Dalam acara tasyakuran HUT Badan Pendapatan Daerah Bapenda Jatim ke 60. Bapenda bersama Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Jatim dan Jasa Raharja meresmikan aplikasi bernama “Monitoring Tracking Checklist” (MTC), pada (3/10/2022) gedung Bapenda Jatim, jalan Manyar Surabaya.
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim AKBP M Zainur Rofik menjelaskan bahwa aplikasi Monitoring Tracking Checklist atau MTC diharapkan memudahkan masyarakat dalam melakukan pengurusan registrasi dan identifikasi mengetahui proses dari mulai mendaftar hingga selesai.
MTC ini cukup mudah dioperasikan, yakni dengan mengunduh aplikasi MTC melalui ponsel, selanjutnya masyarakat bisa mengetahui sampai mana proses pengurusan berkas kendaraan bermotor.
“Aplikasi tersebut dibuat agar tidak terjadi antrean panjang di kantor Samsat. Jadi cukup mendaftar dapat barcode dan mengecek sehingga nanti mengambil ketika sudah selesai” jelasnya AKBP M Zainur Rofik.
Selain aplikasi MTC, AKBP Rofik memuji sistem yang dibuat Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Muhammad Taslim Chairuddin untuk mempermudah pelayanan pada masyarakat serta penanganan kasus kecelakaan lalu lintas.
Menurut dia, masyarakat ingin kerja cepat, transparan dan akuntabel dari polisi. Hal tersebut, lanjut AKBP Rofik bisa dilakukan dengan pembaruan teknologi.
“Untuk harapannya kedepannya untuk lebih mempermudah masyarakat dalam pengurusan, serta mempersingkat waktu dari aplikasi MTC tersebut, dan juga kita terapkan dari loket ke loket,” jelas AKBP Rofik.
Harapan kedepannya untuk lebih mempermudah pelayanan masyarakat, serta mempersingkat waktu karena dari aplikasi tersebut, juga sudah kami terapkan dari loket ke loket.
AKBP Rofik menambahkan, bahwa aplikasi MTC juga sebagai sarana pengawasan dalam pengawasan pelayanan kepada masyarakat.
Sehingga kedepannya pelayanan di seluruh jajaran Samsat di seluruh Jawa Timur, bisa memakai dengan aplikasi yang sama serta mempermudah wajib pajak saat proses pelayanan.
AKBP Zainur Rofik dalam kesempatannya memberikan selamat hari jadi ke 60 ke rekan rekan di Bapenda Jatim.
“Semoga lebih baik lagi kepada masyarakat, lebih berinovasi lagi , lebih kreatif lagi sehingga prioritas pelayanan masyarakat menjadi utama”. Kata AKBP Rofik.
Seperti diketahui sebelumnya bahwa Bapenda Jatim menggelar acara tasyakuran hari jadi nya yang ke 60 tahun yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Tasyakuran HUT Bapenda ke 60 tersebut merupakan rangkaian kegiatan peringatan hari jadi ke-77 Jawa Timur .
Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Sekda Prov Jatim Adhi Karyono dan sejumlah Kepala dinas Pemprov Jatim.
Selain itu juga hadir kepala Bapenda dari provinsi lain, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah , Sumatera Selatan , NTB, kepala UPT Bapenda kabupaten/kota se jatim , serta pembina tim pajak antara lain perwakilan dari Ditlantas Polda Jatim, AKBP Didit selaku Wadirlantas & AKBP Rofik selaku Kasubdit Regiden dan perwakilan dari Jasa Raharja.
Dalam acara kali ini, Bapenda Jatim mengambil tema “optimis Jatim bangkit melalui kerja keras, kerja cerdas dan kerja Ikhlas”.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bapenda Jatim Abimanyu Ponco Atmojo juga secara resmi melaunching inovasi layanan Samsat koperasi UMKM (Sampoki umkm). Inovasi ini merupakan pengembangan atas inovasi pelayanan kantor bersama Samsat berbasis digital.
