gambar whatsapp 2024 12 31 pukul 11.59.46 46a8e475
SURABAYA – Refleksi akhir tahun 2024, Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Jatim memaparkan beragam kasus kriminalitas se-Jatim selama Tahun 2024.
Jenis kasus yang sudah ditangani Polda Jatim bersama Polres yang ada di jajarannya mulai dari kejahatan jalanan seperti curanmor dan begal, hingga tindak pidana korupsi dan ITE.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto menyebutkan dari data yang dihimpun Bidhumas Polda Jatim tersebut terdapat beberapa kasus dominan yang berhasil diungkap dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
Kombes Pol Dirmanto mengatakan, Tim Satuan Tugas (Satgas) Khusus Polda Jatim dan Polres jajaran Polda Jatim berhasil membongkar 28 kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Selain itu, Direktorat Siber Polda Jawa Timur membongkar sindikat judi online (Judol) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang beroperasi dalam jaringan internasional.
Tak hanya itu saja, Polres Pelabuhan Tanjung Perak bekerja sama dengan Satgas Kementerian Perdagangan RI mengungkap dan melakukan penyitaan barang-barang yang diduga ilegal impor berupa keramik.
“Polda Jatim juga merampungkan kasus pengeroyokan di Ketapang Sampang Madura yang mengakibatkan 1 MD yang sempat menjadi sorotan beberapa saat menjelang Pilkada Jatim 2024,” terang Kombes Dirmanto di Gedung Mahameru Polda Jatim,Senin (30/12).
Selain itu, Ditreskrimum Polda Jatim dapat merampungkan kasus kriminal jika di Tahun 2023 sebesar 138,32 %, namun di Tahun 2024 kali ini berhasil merampungkan hingga 211,28 persen.
“Dari sejumlah kasus yang diselesaikan itu, didominasi kasus curanmor, pencurian dengan pemberatan, dan penipuan,” kata Kombes Dirmanto.
Jumlah perkara yang ditangani Ditreskrimsus Polda Jatim juga mengalami peningkatan.
Dari 142 kasus di tahun 2023 menjadi 151 kasus di tahun 2024 atau naik 9 kasus.
Dari jumlah tersebut, petugas merampungkan kasus Tipidter, Indagsi, Tipikor, dan Perbankan.
Tak ketinggalan, Ditres Siber Polda Jatim yang baru dibentuk mulai bulan Oktober 2024 juga sudah menangani beragam perkara.
Jumlah perkara yang ditangani Ditres Siber Polda Jatim, mengalami penurunan dari 77 kasus tahun 2023 saat masih di bawah naungan Ditreskrimsus, kini menjadi 67 kasus tahun 2024 atau turun sejumlah 10 kasus.
Selanjutnya, pada Ditresnarkoba, petugas mengungkap 5.054 kasus selama 2023.
Sedangkan pada tahun 2024 sebanyak 5.468 kasus atau meningkat 414 kasus / 8,19 %.
Dari jumlah tersebut, di tahun 2023, ada 6.276 orang yang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.
Sedangkan pada 2024, sebanyak 6.853 orang atau meningkat 577 TSK atau 9,19%.
Sementara itu selama tahun 2024, Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto memberikan penghargaan terhadap anggota Polri, ASN, dan masyarakat umum yang berprestasi pada seluruh jajarannya. Setidaknya, ada 1.006 penghargaan yang diberikan kepada mereka yang berprestasi.
Sebaliknya, bagi yang memperburuk atau merusak citra Polri dan melanggar pidana, juga diberikan sanksi tegas.
Selama 2023, pelanggaran mengalami penurunan dari 375 kasus menjadi 266 kasus di tahun 2024 atau turun 107 kasus dengan presentase -28,7%.
Dari jumlah tersebut, terdapat oknum yang melanggar etik dan pidana yang diklaim mengalami kenaikan dari 351 kasus di tahun 2023 menjadi 487 kasus di tahun 2023 atau naik sebanyak 136 KSS dengan presentase 38.7%.
Tak hanya itu, segudang penghargaan bergengsi juga disabet usai Irjen Imam Sugianto menahkodai Polda Jatim lantaran dinilai memiliki berbagai inovasi yang digagas dalam bidang olahraga sebagai wadah penyaluran bakat generasi muda.
Dari Universitas Airlangga Surabaya, menyabet penghargaan Pasca Award 2024 Empowering Transformative Leaders kategori “Transformational Leadership and Smart Policing”.
