Connect with us

Berita

Jumat Curhat, Kapolres Pasuruan Kota Sambangi Warga Kecamatan Kraton

Published

on

Polresta Pasuruan – Kegiatan Jumat Curhat bersama Kapolres Pasuruan Kota terus berlanjut. Kali ini, Jumat (17/2/2023) Kapolres AKBP Dr Raden Muhammad Jauhari,S.H.,S.I.K.,M.Sibersama jajarannya menyambangi warga di Kecamatan Kraton.

Jumat Curhat bersama Kapolres kali ini mengambil tempat di Pendopo Kecamatan Kraton. Kapolres bersama pejabat Utama (PJU) Polres Pasuruan Kota siap menampung segala aspirasi atau unek-unek dari masyarakat yang sudah berkumpul di lokasi kegiatan.

Hadir dalam kegiatan Jumat Curhat bersama Kapolres Pasuruan Kota Munif Triatmojo SE,MM ( Camat Kraton ), Bustomi Rozi (Kepala KUA Kraton), KH. Yazid Bustomi (Ketua MUI Kraton), para Kepala Desa dan sekdes Se-Kec Kraton, Bhabinsa Koramil Kraton, serta perwakilan Tomas, Toga dan Toda se Kecamatan Kraton.

Kapolres AKBP Dr Raden Muhammad Jauhari,S.H.,S.I.K.,M.Si dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan Jumat Curhat kali ini Polres Pasuruan Kota, siap menampung dan mendengarkan semua curhatan dari masyarakat berkaitan dengan kamtibmas.

“Kita memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk curhat terkait situasi kamtibmas yang ada di lingkungannya,” ungkap Kapolres.

Hal ini terus kita laksanakan, lanjut Kapolres, agar kita tau unek-unek atau aspirasi dari masyarakat sehingga kita bisa memberikan solusi untuk mengatasinya.

“Kegiatan jum’at curhat akan terus kita laksanakan, untuk menampung aspirasi dan supaya tidak terjadi sumbatan komunikasi antara masyarakat dengan Polri, berkaitan dengan harkamtibmas sehingga kita bisa melayani dengan baik dan memberikan problem solving terkait permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya

Lanjut Kapolres Kami dan Forkopimda Pasuruan Juga akan Memberikan Pelayanan Keamanan kepada masyarakat, tetapi kami juga membutuhkan Dukungan dari masyarakat untuk membantu membenahi Kota Pasuruan dan Memberikan Keamanan di kota Pasuruan.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan Kami berkoordinasi dengan 2 pimpinan daerah ini yang menjadikan tantangan bagi kami karena perbedaan karakter sehingga kita bisa menyesuaikan diri.

Tahun ini tahun politik sampai pemilu 2024 sangat berbeda dengan tahun sebelumnya , dengan keterbatasan personil harus mampu mengawasi dan mensukseskan pemilu 2024.

Masih kata Kapolres menghimbau kepada bapak ibu agar sama sama menjaga situasi kondusif di wilayah kecamayam Kraton karena Pilkades sangat rawan di banding kan dengan Pilpres karena semua kepentingan ada di desa. Ucap Kapolres

Kapolres juga mengingatkan bahwa kawasan pier masuk kawasan Kraton sekiranya adanya hal hal perselisihan antara perusahaan dengan warga sekiranya bisa dia selesaikan di tingkat desa.

Tolong Bapak Ibu sekalian kepala desa sekiranya ada hal-hal yang Menyangkut Perselisihan Industrial atau pihak masa pekerjaan mohon kiranya diselesaikan dengan cara yang baik dan didampingi Oleh Perangkat Desa mungkin Dari Kepolisian TNI Sehingga Tidak Menggunakan Masa Atau Kekuatan yang sifatnya provokatif yang membahayakan Kita Sendiri Apalagi mohon maaf di keraton adalah kawasan industri termasuk lintasan nasional yang bisa mengganggu ketertiban masyarakat, pintanya.

Dalam Sambutan Camat Kraton Munif Triatmojo SE,MM mengucapkan Selamat datang Bapak Kapolres Berserta jajarannya di Wilayah Kraton, mudah mudahan Kegiatan hari ini seluruh jajaran di wilayah kec kraton agar bisa bermanfaat untuk masyarkat di Kec Kraton kabupaten Pasuruan.

