”kata AKBP Rivanda.

Ia menegaskan ingin memastikan Polri selalu hadir dan terbuka untuk berkolaborasi dengan Pemerintahan Kabupaten Blitar dan masyarakat demi menjaga situasi yang aman kondusif dan harmonis di Kabupaten Blitar.

Sementara itu Bupati Blitar Drs. H. Rijanto M.M menyatakan siap bersinergi dengan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Blitar demi berjalannya program pemerintah daerah pada khususnya dan pemerintah pusat secara umum.

“Pemkab Blitar siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Polri demi tercipta dan terjaganya keamanan masyarakat sehingga program – program pemerintah bisa berjalan lancar,” kata Bupati Blitar.

Ia juga berharap komunikasi dan kerja sama antara Kepolisian dengan Pemerintah Kabupaten Blitar terus terjalin guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, sejuk, dan kondusif di Kabupaten Blitar. (*)

Continue Reading

Berita

Polres Bondowoso Ungkap Curanmor Tersangka Pelaku dan Penadah Diamankan

Published

on

BONDOWOSO – Gerak cepat Polres Bondowoso Polda Jawa Timur (Jatim) menindaklanjuti laporan dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), akhirnya berhasil mengungkap dan mengamankan para terduga pelaku.

Dalam pengungkapan tersebut, Polisi berhasil mengamankan Tiga orang tersangka yang berperan sebagai pencuri dan penadah motor milik HA (39) warga Dusun Widoro, Kecamatan/ Kabupaten Bondowoso yang dilaporkan hilang.

Tiga orang tersangka masing-masing berinisial MM (34), H (35) dan UH (34) yang merupakan warga Bondowoso.

Dalam keterangannya, Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, pencurian dilakukan oleh tersangka MM pada 27 Desember 2025 sekitar pukul 18.00 WIB.

“Saat itu, MM berjalan kaki di Jalan Saliwiryo dengan tujuan mencari pekerjaan ke rumah temannya,” kata Kapolres Bondowoso, Rabu (21/1/26).

Di tempat tersebut MM melihat sepeda motor Yamaha X-Ride tahun 2013 warna putih dengan nomor polisi P 5551 AB terparkir di pinggir jalan dalam kondisi kunci kontak masih terpasang.

“Melihat kondisi sepi, tersangka kemudian mendorong sepeda motor ke arah selatan, menyalakannya, lalu membawa kendaraan tersebut ke rumahnya,”terang AKBP Aryo.

Mantan Kasubdit Regident Polda Jawa Barat tersebut menambahkan, setelah berhasil menguasai motor hasil curian, MM menghubungi tersangka H untuk membantu menjual kendaraan tersebut.

“H kemudian menghubungkan MM dengan tersangka UH hingga disepakati harga jual sebesar Rp1,5 juta,” tambah AKBP Aryo.

Dari transaksi MM dengan UH tersebut, tersangka H memperoleh komisi sebesar Rp.50 ribu sebagai perantara.

Kini Ketiga tersangka telah diamankan di Mapolres Bondowoso untuk proses hukum lebih lanjut

Sementara itu barang bukti berupa Satu unit sepeda motor Yamaha X-Ride, Satu lembar STNK, Satu buah BPKB, Satu buah kunci kontak yang sebelumnya juga diamankan, kini diserahkan kembali ke pemiliknya.

Atas perbuatannya, tersangka MM dijerat Pasal 476 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal Lima tahun penjara atau denda kategori V sebesar Rp500 juta.

Sedangkan tersangka UH dan H dijerat Pasal 591 huruf a KUHP tentang penadahan, dengan ancaman pidana penjara maksimal Empat tahun atau denda hingga Rp500 juta. (*)

Continue Reading

Berita

Polri Hadir Jaga Asa di Tengah Bencana, Ratusan Warga Aceh Terima Layanan Bakti Kesehatan Ops Aman Nusa II

Published

on

Aceh — Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan kemanusian, diantaranya Bakti Kesehatan dan Pengobatan dalam rangka Operasi Aman Nusa II, yang dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah Aceh, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan ini menyasar masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, dengan fokus pada pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, vitamin, serta edukasi kesehatan.
Di Desa Burni Pase, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, bakti kesehatan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dilaksanakan oleh layanan Kedokteran dan Kesehatan Polres Bener Meriah, didukung Tim Kesehatan BKO Puddokkes Polri, Polda Jawa Timur serta dokter mitra Polres Bener Meriah.

Sebanyak 51 warga mendapatkan layanan medis, dengan keluhan dominan berupa dermatitis, ISPA, faringitis, cephalgia, myalgia, hipertensi hingga gangguan makan akibat kondisi pascabencana.
Salah satu dokter di lapangan, dr. Yeremia Dwi Purnomo dari RS Bhayangkara Batu Malang, menjelaskan bahwa kondisi lingkungan pascabencana sangat memengaruhi kesehatan warga.

“Sebagian besar keluhan dipicu oleh lingkungan lembap, kelelahan, dan stres pascabencana. Kehadiran layanan kesehatan Polri ini diharapkan dapat mencegah penyakit berkembang lebih serius dan membantu pemulihan warga secara menyeluruh,” ujarnya.

Sementara itu, di Desa Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, Klinik Pratama Polres Aceh Utara bersama Tim BKO Polda Jawa Timur melaksanakan bakti kesehatan kepada 186 warga terdampak banjir. Jenis penyakit yang banyak ditemukan antara lain dermatitis, ISPA, hipertensi, cephalgia, hingga diabetes melitus.

Ipda dr. Nuno Febrian Probosutiksna, selaku dokter penanggung jawab tim, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Kami tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga edukasi kesehatan agar masyarakat dapat menjaga kondisi tubuhnya di tengah keterbatasan pascabencana,” jelasnya.

Pelayanan serupa juga dilakukan di Posko Kesehatan Aceh Tamiang, dengan melibatkan Tim BKO Polda Metro Jaya. Sebanyak 26 warga menerima pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin, dengan keluhan terbanyak berupa ISPA, hipertensi, diare, dan penyakit kulit.

Salah seorang warga penerima manfaat di Aceh Tamiang, Nurhayati (48), mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim kesehatan Polri.
“Kami sangat bersyukur. Alhamdulillah ada dokter dan polisi yang datang langsung,” tuturnya haru.

Melalui kegiatan Bakti Kesehatan Ops Aman Nusa II ini, Polri menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom, tetapi juga sebagai mitra kemanusiaan yang hadir merawat, menguatkan, dan memulihkan harapan masyarakat di tengah bencana.

Continue Reading

Trending