Polresta Pasuruan – Bripka Bagus Pratomo, seorang anggota Polsek Gadingrejo, dikenal sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi dalam menjalankan tugasnya sebagai polisi, tetapi juga aktif dalam dunia olahraga bela diri karate. Sebagai personel kepolisian, ia kerap menunjukkan sikap ramah dan bersahabat kepada masyarakat, menjadikannya figur yang dihormati dan disegani di lingkungan sekitar terutama di Kel. Petahunan sebab Bripka Bagus bertugas sebagai Bhabinkamtibmas setempat. Tak hanya bertugas menjaga keamanan, Bripka Bagus juga memiliki peran besar dalam mendidik generasi muda melalui olahraga karate. Jumat (06/09/2024).
Bripka Bagus Pratomo memulai kariernya di dunia kepolisian dengan dedikasi yang tinggi. Selama bertugas di Polsek Gadingrejo, ia dikenal sebagai polisi yang disiplin dan dekat dengan warga. Sikap ramah dan pedulinya terhadap masyarakat menjadikannya sosok yang mudah diakses dan dicari jika warga membutuhkan bantuan. Namun, di balik seragam yang dikenakannya, Bripka Bagus juga dikenal sebagai pelatih karate yang sukses mengantarkan banyak anak didiknya meraih berbagai prestasi.
Sebagai pelatih karate, Bripka Bagus telah melatih puluhan anak muda di wilayah Kota Pasuruan. Ia melatih sebuah dojo karate yang kini menjadi tempat berkumpulnya para atlet muda untuk berlatih dan mengasah kemampuan mereka. Dalam setiap sesi latihan, Bripka Bagus selalu menekankan pentingnya disiplin, ketekunan, dan rasa hormat, nilai-nilai yang juga ia bawa dalam tugas kesehariannya sebagai seorang polisi.
Tak hanya fokus pada teknik bela diri, Bripka Bagus juga membimbing anak didiknya untuk memiliki karakter yang kuat. Ia percaya bahwa karate bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang membentuk mental dan moral yang tangguh. Berkat pendekatannya yang holistik, banyak anak didik Bripka Bagus yang tidak hanya meraih prestasi di bidang olahraga, tetapi juga menjadi individu yang disiplin dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai prestasi telah diraih oleh para anak didik Bripka Bagus. Mereka telah berhasil mengharumkan nama daerah dengan menyabet medali di berbagai kejuaraan karate, baik di tingkat lokal maupun nasional. Prestasi-prestasi ini tentu tak lepas dari bimbingan dan arahan Bripka Bagus yang dengan tekun melatih mereka setiap hari. Dengan kepiawaiannya dalam melatih, Bripka Bagus berhasil membentuk para atlet muda yang tangguh dan siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Prestasi ini menjadi bukti nyata dari komitmen dan kerja keras yang ia tanamkan kepada para atlet muda. Meski sibuk dengan tugas sebagai polisi, Bripka Bagus selalu menyempatkan waktu untuk mendampingi dan memberikan motivasi kepada anak didiknya saat berlaga di berbagai kejuaraan.
Kegigihan Bripka Bagus dalam mengembangkan bakat-bakat muda di bidang karate juga mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat. Banyak warga Gadingrejo yang merasa bangga dengan kehadiran Bripka Bagus, tidak hanya sebagai pelindung masyarakat, tetapi juga sebagai sosok yang berperan dalam membangun karakter anak muda melalui olahraga. Beberapa pejabat daerah bahkan mengakui bahwa prestasi anak didik Bripka Bagus turut mengangkat nama daerah di mata nasional.
Di luar dojo, Bripka Bagus tetap menjadi figur yang dicintai masyarakat. Ia sering kali terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan olahraga di lingkungannya. Sikapnya yang rendah hati membuatnya mudah diterima di berbagai kalangan, baik oleh anak-anak muda yang ia latih maupun oleh warga sekitar yang menghormatinya sebagai polisi yang peduli.