Lanjut Camat Kraton Syukur Alhmdulillah wilayah kita termasuk di katakan Wilayah yang cukup aman, namun kita tetep sinergritas bersama untuk keamanan dan keteripan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan.

Mengenai jabatan Kades 4 desa masa jabatannya habis sehingga kita akan melaksanakan Pilkades serentak tahun 2024 meliputi Desa semare ,Desa tambakrejo, Desa KlampisRejo dan desa Slambri, tidak lupa pula pak camat meminta kepada bapak Kapolres Mohon bimbingan dan arahan terkait Kamtibmas di kecamatan Kraton mengingat mendekati tahun politik.

Kemudian dilanjutkan denga. Sesok tanya jawab dia awali dengan Pak Heru selaku Kepala Desa Plinggisan, bahwa akhir-akhir ini dari desa tidak tahu tiba tiba ada kunjungan dari Polda langsung ke desa, kemudian saya tanya dari polsek tidak ada pemberitahuan kemudian saya meminta identitas dari pada pihak tersebut akan tetapi tidak diberikan.

Selaku Kapolres Pasuruan Kota menjawab langsung pertanyaan dari bapak kepala desa Pligisan, masalah seperti ini di Desa menyangkut masalah anggaran karena kami juga ada pemberitahuan, perhatian dari pusat kemarin seluruh Kapolda seluruh walikota Bupati Kapolres jaksa seluruhnya dikumpulkan mendapat arahan langsung dari bapak Presiden RI bersama Kepala Menteri salah satunya yang dibahas yaitu anggaran pemerintahan kemudian anggaran desa yang pesan dari beliau yang perlu digaris bawahi adalah beliau meminta kepada Kapolri kejaksaan agung untuk tidak mencari-cari kesalahan terkait pekerjaan maupun jalannya proses pemerintahan baik desa pemerintah kabupaten dan diharapkan kejaksaan dan Kepolisian untuk mendampingi dari mulai kepala desa sampai Walikota, Bupati dalam melaksanakan proses pembangunan terkait anggaran dan perlu adanya tim untuk ke depan bapak ibu sekalian sebagai pemimpin termasuk saya jangan takut dan ragu kalau proses yang anda jalankan tersebut dalam prosedur dan jujur.

Kemudian pertanyaan dari bapak Muhammad Adib selaku Kepala Desa Kalirejo karena Sering kali di desa kami sering ada tawuran anak-anak remaja dan masalah narkoba dan kami sudah bekerjasama dengan pihak Kecamatan Kraton maupun dari pihak Polsek Kraton bahwa keinginan kami bagaimana agar Desa kami ini tidak ada tawuran lagi dan masalah narkoba.

Dengan tegas Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dr Raden Muhammad Jauhari, S.HS.I.K.,M.s.i dengan tegas menjawab Hampir jaringan narkoba maupun masalah tawuran ini ada dari kalangan tua maupun kalangan muda oleh karena itu untuk cara pencegahannya adalah melakukan pendekatan di kalangan masyarakat tersebut yang saya sebelumnya sudah perintahkan kasat Binmas dan seluruh bagian Babinkamtibmas maupun Babinsa merupakan tolak ukur keberhasilan Polri dan TNI, jadi wajib untuk Babinkhamtibmas dan Babinsa terus-menerus turun ke masyarakat dengan melakukan sosialisasi seperti nongkrong di warung kopi merangkul mereka dan melakukan penggalangan serta merangkul tokoh-tokoh agama maupun tokoh masyarakat agar tidak masalah tersebut.

Lanjut pertanyaan dari Kades Sidogiri bertanya untuk bobot pelanggaran yang bisa di masalahkan dari tindak pidana korupsi itu seperti apa

Kapolres menjelaskan Jadi untuk masalah ini khususnya unit Tindak pidana korupsi ini saya sudah menyampaikan kepada Kasat Reskrim jangan mencari-cari kesalahan dan kepada pihak yang di periksa apabila kalau ada poin-poin tertentu yang tidak sesuai prosedur pemeriksaan agar melaporkan kepada saya selaku pimpinan Kepala kepolisian resort Pasuruan Kota dan kita akan melakukan tindakan secara tegas apabila ada oknum dari kepolisian ada yang mencari cari kesalahan tetapi juga sebaliknya untuk Kepala Desa agar juga bekerja secara jujur

