Connect with us

Berita

Jumat Berkah, Polres Sumenep Gelar Baksos di TPA Wujud Kepedulian Terhadap Sesama

Published

on

img 20250412 wa0025

SUMENEP – Kapolres Sumenep, AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu dengan melakukan bakti sosial di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Jumat (11/04/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sumenep bersama jajaran memberikan bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya kepada puluhan warga yang tinggal dan mencari nafkah di sekitar TPA.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kemanusiaan Polres Sumenep Polda Jatim untuk meringankan beban masyarakat.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari kepedulian kami terhadap sesama, khususnya mereka yang berada di lingkungan TPA dan hidup dalam keterbatasan,” ungkap AKBP Henri.

Selain memberikan bantuan, Kapolres Sumenep juga menyempatkan diri berdialog dengan warga, mendengarkan keluhan dan harapan mereka secara langsung.

Kehadiran pimpinan kepolisian tersebut disambut hangat oleh warga setempat, yang mengaku sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolres dan jajaran. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ucap salah seorang warga yang menerima bantuan.

Kegiatan baksos ini juga diwarnai dengan pesan-pesan kamtibmas, di mana Kapolres Sumenep mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menjauhi tindakan-tindakan yang melanggar hukum.

Kegiatan berjalan lancar dan penuh kehangatan, menegaskan komitmen Polres Sumenep Polda Jatim untuk terus hadir dan peduli terhadap masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemanusiaan. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polres Madiun Kota Ungkap 3 Kasus Curanmor 4 Orang Residivis Diamankan

Published

on

KOTA MADIUN – Polres Madiun Kota Polda Jawa Timur berhasil mengungkap tiga kasus Curanmor yang terjadi di wilayah hukum Polres Madiun Kota.

Dalam pengungkapan tersebut, Polisi berhasil menangkap 4 tersangka dengan TKP kasus curanmor yang berbeda.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, SIK saat konferensi pers di Mapolres Madiun Kota, Rabu (3/6/26).

Tersangka berinisial R.I.S (25), warga Kecamatan Manguharjo diamankan atas kasus pencurian sepeda motor jenis Honda GL – PRO di wilayah Kecamatan Kartoharjo.

Sedangkan tersangka M.A.G (36) warga Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk diamankan atas kasus curanmor di TKP Parkiran Masjid Agung Kota Madiun dengan Barang bukti Sepeda Motor Honda Vario.

Kemudian Dua tersangka D.M.F warga Bendo Magetan dan tersangka D.P warga Tulungagung diamankan Polisi atas kasus curanmor di rumah kost Jl.Ciliwung Kecamatan Taman Kota Madiun dengan Barang bukti Sepeda Motor Honda Beat warna Silver Hitam.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka ini merupakan residivis kasus yang sama,” terang AKBP Wiwin.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 476 ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Ia juga menyampaikan kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Madiun Kota rata rata pelaku memanfaatkan kelemahan korban perempuan yang baru kenal.

Selain itu pelaku juga mengincar motor seperti kunci kontak menancap di motor, atau tidak ada kunci ganda.

Dari tangan tersangka, Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa STNK dan BPKB, tiga sepeda motor dan barang bukti lainnya.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor baik datang ke kantor Polisi terdekat maupun melalui call center 110, apabila menemukan tindak kriminalitas di lingkungannya,” pungkas AKBP Wiwin. (*)

Continue Reading

Berita

Polres Gresik Libatkan Ratusan Personel Layanan Pengamanan Haul Habib Abu Bakar Assegaf ke-71

Published

on

GRESIK – Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati kawasan Jalan KH Zubair, Desa Pulopancikan dan Desa Gapuro Sukolilo, Kecamatan Gresik, dalam rangka Haul ke-71 Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dan mendapat layanan pengamanan dari Polres Gresik Polda Jawa Timur.

