Connect with us

Berita

Polsek Rejoso Gelar Patroli Dialogis Presisi di Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu

Published

on

1000567092
1000567092

Polresta Pasuruan – Polsek Rejoso terus meningkatkan upaya preventif untuk menjaga keamanan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah rawan kecelakaan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melaksanakan Patroli Dialogis Presisi. Pada hari ini, dua personel Polsek Rejoso, Aipda Budi dan Aipda Putra, melakukan patroli dengan menyambangi perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso. Kamis (05/09/2024).

Patroli ini dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang kerap terjadi di perlintasan KA tanpa palang pintu. Lokasi ini dikenal rawan kecelakaan karena tidak adanya rambu-rambu yang lengkap dan minimnya pengawasan langsung dari petugas di sekitar lokasi. Oleh karena itu, kehadiran personel Polsek Rejoso diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada warga sekitar dan para pengguna jalan yang melintasi perlintasan tersebut.

1000567094
1000567094

Dalam kegiatan patroli tersebut, Aipda Budi dan Aipda Putra secara aktif berdialog dengan warga setempat dan para pengguna jalan. Mereka memberikan himbauan agar masyarakat selalu berhati-hati dan waspada saat melintasi perlintasan KA. Selain itu, pengguna jalan juga diingatkan untuk selalu memperhatikan tanda-tanda kedatangan kereta api guna menghindari kecelakaan.

“Kami selalu mengimbau masyarakat agar tidak lengah saat melintasi perlintasan kereta api, apalagi yang tidak dilengkapi palang pintu seperti di Desa Jarangan ini,” ujar Aipda Budi. Ia menambahkan, banyak kecelakaan terjadi akibat kelalaian pengguna jalan yang tidak memperhatikan situasi saat melintas.

Aipda Putra menambahkan bahwa patroli ini juga merupakan bagian dari program Polri yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan, terutama di perlintasan kereta api yang rawan kecelakaan. “Patroli dialogis ini tidak hanya fokus pada tindakan pencegahan kecelakaan, tetapi juga sebagai upaya menjalin komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat,” jelasnya.

Warga Desa Jarangan menyambut baik kehadiran personel Polsek Rejoso. Menurut mereka, kehadiran polisi di sekitar perlintasan kereta api memberikan rasa aman dan membantu mengurangi kekhawatiran mereka saat melintas. “Kami merasa lebih tenang kalau ada polisi yang berjaga, apalagi di perlintasan seperti ini yang memang sering terjadi kecelakaan,” ungkap salah satu warga setempat.

Selain memberikan himbauan secara langsung, patroli dialogis ini juga diisi dengan pemeriksaan kondisi sekitar perlintasan. Aipda Budi dan Aipda Putra memastikan tidak ada hambatan di jalur kereta api serta mengingatkan warga untuk tidak meletakkan barang-barang di sekitar rel yang dapat mengganggu jalur kereta.

Personel Polsek Rejoso juga mengimbau para pengendara sepeda motor dan mobil untuk memperlambat laju kendaraan saat mendekati perlintasan kereta api. Mereka juga menekankan pentingnya menggunakan helm dan sabuk pengaman sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.

Kegiatan patroli ini merupakan bentuk implementasi dari kebijakan Kapolri mengenai Polri yang presisi, yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Dengan adanya patroli rutin di daerah rawan seperti perlintasan kereta api, diharapkan dapat menekan angka kecelakaan yang sering terjadi akibat kurangnya fasilitas keamanan.

Kapolsek Rejoso Iptu Agung Prasetyo SH saat ditemui menjelaskan bahwa Polsek Rejoso berkomitmen untuk terus mengintensifkan patroli di berbagai titik rawan kecelakaan, terutama di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Patroli akan dilakukan secara berkala dengan melibatkan seluruh personel kepolisian di wilayah hukum Polsek Rejoso.