“Samsat Koperasi UMKM ini adalah inovasi yang terus dikembangkan oleh tim Pembina SAMSAT Jawa Timur sebagai bentuk dukungan gubernur yang telah berkenan memberi kemudahan layanan dan kebijakan yang pro rakyat”. Kata Abimanyu.
“Pelayanan Samsat koperasi dan UMKM (samkopi umkm) merupakan layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dll, yang bekerja sama kopersai dan umkm di jatim untuk mengembangkan usaha umkm sekaligus memberikan kemudahan masyarakat pelayanan kepada masyarakat memenuhi kewajiban pajak”. Terang nya
Abimanyu juga menyampaikan data terkait diberlakukan kebijakan bebas pajak kendaraan bermotor 100% untuk angkutan pendukung mulai mikrolet dan ojek online dari tanggal 19 September hingga 1 Oktober 2022. Kebijakan hingga pertanggal 1 Oktober telah dimanfaatkan oleh 3.482 unit mikrolet dan ojek online.
Sebagai upaya mengoptimalisasi pendapatan daerah dari sektor pajak, Bapenda Jatim selalu berinovasi untuk meningkatkan wajib pajak dengan memberikan kemudahan kemudahan kepada wajib pajak dalam membayar pajak.
Selain itu teedapat 2.675.809 wajib pajak yang memanfaatkan program pemutihan yang berlaku terakhir pada tanggal 30 September 2022.
“Hal ini menunjukan betapa tinggi nya antusias masyarakat dalam memanfaatkan momentum kebijakan kebebasan pajak daerah yang digulirkan gubernur . menjadi bagian Ikhtiar pemerintah provinsi untuk mendorong terciptanya stabilitas dan pemulihan perekonomian sebagai dampak inflasi dan kenaikan BBM di jatim”. Ungkap Abimanyu.
Dalam acara tersebut juga dilakukan undian hadiah tabungan umroh untuk 16 orang wajib pajak patuh, sebagai apresiasi pada masyarakat yang tertib dan tepat waktu dalam menyelesaikan pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Serta dilaksanakan juga pemberian penghargaan untuk tim pembina dari Ditlantas Polda Jatim, Jasa raharja, bapenda atas inovasi dan pengembangan pelayanan kantor bersama Samsat Jatim sebagai pendukung kebijakan Gubernur.
PASURUAN — Polres Pasuruan Kota menindaklanjuti sejumlah kejadian yang terjadi setelah bubarnya penonton kegiatan Pencak Dor di halaman Pondok Pesantren Darumafatihil Ulum, Dusun Podokaton, Desa Bayeman, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (18/8/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB tersebut mendapat pengamanan 232 personel gabungan, terdiri dari 32 personel Polri, 15 personel TNI, 10 personel Satpol PP, 5 personel Trantib Kecamatan, 150 panitia dan Banser, 15 perangkat desa, serta 5 tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan yang turut didukung satu unit ambulans.
Menjelang kegiatan berakhir, pengamanan kembali dipertebal dengan personel Patroli PASKOT S.A.E dari Polres Pasuruan Kota dan Polsek jajaran guna mengantisipasi gangguan saat massa meninggalkan lokasi.
Kabag Ops Polres Pasuruan Kota Kompol Miftaful MBK., S.H., M.H. mengatakan, pengamanan telah dilakukan sejak kegiatan berlangsung hingga proses kepulangan penonton.
“Secara keseluruhan terdapat 232 personel gabungan yang terlibat dalam pengamanan, mulai dari Polri, TNI, Satpol PP, Trantib Kecamatan, panitia dan Banser, perangkat desa hingga tenaga kesehatan. Setelah kegiatan selesai, pengamanan kembali kami pertebal melalui Patroli PASKOT S.A.E dengan mengerahkan mobil patroli Polsek jajaran, termasuk Patwal Satlantas dan URC Satreskrim Polres Pasuruan Kota untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas saat massa meninggalkan lokasi,” ujar Kompol Miftaful.