Meski telah banyak meraih kesuksesan, Bripka Bagus tetap rendah hati. Baginya, prestasi bukanlah tujuan akhir, melainkan proses pembentukan karakter yang lebih penting. Ia selalu mengingatkan anak didiknya untuk tetap fokus, rendah hati, dan tidak mudah menyerah. Filosofi ini, menurut Bripka Bagus, adalah kunci kesuksesan baik dalam karate maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Kepolisian Resort Pasuruan Kota tempat di mana Bripka Bagus bertugas, juga memberikan dukungan penuh terhadap aktivitasnya sebagai pelatih karate. Mereka melihat kontribusi Bripka Bagus dalam mendidik generasi muda sebagai salah satu bentuk pelayanan masyarakat yang luar biasa. Kombinasi peran sebagai polisi dan pelatih karate ini menjadikan Bripka Bagus sebagai sosok yang multifungsi dan inspiratif bagi banyak orang.
Ke depannya, Bripka Bagus berencana untuk terus mengembangkan bakat-bakat muda di bidang karate dan memperluas jaringan dojonya agar semakin banyak anak-anak muda yang dapat berlatih dan meraih prestasi. Ia berharap, dengan semakin banyaknya atlet muda yang dilatih, mereka dapat terus mengharumkan nama daerah di berbagai kompetisi.
Dengan segala dedikasi dan kerja keras yang ia lakukan, Bripka Bagus Pratomo tidak hanya menginspirasi anak-anak muda yang ia latih, tetapi juga masyarakat luas. Kombinasi antara tugas kepolisian dan perannya sebagai pelatih karate menjadikannya sosok yang patut dicontoh, baik dalam hal disiplin, kerja keras, maupun rasa peduli terhadap sesama.
BLITAR – Mengawali tugas sebagai Kapolres Blitar yang baru, AKBP Rivanda S.I.K melakukan kunjungan silaturahmi Ke jajaran Forkompimda Kabupaten Blitar, Rabu (21/1/2026)
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat sinergi antara Polres Blitar dan Pemerintah Kabupaten Blitar beserta Instansi lainya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Blitar yang baru, AKBP Rivanda S.I.K usai melaksanakan kunjunganya ke Bupati Blitar, Ketua DPRD Blitar dan Ketua Pengadilan Negeri Blitar.
AKBP Rivanda yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Sumenep itu mengatakan, pihaknya akan tetap menggandeng unsur Forkopimda, elemen masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya di wilayah hukum Polres Blitar jajaran Polda Jatim.
Ia menegaskan peran unsur Pemerintahan Kabupaten Blitar, elemen masyarakat dan stakeholder yang ada sangat penting dalam menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari Instansi samping dan elemen masyarakat termasuk tokoh agama, tokoh adat dan para ulama,”kata AKBP Rivanda.
Ia menegaskan ingin memastikan Polri selalu hadir dan terbuka untuk berkolaborasi dengan Pemerintahan Kabupaten Blitar dan masyarakat demi menjaga situasi yang aman kondusif dan harmonis di Kabupaten Blitar.
Sementara itu Bupati Blitar Drs. H. Rijanto M.M menyatakan siap bersinergi dengan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Blitar demi berjalannya program pemerintah daerah pada khususnya dan pemerintah pusat secara umum.
“Pemkab Blitar siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Polri demi tercipta dan terjaganya keamanan masyarakat sehingga program – program pemerintah bisa berjalan lancar,” kata Bupati Blitar.
Ia juga berharap komunikasi dan kerja sama antara Kepolisian dengan Pemerintah Kabupaten Blitar terus terjalin guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, sejuk, dan kondusif di Kabupaten Blitar. (*)
BONDOWOSO – Gerak cepat Polres Bondowoso Polda Jawa Timur (Jatim) menindaklanjuti laporan dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), akhirnya berhasil mengungkap dan mengamankan para terduga pelaku.
Dalam pengungkapan tersebut, Polisi berhasil mengamankan Tiga orang tersangka yang berperan sebagai pencuri dan penadah motor milik HA (39) warga Dusun Widoro, Kecamatan/ Kabupaten Bondowoso yang dilaporkan hilang.
Tiga orang tersangka masing-masing berinisial MM (34), H (35) dan UH (34) yang merupakan warga Bondowoso.
Dalam keterangannya, Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, pencurian dilakukan oleh tersangka MM pada 27 Desember 2025 sekitar pukul 18.00 WIB.
“Saat itu, MM berjalan kaki di Jalan Saliwiryo dengan tujuan mencari pekerjaan ke rumah temannya,” kata Kapolres Bondowoso, Rabu (21/1/26).