Sebagai penutup, Kapolsek juga berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan dan selalu waspada di jalan. “Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami akan terus mengingatkan, namun masyarakat juga harus berperan aktif dalam menjaga keselamatan diri dan orang lain,” pungkasnya.

(Humas Rjs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kapolres Blitar Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Bersama Jajaran Forkopimda

Published

on

BLITAR – Mengawali tugas sebagai Kapolres Blitar yang baru, AKBP Rivanda S.I.K melakukan kunjungan silaturahmi Ke jajaran Forkompimda Kabupaten Blitar, Rabu (21/1/2026)

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat sinergi antara Polres Blitar dan Pemerintah Kabupaten Blitar beserta Instansi lainya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Blitar yang baru, AKBP Rivanda S.I.K usai melaksanakan kunjunganya ke Bupati Blitar, Ketua DPRD Blitar dan Ketua Pengadilan Negeri Blitar.

AKBP Rivanda yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Sumenep itu mengatakan, pihaknya akan tetap menggandeng unsur Forkopimda, elemen masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya di wilayah hukum Polres Blitar jajaran Polda Jatim.

Ia menegaskan peran unsur Pemerintahan Kabupaten Blitar, elemen masyarakat dan stakeholder yang ada sangat penting dalam menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari Instansi samping dan elemen masyarakat termasuk tokoh agama, tokoh adat dan para ulama,”kata AKBP Rivanda.

Ia menegaskan ingin memastikan Polri selalu hadir dan terbuka untuk berkolaborasi dengan Pemerintahan Kabupaten Blitar dan masyarakat demi menjaga situasi yang aman kondusif dan harmonis di Kabupaten Blitar.

Sementara itu Bupati Blitar Drs. H. Rijanto M.M menyatakan siap bersinergi dengan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Blitar demi berjalannya program pemerintah daerah pada khususnya dan pemerintah pusat secara umum.

“Pemkab Blitar siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Polri demi tercipta dan terjaganya keamanan masyarakat sehingga program – program pemerintah bisa berjalan lancar,” kata Bupati Blitar.

Ia juga berharap komunikasi dan kerja sama antara Kepolisian dengan Pemerintah Kabupaten Blitar terus terjalin guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, sejuk, dan kondusif di Kabupaten Blitar. (*)

Continue Reading

Berita

Polres Bondowoso Ungkap Curanmor Tersangka Pelaku dan Penadah Diamankan

Published

on

BONDOWOSO – Gerak cepat Polres Bondowoso Polda Jawa Timur (Jatim) menindaklanjuti laporan dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), akhirnya berhasil mengungkap dan mengamankan para terduga pelaku.

Dalam pengungkapan tersebut, Polisi berhasil mengamankan Tiga orang tersangka yang berperan sebagai pencuri dan penadah motor milik HA (39) warga Dusun Widoro, Kecamatan/ Kabupaten Bondowoso yang dilaporkan hilang.

Tiga orang tersangka masing-masing berinisial MM (34), H (35) dan UH (34) yang merupakan warga Bondowoso.

Dalam keterangannya, Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, pencurian dilakukan oleh tersangka MM pada 27 Desember 2025 sekitar pukul 18.00 WIB.

“Saat itu, MM berjalan kaki di Jalan Saliwiryo dengan tujuan mencari pekerjaan ke rumah temannya,” kata Kapolres Bondowoso, Rabu (21/1/26).

Di tempat tersebut MM melihat sepeda motor Yamaha X-Ride tahun 2013 warna putih dengan nomor polisi P 5551 AB terparkir di pinggir jalan dalam kondisi kunci kontak masih terpasang.

“Melihat kondisi sepi, tersangka kemudian mendorong sepeda motor ke arah selatan, menyalakannya, lalu membawa kendaraan tersebut ke rumahnya,”terang AKBP Aryo.

Mantan Kasubdit Regident Polda Jawa Barat tersebut menambahkan, setelah berhasil menguasai motor hasil curian, MM menghubungi tersangka H untuk membantu menjual kendaraan tersebut.

