Connect with us

Berita

Polres Sumenep Patroli Skala Besar Pastikan Perayaan 1 Suro Kondusif

Published

on

SUMENEP — Memastikan kondusivitas menjelang pelaksanaan kegiatan masyarakat merayakan 1 Suro, Polres Sumenep Polda Jawa Timur menggelar Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Sumenep usai pimpin apel siaga yang diikuti oleh ratusan personel gabungan bersama instansi lintas sektor di Polres Sumenep,Selasa (16/6/20026).

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto mengatakan, KRYD digelar guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama rangkaian kegiatan 1 Suro berlangsung.

“Patroli KRYD ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh rangkaian peringatan 1 Suro Agung di Kabupaten Sumenep aman, tertib dan kodusif,” kata AKBP Anang.

Kapolres Sumenep menerangkan, Patroli KRYD menyasar sejumlah titik yang dianggap rawan terjadi gangguan keamanan, aksi kriminalitas, balap liar, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, maupun potensi gesekan antar kelompok masyarakat.

Kapolres Sumenep menegaskan bahwa seluruh personel melaksanakan tugas pengamanan secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab.

Lebih lanjut, Kapolres Sumenep mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Sumenep.

Melalui patroli KRYD ini, Polres Sumenep Polda Jatim menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat sehingga peringatan 1 Suro Agung dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polri Gelar Dialog Penguatan Internal untuk Hadapi Ancaman Love Scamming di Era Digital

Published

on

Jakarta – Polri menggelar Dialog Penguatan Internal Polri ke-2 bertema “Transformasi Penanganan Tindak Pidana Love Scamming dalam Penguatan Kapasitas Polri Menghadapi Modus Kejahatan Digital” di Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan personel Mabes Polri, jajaran kewilayahan, akademisi, serta sejumlah pakar di bidang hukum dan psikologi forensik.

Dialog tersebut diselenggarakan sebagai respons atas meningkatnya ancaman kejahatan digital yang memanfaatkan hubungan emosional sebagai sarana melakukan penipuan, pemerasan, eksploitasi seksual, hingga perdagangan orang. Perkembangan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence), deepfake, dan berbagai teknik social engineering, membuat modus kejahatan ini semakin kompleks dan sulit dideteksi.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa transformasi digital telah menghadirkan tantangan baru bagi aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan ruang siber.

“Love scamming tidak lagi sekadar menjadi bentuk penipuan konvensional, tetapi telah berkembang menjadi kejahatan yang memanfaatkan hubungan emosional untuk melakukan penipuan, pemerasan, eksploitasi seksual, hingga tindak pidana lintas negara,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Ia menjelaskan bahwa para pelaku kini memanfaatkan media sosial, aplikasi perpesanan, platform kencan daring, hingga teknologi kecerdasan buatan untuk membangun kedekatan dengan korban sebelum melakukan eksploitasi.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi dinamika kejahatan digital yang terus berkembang.

“Penanganan love scamming memerlukan pendekatan yang komprehensif dengan mengintegrasikan kemampuan penyelidikan dan penyidikan, analisis forensik digital, perlindungan korban, serta kerja sama lintas sektor, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Pol. Sinta, Asisten Koordinator Resource Center Komnas Perempuan Robby Kurniawan, serta Psikolog Klinis Forensik Dra. A. Kasandra Putranto.

Dalam paparannya, Kombes Pol. Sinta menegaskan bahwa kekerasan berbasis gender elektronik telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Ia juga menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor dalam penanganan kasus yang melibatkan unsur kekerasan berbasis gender secara daring.

“Love scamming dalam konteks kekerasan berbasis gender elektronik bukan sekadar penipuan biasa, melainkan kejahatan digital terorganisasi yang mengeksploitasi emosi, kepercayaan, dan kerentanan korban,” ujarnya.

Sementara itu, Robby Kurniawan menjelaskan bahwa penanganan perkara tidak dapat hanya berorientasi pada aspek hukum, tetapi juga harus memastikan perlindungan dan pemulihan korban secara menyeluruh.

Berdasarkan data Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan, jumlah laporan kekerasan berbasis gender online menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Bentuk kekerasan yang paling banyak ditemukan meliputi penyebaran konten untuk merusak citra korban, pelecehan seksual siber, eksploitasi seksual, ancaman daring, dan pelanggaran privasi.

Di sisi lain, Psikolog Klinis Forensik Dra. A. Kasandra Putranto menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital sebagai langkah pencegahan. Menurutnya, perkembangan teknologi telah mendorong munculnya berbagai bentuk kejahatan baru, seperti cyberflashing, online grooming, pencurian identitas, hingga penyalahgunaan teknologi deepfake.

