Connect with us

Berita

Ditbinmas Polda Jatim Berbagi Bantuan, Warga Slum Area Gubeng Kertajaya Senyum Riang

Published

on

SURABAYA – Hadir di tengah masyarakat dalam situasi dan kondisi apapun senantiasa menjadi upaya Polda Jawa Timur demi menciptakan dan memelihara Kamtibmas yang aman dan kondusif.

Seperti yang dilakukan oleh Direktorat Pembinaan Masyarakat ( Ditbinmas ) Polda Jatim kali ini yang mengunjungi warga masyarakat yang tinggal di Slum Area Gubeng Kertajaya IX E Kel Airlangga Surabaya, Jumat (7/4).

Kunjungan Ditbinmas Polda Jatim di Slum Area kali ini Dipimpin langsung oleh Direktur Pembinaan Masyarakat ( Dirbinmas ) pada Ditbinmas Polda Jatim,Kombes Pol Asep I. Rosadi, M.P.A.

“Kami sambangi warga di wilayah ini untuk menyalurkan bantuan sosial dari Polda Jatim sekaligus ingin bersilaturahmi dengan warga di sini (Slum Area Gubeng…..red),”ujar Kombes Pol Asep usai menyerahkan bantuan sosial di slum area Gubeng Kertajaya, Jumat (7/4).

Ada lebih kurang 75 paket sembako yang dibagikan untuk warga yang layak menerima bantuan sosial di lokasi itu.

Dari pintu ke pintu Kombes Asep menyapa warga dan memberikan bantuan sosial dibantu Kabagbinopsnal Ditbinmas, AKBP Sutarno, Kasubditbhabinkamtibmas, AKBP Tri Y. Eriad, Kapolsek Gubeng, AKP Rizki, Bhabinkamtibmas Kelurahan Airlangga, Aipda Benny dan beberapa personel Ditbinmas Polda Jatim.

Turut serta mendampingi pada kegiatan itu Camat Gubeng,Eko Kurniawan, S.STP., Msi serta Lurah Airlangga,Evie Indrayani, Babinsa Kelurahan Gubeng, Sertu Sugiarto, Ketua RW 5 Kel Gubeng dan Anggota Trantib Satpol PP Kel Gubeng.

“Sesuai data yang kami terima dari Bhabinkamtibmas, ada lebih kurang 75 warga di sini yang layak menerima bantuan sosial,”ujar Kombes Asep.

Penyaluran bantuan sosial Polda Jatim yang diserahkan di Slum Area itu lanjut Kombes Asep, termasuk untuk komunitas bonek dan komunitas Ojol yang bermukim di wilayah tersebut.

“Bansos ini adalah sebagian dari wujud kepedulian Polri dalam hal ini Polda Jatim terhadap sesama, apa lagi ini bulan Ramadhan, yang sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk saling peduli,”tambah Kombes Asep.

Disela – sela silaturahmi bersama warga untuk berbagi bansos, Dirbinmas Polda Jatim juga menyampaikan pesan Kamtibmas kepada para orang tua di wilayah tersebut.

Ia meminta para orang tua wajib memonitor anak nya terutama bila malam hari untuk memastikan pkl. 22.00 wib, harus sudah pulang ke rumah.

“Jangan sampai anak kita menjadi pelaku maupun korban kenakalan remaja, seperti perang sarung, petasan atau mercon,” tutur Kombes Asep.

Ia juga menghimbau agar warga waspada terhadap gangguan kamtibmas apapun itu bentuknya dengan mengaktifkan siskamling.

“Mari kita juga menjaga kebersihan lingkungan, karena kebersihan itu mencerminkan keimanan, dan dengan menjaga kebersihan saya percaya lingkungan ini sehat, warganya sehat, dan bencana banjirpun dapat diminimalisir, “ pungkas Kombes Asep. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Operasi Tumpas Narkoba 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan 27 Tersangka dan Sita 1 Kilogram Sabu

Published

on

SURABAYA – Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim berhasil mengungkap 23 kasus narkotika selama Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026.