Pertanyaan terakhir dari Imron selaku kepala desa curah dukuh yaitu Mempunyai lahan di gerbang tol titik industri permasalahan kami selama ini terjadinya konflik demo penutupan jalan serta harapan saya meminta petunjuk mungkin dengan adanya tekanan dari Kapolres Pasuruan kota mungkin bisa ada pantauan khusus untuk warga kami

Kapolres menjawab Kapolres juga sebelumnya sudah koordinasi dengan beberapa kepala perusahaan untuk mengutamakan potensi lokal masyarakat yang memenuhi standar untuk dimaksimalkan dalam perusahaan tersebut serta memberikan CSR kepada warga ataupun Desa sekitar

Diakhir Kapolres menyampaikan Pada kesempatan itu, Kapolres mengimbau masyarakat, jika mengetahui adanya suatu tindak pidana jangan segan-segan untuk menginformasikan ke Polres Pasuruan Kota maupun Polsek terdekat baik melalui media center kami yang ada di penjagaan yaitu Call Center 110.

“Kami selalu siap jika adanya laporan dari masyarakat dan langsung segera kami tindak lanjuti, jika yang dilaporkan memerlukan proses, maka akan disampaikan perkembangan prosesnya”, tutup Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dr Raden Muhammad Jauhari, S.H.,M.H.,M.Si.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Gerak Cepat Polri Tanggap Gempa: Siang Kapolda NTT Terbang ke Sikka, Malam Ini Perkuatan Mabes Diberangkatkan

Published

on

Jakarta, 15 Agustus 2026 — Polri bergerak cepat merespons gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengerahkan Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko ke Kabupaten Sikka pada siang hari serta menyiapkan perkuatan personel Mabes Polri yang akan diberangkatkan malam ini ke Labuan Bajo untuk mempercepat penanganan dan bantuan bagi warga terdampak.

Siang ini, Kapolda NTT bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan unsur Forkopimda Provinsi NTT bertolak dari Kupang menuju Sikka menggunakan pesawat Polri CASA 212-200/P-4101. Pesawat lepas landas pada pukul 13.30 WITA.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan bencana dilakukan secara langsung dan terpadu. Kapolda NTT turun ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat, memastikan kebutuhan warga terpenuhi, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi personel Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P. menyampaikan belasungkawa kepada seluruh masyarakat yang terdampak.

“Polri menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa. Siang ini Kapolda NTT langsung terbang ke Sikka untuk memastikan kondisi masyarakat, melihat kebutuhan di lapangan, sekaligus memberikan semangat kepada anggota yang sejak awal sudah berada di lokasi untuk membantu masyarakat.”

Setibanya di Sikka, Kapolda NTT bersama Gubernur dan Forkopimda langsung menuju Mapolsek Alok, Polres Sikka. Rombongan menerima laporan perkembangan situasi, menemui warga terdampak, serta menyerahkan bantuan awal kepada sekitar 100 warga, dengan penyerahan simbolis kepada 13 perwakilan masyarakat.

Kapolda NTT menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bantuan awal dan bantuan lanjutan akan segera dikirim sesuai kebutuhan.

“Kami bukan hanya sekadar datang. Kami hadir untuk memberikan bantuan dan meringankan beban masyarakat yang terdampak. Bantuan ini merupakan bantuan awal, dan bantuan selanjutnya akan segera dikirim.”

Polri memastikan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas, termasuk makanan dan minuman, layanan kesehatan, evakuasi, keamanan lingkungan, akses menuju wilayah terdampak, serta kelancaran distribusi bantuan.

“Yang paling penting saat ini adalah memastikan masyarakat aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Setiap kendala di lapangan harus segera dilaporkan agar dapat segera dicarikan solusi dan diperkuat,” ujar Isir.

Malam Ini Perkuatan Mabes Polri Diberangkatkan

Sebagai langkah lanjutan, malam ini Polri akan memberangkatkan pasukan gabungan dari Mabes Polri menggunakan pesawat charter dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Perkuatan tersebut disiapkan untuk memperkuat jajaran Polda NTT dan mendukung penanganan bencana sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.