“Penanganan kekerasan berbasis gender online tidak hanya berfokus pada penindakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga harus mengedepankan pencegahan, edukasi, perlindungan korban, pemulihan psikologis, serta penguatan kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.

Melalui forum ini, Polri berharap seluruh personel dapat meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi berbagai modus kejahatan digital, memperkuat kapasitas penyidikan berbasis bukti elektronik, meningkatkan perlindungan terhadap korban, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan ruang digital yang aman, inklusif, dan berkeadilan.

Continue Reading

Berita

Melalui Pemantauan Lahan Jagung, Bhabinkamtibmas Desa Sukorejo Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Published

on

Polresta Pasuruan – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Sukorejo, Polsek Pohjentrek, Polres Pasuruan Kota melaksanakan pemantauan lahan jagung milik warga pada Selasa, 4 Agustus 2026, di lahan jagung yang terletak di Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam mendukung sektor pertanian guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

 

Pada kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan kondisi tanaman jagung sekaligus berdialog dengan para petani untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan tanaman. Selain memberikan motivasi kepada petani agar terus meningkatkan produktivitas pertanian, Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan pertanian agar proses budidaya hingga masa panen dapat berjalan dengan lancar.

 

Bhabinkamtibmas juga mengimbau para petani untuk selalu berkoordinasi apabila menghadapi kendala di lapangan, baik yang berkaitan dengan keamanan maupun faktor lain yang dapat menghambat hasil panen. Sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan.

 

Kapolsek Pohjentrek, AKP Sukrisno, mengatakan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan pemantauan lahan pertanian merupakan bentuk komitmen Polri untuk mendukung program pemerintah. “Melalui kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani, kami ingin memberikan semangat sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif sehingga masyarakat dapat mengelola lahan pertaniannya dengan aman dan nyaman. Polri akan terus mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada para petani,” ujar AKP Sukrisno.

 

Melalui kegiatan pemantauan lahan jagung ini, Polres Pasuruan Kota terus memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam mendukung program Asta Cita Presiden di bidang ketahanan pangan. Diharapkan kolaborasi antara Polri dan para petani mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat swasembada pangan, serta mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Continue Reading

Berita

Polres Pelabuhan Tanjungperak Dampingi Korban Peristiwa KM Mutiara Sentosa II, Pastikan Penanganan Maksimal

Published

on

SURABAYA – Di tengah kepanikan dan duka akibat kebakaran yang melanda KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8/2026), hadir sosok yang memilih berada di garis depan bersama para korban.

Kapolres Pelabuhan Tanjungperak, AKBP Irwan Kurniawan turun langsung mengawal proses evakuasi hingga memastikan setiap korban mendapatkan penanganan yang layak.

Tanpa menunggu lama setelah menerima laporan insiden kapal penumpang rute Surabaya–Makassar itu, AKBP Irwan bergerak menuju Pelabuhan Tanjungperak.

Ia memantau langsung proses kedatangan korban, memastikan alur evakuasi berjalan tertib, sekaligus mengecek kesiapan personel dan fasilitas medis yang disiagakan.

Di ruang penanganan korban, AKBP Irwan tampak mendampingi petugas saat membantu penumpang yang mengalami kelelahan dan sesak napas.

Beberapa korban yang dievakuasi menggunakan kursi roda mendapat perhatian langsung, mulai dari proses pemindahan hingga pemberian bantuan oksigen.

AKBP Irwan memastikan setiap tahapan penanganan berjalan cepat, aman, dan mengutamakan keselamatan para korban.

Polres Pelabuhan Tanjungperak juga mengerahkan personel untuk membantu proses evakuasi, pengamanan, serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban yang menunggu kabar sanak saudaranya.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto mengatakan, begitu informasi kebakaran diterima, seluruh personel langsung digerakkan untuk memberikan bantuan.

“Sejak menerima informasi kejadian, kami langsung bergerak cepat membantu proses evakuasi bersama seluruh unsur terkait. Fokus utama kami adalah keselamatan para penumpang dan memastikan mereka segera mendapatkan penanganan yang dibutuhkan,” ujar Iptu Suroto, Selasa (4/8/2026).

Selain itu, Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim terus menjalin koordinasi intensif dengan Basarnas, Polda Jawa Timur, TNI, tenaga kesehatan, serta instansi terkait lainnya.

Sinergi tersebut dilakukan agar proses evakuasi hingga penanganan pascakejadian berlangsung efektif dan seluruh korban dapat segera memperoleh pelayanan terbaik.

“Polres Pelabuhan Tanjung Perak akan terus memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh korban maupun keluarganya sampai seluruh proses evakuasi dan penanganan selesai,” tegasnya. (*)

Continue Reading

Trending