Lalu, penghargaan dari DetikJatim Awards 2024 sebagai Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Kategori “Inspirator Penggerak Olahraga”.
Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto meminta maaf apabila masih ada oknum personel kepolisian Polda Jatim beserta jajaran yang melukai atau mencederai warga Jatim dan kurang optimal dan maksimal dalam melakukan tupoksinya.
Meski begitu Imam mengaku bakal membuat tupoksi yang dilakukan kian maksimal di tahun berikutnya.
Serta melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat lebih optimal.
“Kami masih jauh dari kesempurnaan, kami beserta seluruh jajaran dari hati yang paling dalam kami mohon maaf apabila masih ada pelaksanaan tugas yang belum maksimal dalam menyelesaikannya,”tutur Kapolda Jatim. (*)
SURABAYA – Dalam upaya memperkuat ikatan spiritual sekaligus menjalin sinergitas dengan para tokoh agama, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak yang baru menjabat, AKBP Irwan Kurniawan, melaksanakan kegiatan ziarah dan silaturahmi di kawasan Wisata Religi Sunan Ampel serta Makam Boto Putih, pada Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 14.00 WIB tersebut turut didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kedatangan Kapolres AKBP Irwan beserta rombongan PJU dan kapolsek tersebut disambut hangat oleh para tokoh agama dan pengurus yayasan.
Dalam suasana khidmat dan keheningan yang sarat makna, ziarah ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk mengenang jasa, perjuangan, serta keteladanan para ulama dan Wali Allah dalam menyebarkan ajaran kebaikan dan perdamaian di tengah masyarakat.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Irwan Kurniawan, menyampaikan bahwa momentum ziarah bukan sekadar perjalanan fisik menuju tempat peristirahatan terakhir, melainkan ruang untuk merenung, memanjatkan doa, dan meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama.
“Di tengah dinamika tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, momentum ziarah ini menjadi pengingat penting,”ungkap AKBP Irwan.
Menurut AKBP Irwan, setiap langkah pengabdian hendaknya selalu dilandasi keikhlasan, ketulusan, kesabaran, serta kebijaksanaan demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan silaturahmi bersama pengurus Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel, dilanjutkan dengan pelaksanaan Salat Jumat berjamaah di Masjid Agung Sunan Ampel.
Usai ibadah, AKBP Irwan beserta rombongan melakukan ziarah khusyuk ke Makam Sunan Ampel, Makam Mbah Bolong, dan Makam Mbah Sholeh.
Setelah ramah tamah bersama pengurus yayasan di Ruang Imaman, rombongan bertolak menuju Kompleks Makam Boto Putih.
Di lokasi tersebut, AKBP Irwan Kurniawan beserta PJU melanjutkan ziarah ke Makam Sunan Boto Putih, Makam Al Habib Syekh bin Abdullah Bafaqih, dan Makam Adipati Panji Djoyodirono dengan didampingi pengurus.
Melalui kegiatan ziarah dan silaturahmi ini, diharapkan tumbuh semangat untuk terus menjaga nilai-nilai persaudaraan, mempererat tali silaturahmi antara Kepolisian dan para tokoh agama, serta menghadirkan pelayanan Polri yang semakin humanis, dekat, dan berorientasi pada kepedulian masyarakat. (*)
TRENGGALEK – Personel Polres Trenggalek Polda Jatim bersama tim gabungan berhasil mengevakuasi Empat pelajar dari SMP Negeri 4 Trenggalek yang sempat terjebak di area hutan Gunung Orak-arik, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, saat terjadi kebakaran hutan dan lahan pada Sabtu ( 8/8/2026).
Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H. melalui Kasihumas AKP Katik, S.H., mengatakan Keempat pelajar tersebut tidak bisa turun dari lokasi karena tali yang digunakan sebagai akses naik dan turun telah putus.
Pada saat yang bersamaan, asap tebal dan kobaran api masih terlihat di sejumlah titik yang sedang proses pemadaman oleh tim gabungan.
“Setelah menerima informasi dari warga, kita langsung koordinasikan dengan semua stakeholder dan lanjut bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi adik – adik kita yang terjebak saat pendakian,” kata AKP Katik, Senin (10/8/2026).