Rombongan perkuatan Mabes Polri terdiri dari:

* 100 personel Korbrimob Polri;
* 3 personel DVI;
* 3 personel Slog Polri;
* Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri;
* Personel Divhumas Polri.

Jumlah personel Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri masih dalam proses pendataan.

Menurut Isir, setiap unsur memiliki peran penting dalam penanganan bencana. Korbrimob mendukung respons dan pengamanan di lapangan, DVI disiapkan untuk identifikasi korban bila diperlukan, Slog memperkuat dukungan logistik serta sarana prasarana, sementara Biro Psikologi SSDM memberikan layanan trauma healing bagi masyarakat.

Divhumas Polri juga diterjunkan untuk memastikan komunikasi publik berjalan baik, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan bersumber resmi.

“Perkuatan ini menunjukkan bahwa respons Polri dilakukan secara berlapis. Kami tidak hanya mengirim personel, tetapi juga kemampuan yang dibutuhkan untuk menjawab persoalan di lapangan.”

Anggota Diminta Tetap Semangat dan Humanis

Kadiv Humas menegaskan bahwa personel Polri yang sudah berada di lokasi harus terus menjaga semangat dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami minta seluruh anggota tetap semangat. Hadir di tengah masyarakat dengan empati, dengarkan apa yang mereka butuhkan, bantu semaksimal mungkin, dan segera laporkan apabila ada kendala yang membutuhkan perkuatan.”

Ia menambahkan bahwa dalam situasi bencana, Polri harus hadir bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut merasakan duka dan kesulitan warga.

“Kita berduka bersama masyarakat. Karena itu, pendekatan yang kita kedepankan adalah kemanusiaan. Pastikan masyarakat merasa aman, terlindungi, dan tidak sendiri menghadapi musibah ini.”

Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan seluruh stakeholder akan terus memantau perkembangan situasi serta mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk memastikan keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi bantuan, dan pemulihan masyarakat terdampak berjalan cepat, terpadu, dan berkelanjutan.

Continue Reading

Berita

Kapolda NTT dan Gubernur Sampaikan Penanganan Gempa Flores: Fokus Evakuasi, Data Korban, dan Cegah Hoaks

Published

on

KUPANG – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi NTT bersama Polda NTT dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Penanganan darurat difokuskan pada penyelamatan dan evakuasi korban, pendataan jumlah korban jiwa maupun luka-luka, pemetaan kerusakan bangunan dan infrastruktur, serta memastikan akses komunikasi dan jalur transportasi tetap terbuka.

Gubernur NTT Melkianus Laka Lena mengatakan, langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah memastikan kondisi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

“Dengan kondisi yang ada ini, segera mengecek kondisi yang ada di masing-masing daerah. Kerusakan yang terjadi, korban jiwa yang dialami ataupun luka-luka, dan segera memberikan data itu kepada pemerintah provinsi,” ujar Melkianus dalam konferensi pers terkait penanganan gempa Flores.

*Kapolda NTT Siapkan Pesawat, Forkopimda Tinjau Langsung Flores*

Untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus memverifikasi berbagai laporan yang terus berkembang, Gubernur NTT bersama Kapolda NTT dan unsur Forkopimda akan bergerak langsung menuju Pulau Flores.

Kapolda NTT menyiapkan pesawat khusus untuk mendukung mobilisasi rombongan Forkopimda ke sejumlah wilayah terdampak yang dapat dijangkau.

“Kami akan langsung masuk ke Flores dengan pesawat dari Pak Kapolda. Pak Kapolda ada penerbangan pesawat khusus yang kita pakai untuk memastikan beberapa kabupaten yang bisa kami singgahi, memastikan kerusakan yang terjadi,” jelas Melkianus.

Menurutnya, peninjauan langsung sangat penting karena data korban dan kerusakan masih bergerak dinamis. Laporan yang diterima pemerintah dari lapangan masih harus diverifikasi sebelum diumumkan kepada publik.

“Kami mohon maaf belum bisa menyajikan data detail, karena korban jiwa tadi kami dapat laporan ada tiga orang misalnya, ternyata korban sudah jadi empat, dan seterusnya. Ini kita pastikan dulu,” katanya.

*Lima Korban Meninggal Dunia, Data Masih Diverifikasi*

Dalam konferensi pers tersebut, Gubernur NTT menyampaikan data sementara korban meninggal dunia sebanyak lima orang.