Dalam operasi yang berlangsung selama 12 hari itu, Polisi menangkap 27 tersangka dan menyita lebih dari satu kilogram sabu.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan didampingi Kasatnarkoba AKP Adik Agus Putrawan mengatakan,pada operasi yang digelar hingga 23 Agustus 2026 di seluruh wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak terdapat 23 laporan Polisi yang ditangani.

“Dari 23 laporan yang kami tangani, penyidik menetapkan 27 orang sebagai tersangka terdiri dari 24 laki-laki dan Tiga perempuan,” ujar AKBP Irwan, Selasa (25/8/2026).

Dari pengungkapan tersebut selain mengamankan 27 tersangka dan sabu seberat 1.010,29 gram atau sekitar 1,01 kilogram, Polisi juga menyita tembakau sintetis seberat 148,99 gram.

Barang bukti lainnya berupa 26 telepon seluler, sembilan timbangan elektrik, satu kendaraan Runmore R2, uang tunai Rp.9.170.000, 13 panel plastik klip kosong, serta satu alat press yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika.

Jika dihitung berdasarkan estimasi harga Rp1,2 juta per gram, nilai sabu yang disita mencapai sekitar Rp1,212 miliar.

AKBP Irwan menyatakan, keberhasilan operasi kali ini tidak sekadar dilihat dari jumlah perkara maupun tersangka.

Ia menegaskan, yang lebih penting dalam operasi tersebut adalah peredaran narkotika berhasil dicegah dan ribuan masyarakat dapat diselamatkan dari bahaya Narkoba.

“Kalau kita konversikan, apabila satu gram ini dikonsumsi oleh 10 orang, maka kita bisa menyelamatkan sebanyak 10.000 jiwa,” ungkap AKBP Irwan.

Ia juga menegaskan pemberantasan narkotika merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui program “Jogo Perak”.

“Jogo Perak berarti kami jogo wilayahnya, kami jogo masyarakatnya,” tegas AKBP Irwan.

Ia juga meminta masyarakat ikut berperan dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.

“Apabila memiliki informasi ataupun hal-hal yang berkaitan dengan tindak pidana narkoba, bisa menyampaikan kepada kami melalui layanan Call Center 110 bebas pulsa, supaya kita bersama-sama bersinergi dan berkomitmen,” pungkas AKBP Irwan.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak,AKP Adik Agus Putrawan menerangkan, dari total 27 tersangka yang diringkus tersebut memiliki peran yang bervariasi dalam mata rantai peredaran ini.

“Peran tersangka yang kami amankan mulai dari pengguna, kurir lapangan, hingga pengedar tingkat menengah,” kata AKP Adik.

Menurut AKP Adik, seluruh tersangka saat ini sudah ditahan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak guna menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ketentuan pidana subsidair sesuai hasil penyidikan. (*)

Continue Reading

Berita

Jelang Muktamar NU ke -35, Korlantas Polri Perkuat Pengamanan Lalu Lintas di Jombang

Published

on

JOMBANG – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur memperkuat pengamanan arus lalu lintas di Kabupaten Jombang Jawa Timur, menjelang pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026.

Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan seiring kedatangan ribuan ulama, delegasi, dan penggembira dari berbagai penjuru tanah air menuju pusat kegiatan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pol I Made Agus Prasatya mengatakan, pengamanan tidak hanya fokus pada kelancaran perjalanan peserta muktamar, tetapi juga menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) bagi masyarakat umum.

“Pada kegiatan Muktamar NU ini, Kamseltibcarlantas menjadi atensi kita bersama,”ujar Brigjen Pol I Made Agus, Senin (24/8/2026).

Korlantas Polri juga mendorong jajaran kewilayahan khususnya Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur untuk mempersiapkan personel serta pola pengaturan lalu lintas secara matang.