Menurut AKP Katik,proses evakuasi dilakukan secara hati-hati lantaran medan menuju lokasi cukup curam dan kondisi tersebut semakin berisiko karena titik api masih menyala merembet di kawasan hutan.
“Evakuasi menggunakan tali dan langsung kita bawa ke tempat yang lebih aman untuk dilakukan pertolongan dan pengecekan kesehatan,” terang AKP Katik.
Petugas kemudian menghubungi pihak keluarga dan mengantarkan keempat pelajar tersebut ke rumah masing-masing.
Sementara itu upaya pemadaman dan pelokalisiran di Gunung Orak arik tersebut terus dilakukan hingga sekitar pukul 17.30 WIB, Api kemudian berhasil dikendalikan.
AKP Katik juga menghimbau warga agar tidak sembarangan membakar sampah pada musim kemarau, dan jika mengetahui kebakaran segera melaporkan melalui call center 110 bebas pulsa. (*)
Jakarta – E-Sports Kapolri Cup 2026 menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ajang ini juga menjadi bagian dari semangat Polri Youth Movement: Polri Indonesia Emas 2045 yang mendorong kolaborasi pemerintah, Polri, komunitas, dan sektor swasta dalam menyiapkan talenta muda.
Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Adex Yudiswan mengatakan, penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan ruang sekaligus edukasi kepada generasi Z dan generasi Alpha mengenai peluang di industri esports.
“Esports ini bukan hanya tentang menjadi atlet. Ada ekosistem yang luas, mulai dari caster, pembawa acara, atlet, pembuat gim, event organizer, hingga UMKM yang menyediakan merchandise,” kata Adex di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Menurut Adex, pemerintah perlu memberikan gambaran yang utuh kepada generasi muda mengenai peluang di dunia digital, khususnya di tengah perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) yang berpotensi mengubah kebutuhan dan peluang pekerjaan.
“Di tengah gempuran teknologi AI yang berpotensi menggerus peluang kerja adik-adik Gen Z dan Gen Alpha, tugas kami sebagai pemerintah adalah memberikan gambaran bahwa ada banyak peluang di dunia digital yang bisa dibangun,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengembangan minat terhadap esports tetap harus berjalan seimbang dengan pendidikan. Literasi yang diberikan Polri melalui jajaran di tingkat Polres hingga Polda menekankan agar sekolah tetap menjadi prioritas utama, sedangkan gim menjadi prioritas pendukung.
“Sekolah tetap primer, gim sekunder. Harapannya mereka bisa sukses secara akademik sekaligus mampu meraih peluang karier di bidang esports maupun bidang lainnya,” tutur Adex.
Sementara itu, Ketua Umum IESPA Ibnu Sulistyo Riza Pradipto mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 yang dinilai memberikan kesempatan bagi para gamers amatir untuk tampil di panggung nasional.
“Teman-teman gamers, khususnya kategori amatir, sebelumnya tidak pernah bermimpi bisa bertanding di acara sebesar ini. Ini menjadi bukti nyata tagline ‘Dream to Become’ benar-benar terwujud,” kata Ibnu.
Ia menilai kolaborasi antara Polri, IESPA, jajaran Polda, komunitas, dan berbagai pihak menjadi langkah positif untuk membangun ekosistem esports nasional. Ia juga menyambut baik komitmen Kapolri agar kegiatan tersebut dapat terus berkelanjutan.
Apresiasi juga disampaikan kreator konten sekaligus perwakilan Gen Z, Willy Salim. Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap esports memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan prestasi melalui bidang yang dekat dengan kehidupan mereka.
“Dulu, waktu saya masih sekolah, jika ada acara seperti ini pasti akan sangat saya nantikan. Kapan lagi anak sekolah bisa membuktikan prestasinya di bidang gim dan didukung langsung oleh pemerintah?” ujar Willy.
E-Sports Kapolri Cup 2026 sebelumnya telah menjadi bagian dari rangkaian Polri Youth Movement yang melibatkan peserta dari berbagai daerah. Selain kompetisi, rangkaian kegiatan juga menghadirkan sejumlah side event untuk memperkenalkan berbagai peluang dalam industri esports sekaligus memperkuat literasi digital bagi generasi muda.
Melalui penyelenggaraan tersebut, Polri mendorong esports tidak hanya dipandang sebagai aktivitas hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi dan industri kreatif digital yang dapat menjadi ruang tumbuh bagi talenta muda menuju Indonesia Emas 2045.