Di tempat tersebut MM melihat sepeda motor Yamaha X-Ride tahun 2013 warna putih dengan nomor polisi P 5551 AB terparkir di pinggir jalan dalam kondisi kunci kontak masih terpasang.
“Melihat kondisi sepi, tersangka kemudian mendorong sepeda motor ke arah selatan, menyalakannya, lalu membawa kendaraan tersebut ke rumahnya,”terang AKBP Aryo.
Mantan Kasubdit Regident Polda Jawa Barat tersebut menambahkan, setelah berhasil menguasai motor hasil curian, MM menghubungi tersangka H untuk membantu menjual kendaraan tersebut.
“H kemudian menghubungkan MM dengan tersangka UH hingga disepakati harga jual sebesar Rp1,5 juta,” tambah AKBP Aryo.
Dari transaksi MM dengan UH tersebut, tersangka H memperoleh komisi sebesar Rp.50 ribu sebagai perantara.
Kini Ketiga tersangka telah diamankan di Mapolres Bondowoso untuk proses hukum lebih lanjut
Sementara itu barang bukti berupa Satu unit sepeda motor Yamaha X-Ride, Satu lembar STNK, Satu buah BPKB, Satu buah kunci kontak yang sebelumnya juga diamankan, kini diserahkan kembali ke pemiliknya.
Atas perbuatannya, tersangka MM dijerat Pasal 476 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal Lima tahun penjara atau denda kategori V sebesar Rp500 juta.
Sedangkan tersangka UH dan H dijerat Pasal 591 huruf a KUHP tentang penadahan, dengan ancaman pidana penjara maksimal Empat tahun atau denda hingga Rp500 juta. (*)
Aceh — Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan kemanusian, diantaranya Bakti Kesehatan dan Pengobatan dalam rangka Operasi Aman Nusa II, yang dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah Aceh, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan ini menyasar masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, dengan fokus pada pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, vitamin, serta edukasi kesehatan.
Di Desa Burni Pase, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, bakti kesehatan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dilaksanakan oleh layanan Kedokteran dan Kesehatan Polres Bener Meriah, didukung Tim Kesehatan BKO Puddokkes Polri, Polda Jawa Timur serta dokter mitra Polres Bener Meriah.
Sebanyak 51 warga mendapatkan layanan medis, dengan keluhan dominan berupa dermatitis, ISPA, faringitis, cephalgia, myalgia, hipertensi hingga gangguan makan akibat kondisi pascabencana.
Salah satu dokter di lapangan, dr. Yeremia Dwi Purnomo dari RS Bhayangkara Batu Malang, menjelaskan bahwa kondisi lingkungan pascabencana sangat memengaruhi kesehatan warga.
“Sebagian besar keluhan dipicu oleh lingkungan lembap, kelelahan, dan stres pascabencana. Kehadiran layanan kesehatan Polri ini diharapkan dapat mencegah penyakit berkembang lebih serius dan membantu pemulihan warga secara menyeluruh,” ujarnya.
Sementara itu, di Desa Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, Klinik Pratama Polres Aceh Utara bersama Tim BKO Polda Jawa Timur melaksanakan bakti kesehatan kepada 186 warga terdampak banjir. Jenis penyakit yang banyak ditemukan antara lain dermatitis, ISPA, hipertensi, cephalgia, hingga diabetes melitus.
Ipda dr. Nuno Febrian Probosutiksna, selaku dokter penanggung jawab tim, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Kami tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga edukasi kesehatan agar masyarakat dapat menjaga kondisi tubuhnya di tengah keterbatasan pascabencana,” jelasnya.
Pelayanan serupa juga dilakukan di Posko Kesehatan Aceh Tamiang, dengan melibatkan Tim BKO Polda Metro Jaya. Sebanyak 26 warga menerima pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin, dengan keluhan terbanyak berupa ISPA, hipertensi, diare, dan penyakit kulit.
Salah seorang warga penerima manfaat di Aceh Tamiang, Nurhayati (48), mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim kesehatan Polri.
“Kami sangat bersyukur. Alhamdulillah ada dokter dan polisi yang datang langsung,” tuturnya haru.
Melalui kegiatan Bakti Kesehatan Ops Aman Nusa II ini, Polri menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom, tetapi juga sebagai mitra kemanusiaan yang hadir merawat, menguatkan, dan memulihkan harapan masyarakat di tengah bencana.