Hal tersebut diperlukan agar peningkatan aktivitas kendaraan tidak menimbulkan kemacetan panjang maupun menganggu mobilitas masyarakat sekitar.

“Kegiatan kita tidak hanya mengatur kendaraan rombongan peserta Muktamar, tetapi juga memastikan masyarakat dapat beraktivitas tanpa terganggu oleh peningkatan arus kendaraan yang mungkin akan terjadi,” tegas Brigjen Pol I Made Agus.

Korlantas Polri juga menempatkan aspek keselamatan sebagai bagian penting dalam pengamanan.

Brigjen Pol I Made Agus menegaskan, pengamanan lalu lintas tidak semata – mata dilakukan untuk mengatur kendaraan.

Menurut Brigjen Pol I Made Agus, kehadiran personel juga menjadi bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat yang membutuhkan informasi dan bantuan terutama saat terjadi kepadatan lalu lintas.

“Penguatan pengamanan lalu lintas ini sekaligus menjadi bagian dari kesiapan Polri menyambut salah satu agenda besar NU tahun ini,” pungkas Brigjen Pol I Made Agus. (*)

Continue Reading

Berita

Polri Kerahkan 403 Personel untuk Edukasi dan Pencegahan Karhutla di Sejumlah Wilayah

Published

on

Jakarta — Polri mengerahkan sebanyak 403 personel sebagai Satgas Edukasi untuk mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut petunjuk Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo dalam rangka memperkuat langkah pencegahan karhutla melalui edukasi dan pendekatan kepada masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan berada di bawah koordinasi Lemdiklat Polri bersama Stamaops Polri. Para personel akan ditugaskan ke delapan wilayah hukum Polda, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Dari total 403 personel, sebanyak 8 personel merupakan pendamping atau pimpinan yang terdiri dari 6 Patun S2-STIK Lemdiklat Polri, 1 Kabid Pengsos Setukpa Lemdiklat Polri, dan 1 Kabid Jemen Setukpa Lemdiklat Polri.

Sementara itu, 395 personel lainnya merupakan peserta didik, terdiri dari 287 personel S2-STIK, 85 personel Setukpa, dan 23 personel Sespimma.

Sebaran peserta didik meliputi Polda Kalbar sebanyak 79 personel, Polda Kalteng 49 personel, Polda Kaltim 38 personel, Polda Kalsel 38 personel, Polda Kaltara 38 personel, Polda Sumsel 48 personel, Polda Riau 49 personel, dan Polda Jambi sebanyak 48 personel.

Sebelum diberangkatkan, seluruh personel mengikuti briefing dan pertelaan tugas yang dipimpin Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel memahami tugas, tanggung jawab, serta pembagian wilayah penugasan.

Selanjutnya, para personel menjalani pengecekan kesehatan dan mengikuti Apel Pemberangkatan. Setelah itu, personel dijadwalkan mulai bergerak menuju masing-masing Polda tujuan untuk melaksanakan tugas sesuai pembagian wilayah.

Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si. mengatakan, penugasan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri dalam mencegah terjadinya karhutla sekaligus memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh selama pendidikan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

«“Penugasan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Para peserta didik akan turun langsung untuk memberikan edukasi dan mengajak masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Komjen Pol. Panca Putra Simanjuntak.»

Ia menekankan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan peran bersama, khususnya masyarakat yang berada di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan.

«“Kami mengingatkan seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah pembakaran lahan,” katanya.»

Menurutnya, para personel juga akan berkoordinasi dengan jajaran kewilayahan dan pihak terkait dalam melaksanakan kegiatan sesuai kondisi serta kebutuhan di masing-masing daerah.

«“Kita ingin kehadiran personel di lapangan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Laksanakan tugas dengan baik, jaga komunikasi, dan lakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar upaya pencegahan karhutla dapat berjalan secara optimal,” tuturnya.»

Polri mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam mencegah karhutla dengan menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Continue Reading

Trending