Ratusan personel diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas, menjaga ketertiban, serta memberikan pelayanan kepada para jemaah yang datang dari berbagai daerah.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution turun langsung memantau jalannya kegiatan bersama sejumlah pejabat utama Polres Gresik.

“Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar,” ungkap AKBP Ramadhan.

Rangkaian haul diawali dengan pembacaan Rauhah pada sore hari, dilanjutkan salat Magrib berjamaah, pembacaan Rauhah kembali, hingga penampilan Hadroh Ahbaabul Musthofa Kabupaten Grobogan dan ditutup dengan pembacaan doa bersama.

Sejumlah ulama dan habaib ternama turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Habib Zen Baharun dari Pondok Pesantren Dalwa, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Jindan bin Jindan, Habib Ismail Hadad, Habib Hasan Al Attos, Habib Umar Al-Hamid, Habib Salim Al Hadad Alhawi, serta Ketua Umum Robithoh Alawiyah Habib Taufik Assegaf.

Di sela kegiatan, Kapolres Gresik bersama pejabat utama Polres Gresik juga melakukan pengecekan sejumlah posko pengamanan yang berada di sekitar kawasan Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik.

Hal itu untuk memastikan kesiapan personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan haul sehingga berlangsung aman dan kondusif.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Terima kasih kepada seluruh panitia, tokoh agama, masyarakat, serta personel yang bertugas sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan khidmat,” ujarnya.

Kegiatan Haul Habib Abu Bakar Assegaf ke-71 berakhir sekitar pukul 22.00 WIB. Selama pelaksanaan acara tidak ditemukan gangguan kamtibmas yang berarti dan situasi tetap kondusif. (*)

Continue Reading

Berita

Polres Probolinggo Ungkap Fakta Kasus Pembegalan Nakes di Kraksaan Ternyata Rekayasa

Published

on

PROBOLINGGO,– Kasus dugaan pembegalan yang dilaporkan menimpa seorang tenaga kesehatan (nakes) RSUD Waluyo Jati Kraksaan yang sempat menggemparkan masyarakat Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan mendalam, jajaran Polsek Kraksaan bersama Polres Probolinggo Polda Jawa Timur memastikan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan tindak kriminal sebagaimana yang sebelumnya dilaporkan.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melalui Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dan observasi di lapangan ditemukan sejumlah kejanggalan.

Luka yang dialami yang bersangkutan tidak sesuai dengan kronologi pembegalan yang disampaikan.

Selain itu berdasarkan hasil pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut merupakan rekayasa yang dibuat sendiri.

“Yang bersangkutan mengakui secara sadar dan tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun bahwa kejadian tersebut direkayasa karena adanya permasalahan ekonomi dalam keluarga,” ujar Kompol Masykur, Rabu (3/6/2026)

Dengan pengakuan tersebut, pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak pernah terjadi aksi pembegalan sebagaimana informasi yang sempat beredar luas di tengah masyarakat.

“Jadi peristiwa pembegalan itu tidak ada dan hanya rekayasa,” tegas Kompol Masykur.

Sebelumnya, kabar mengenai dugaan pembegalan terhadap tenaga kesehatan RSUD Waluyo Jati sempat menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Banyak warga yang merasa cemas terhadap kondisi keamanan, khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Kompol Masykur juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, apalagi terkait kejadian yang saat ini meresahkan masyarakat.

Menurutnya, setiap informasi yang beredar perlu dipastikan terlebih dahulu kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan publik.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Informasi yang tidak benar dapat membuat masyarakat resah serta berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya.

Polres Probolinggo Polda Jatim mengajak seluruh masyarakat untuk selalu memberikan keterangan yang jujur kepada aparat penegak hukum dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Langkah tersebut penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenangan bersama.

Sementara itu, atas perbuatannya, pelapor meminta maaf kepada kepolisian dan masyarakat Probolinggo.

Ia mengakui hasil penjualan motor digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. (*)

Continue Reading

Trending