“Korban jiwa, saat ini informasi yang saya terima sudah ada lima orang: dua di Sikka, tiga di Manggarai,” ungkap Melkianus.

Namun, angka tersebut belum menjadi data final karena proses pencarian dan pendataan masih berlangsung.

Sebagian korban dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Gempa terjadi sekitar pukul 05.58 Wita, saat sebagian warga masih berada di dalam rumah.

“Di Manggarai karena memang ini terkait reruntuhan karena kejadiannya di pagi hari pukul 05.58 WITA. Dan itu mungkin banyak dari masyarakat yang masih tertidur belum sempat bergerak,” jelasnya.

*Polda NTT Jadi Pusat Informasi Penanganan Bencana*

Untuk mencegah simpang siur informasi, Polda NTT disiapkan sebagai salah satu pusat pengendalian dan informasi penanganan bencana.

Gubernur mengatakan kesepakatan tersebut dilakukan bersama Kapolda NTT agar informasi mengenai perkembangan situasi dapat disampaikan secara terkoordinasi dan berdasarkan data yang telah diverifikasi.

“Pusat penanganan bencana nanti, kebencanaan ini ada di Polda NTT,” kata Melkianus.

Kapolda NTT juga memutuskan agar perkembangan penanganan bencana disampaikan melalui press release resmi setiap hari bersama unsur Forkopimda.

“Pak Kapolda memutuskan setiap hari nanti akan ada press release resmi dari Forkopimda terkait penanganan bencana agar kita lebih mudah berkoordinasi untuk melakukan proses komunikasi publik maupun penanganan bencana,” ujarnya.

Langkah tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi masyarakat dan media untuk memperoleh informasi resmi mengenai korban, kerusakan maupun perkembangan penanganan gempa.

*Kapolda dan Gubernur Ingatkan Bahaya Hoaks*

Di tengah situasi darurat, pemerintah memberikan perhatian serius terhadap penyebaran informasi yang belum terverifikasi, termasuk isu mengenai tsunami maupun gempa susulan.

Gubernur meminta masyarakat tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang sumbernya tidak jelas.

“Tolong kita jaga betul situasi ini jangan sampai lagi ada informasi-informasi yang meresahkan yang tidak jelas, tidak benar,” tegas Melkianus.

Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari lembaga yang berwenang, terutama BMKG untuk perkembangan aktivitas gempa dan BNPB terkait informasi penanganan kebencanaan.

Pemerintah menilai penyebaran hoaks dalam kondisi darurat dapat memicu kepanikan, mengganggu proses evakuasi dan menyulitkan petugas dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.

*Semua Kekuatan Dikerahkan*

Penyelamatan dan evakuasi korban menjadi prioritas utama dalam fase awal penanganan gempa.

TNI, Polri, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, Kementerian PUPR, PLN, operator telekomunikasi dan berbagai unsur terkait dikerahkan untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak.

“Proses awal adalah kita untuk mengevakuasi korban dulu. Semua korban-korban yang memang terkait dengan bencana ini harus kita urus dulu diselamatkan,” kata Melkianus.

Setelah proses penyelamatan dan tanggap darurat, pemerintah akan melakukan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi berdasarkan hasil pemetaan kerusakan.

*Alat Berat Kontraktor Diminta Buka Akses*

Pemerintah juga meminta seluruh kontraktor yang memiliki alat berat untuk turut membantu membuka akses yang tertutup akibat longsor maupun reruntuhan.

“Semua kontraktor yang punya alat berat wajib bantu pemerintah di situasi darurat ini,” tegas Gubernur.

Alat berat akan diarahkan untuk membuka jalan sehingga tim penyelamat, bantuan logistik dan kebutuhan masyarakat dapat segera masuk ke wilayah terdampak.

Pemerintah juga berkoordinasi dengan PLN untuk pemulihan jaringan listrik serta operator telekomunikasi untuk menjaga konektivitas komunikasi di wilayah yang membutuhkan.

*Bantuan Logistik Mulai Disiapkan*

Dukungan dari pemerintah pusat juga mulai bergerak. Sejumlah kementerian telah menyatakan kesiapan memberikan bantuan, termasuk Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR.