Usai kegiatan, Polsek Gadingrejo mengamankan dua orang berinisial MV (19), warga Kecamatan Panggungrejo, dan RD (18), warga Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Karena diduga telah terjadi gesekan dengan warga masyarakat di Wilayah Gadingrejo. Keduanya selanjutnya dibawa ke Polres Pasuruan Kota untuk pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
Sementara itu, Polsek Pohjentrek menerima laporan dari RZ (23), warga Kecamatan Kraton. Korban melaporkan mengalami pengeroyokan oleh sekelompok orang yang melakukan konvoi saat melintas di sekitar Gapura Gudang Garam, Desa Warungdowo, sekitar pukul 23.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada pelipis mata sebelah kanan serta beberapa bagian tubuh lainnya. Kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
Di wilayah Grati, petugas juga membubarkan sekelompok orang yang diduga baru pulang dari kegiatan Pencak Dor setelah sempat melakukan pengejaran terhadap warga. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban.
“Kami masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah kejadian setelah kegiatan tersebut. Personel di lapangan juga terus melakukan patroli untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” kata Kompol Miftaful.
Ia mengimbau masyarakat yang mengikuti kegiatan agar langsung kembali ke rumah masing-masing dengan tertib serta tidak melakukan konvoi maupun tindakan yang dapat mengganggu keamanan masyarakat.
“Apabila masyarakat melihat, mengetahui, atau mengalami gangguan kamtibmas, segera laporkan kepada kepolisian atau hubungi Call Center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas,” pungkasnya.
Polres Pasuruan Kota memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur serta terus meningkatkan patroli guna menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota tetap kondusif.
Polresta Pasuruan – Mendukung program ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan, Bhabinkamtibmas Desa Sungiwetan Polsek Pohjentrek Polres Pasuruan Kota Polda Jatim Bripka Rozak melaksanakan kegiatan sambang dan monitoring terhadap para petani yang memiliki lahan pertanian di Desa Sungiwetan, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan Polri terhadap masyarakat, khususnya para petani dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Dalam pelaksanaannya, Bripka Rozak turun langsung ke lahan pertanian untuk memantau kondisi serta perkembangan tanaman sekaligus berdialog dengan para petani.
Melalui dialog tersebut, Bhabinkamtibmas juga mendengarkan berbagai masukan dan kendala yang dihadapi petani selama proses pengelolaan lahan.
Kehadiran Polri di tengah para petani diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara kepolisian dan masyarakat.
Bripka Rozak juga mengajak para petani untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian serta melakukan perawatan tanaman secara maksimal agar hasil produksi dapat meningkat.
Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kapolsek Pohjentrek AKP Sukresna, S.H., mengatakan bahwa pendampingan terhadap para petani merupakan salah satu bentuk dukungan Polsek Pohjentrek terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
“Bhabinkamtibmas akan terus hadir di tengah masyarakat, termasuk mendampingi para petani dalam mengelola lahan pertanian. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan motivasi kepada petani untuk meningkatkan produktivitas sehingga dapat mendukung ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan,” ujar AKP Sukresna.
Melalui sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan sektor pertanian semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Pasuruan maupun secara nasional.
Polresta Pasuruan – Jaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Polsek Rejoso Polres Pasuruan Kota Polda Jatim melaksanakan kegiatan patroli dialogis bersama masyarakat di wilayah Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Rabu (19/8/2026).
Kegiatan patroli tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya tindak kriminalitas 3C (Curat, Curas, dan Curanmor).
Personel menyambangi sejumlah lokasi dan berdialog langsung dengan masyarakat guna mengetahui situasi keamanan sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Dalam kesempatan tersebut, Polsek Rejoso mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, menjaga barang berharga, memastikan kendaraan diparkir di tempat yang aman dan menggunakan kunci ganda, serta mengamankan rumah saat ditinggalkan.
Warga juga diajak untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan atau gangguan keamanan.
Kapolsek Rejoso AKP Bambang Pamungkas, S.A.P., mengatakan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu upaya Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya aksi kriminalitas.
“Patroli dialogis akan terus kami tingkatkan sebagai langkah pencegahan terhadap aksi 3C dan gangguan kamtibmas lainnya. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan,” ujar AKP Bambang Pamungkas.
Dengan sinergi yang baik, diharapkan berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini.