Connect with us

Berita

  Patroli Polsek Rejoso Dukung Kelancaran Dan Keamanan Jamaah Haul KH Abdul Hamid ke-45

Published

on

Polresta Pasuruan – Polsek Rejoso Polres Pasuruan Kota melaksanakan patroli dan pengamanan untuk mendukung kelancaran serta keamanan jamaah Haul KH Abdul Hamid ke-45, Sabtu (22/8/2026), di Jalan Raya Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

 

Kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Personel melakukan pemantauan di sepanjang jalur yang dilalui jamaah sekaligus mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.

 

Petugas juga memberikan imbauan kepada jamaah dan pengguna jalan agar tetap tertib, berhati-hati serta mematuhi arahan petugas demi terciptanya keamanan dan kelancaran selama kegiatan berlangsung.

 

Kapolsek Rejoso AKP Bambang Pamungkas mengatakan bahwa pengamanan dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. “Kami hadir untuk memberikan pelayanan terbaik serta memastikan kegiatan haul berjalan aman, tertib dan lancar. Kami mengimbau seluruh jamaah dan pengguna jalan untuk bersama-sama menjaga ketertiban,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan patroli dan pengamanan tersebut, Polsek Rejoso berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polres Pasuruan Kota Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Dampingi Petani Jagung di Desa Rowogempol

Published

on

Polresta Pasuruan – Komitmen Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur dalam mendukung program ketahanan pangan terus diwujudkan melalui kegiatan di lapangan. Minggu (23/8/2026), Bhabinkamtibmas Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, melakukan pengecekan dan pendampingan di lahan jagung yang berada di Desa Rowogempol Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan.

 

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong terwujudnya swasembada pangan. Bhabinkamtibmas memantau perkembangan tanaman jagung sekaligus berkomunikasi dengan petani terkait kondisi lahan serta proses perawatan tanaman.

 

Kehadiran Bhabinkamtibmas di lahan pertanian juga menjadi bentuk motivasi kepada para petani agar terus mengoptimalkan pengelolaan lahan. Pendampingan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Lekok.

 

Kapolsek Lekok AKP H. Mawan Budi P. mengatakan, jajaran Polsek Lekok akan terus mendorong Bhabinkamtibmas untuk aktif mendampingi masyarakat, khususnya para petani.

 

“Kami akan terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada para petani agar lahan pertanian dapat dikelola secara optimal, sehingga produktivitas dan hasil pertanian dapat meningkat,” ujar AKP H. Mawan Budi P.

 

Melalui kegiatan tersebut, Polres Pasuruan Kota berharap sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung program ketahanan pangan. Pendampingan di lahan jagung ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para petani sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Continue Reading

Berita

Tim Trauma Healing Polda Jatim Bantu Pulihkan Warga Terdampak Gempa NTT

Published

on

SURABAYA – Polda Jawa Timur menerjunkan Tim Trauma Healing untuk membantu pemulihan psikologis warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus lalu berdampak di sejumlah wilayah, di antaranya Nagekeo, Bajo, Sikka, Ende, Reo, Lambaleda, dan Riung, Sabtu (22/8/2026).

Bagian Psikologi pada Biro SDM Polda Jatim langsung mengerahkan personel untuk memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat.

Tim Psikologi Polda Jatim yang dipimpin Iptu Ellan Wahyudi, M.Psi, Psikolog bersama empat personel lainnya akan memberikan pendampingan psikologis, konseling awal, edukasi pengelolaan stres, hingga aktivitas kelompok di lokasi terdampak bencana.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, langkah ini dilakukan untuk membantu warga mengelola kecemasan, ketakutan, hingga trauma setelah bencana.

Menurut Kombes Pol Abast kehadiran personel Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga membantu warga melewati masa pemulihan pascabencana.

Kombes Pol Abast menegaskan, Polri hadir untuk membantu masyarakat, termasuk dalam menghadapi dampak psikologis setelah bencana.

“Dukungan psikososial ini diharapkan dapat membantu masyarakat kembali merasa aman, mengurangi kecemasan, dan membangun kembali semangat untuk beraktivitas,” kata Kombes Abast.

Sejumlah metode juga diberikan kepada para penyintas, antara lain teknik USEFT, Butterfly Hug, serta terapi bermain.

“Metode tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang terdampak.Pendekatan dilakukan secara humanis dan disesuaikan dengan kondisi penyinta,” jelas Kombes Abast.

Tidak hanya anak-anak, orang tua dan keluarga juga mendapat pendampingan dan diberikan edukasi agar mampu mengenali tanda-tanda stres serta menjadi sumber dukungan bagi anggota keluarga yang masih mengalami tekanan psikologis.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan psikososial yang dikoordinasikan Biro Psikologi SSDM Polri. Dalam pelaksanaannya, turut dilibatkan personel psikologi dari Polda Jateng, Polda Bali, Polda NTB, dan Polda NTT.

“Kami berharap kehadiran tim trauma healing dapat memberikan penguatan bagi masyarakat, bukan hanya membantu mengurangi dampak psikologis akibat gempa, tetapi juga memperkuat solidaritas dan menumbuhkan harapan agar masyarakat bisa bangkit dan menata kembali kehidupannya,” pungkas Kombes Abast. (*)

Continue Reading

Berita

Pusdokkes Polri Berikan Layanan Kesehatan Gratis, 120 Warga Terdampak Gempa di Reo Telah Dilayani

Published

on

REO, NTT — Di tengah kondisi masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian pascagempa Nusa Tenggara Timur, kebutuhan akan pelayanan kesehatan menjadi perhatian penting. Untuk membantu warga, Pusdokkes Polri membuka layanan kesehatan gratis di Posko Pengungsian Barakalong, Reo, NTT.
Kehadiran layanan kesehatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana. Warga dapat memeriksakan kondisi kesehatan tanpa harus meninggalkan lokasi pengungsian.

Hingga Senin (17/8/2026), sekitar 120 warga terdampak gempa telah mendapatkan pelayanan dari tim kesehatan Pusdokkes Polri. Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan kondisi fisik, konsultasi kesehatan, pemberian obat-obatan, serta edukasi kepada masyarakat.

Juru Bicara Posko Pelayanan NTT, Ipda dr. Fahri Abdurrahman, mengatakan sebagian besar warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan memiliki keluhan yang relatif sama.
“Sebagian besar masyarakat yang datang mengeluhkan flu, kemudian ada juga yang mual dan muntah,” ujar dr. Fahri.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian tim kesehatan, terlebih masyarakat masih menjalani aktivitas sehari-hari dalam situasi pengungsian yang serba terbatas.

Selain memberikan pengobatan, personel kesehatan Polri juga melakukan pemantauan terhadap kondisi para pengungsi, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia serta warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian, keberadaan layanan kesehatan di sekitar mereka menjadi dukungan yang berarti. Warga dapat memperoleh pemeriksaan dan pengobatan ketika mengalami gangguan kesehatan tanpa harus mencari fasilitas kesehatan yang jauh dari lokasi pengungsian.

Melalui layanan tersebut, Pusdokkes Polri terus berupaya memastikan masyarakat terdampak gempa tidak hanya mendapatkan bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga memperoleh pendampingan kesehatan selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan.
Kehadiran tenaga kesehatan Polri di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya untuk memberikan rasa aman dan memastikan warga tetap mendapatkan perhatian selama melewati masa sulit pascabencana.

Continue Reading

Trending