“H kemudian menghubungkan MM dengan tersangka UH hingga disepakati harga jual sebesar Rp1,5 juta,” tambah AKBP Aryo.

Dari transaksi MM dengan UH tersebut, tersangka H memperoleh komisi sebesar Rp.50 ribu sebagai perantara.

Kini Ketiga tersangka telah diamankan di Mapolres Bondowoso untuk proses hukum lebih lanjut

Sementara itu barang bukti berupa Satu unit sepeda motor Yamaha X-Ride, Satu lembar STNK, Satu buah BPKB, Satu buah kunci kontak yang sebelumnya juga diamankan, kini diserahkan kembali ke pemiliknya.

Atas perbuatannya, tersangka MM dijerat Pasal 476 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal Lima tahun penjara atau denda kategori V sebesar Rp500 juta.

Sedangkan tersangka UH dan H dijerat Pasal 591 huruf a KUHP tentang penadahan, dengan ancaman pidana penjara maksimal Empat tahun atau denda hingga Rp500 juta. (*)

Continue Reading

Berita

Polri Hadir Jaga Asa di Tengah Bencana, Ratusan Warga Aceh Terima Layanan Bakti Kesehatan Ops Aman Nusa II

Published

on

Aceh — Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan kemanusian, diantaranya Bakti Kesehatan dan Pengobatan dalam rangka Operasi Aman Nusa II, yang dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah Aceh, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan ini menyasar masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, dengan fokus pada pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, vitamin, serta edukasi kesehatan.
Di Desa Burni Pase, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, bakti kesehatan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dilaksanakan oleh layanan Kedokteran dan Kesehatan Polres Bener Meriah, didukung Tim Kesehatan BKO Puddokkes Polri, Polda Jawa Timur serta dokter mitra Polres Bener Meriah.

Sebanyak 51 warga mendapatkan layanan medis, dengan keluhan dominan berupa dermatitis, ISPA, faringitis, cephalgia, myalgia, hipertensi hingga gangguan makan akibat kondisi pascabencana.
Salah satu dokter di lapangan, dr. Yeremia Dwi Purnomo dari RS Bhayangkara Batu Malang, menjelaskan bahwa kondisi lingkungan pascabencana sangat memengaruhi kesehatan warga.

“Sebagian besar keluhan dipicu oleh lingkungan lembap, kelelahan, dan stres pascabencana. Kehadiran layanan kesehatan Polri ini diharapkan dapat mencegah penyakit berkembang lebih serius dan membantu pemulihan warga secara menyeluruh,” ujarnya.

Sementara itu, di Desa Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, Klinik Pratama Polres Aceh Utara bersama Tim BKO Polda Jawa Timur melaksanakan bakti kesehatan kepada 186 warga terdampak banjir. Jenis penyakit yang banyak ditemukan antara lain dermatitis, ISPA, hipertensi, cephalgia, hingga diabetes melitus.

Ipda dr. Nuno Febrian Probosutiksna, selaku dokter penanggung jawab tim, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Kami tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga edukasi kesehatan agar masyarakat dapat menjaga kondisi tubuhnya di tengah keterbatasan pascabencana,” jelasnya.

Pelayanan serupa juga dilakukan di Posko Kesehatan Aceh Tamiang, dengan melibatkan Tim BKO Polda Metro Jaya. Sebanyak 26 warga menerima pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin, dengan keluhan terbanyak berupa ISPA, hipertensi, diare, dan penyakit kulit.

Salah seorang warga penerima manfaat di Aceh Tamiang, Nurhayati (48), mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim kesehatan Polri.
“Kami sangat bersyukur. Alhamdulillah ada dokter dan polisi yang datang langsung,” tuturnya haru.

Melalui kegiatan Bakti Kesehatan Ops Aman Nusa II ini, Polri menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom, tetapi juga sebagai mitra kemanusiaan yang hadir merawat, menguatkan, dan memulihkan harapan masyarakat di tengah bencana.

Continue Reading

Trending