Pemerintah juga mengupayakan dukungan helikopter untuk membantu mobilisasi dan pemantauan wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Gubernur turut mengajak para pelaku usaha di Flores untuk ikut membantu masyarakat yang terdampak.

“Bantu dulu korban, nanti hitung-hitungan terkait dengan urusan kebencanaan ini nanti bisa belakangan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT juga menyiapkan bantuan awal berupa makanan dan beras untuk dibawa ke wilayah terdampak.

*Status Bencana Provinsi, Penetapan Nasional Masih Dikaji*

Terkait status bencana, Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah provinsi telah menyetujui penetapan status bencana sesuai kewenangannya.

Sementara mengenai kemungkinan peningkatan status menjadi bencana nasional, pemerintah masih melakukan kajian berdasarkan kondisi riil di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kami akan merespons kondisi lapangan. Jadi kami akan turun sebentar bersama Pak Kapolda, Pak Danrem, dan jajaran Forkopimda yang lain untuk melihat langsung lapangan,” kata Melkianus.

Hasil peninjauan tersebut nantinya menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Kalau memang bisa, kita akan teruskan jadi bencana nasional,” tegasnya.

*Masyarakat Diminta Tetap Tenang*

Pemerintah mengajak seluruh masyarakat Flores tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Media massa, pengguna media sosial dan seluruh pihak juga diminta menjadi bagian dari upaya menjaga ketenangan masyarakat dengan hanya menyebarkan informasi yang telah terverifikasi.

Pemerintah bersama Polda NTT dan Forkopimda memastikan perkembangan situasi akan terus diperbarui berdasarkan data dari lapangan.

“Kami akan terus berkoordinasi dan terus update informasi dari lapangan,” ujar Melkianus.

Di tengah situasi darurat tersebut, satu pesan menjadi perhatian utama: keselamatan masyarakat adalah prioritas. Evakuasi harus dipercepat, korban harus ditangani, akses harus dibuka dan informasi harus disampaikan secara benar.

Pemerintah, TNI-Polri dan seluruh unsur terkait kini bergerak bersama untuk memastikan masyarakat Flores tidak menghadapi bencana ini sendirian.

#NttPenuhKasih

Continue Reading

Berita

Polri Bergerak Cepat Merespons Bencana Alam di NTT

Published

on

Jakarta – Polri langsung bergerak cepat dengan mengerahkan personel ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu masyarakat terdampak gempa besar Magnitudo 7,7.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, Polri berempati terhadap masyarakat yang terdampak dan memastikan jajaran kepolisian bergerak untuk membantu proses penanganan bencana.

“Polri tentu berempati terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa di NTT. Polri bergerak cepat untuk membantu masyarakat, khususnya dalam proses evakuasi, pertolongan dan penanganan dampak bencana,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima, Polri langsung mendirikan posko pengungsian atau tenda darurat setelah terjadinya gempa bumi di sejumlah wilayah NTT. Hal tersebut untuk meringankan beban masyarakat khususnya yang terdampak dari bencana itu.

Personel kepolisian juga diterjunkan untuk segera melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang menjadi korban. Kemudian juga memberikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat.

“Yang menjadi prioritas adalah keselamatan masyarakat. Personel kita di lapangan diarahkan untuk membantu evakuasi dan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Johnny.

Selanjutnya, personel kepolisian juga melakukan pendataan korban dan kerusakan bangunan maupun sarana prasarana lainnya.

Kemudian, mengerahkan personel kepolisian untuk memberikan bantuan medis kepada korban dan masyarakat terdampak gempa lainnya. Polri juga berkoordinasi dengan BPBD, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

“Penanganan ini dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh stakeholder. Polri terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, pemerintah daerah dan instansi terkait agar proses evakuasi maupun bantuan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Di sisi lain, Polri juga melakukan pendataan lanjutan terhadap korban jiwa dan kerugian materiil di wilayah terdampak. Melaksanakan patroli dan pengamanan guna mencegah gangguan Kamtibmas.

Lalu, membantu proses evakuasi masyarakat dan korban di wilayah terdampak. Mendirikan posko terpadu bersama stakeholder terkait. Melakukan pemantauan perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG. Dan, mengirimkan bantuan logistik.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun petugas di lapangan. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah situasi bencana,” pungkas Johnny.

Continue Reading

Trending