Connect with us

Berita

Polres Probolinggo Ungkap Fakta Kasus Pembegalan Nakes di Kraksaan Ternyata Rekayasa

Published

on

PROBOLINGGO,– Kasus dugaan pembegalan yang dilaporkan menimpa seorang tenaga kesehatan (nakes) RSUD Waluyo Jati Kraksaan yang sempat menggemparkan masyarakat Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan mendalam, jajaran Polsek Kraksaan bersama Polres Probolinggo Polda Jawa Timur memastikan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan tindak kriminal sebagaimana yang sebelumnya dilaporkan.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melalui Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dan observasi di lapangan ditemukan sejumlah kejanggalan.

Luka yang dialami yang bersangkutan tidak sesuai dengan kronologi pembegalan yang disampaikan.

Selain itu berdasarkan hasil pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut merupakan rekayasa yang dibuat sendiri.

“Yang bersangkutan mengakui secara sadar dan tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun bahwa kejadian tersebut direkayasa karena adanya permasalahan ekonomi dalam keluarga,” ujar Kompol Masykur, Rabu (3/6/2026)

Dengan pengakuan tersebut, pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak pernah terjadi aksi pembegalan sebagaimana informasi yang sempat beredar luas di tengah masyarakat.

“Jadi peristiwa pembegalan itu tidak ada dan hanya rekayasa,” tegas Kompol Masykur.

Sebelumnya, kabar mengenai dugaan pembegalan terhadap tenaga kesehatan RSUD Waluyo Jati sempat menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Banyak warga yang merasa cemas terhadap kondisi keamanan, khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Kompol Masykur juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, apalagi terkait kejadian yang saat ini meresahkan masyarakat.

Menurutnya, setiap informasi yang beredar perlu dipastikan terlebih dahulu kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan publik.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Informasi yang tidak benar dapat membuat masyarakat resah serta berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya.

Polres Probolinggo Polda Jatim mengajak seluruh masyarakat untuk selalu memberikan keterangan yang jujur kepada aparat penegak hukum dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Langkah tersebut penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenangan bersama.

Sementara itu, atas perbuatannya, pelapor meminta maaf kepada kepolisian dan masyarakat Probolinggo.

Ia mengakui hasil penjualan motor digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Perkuat Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Desa Semedusari Rutin Monitoring Lahan Jagung

Published

on

Pasuruan Kota – Sebagai wujud nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional dan upaya mewujudkan swasembada pangan sebagaimana Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Bhabinkamtibmas Desa Semedusari, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan lahan pertanian jagung milik kelompok tani binaan Polri di Desa Semedusari, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Kamis (04/06/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di lahan pertanian jagung tersebut merupakan tindak lanjut arahan Karo SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H. serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim AKBP Jazuli Dani Irianto, S.I.K., M.Tr.Opsla selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim. Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di lapangan, Polri terus berupaya mendukung dan mengawal program pemerintah di sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas pangan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan perkembangan tanaman jagung, memastikan kondisi lahan tetap terawat, serta berdialog langsung dengan para petani untuk mengetahui kondisi pertanian dan berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya. Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan motivasi dan dukungan kepada petani agar terus semangat meningkatkan hasil pertanian.

Selain melakukan monitoring tanaman, Bhabinkamtibmas juga mengajak para petani untuk terus menjaga kualitas perawatan tanaman serta memanfaatkan lahan pertanian secara maksimal guna meningkatkan produktivitas hasil panen. Kehadiran Polri di tengah aktivitas pertanian diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat.

Kapolsek Lekok AKP Mawan Budi P mengatakan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam pendampingan sektor pertanian merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan salah satu program prioritas nasional yang memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk Polri melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di wilayah binaan.

“Melalui kegiatan pendampingan dan monitoring yang dilakukan secara berkelanjutan, kami ingin memastikan para petani mendapatkan motivasi dan dukungan sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Kami berharap langkah ini dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar AKP Mawan Budi P.

Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa Polsek Lekok akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan yang berkelanjutan kepada kelompok tani di wilayah binaannya. Kehadiran Polri di sektor pertanian diharapkan mampu memperkuat sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat keamanan dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Melalui kegiatan monitoring dan pendampingan yang dilakukan secara rutin, Polsek Lekok berharap sektor pertanian di Kabupaten Pasuruan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan daerah maupun nasional, sejalan dengan program pemerintah menuju Indonesia yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan.

 

#astacita
#polrespasuruankota
#birosdmpoldajatim
#ketahananpanganpoldajatim
#polripresisi
#swasembadapangan
#swassembadajagung
#polisicintapetani
#astacitapresiden

Continue Reading

Berita

Polres Madiun Kota Ungkap 3 Kasus Curanmor 4 Orang Residivis Diamankan

Published

on

KOTA MADIUN – Polres Madiun Kota Polda Jawa Timur berhasil mengungkap tiga kasus Curanmor yang terjadi di wilayah hukum Polres Madiun Kota.

Dalam pengungkapan tersebut, Polisi berhasil menangkap 4 tersangka dengan TKP kasus curanmor yang berbeda.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, SIK saat konferensi pers di Mapolres Madiun Kota, Rabu (3/6/26).

Tersangka berinisial R.I.S (25), warga Kecamatan Manguharjo diamankan atas kasus pencurian sepeda motor jenis Honda GL – PRO di wilayah Kecamatan Kartoharjo.

Sedangkan tersangka M.A.G (36) warga Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk diamankan atas kasus curanmor di TKP Parkiran Masjid Agung Kota Madiun dengan Barang bukti Sepeda Motor Honda Vario.

Kemudian Dua tersangka D.M.F warga Bendo Magetan dan tersangka D.P warga Tulungagung diamankan Polisi atas kasus curanmor di rumah kost Jl.Ciliwung Kecamatan Taman Kota Madiun dengan Barang bukti Sepeda Motor Honda Beat warna Silver Hitam.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka ini merupakan residivis kasus yang sama,” terang AKBP Wiwin.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 476 ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Ia juga menyampaikan kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Madiun Kota rata rata pelaku memanfaatkan kelemahan korban perempuan yang baru kenal.

Selain itu pelaku juga mengincar motor seperti kunci kontak menancap di motor, atau tidak ada kunci ganda.

Dari tangan tersangka, Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa STNK dan BPKB, tiga sepeda motor dan barang bukti lainnya.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor baik datang ke kantor Polisi terdekat maupun melalui call center 110, apabila menemukan tindak kriminalitas di lingkungannya,” pungkas AKBP Wiwin. (*)

Continue Reading

Berita

Polres Gresik Libatkan Ratusan Personel Layanan Pengamanan Haul Habib Abu Bakar Assegaf ke-71

Published

on

GRESIK – Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati kawasan Jalan KH Zubair, Desa Pulopancikan dan Desa Gapuro Sukolilo, Kecamatan Gresik, dalam rangka Haul ke-71 Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dan mendapat layanan pengamanan dari Polres Gresik Polda Jawa Timur.

Ratusan personel diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas, menjaga ketertiban, serta memberikan pelayanan kepada para jemaah yang datang dari berbagai daerah.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution turun langsung memantau jalannya kegiatan bersama sejumlah pejabat utama Polres Gresik.

“Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar,” ungkap AKBP Ramadhan.

Rangkaian haul diawali dengan pembacaan Rauhah pada sore hari, dilanjutkan salat Magrib berjamaah, pembacaan Rauhah kembali, hingga penampilan Hadroh Ahbaabul Musthofa Kabupaten Grobogan dan ditutup dengan pembacaan doa bersama.

Sejumlah ulama dan habaib ternama turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Habib Zen Baharun dari Pondok Pesantren Dalwa, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Jindan bin Jindan, Habib Ismail Hadad, Habib Hasan Al Attos, Habib Umar Al-Hamid, Habib Salim Al Hadad Alhawi, serta Ketua Umum Robithoh Alawiyah Habib Taufik Assegaf.

Di sela kegiatan, Kapolres Gresik bersama pejabat utama Polres Gresik juga melakukan pengecekan sejumlah posko pengamanan yang berada di sekitar kawasan Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik.

Hal itu untuk memastikan kesiapan personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan haul sehingga berlangsung aman dan kondusif.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Terima kasih kepada seluruh panitia, tokoh agama, masyarakat, serta personel yang bertugas sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan khidmat,” ujarnya.

Kegiatan Haul Habib Abu Bakar Assegaf ke-71 berakhir sekitar pukul 22.00 WIB. Selama pelaksanaan acara tidak ditemukan gangguan kamtibmas yang berarti dan situasi tetap kondusif. (*)

Continue Reading

Trending